Arsip Tag: Karang Taruna

Karang Taruna Banyumas 2026-2031 Resmi Dilantik, Lihat Kepengurusannya!

Lingkar.co – Pengurus Karang Taruna Kabupaten Banyumas masa bakti 2026–2031 resmi dilantik pada hari Minggu (19/4/2026) di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

kini telah dikukuhkan. Di bawah kepemimpinan Juli Krisdianto, organisasi ini membawa misi besar: bertransformasi menjadi motor penggerak pemuda yang aktif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, sebanyak 43 Pengurus Karang Taruna dilantik

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono berpesan, karang taruna merupakan salah satu peran vital pemuda dalam bermasyarakat.

Ia mengingatkan bahwa Karang Taruna bukan sekadar organisasi wadah berkumpul, melainkan mitra strategis pemerintah dalam membangun kesejahteraan sosial.

“Karang Taruna diharapkan mendorong peran menjadi solusi, di tengah dinamika perkembangan zaman, generasi muda dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pengangguran, kemiskinan, penyalahgunaan teknologi, hingga menurunnya kepedulian sosial.” ujar Sadewo.

Lebih lanjut, Bupati menekankan agar momentum pelantikan ini menjadi titik pijak kerja nyata. Karang Taruna dituntut untuk lebih responsif dan inovatif, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital guna memperluas jejaring serta mempromosikan potensi daerah Banyumas ke kancah yang lebih luas.

Berikut adalah jajaran pengurus inti yang akan mengawal visi Karang Taruna Banyumas selama lima tahun ke depan:

  1. Ketua : Juli Krisdianto
  2. Wakil Ketua I : Waryono
  3. Wakil Ketua II : Imam Ahfas
  4. Wakil Ketua III : Edris Santoso
  5. Sekretaris : Arif Yuliarso
  6. Wakil Sekretaris I : Alfiatun Khasanah
  7. Wakil Sekretaris II : Mahmud Arif Alfajri
  8. Bendahara : Wahyu Albar Sutisna
  9. Wakil Bendahara I : Balqis Fadilla
  10. Wakil Bendahara II : Jatmono

Dengan komposisi kepemimpinan yang solid, Karang Taruna Banyumas berkomitmen untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.

Fokus utama ke depan adalah menghadirkan karya nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tingkat akar rumput. (*)

Anies Baswedan Tinjau Jembatan Gantung di Wonosari Kendal

Lingkar.co – Founder Organisasi Aksi Bersama, Anies Rasyid Baswedan didampingi Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza meninjau jembatan gantung di Dusun Pidik, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Selasa 7 Oktober 2025 sore.

Aksi Bersama adalah organisasi yang diinisiasi Anies Baswedan untuk menciptakan masyarakat yang inklusif, adil, dan berdaya. Dimana perkumpulan ini memang fokus membangun atau memperbaiki jembatan gantung yang menjadi akses krusial bagi warga di pedesaan.

Dan kali ini, Anies Baswedan melalui Aksi Bersama akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal dan Karang Taruna untuk memperbaiki jembatan di Dusun Pidik sepanjang kurang lebih 100 meter yang dibangun pada tahun 1918 dan menjadi akses satu-satunya bagi warga menuju lahan pertanian mereka.

“Jadi di banyak tempat, jembatan antar desa sering tidak ada karena kebutuhannya adalah untuk orang lewat, paling motor lewat. Sementara sungai hampir selalu jadi batas wilayah, sehingga penganggaran seringkali rumit. Seringkali pembangunan jembatan untuk orang lewat atau motor itu malah terlewatkan. Dan yang cenderung dibangun adalah jembatan untuk mobil yang besar,” kata Anies.

Anies menegaskan, rencana perbaikan jembatan gantung salah satunya di Desa Wonosari ini adalah rangkaian proyek “Titian Persatuan” untuk menyambungkan antara ketertinggalan dan kemajuan. 

“Seperti contohnya di Wonosari ini Aksi Bersama memilih untuk bekerja membangunkan jembatan-jembatan seperti itu di berbagai wilayah. Jembatan itu bukan hanya menyambungkan dua wilayah, tapi menyambungkan antara ketertinggalan dengan kemajuan, keputusasaan dengan harapan. Karena dengan adanya jembatan itu daerah yang semula terputus, semula minim harapan, jadi tersambungkan,” ungkapnya.

