Arsip Tag: Benny Karnadi

Ratusan Juta Belum Dibayar, Sejumlah Suplyer Geruduk SPPG Protomulyo

Lingkar.co– Sejumlah suplyer yang memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendatangi SPPG di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (6/4/2026). Kedatangan mereka untuk menagih pembayaran yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satu suplyer, Faqihudin, mengaku memiliki tagihan sebesar Rp141 juta yang belum dibayarkan sejak akhir Desember 2025. Tagihan tersebut berasal dari suplai susu yang rutin dikirim setiap pekan dalam jumlah puluhan karton.

“Totalnya Rp141 juta, belum dibayar sejak akhir tahun lalu,” ujarnya.

Menurutnya, nilai tagihan terus membengkak karena akumulasi pengiriman yang belum dilunasi. Ia juga menyebut telah beberapa kali melakukan penagihan, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan kejelasan pembayaran.

“Setiap ditagih alasannya selalu berubah, dan responsnya lambat,” katanya.

Faqihudin menambahkan, tidak hanya dirinya yang mengalami hal serupa. Beberapa suplyer lain juga disebut memiliki tagihan yang belum dibayarkan, meski nilainya lebih kecil.

“Ada juga suplyer lain yang tagihannya puluhan juta. Bahkan sebelumnya ada suplyer lama yang masih punya tanggungan tapi ditinggalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak SPPG Protomulyo I melalui bagian akunting, Galuh, menyatakan bahwa pembayaran telah dilakukan secara rutin setiap ada barang yang masuk.

“Dari kami rutin membayar dan semua sudah kami bayarkan,” jelasnya.

Ia menerangkan, mekanisme pembayaran dilakukan melalui Koperasi Merakyat. Pihak SPPG mengaku menyalurkan pembayaran ke koperasi, yang kemudian bertugas meneruskan kepada para suplyer.

“Kami bayarnya ke koperasi, nanti koperasi yang membayarkan ke suplyer,” tandasnya.

Di sisi lain, Ahmad Munfarid selaku PIC Koperasi Merakyat mengatakan dirinya tidak mengetahui secara rinci terkait pengelolaan keuangan di koperasi tersebut.

“Tugas saya hanya mencarikan bahan baku atau belanjaan untuk kebutuhan MBG,” ujarnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Parkir Liar Dump Truk Rusak Jalan Sumberejo Kaliwungu

Lingkar.co – Marak parkir liar dump truk galian C di jalan perbatasan Kendal–Semarang, tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kenda, Jawa Tengah. Parkir liar tersebut tidak hanya merusak kondisi jalan, tetapi juga telah menyebabkan dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi mengaku geram dengan hal itu. Ia pun menegaskan akan menutup seluruh aktivitas parkir liar dump truk galian C di lokasi tersebut. Pasalnya, lumpur tanah yang terbawa dari kendaraan berat membuat jalan menjadi licin saat hujan dan berdebu ketika musim panas, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.

Wakil Bupati Kendal pada hari Senin (12/01/2026) melakukan inspeksi mendadak (sidak) usai memimpin rapat koordinasi terkait penanganan jalan perbatasan Kendal–Semarang.

Jalan yang baru dibangun dengan kondisi baik justru dimanfaatkan para pemilik dump truk galian C sebagai lokasi parkir tanpa izin.

Menurut Benny, para pemilik truk tidak mengindahkan asas keselamatan dan ketertiban umum. Parkir sembarangan serta lumpur yang menutup badan jalan menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan fatal.

“Di bulan Januari ini sudah ada dua korban meninggal dunia akibat jalan licin yang tertutup lumpur. Saya tidak ingin warga Kendal terus menjadi korban akibat parkir liar yang memanfaatkan fasilitas umum,” tegas Benny.

Sebagai langkah tegas, Pemerintah Kabupaten Kendal akan melarang seluruh truk parkir di lokasi tersebut mulai besok pagi. Area yang selama ini digunakan sebagai tempat parkir liar akan ditata menjadi taman dan dilengkapi drainase saluran air guna mencegah genangan lumpur di badan jalan.

Benny juga menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aktivitas usaha di Kabupaten Kendal, namun seluruh pelaku usaha wajib menaati aturan dan memiliki izin resmi.

Selain persoalan parkir liar, Wakil Bupati Kendal juga menyoroti keberadaan puluhan warga yang menempati lahan sengketa di sekitar tugu perbatasan Kendal–Semarang. Di lokasi tersebut terdapat bangunan tempat tinggal, bengkel, hingga warung makan yang diketahui belum mengantongi izin resmi.

Pemerintah daerah akan melakukan pendataan dan penertiban secara bertahap demi menjaga ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pesan Veteran Untuk Gen Z: Jaga Kerukunan dan Keutuhan NKRI

Lingkar.co – Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November kembali diperingati dengan khidmat di Kabupaten Kendal. Upacara yang digelar di Alun-Alun Kendal pada Senin (10/11/2025) ini dihadiri oleh Bupati Kendal, Wakil Bupati, Forkopimda, serta sejumlah veteran pejuang kemerdekaan.

Usai pelaksanaan upacara, Bupati Kendal bersama Forkopimda menyerahkan bantuan paket sembako kepada para veteran sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Kendal, Mayor Infanteri (Purn) Dwi Susanto, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang terus memberikan perhatian kepada para pejuang. Ia mengatakan, semangat perjuangan para pahlawan harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang masih menghargai jasa-jasa para pahlawan. Kepada generasi muda, mari isi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif dan menjaga persatuan serta kesatuan bangsa,” ujar Dwi Susanto.

Dalam kesempatan itu, Dwi Susanto juga berpesan kepada generasi muda, khususnya generasi Z, agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, setelah kemerdekaan diraih, tugas seluruh rakyat Indonesia adalah menjaga kerukunan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Zaman boleh berubah, tapi semangat perjuangan jangan pernah padam. Tugas kita sekarang menjaga kerukunan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran media sosial di era digital saat ini. Dwi Susanto mengimbau generasi muda agar lebih bijak dan dewasa dalam bermedia sosial, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang membangun. Jangan mudah terpengaruh berita bohong atau provokasi yang bisa memecah belah bangsa,” pesannya.

Peringatan Hari Pahlawan tahun ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kendal dalam menjaga persatuan Indonesia. (*)

Penulis: Yoedhi W

Lakpesdam NU Pusat Kick Off Forum Multi-Stakeholder Program Penguatan P2MI BK di Kendal

Lingkar.co — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU pusat atau Lakpesdam PBNU menginisiasi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI). Melalui kegiatan Kick Off Multi Stakeholder Program Penguatan Perlindungan PMI Berbasis Komunitas, Lakpesdam PBNU mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi lintas sektor. Acara tersebut berlangsung di Gedung Dharma Wanita Kendal, Kamis (6/11/2025).

Wakil Sekretaris Lakpesdam PBNU, M. Nur Khoiron, menegaskan bahwa hingga kini perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan akses informasi, lemahnya sistem pengaduan, hingga belum terjalinnya sinergi antarlembaga. Karena itu, menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, dan komunitas pekerja menjadi hal mendesak.

“Kick off ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat untuk membangun kolaborasi nyata demi perlindungan pekerja migran yang lebih adil, aman, dan bermartabat,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pembenahan regulasi dari tingkat desa hingga undang-undang nasional agar selaras dengan standar ketenagakerjaan internasional yang ditetapkan ILO PBB.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kendal, Benny Karnady. Dalam sambutannya, ia menyebutkan bahwa jumlah pekerja migran asal Kendal mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir — dari 4.378 pada 2023 menjadi 2.370 pada 2025.

“Meski terjadi penurunan, sejumlah kasus yang muncul berhasil dimediasi dan diselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Benny menambahkan, pekerja migran saat ini didominasi oleh generasi milenial yang memiliki keterampilan tinggi. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun lembaga mitra.

Sementara itu, Sekretaris Lakpesdam PCNU Kendal, Bayu Nugroho, menyambut baik inisiatif yang digagas Lakpesdam PBNU tersebut. Ia menilai program ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk memperkuat peran komunitas dalam perlindungan pekerja migran.