Usai melakukan peninjauan, Anies menyampaikan, rencananya Aksi Bersama akan memperbaiki alas jembatan yang saat ini berbentuk balok-balok kayu dan terdapat banyak lubang yang membahayakan warga yang melintas.

“Tadi kan kita lihat petani-petani itu lewat dengan motor trail, bawaannya banyak. Mereka melewati balok-balok yang hanya dipasang begitu saja. Kenyamanannya rendah resikonya tinggi. Nah kita ingin itu dibalik menjadi kenyamanannya tinggi resikonya rendah. Jadi harapannya akan diperbaiki, kita buatkan yang aman nyaman dan tidak beresiko. Lebih cepat lebih baik,” tegasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dan jajaran Pemkab Kendal yang telah menerima kedatangan Aksi Bersama di Desa Wonosari tersebut.

Sementara, Ketua Karang Taruna Kendal, Nattaya Kenenza mengatakan, Karang Taruna dan anak muda di Kabupaten Kendal siap berkolaborasi untuk pembangunan di Kabupaten Kendal termasuk memperbaiki jembatan gantung yang selama bertahun-tahun selalu diperbaiki secara mandiri dan apa adanya oleh masyarakat sekitar.

“Kolaborasi dengan Aksi Bersama dalam proyek ini sebagai model pembangunan partisipatif yang efektif, dimana pemerintah membuka ruang kolaborasi, dan masyarakat, termasuk anak muda, mengisinya dengan aksi nyata. Semoga langkah kecil ini jadi inspirasi,” kata Nattaya.

Kepala Desa Wonosari, Mukalil menyampaikan, jembatan ini menjadi akses satu-satunya bagi lahan pertanian warga dan juga menjadi akses penghubung antar kecamatan.

“Sering terjadi musibah karena warga terpeleset, bahkan ada yang meninggal dunia. Selama ini kami setiap tahun sekali melakukan kerja bakti untuk penambalan kayu-kayu yang keropos. Kami berharap semoga jembatan ini bisa segera diperbaiki,” harapnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Wabup Kendal Soroti Keterlibatan Ketua Karang Taruna Tunggulsari Dalam Polemik Galian C

Lingkar.co – Polemik izin tambang galian C di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, terus menuai sorotan masyarakat. Selain kepala desa, warga juga menuding adanya peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta Ketua Karang Taruna Tunggulsari dalam persetujuan rencana penambangan.

Keterlibatan Ketua Karang Taruna dalam pembentukan tim galian C mendapat sorotan dari Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi. Ia menilai tindakan tersebut tidak sepantasnya dilakukan seorang pemuda yang memimpin organisasi kepemudaan.

“Usia hanya deretan angka, tapi menjadi dewasa itu keputusan yang lahir dari kesadaran. Kalau tindakannya justru seperti itu, meski dia masih muda, artinya belum dewasa dalam berpikir maupun bertindak,” ujar Benny usai mengukuhkan pengurus Karang Taruna Kabupaten Kendal periode 2025–2030, Rabu (24/9/2025).

Menurut Benny, kedewasaan tidak diukur dari umur, melainkan dari kemampuan menimbang kondisi sosial, mendengar suara masyarakat, serta menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Seorang ketua organisasi pemuda, kata dia, seharusnya mampu memberi teladan di tengah masyarakat.

“Syukurlah kalau kabarnya dia sudah mundur dari jabatannya. Itu menunjukkan ada kesadaran untuk memahami persoalan dan membaca tuntutan masyarakat. Langkah itu tepat, meski seharusnya tidak perlu sampai terjadi seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, menyayangkan dugaan penyalahgunaan jabatan oleh Ketua Karang Taruna Tunggulsari. Ia menegaskan, Karang Taruna adalah wadah kreativitas dan pengabdian pemuda, bukan sarana untuk kepentingan pribadi.