“Lakpesdam di tingkat kabupaten akan terus mengawal hasil pertemuan ini agar tidak berhenti di forum saja, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Menurut Bayu, masyarakat desa memiliki posisi strategis dalam rantai perlindungan pekerja migran. Karena itu, pihaknya mendorong agar pemerintah desa lebih aktif dalam edukasi, pendampingan, dan pengawasan calon pekerja migran sejak tahap pra-keberangkatan.

“Harapan kami, para pekerja migran asal Kendal dapat berangkat secara legal, terlindungi hak-haknya, dan ketika kembali bisa berkontribusi membangun desanya,” pungkasnya. (*)

Prihatin Kondisi Kali Aji, Polisi dan Tentara Ajak Masyarakat Kaliwungu Bersihkan Sampah yang Menghambat Aliran Air

Lingkar.co — Kondisi Kali Aji di Kecamatan Kaliwungu yang sempat viral akibat banjir di kawasan Pasar Gladag kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Sungai yang melintasi perbatasan Kecamatan Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan tersebut dipenuhi tumpukan sampah dan mengalami sedimentasi tinggi, sehingga memicu banjir setiap kali musim hujan tiba.

Sebagai bentuk kepedulian, jajaran TNI, Polri, masyarakat, dan relawan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan Kali Aji dari tumpukan sampah, Jumat (31/10/2025).

Komandan Kodim 0715 Kendal, Letkol Infanteri Bagus Setyawan, menjelaskan bahwa kegiatan bersih sungai ini dilakukan setelah wilayah Pasar Gladag kembali terendam banjir hingga setinggi lutut orang dewasa pada awal pekan lalu.

“Banjir terjadi karena air sungai meluap ke jalan dan permukiman warga akibat aliran yang tersumbat oleh sampah. Maka dari itu, kami bersama Polri dan masyarakat turun langsung membersihkan sungai ini. Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Letkol Inf. Bagus Setyawan.

Meski kegiatan bersih sungai ini membantu memperlancar aliran air, Dandim menegaskan bahwa permasalahan utama banjir di Kali Aji tidak akan tuntas tanpa adanya pengerukan sedimentasi atau normalisasi sungai secara menyeluruh.

Kegiatan kerja bakti tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, yang turut serta membersihkan sampah di sekitar sungai. Benny menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kapolres dan Dandim Kendal yang menggerakkan sinergi lintas instansi bersama masyarakat.

“Kegiatan ini sangat mulia dan perlu dukungan penuh dari Pemkab Kendal. Saya prihatin melihat kondisi sungai yang bertahun-tahun tidak dilakukan normalisasi. Kendala memang ada, salah satunya alat berat yang sulit masuk karena banyak kabel listrik dan jaringan telepon di sekitar aliran sungai,” kata Benny.

Benny menambahkan, diperlukan koordinasi antarinstansi untuk mencari solusi teknis agar alat berat dapat menjangkau lokasi sedimentasi, misalnya dengan pembuatan jembatan darurat atau relokasi sementara jaringan utilitas.

“Saya berharap dalam minggu ini sudah ada langkah nyata. Dinas terkait harus segera menurunkan alat berat untuk mengeruk Kali Aji. Kalau sampai banjir terus terjadi dan pasar tergenang, aktivitas ekonomi masyarakat bisa lumpuh,” tegasnya.

Kali Aji selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di wilayah Kendal bagian timur. Selain tumpukan sampah, pendangkalan sungai akibat sedimentasi tinggi menjadi penyebab utama meluapnya air setiap musim penghujan. (*)

Penulis: Yoedhi W

Wabup Benny Protes ke Gubernur Ahmad Luthfi, Minta Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir di Kendal

Lingkar.co – Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, melayangkan protes keras kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, terkait belum adanya penanganan normalisasi sungai-sungai yang mengalami sedimentasi tinggi di wilayah Kendal. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Kali Aji di Kecamatan Kaliwungu, yang diduga menjadi penyebab banjir di Pasar Gladag, Selasa (28/10/2025) lalu.

Menurut Benny, banyak sungai di Kendal yang kondisinya semakin dangkal akibat sedimentasi, namun hingga kini belum dilakukan pengerukan atau normalisasi. Padahal, kewenangan pengelolaan sungai tersebut berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan kondisi ini, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari provinsi. Salah satunya di Kali Aji yang sudah sangat dangkal dan butuh segera dinormalisasi,” tegas Benny saat meninjau lokasi banjir bersama Kapolres Kendal di Pasar Gladag, Rabu (29/10/2025).

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kendal pada Selasa malam menyebabkan air dari Kali Aji meluap dan masuk ke pemukiman warga serta area pasar. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa dan membuat aktivitas perdagangan lumpuh sementara.

Benny menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, posisi sungai yang lebih tinggi dari area pasar memperparah limpasan air. Selain itu, kondisi sedimentasi di dasar sungai membuat aliran air tidak lancar.

“Kami sudah konfirmasi ke dinas terkait, dan ternyata pengerukan belum dilakukan karena alasan adanya kabel listrik dan telepon di sepanjang bantaran sungai, sehingga alat berat sulit masuk. Namun, seharusnya hal ini bisa dicarikan solusi, bukan dijadikan alasan,” ujar Benny.

Ia berharap Gubernur Jawa Tengah segera menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengerukan dan normalisasi sungai-sungai di Kendal, termasuk Kali Bodri yang juga memiliki beberapa titik tanggul kritis.

“Kalau tidak segera dilakukan normalisasi, maka banjir seperti ini akan terus berulang, dan yang kasihan adalah para pedagang serta masyarakat di sekitar Kali Aji,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Jalan Sehat Semarakkan Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Kendal

Lingkar.co – Kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal bersama para Pondok Pesantren di Kabupaten Kendal semarakkan Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025, Minggu (19/10/2025) di Alun-alun Kendal.

Kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh puluhan ribu santri dilepas langsung oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M. acara turut dihadiri Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi, Plh. Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, Forkopimda Kendal, ketua PCNU Kendal, H. Moh Mustamsikin, Ketua Muslimat NU Kendal, Hj. Niken Larasati, para pimpinan organisasi keagamaan lainnya, serta para Kepala OPD Kendal.

Bupati Kendal dalam sambutannya menyampaikan, pada pagi hari ini bisa bersama-sama memeriahkan jalan sehat hari santri tahun 2025, yang tentunya penuh dengan rasa kesatuan dan persatuan.

Ia menambahkan, tentunya dengan rasa kesatuan dan persatuan inilah para santri nantinya akan menuju prestasi dan masa depan yang gemilang.

“Saya meyakini bahwa nantinya para santri ini akan terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju peradaban dunia,” tutur Bupati Kendal.

Bupati Hj. Dyah Kartika Permanasari menambahkan, bahwa para santri akan menjalankan peran gandanya sebagai penjaga keutuhan kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus berkontribusi kepada peradaban dunia sehingga tentunya cita-cita bangsa Indonesia akan terwujud.

“Mari kita meriahkan jalan sehat secara bersama-sama dengan rasa kesatuan dan persatuan untuk Kabupaten Kendal dan untuk negara Indonesia tercinta,” ajak Bupati Kendal sekaligus membuka acara jalan sehat.

Sementara itu, panitia Hari Santri Masional selaku koordintor lapangan acara jalan sehat, Moh Agus Budiono menyampaikan, acara tersebut diikuti oleh 105 kafilah, baik dari pondok pesantren maupun dari organisasi keagaman dengan total peserta sebanyak 16.200 orang.

“Kegiatan ini diikuti peserta dari pondok Pesantren, lembaga pendidikan, Organisasi keagamaan, baik dari Muhammadiyah, Rifa’iyah, LDII, dana mayoritas dari Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kendal,” ujar Moh Agus.

Ia juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa santri punya peran dan kontribusi untuk Kabupaten Kendal.

Acara dilanjutkan dengan jalan sehat yang berstar awal dari Alun-alun Kendal menuju finis atau pangung utama du Stadion Utama Kebondalem Kabupaten Kendal.

Saat dipanggung utama, Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi memberikan semangat kepada pada santri, agar terus belajar dengan sebaik-baiknya, agar nantinya bisa menjadi para pemimpin di negeri ini.

Selain itu, H. Benny Karnadi juga memberikan hadiah kepada para santri yang mampu menghafal nadom-nadom yang biasanya diajarkan di pondok salafiah.

Dalam acara tersebut telah disediakan berbagai undian berhadiah, dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor dari Bupati Kendal dan 1 unit sepeda listrik dari Wakil Bupati Kendal. Selain itu juga disediakan hadiah lainnya seperti puluhan megic com (alat pemasak nasi) puluhan kompor gas, kulkas, mesin cuci, dan puluhan hadiah lainnya.

Acara juga dimeriahkan dengan Bazar UMKM Kendal, dan hiburan musik yang menghadirkan Mutik Nida atau dikenal dengan Ratu Gendang. (*)

Penulis: Yoedhi W

Dengar Keluhan Kepala Desa Taman Sari, Begini Respons Bupati Kendal

Lingkar.co – Kepala Desa Taman Gede Munadi menyampaikan permohonan perbaikan gorong-gorong dan drainase sepanjang kurang lebih 300 meter.

“Pada musim hujan kemarin, gorong-gorong dan drainase yang sudah rusak itu telah menyebabkan banjir di RT 1, 3, dan 4,” ujarnya.

Hal itu disampaikan dalam acara Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga (Bersatu Siaga) di Desa Taman Gede Kecamatan Gemuh, Jumat (10 /10/2025).

Permintaan itu yang juga perkuat Ali Masyhar, anggota BPD setempat. Menurutnya, dari situ air sering meluap dan menggenangi halaman MI sehinga banya murid MI yang bernagkat sekolah tidak pakai sepatu.

“Mohon kepada Ibu Bupati agar gorong-gorong dan drainase itu ditinggikan agar tidak lagi terdampak banjir,” ujar Ali Masyhar.

Mendengar keluhan tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan permintaan Kepala Desa Taman Gede Kecamatan Gemuh dengan langsung meminta meminta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kendal untuk lakukan pengukuran gorong-gorong dan drainase yang akan diperbaiki.

“Ini langsung kita tindak lanjuti. Mohon Dinas PUPR langsung mengukur gorong-gorong dan drainase yang akan diperbaiki,” pintanya.

Selain itu, Bupati juga meminta pemerintah desa untuk mengelola dan mengoptimalkan semua potensi yang ada di desa demi kemajuan ke depan.

Bupati juga berpesan kepada warga masyarakat yang hadir untuk tetap menjalankan kerja bakti dan gotong royong secara rutin meskipun tidak dikunjungi Bupati.

“Sebab, saat ini sudah banyak masyarakat yang mulai meninggalkan budaya warisan leluhur, yaitu gotong royong. Lewat gotong royong ini kita bisa menyelesaikan banyak hal, seperti soal sampah dan kebersihan lingkungan,” pesannya.

Tanah Eigendom

Dalam acara tersebut juga mengemuka soal penelesaian tanah berstatus eigendom, yakni tanah yang dulu dikuasai pemerintahan kolonial Belanda, seperti tanah milik pabrik gula dan sebagainya.

Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari menyampaikan, saat ini tanah dengan status eigendom sudah bisa diurus peralihan haknya menjadi hak milik.

“Saat ini pemerintah sudah membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria yang diketuai Ibu Bupati. Gugus tugas ini akan mengurus pengajuan tanah yang semula milik negara menjadi tanah eigendom dan tanah tersebut akan dijadikan tanah objek reforma agraria (TORA),” jelasnya.

Wakul Bupati Benny Karnadi yang turut hadir dalam kegiatan itu juga menyampaikan, status tanah eigendom itu saat ini sudah dihapus dengan lahirnya Undang-Undang No 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

“Rata-rata tanah yang luas biasanya berstatus hak guna usaha, seperti tanah yang semua dimiliki oleh pabrik gula. Tanah seperti ini jika ditelantarkan akhirnya akan diambil alih oleh pemerintah kembali lewat proses TORA,” jelasnya.

Namun Wabup juga meminta warga yang kebetulan sudah lama memanfaatkan tanah seperti itu untuk segera mengurus peralihan hak kepada Gugus Tugas Reforma Agraria. (*)

Penulis: Yoedhi W

Kementerian Luar Negeri Dorong Inovasi Pengolahan Sampah di Kendal

Lingkar.co – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong inovasi pengelolaan sampah di kabupaten Kendal. Hal itu dilakukan melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kendal dan mitra strategis menggelar lokakarya di gedung Abdi praja Selasa (7/10/25).

Kegiatan mengangkat tema; Sampah Jadi Berkah: Inovasi dalam Pengolahan Sampah. Acara ini merupakan bagian dari Final Project Sesparlu Angkatan 77 dan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II.

Lokakarya ini digagas untuk menjawab tantangan pengolahan sampah harian di Kendal sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah di lingkungan mereka masing-masing. Lebih dari 150 peserta terlibat dari berbagai unsur, seperti Pemkab Kendal, sekolah Adiwiyata, komunitas lingkungan, serta mitra internasional, menjadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk memperkuat kapasitas lokal sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular.

Plt. Direktur Sesparlu, Tubagus Edwin Suchranudin, menekankan pentingnya diplomasi pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Diplomasi tidak hanya hadir di forum global, tetapi juga harus menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, termasuk dalam isu pengelolaan sampah,” ujarnya.

Lokakarya menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kendal, organisasi Gita Pertiwi, serta akademisi. Diskusi berfokus pada praktik pengurangan food loss and waste, pelarangan pembuangan sampah terbuka (anti open dumping), serta inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Aris, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. “Bank sampah dan praktik daur ulang dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi beban lingkungan,” jelasnya.

Melalui lokakarya ini, diharapkan Kendal dapat menjadi model pengelolaan sampah yang efisien, transparan, dan berkelanjutan, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam pembangunan ramah lingkungan di tingkat nasional dan global. (*)

Penulis: Yoedhi W

Wabup Kendal Soroti Keterlibatan Ketua Karang Taruna Tunggulsari Dalam Polemik Galian C

Lingkar.co – Polemik izin tambang galian C di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, terus menuai sorotan masyarakat. Selain kepala desa, warga juga menuding adanya peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta Ketua Karang Taruna Tunggulsari dalam persetujuan rencana penambangan.

Keterlibatan Ketua Karang Taruna dalam pembentukan tim galian C mendapat sorotan dari Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi. Ia menilai tindakan tersebut tidak sepantasnya dilakukan seorang pemuda yang memimpin organisasi kepemudaan.

“Usia hanya deretan angka, tapi menjadi dewasa itu keputusan yang lahir dari kesadaran. Kalau tindakannya justru seperti itu, meski dia masih muda, artinya belum dewasa dalam berpikir maupun bertindak,” ujar Benny usai mengukuhkan pengurus Karang Taruna Kabupaten Kendal periode 2025–2030, Rabu (24/9/2025).

Menurut Benny, kedewasaan tidak diukur dari umur, melainkan dari kemampuan menimbang kondisi sosial, mendengar suara masyarakat, serta menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Seorang ketua organisasi pemuda, kata dia, seharusnya mampu memberi teladan di tengah masyarakat.

“Syukurlah kalau kabarnya dia sudah mundur dari jabatannya. Itu menunjukkan ada kesadaran untuk memahami persoalan dan membaca tuntutan masyarakat. Langkah itu tepat, meski seharusnya tidak perlu sampai terjadi seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, menyayangkan dugaan penyalahgunaan jabatan oleh Ketua Karang Taruna Tunggulsari. Ia menegaskan, Karang Taruna adalah wadah kreativitas dan pengabdian pemuda, bukan sarana untuk kepentingan pribadi.

“Kalau terbukti menyalahi aturan, tentu ada sanksi yang akan diberikan sesuai ketentuan organisasi. Jabatan Karang Taruna tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi yang merugikan masyarakat,” tegas Nattaya. (*)

Penulis: Yoedhi W