“Kalau terbukti menyalahi aturan, tentu ada sanksi yang akan diberikan sesuai ketentuan organisasi. Jabatan Karang Taruna tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi yang merugikan masyarakat,” tegas Nattaya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Jawa Tengah, Ahmad Luthfi MINTA KARANG TARUNA JAWA TENGAH Kawal Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Desa

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengukuhkan Forum Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah periode 2025-2030 di Gradhika Bhakti Praja, Senin (8/9/2025) pagi. Ia berpesan agar Karang Taruna menjadi tulang punggung desa/kelurahan dalam mengawal pembangunan potensi desa dan pengentasan kemiskinan di masing-masing daerah.

“Hari ini kita lakukan pengukuhan Forum Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota, yang nanti akan kita delivery sampai tingkat desa/kelurahan,” kata Ahmad Luthfi usai acara.

Menurut Ahmad Luthfi, Pengurus Karang Taruna memiliki tantangannya sendiri dalam menjalankan organisasi. Karang Taruna harus bisa meneguhkan kembali posisinya sebagai tulang punggung kegiatan di desa dan kelurahan. Saat ini di Jawa Tengah terdapat 5.960 organisasi Karang Taruna dan itu menjadi struktur paling efektif dalam rangka kegiatan kemasyarakatan.

“Ini menjadi potensi masyarakat kita. Dari masyarakat untuk masyarakat yang dapat dilakukan oleh Karang Taruna. Nantinya bersama-sama mengeksplorasi pembangunan di Jawa Tengah,” katanya.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh Karang Taruna dalam rangka mendukung perkembangan ekonomi, potensi desa, dan pembangunan desa. Di mana salah satu ujungnya adalah penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi menyebutkan, kondisi terkini, angka kemiskinan Jawa Tengah sudah turun dari 9,58% menjadi 9,48%. Penurunan tersebut sudah bagus tetapi masih ada yang kurang karena belum banyak keterlibatan Karang Taruna di dalamnya.

“Karang Taruna harus ikut serta mengawal potensi desa dan pengentasan kemiskinan. Kita juga akan punya program Karang Taruna akan menjadi basis penguatan di desa. Penguatan basis desa nanti akan menjadi tulang punggung kita sehingga secara tidak langsung mereka ikut serta dalam menyukseskan pembangunan di Jawa Tengah yang terdiri dari 8.760 desa/kelurahan,” jelasnya.

Ketua Forum Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah, I Gede Ananta Wijaya Putra, menyatakan kesiapannya menjalankan pesan Gubernur Ahmad Luthfi. Langkah awal tentu saja melakukan konsolidasi seluruh Forum Pengurus Karang Taruna di Jawa Tengah. Mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai tingkat desa/kelurahan.

“Setelah itu kita konsolidasikan dan sosialisasi terkait apa yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah, bahwa kita akan mengentaskan kemiskinan dan masalah sosial yang ada di desa,” katanya.

Pada Oktober 2025 nanti juga akan diselenggarakan Rakerda untuk seluruh pengurus. Rakerda tersebut akan merumuskan program-program yang akan diturunkan sampai tingkat desa/kelurahan.

“Intinya Karang Taruna hadir untuk bisa membantu menuntaskan permasalahan sosial yang ada di Jawa Tengah agar lebih baik dan lebih hebat lagi bersama Gubernur Ahmad Luthfi,” ujar Ananta. (*)

Aklamasi, Nattaya Putri Bupati Kendal Terpilih Pimpin Karang Taruna Periode 2025-2030

Lingkar.co – Nattaya Kenenza, putri Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal periode 2025-2030 secara aklamasi. Pemilihan tersebut berlangsung dalam sidang pleno kegiatan Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Kendal, yang dihadiri pengurus dari 20 kecamatan se-Kabupaten Kendal di salah satu hotel di Kabupaten Semarang.

Usai dinyatakan terpilih, Nattaya menyatakan komitmen dirinya untuk membawa Karang Taruna lebih aktif dan progresif. Ia berjanji akan menjalankan program-program yang inovatif dan kreatif guna membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat Kendal yang sejahtera.

“Kami akan segera menyempurnakan kepengurusan baru dan melakukan konsolidasi. Fokus kami antara lain pada bidang sosial, kesehatan, dan pendidikan, sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Kendal dalam mewujudkan program ‘Kendal Cerdas’,” ujar Nattaya dalam wawancara usai terpilih.

Acara temu karya tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Kepala Dinas Sosial Muntoha, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal sebelumnya yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kesbangpol, Alfebian Yulando, serta Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah terpilih periode 2025-2030, I Gede Ananta Wijaya Putra.

Alfebian Yulando yang telah memimpin Karang Taruna Kendal selama sembilan tahun, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pengurus dalam proses pemilihan. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Nattaya, Karang Taruna bisa lebih maju dan membentuk jaringan organisasi yang solid hingga tingkat desa.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Nattaya, Karang Taruna akan lebih hebat. Pesan saya kepada pengurus baru, tetap semangat dan lakukan konsolidasi menyeluruh,” ujar Febi, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menaruh harapan besar pada kepengurusan baru agar bisa bersinergi lebih kuat dengan pemerintah kabupaten.
“Sebelum Temu Karya ini digelar, saya sudah menerima audiensi dari para pengurus Karang Taruna kecamatan. Saat itu saya tegaskan, keputusan pemilihan sepenuhnya saya serahkan kepada mereka yang memiliki hak suara,” katanya.

Pemilihan secara aklamasi ini menandai awal baru bagi Karang Taruna Kendal, dengan semangat baru yang diusung oleh generasi muda untuk membangun daerah melalui karya sosial dan pengabdian yang lebih nyata. (*)

Penulis Yoedhi W
Editor: A. Rifqi

Tak Sebatas Pelaksana Program, Pilar Sosial Bentuk Kehadiran Negara

Lingkar.co – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, pilar-pilar sosial merupakan wajah pejabat negara di tingkat akar rumput. Untuk itu ia menegaskan pendamping PKH, Rehsos, TKSK, Tagana, PSM, Pordam, dan Karang Taruna bukan hanya pelaksana program, melainkan simbol kehadiran negara dalam mengulurkan tangan, mendengar keluh kesah, dan menyalakan harapan rakyat kecil.

“Jadi sekali lagi, jangan merasa sebagai hanya pelaksana program. Tapi teman-teman sekalian (pilar-pilar sosial) adalah wajah kita semua (menteri, gubernur, bupati) di tingkat akar rumput,” tegas Gus Ipul.

Gus Ipul menyampaikan hal itu saat berdialog dengan para pilar sosial di Pendopo Bupati Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (1/6/2025).

Sejalan dengan hal itu, dirinya mendorong semangat pilar-pilar sosial di Kabupaten Wonosobo untuk menurunkan angka kemiskinan. Ia menyebut, melalui strategi kolaborasi, pengentasan kemiskinan dapat terwujud di seluruh Indonesia.

“Semangat dari Wonosobo untuk Indonesia. Jika kita bisa menurunkan angka kemiskinan di sini dengan strategi kolaboratif, maka kita juga bisa di seluruh Indonesia menurunkan kemiskinan,” ucapnya.

“Jadi kalau di sini bisa, maka seluruh Indonesia pasti juga bisa. Mari bawa semangat dari dataran tinggi Wonosobo ini untuk menjangkau lembah-lembah kemiskinan yang masih tersembunyi,” sambungnya menegaskan.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan, Sekolah Rakyat menjadi strategi kunci Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan. Sebab, program ini menjadi ruang keadilan sosial bagi anak-anak miskin ekstrem, bukan sekadar pendidikan, tapi jalan keluar dari lingkaran kemiskinan antargenerasi.

Ia menekankan, pilar sosial memiliki peran sebagai garda terdepan dalam menyosialisasikan dan mengawal program ini di masyarakat.

“Datangi rumahnya dan pastikan datanya. Ini bagian dari uji-petik, ini bagian dari verifikasi lapangan. Datangi rumahnya, pastikan datanya. Foto, dokumentasikan dengan baik,” pesan Gus Ipul kepada pilar-pilar sosial.

Lebih lanjut Gus Ipul menekankan, pilar-pilar sosial juga harus aktif memverifikasi, memperbarui, dan memastikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mencerminkan realitas sosial di lapangan. Sebab, data ini digunakan untuk memberi kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan secara adil.

Dirinya juga meminta masing-masing pilar sosial melakukan graduasi minimal 10 keluarga penerima manfaat (KPM) per tahun. Upaya ini diharapkan tidak hanya sekadar target administratif, tapi menjadi tradisi pemberdayaan.

“Jangan sekadar cuma menulis 10 cepat-cepatan, balapan. Tidak. Tapi itu adalah tradisi pemberdayaan. Dorong perubahan nyata dari penerima bantuan menjadi pelaku perubahan ekonomi. Ukur keberhasilan bukan dari jumlah bansos tersalurkan, tapi dari jumlah keluarga yang mandiri,” ujar dia.

Ia menambahkan, kolaborasi merupakan kekuatan dalam mengentaskan kemiskinan. Ia menyebut, tidak ada pihak yang bisa bekerja sendirian, tetapi setiap elemen pilar sosial harus saling menopang.

“Buat sinergi antarperan. Tagana siaga bencana, pendamping PKH memastikan kesejahteraan keluarga, Rehsos bantu pemulihan, TKSK rajut jaring sosial, PSM membantu kesejahteraan sosial di bawah, Pordam cetak kader perdamaian, dan Karang Taruna bangun ketahanan komunitas kepemudaan,” kata Gus Ipul.

“Kolaborasi adalah kekuatan. Tidak ada lagi ego sektoral. Perintah Presiden sangat jelas, hilangkan ego sektoral, tidak ada yang bisa kerja sendirian,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan komitmen dirinya untuk melakukan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terkait akurasi data, termasuk persiapan Sekolah Rakyat.

“Kolaborasi dengan pemerintah pusat terkait data itu sangat penting. Sehingga intervensi pembangunan di wilayah kita khusus miskin ekstrem dan akan kita lakukan bersama-sama. Termasuk penyiapan sarana Sekolah Rakyat sebagaimana program dari pemerintah. Hari ini masing-masing kabupaten sudah mengajukan dan sudah dilakukan verifikasi,” ungkap Luthfi.

Sebagai informasi, berdasarkan data, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah warga miskin terbesar, yakni 52 persen. Hal ini disebabkan jumlah penduduknya yang banyak.

Adapun berdasarkan data BPS 2024, di Provinsi Jawa Tengah, terdapat tiga daerah yang memiliki jumlah masyarakat miskin terbanyak. Yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Cilacap. (*)

Peringati HUT RI, Karang Taruna Desa Gempolsari Gelar Lomba Agustusan

Lingkar.co – Karang Taruna Tunas Sari Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati menggelar Lomba Agustusan dalam rangka merayakan HUT ke-79 Republik Indonesia pada Minggu (18/8/2024).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Balai Desa dan Lapangan PUSTU itu berlangsung meriah.

Ada sejumlah lomba Agustusan yang digelar Karang Taruna. Di antaranya Badminton sarung, giring bola, menggiring bola pakai corong, menggantungkan hanger, rebut kursi, hingga memasukkan pensil ke dalam botol. Lomba-lomba tersebut diikuti oleh semua masyarakat, termasuk juga perwakilan ibu-ibu PKK.

“Kegiatan ini tentunya untuk memberikan semangat semua Masyarakat Gempolsari khususnya untuk anak-anak,” kata Ketua Karang Taruna Gempolsari M. Ulul Irfan.

Kegiatan ini, katanya, digelar dalam rangka untuk menambah dan memupuk jiwa patriotisme, nasionalisme dan sinergitas antarpemuda. Kemudian juga untuk kerukunan dan kekompakan masyarakat.

Yang sepesial, dalam kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan dua perguruan pencak silat yakni PSHT dan Pagar Nusa

“Kedua perguruan silat saling menampilkan moment terbaiknya untuk warga Desa Gempolsari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gempolsari Muryanto mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh para pemuda karang taruna ini.

“Semua acara berjalan dengan baik. Harapanya kepada teman-teman karang taruna ke depan supaya bisa lebih kompak lagi, sehingga dalam melaksanakan kegiatan seperti kemarin bisa terasa lebih ringan dan tidak ada yang terbebani,” tuturnya.

Di momen kemerdekaan ini, Muryanto pun mengajak semua masyarakat Gempolsari untuk selalu mengingat perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

”Kita sebagai penerus harus bisa menambah kreatifitas kita bagi Indonesia. Anak-anak bangsa harus bisa mengisi kemerdekaan ini dan selalu tetap semangat serta kompak. Karena itu merupakan semangat bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam