Arsip Tag: Larangan Mudik

Menag Imbau Masyarakat Taat PPKM Darurat dan Tidak Mudik Iduladha

JAKARTA, Lingkar.co – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), mengimbau masyarakat untuk membatasi mobilitas dan tidak mudik pada momen Iduladha tahun ini, guna menekan laju penularan Covid-19.

Terkait hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan berkoordinasi dengan ormas Islam yang ada di Tanah Air.

Demikian kata Menag, dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), melalui konferensi video, Jumat (16/7/2021).

“Kementerian Agama akan segera berkoordinasi dengan ormas-ormas Islam; NU, Muhammadiyah, MUI, dan ormas Islam yang lainnya, untuk bersama-sama mengimbau kepada masyarakat tidak melakukan mudik Iduladha, karena kita tahu mudik ini akan memicu penyebaran virus Covid-19 ini,” ujar Gus Yaqut, sapaan akrab Menag.

“Segera kita lakukan koordinasi dan mudah-mudahan ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:
Iduladha 1442 H, Gus Irsyad Larang Takbir Keliling pada Masa PPKM Darurat

MENAG TERBITKAN PEDOMAN PELAKSANAAN IDULADHA

Lebih lanjut, Gus Yaqut menyampaikan, sebagai pedoman dalam pelaksanaan Iduladha dan Kurban di masa pandemi, pihaknya telah mengeluarkan  Surat Edaran Menag Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Saya ingin mengingatkan kepada umat Islam khususnya, yang sebentar lagi akan menyelenggarakan peringatan Iduladha. Kementerian Agama sudah menerbitkan peraturan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 terkait pelaksanaan Iduladha,” ujarnya.

BERIKUT TIGA POIN POKOK DALAM SE MENAG

Gus Yaqut, menjelaskan ada tiga poin pokok yang diatur dalam SE tersebut.

Pertama, kegiatan peribadatan di rumah ibadah semua agama yang berada pada wilayah Zona PPKM Darurat ditiadakan sementara.

Kedua, penyelenggaraan malam takbiran di masjid/musala, takbir keliling, serta penyelenggaraan Salat Iduladha di masjid/musala yang berada pada wilayah Zona PPKM Darurat ditiadakan sementara.

Ketiga, mengatur petunjuk teknis pelaksanaan kurban yang sesuai dengan syariat Islam dan penerapan protokol kesehatan.

Menag Gus Yaqut, menyampaikan aturan yang ditetapkan pemerintah tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu ia, meminta masyarakat untuk mematuhi ketentuan tersebut.

“Ketika pemerintah ini mengeluarkan peraturan yang sifatnya melindungi masyarakat, maka pemerintah wajib untuk dipatuhi. Ini hukum dalam Islam; taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada ulil amri atau pemerintah,” ujarnya.

Menutup keterangan persnya, Menag mengimbau umat beragama mendoakan keselamatan Indonesia dan dunia supaya segera terbebas dari pandemi.

“Sama sekali tidak ada pemerintah melarang orang beribadah, tidak ada. Justru pemerintah menganjurkan semua umat, khususnya umat Muslim yang sebentar lagi merayakan Iduladha, untuk semakin rajin dalam beribadah, semakin sering mendoakan negeri ini, mendoakan dunia, mendoakan umat manusia supaya terlepas dari pandemi Covid-19,” pungkasnya.*

Penulis : M. Rain Daling
Editor : M. Rain Daling

Keluhkan Penyekatan Jalan, Pedagang dan Petugas Sempat Bersitegang

KARANGANYAR, Lingkar.co – Sejumlah petugas gabungan di pos penyekatan Cemara Kandang sempat bersitegang dengan pedagang di sekitar pos penyekatan tersebut. Hal itu ditengarai kesalahpahaman antara pedagang dan petugas saat melaksanakan penyekatan dan tes swab bagi sejumlah pengendara yang melintas.

Ketua Paguyuban Pedagang Cemoro Kandang Nuryono mengatakan, para pedagang sempat mengeluhkan adanya penyekatan dan tes swab oleh tim gabungan terhadap pengguna jalan dari arah timur, yakni Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.

Baca Juga:
Antisipasi Pemudik, Polres Karanganyar Lakukan Penyekatan di Cemoro Kandang

Sementara itu, penyekatan dengan water barrier itu juga menghentikan kendaraan dari arah barat atau dari arah Karanganyar, Jawa Tengah. Sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan.

“Ada penyekatan yang sifatnya swab kita tidak tahu berarti itu mis. Tes swab pada hari ini banyak sekali. Akhirnya depan warung jadi tempat parkir orang-orang di-swab. Itu terlalu lama. Teman-teman pedagang merasa terganggung, akhirnya bengak-bengok tapi tidak ada unsur anarkis,” kata Nuryono.

Di sisi lain, Nuryono mengatakan, pihaknya memahami situasi bahwa petugas sedang melaksanakan tugasnya. “Kalau tugas tidak dijalankan, petugas juga akan kena sanksi,” kata Nuryono.

Pedagang Terganggu dengan Penyekatan hingga Dua Jam Lebih

Menurut Nuryono, penyekatan oleh petugas menurut informasi dari pedagang selama 2 jam lebih. Apalagi ada informasi dari petugas sehingga membuat pedagang khawatir. “Pas jam menjelang ramai (pembeli) tadi itu jam 9-an sampai jam 12 siang,” kata Nuryono.

Di sisi lain para pedagang di dekat Pos Penyekatan Cemoro Kandang juga telah belanja bahan makanan cukup banyak mengingat bertepatan dengan momen libur Lebaran.“Pedagang khawatir terutam belanjanya tidak laku karena ada kegiatan ini, seperti itu,” kata Nuryono.

Baca Juga:
Sejak Larangan Mudik, Jumlah Kendaraan Melintas di Tol Solo-Ngawi Turun

Nuryono menyampaiakn ia bersama salah satu pedagang telah melakukan mediasi dengan petugas gabungan pada pukul 15.00-16.00 WIB. Hasilnya  penyekatan tidak berlansung satu hari penuh.

Usai mediasi, barrier yang terpasang di sisi barat pos Penyekatan Cemoro Kandang dibuka kembali. Sehingga kendaraan dari arah Karanganyar dapat melintas di jalur perbatasan Magetan Jawa Timur.

Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla mengatakan, anggota telah berkomunikasi dengan perwakilan pedagang.“Sudah selesai, tidak ada masalah, sudah komunikasi dengan rekan-rekan. Kebetulan ada warung merasa di depannya tidak ada lahan parkir dan sebagainya. Sudah selesai,” jelasnya.(jok/lut)

Sejak Larangan Mudik, Jumlah Kendaraan Melintas di Tol Solo-Ngawi Turun

KARANGANYAR, Lingkar.co – Jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan Tol  Solo-Ngawi mengalami penurunan yang cukup signifikan Minggu (16/5/2021). Hal itu terlihat sejak pemberlakuan penyekatan pemudik mulai 6 hingga 17 Mei mendatang.

“Dari 14 ribu kendaraan setiap hari, saat ini hanya 6000 kendaraan. Bahkan saat hari raya Idul Fitri, jumlah kendaraan yang melintas sebanya 3.500 kendaraan per hari,” kata Manager Pengendalian Operasi PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Imam Zarkasi melalui sambungan telepon Minggu (16/5/2021). 

Baca Juga:
Nekat Mudik Ke Karanganyar, Bakal Jalani Tes Swab Antigen

Menurut Imam, penurunan tersebut terjadi karena  ada penyekatan serta pemeriksaan kesehatan berupa rapid test antigen yang selama 24 jam di sejumlah ruas jalan.

“Penurunan mencapai 70 persen jika dibandingkan dengan kondisi normal. Secara keseluruhan total kendaraan yang melintas  di ruas tol Solo-Ngawi dari tanggal 6 sampai 14 Mei 2021 sebanyak 52.292 kedaraan,” kata Imam. 

Di sisi lain, penurunan jumlah kendaraan yang melintas juga berdampak pada angka kecelakaan yang terjadi. Selama penyekatan, Imam menuturkan hanya terjadi dua kecelakaan ringan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga:
Satu Pasien Korban Diduga Keracunan di Karanganyar Meninggal Dunia

Imam Zarkasih menambahkan, untuk arus balik, pihaknya memprediksikan akan terjadi pada hari Minggu (16/5/2021). Tanda-tanda peningkatan arus kendaraan mulai terlihat. Pada hari Sabtu (15/5/2021) kendaraan yang melintas sebanyak 4000 kendaraan.

“Mulai ada peningkatan. Kamii mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap menjaga kesehatan. Siapkan dokumen perjalanan termasuk surat bebas Covid-19.  Karena sepanjang tol Trans Jawa ada pemeriksaan rapid test antigen,” kata.(jok/lut)

Penyekatan Arus Balik Menuju Jabodetabek di Jalan Tol Resmi Berlaku

JAKARTA, Lingkar.co – Jelang arus balik libur lebaran ke Jabodetabek, PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama pihak Kepolisian dan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan lakukan penyekatan arus balik di jalan tol.


Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, Jasa Marga mendukung penuh pelaksanaan check point/posko penyekatan kendaraan arah Jabotabek yang terletak di KM 47B Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta.


“Mulai hari ini, Sabtu (15/5), kami dan pihak Kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perjalanan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Heru.

Baca juga:

MAJT Gelar Salat Id di Tengah Pandemi, Maksimal Tampung 5 Ribu Jamaah


Dalam hal ini pihak Jasa Marga mendukung penyediaan lokasi, penempatan petugas untuk mengatur lalu lintas hingga penempatan rambu-rambu agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar.


“Saat ini untuk titik penyekatan di KM 31A dan KM 46+500A Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek sudah di hentikan,” terang Heru.


Lanjutnya, ” Hal ini sesuai dengan diskresi Kepolisian, mulai Sabtu (15/05) titik penyekatan arus balik akan fokus untuk kendaraan yang kembali ke arah Jabotabek,” imbuh Heru.


Baca juga:
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Salat Id di Halaman Istana Bogor


Beberapa Titik yang Terdampak Penyekatan di Jalan Tol

Heru juga menambahkan, akses Jalan Layang MBZ yang sebelumnya telah tutup total di kedua arahnya sejak 6 Mei 2021 lalu, telah pihaknya buka kembali untuk kendaraan yang menuju arah Cikampek sejak 14 Mei pukul 20.00 WIB.


Pengguna jalan dengan kendaraan golongan 1 dari arah Rorotan, Jatiasih maupun Cawang yang menuju arah Cikampek kini sudah bisa mengakses jalan layang tersebut.


“Namun untuk akses KM 48B Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta masih kami tutup sementara untuk mendukung penyekatan kendaraan kembali ke arah Jabotabek,” jelas Heru.


Baca juga:
Gubernur Anies Baswedan Langsungkan Salat Id di Rumah


Ia menambahkan, untuk menekan penyebaran penularan COVID-19, Jasa Marga bersama Satgas COVID-19 Daerah juga mendukung pelaksanaan random check antigen di sejumlah lokasi di jalan tol.


“Apabila pengguna jalan terindikasi positif COVID-19, maka akan satgas COVID-19 Daerah amankan dengan Ambulans ke Rumah Sakit Rujukan, sesuai Standar Operasional Prosedur Satgas COVID-19 Daerah,” ungkapnya.


Menurut Heru, beberapa lokasi Rapid Test Antigen di Jalan Tol Jasa Marga Group yang sudah berjalan mulai hari ini di antaranya adalah KM 47B Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Rest Area KM 38B Jalan Tol Jagorawi, Rest Area KM 149B dan Km 125B Jalan Tol Padaleunyi.


Baca juga:
Dampak Pandemi, Pedagang Batik Pekalongan Kurangi Karyawan hingga Tutup Toko


Kemudian rest Area KM 97B dan KM 72B Jalan Tol Cipularang, Gerbang Tol (GT) Kalikangkung dan Rest Area KM 360B Jalan Tol Batang-Semarang serta GT Ngawi dan juga Rest Area KM 519B Jalan Tol Solo-Ngawi.


“Kami bersama Indonesia Flying Club masih terus melakukan pemantauan melalui udara pada 16-17 Mei 2021 yang terintegrasi dengan Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) untuk mendapatkan sumber informasi secara real time, cepat dan efisien,” pungkas Heru. (ara/luh)

Lima Hari Pemberlakuan Larangan, 1000 Pemudik Diperkirakan Masuk Jepara

JEPARA, Lingka.co– Petugas gabungan berjaga di sejumlah pos penyekatan di wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dalam rangka mengawal kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini. Meski begitu, masih banyak pemudik yang nekat pulang ke kampung halaman. Bahkan, terhitung sejak 6 Mei pemudik yang masuk ke Jepara berkisar 1000 orang.

Kalkulasi tersebut dari rata-rata masuknya para pemudik. Kemudian diambil dengan presentase 7 persen dari asumsi secara nasional. Mengenai jumlah sampel yang masuk, Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan terhitung sejak 5 hari berjalan terdapat sampling swab berjumlah 68 sampel.

Baca Juga:
Pemkab Jepara Berikan Beasiswa Sekolah di SMA Taruna Nusantara

Alhamdulillah negatif dan tidak semuanya tujuanya melakukan perjalanan mudik,” kata Andi.

Andi menjelaskan, para pengemudi plat luar daerah yang masuk memiliki tujuan yang beragam. Seperti halnya melakukan pekerjaan dan kebutuhan logistik droping handsainitaizer. Namun, petugas tetap memberlakukan test swab bagi warga luar daerah yang masuk wilayah Jepara.

“Kita lakukan 4 pantauan Pos, di SJC, pelabuhan Kartini, Welahan dan Nalumsari. Kita pinggirkan kita tanya dari mana, mau kemana dengan tujuan apa, dan penumpangnya juga kita swab antigen,” pungkas Andi.

Baca Juga:
Jelang Mudik Lebaran, Pemkab Jepara Siapkan 6.000 Tes Swab Antigen

Mengenai volume kendaraan, Andi mengungkapkan permenit terdapat 30 kendaraan. Artinya, terpantau untuk 5 hari terakhir ini tidak terlalu padat kendaraan yang memasuki Bumi Kartini.

Menutup statementnya, Andi berharap dengan hasil negatif. Sehingga Jepara tetap bersih dalam konteks lebaran dan tidak ada penambahan atau klaster baru walau kedatangam tamu atau keluarga dari luar daerah.(dik/lut)

Di Tengah Larangan Mudik, 641 Ribu Pemudik Masuk Jateng

SEMARANG, Lingkar.co – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi ungkapkan sebanyak 641 ribu pemudik masuk ke Jateng tiga hari jelang Lebaran 2021. Ia mengatakan ribuan pemudik tersebut didominasi moda transportasi angkutan darat seperti bus dan travel.

“Yang kita fokuskan kedatangan orang di Jawa Tengah totalnya ada 641 ribu orang yang masuk Jateng. Itu dari terminal tipe A, tipe B, tipe C, Stasiun dan Bandara totalnya segitu. Dan yang paling banyak berasal dari jalan raya itu ada 52 persen,” ungkap Henggar, Senin (10/05/21).

Baca Juga:
Terkait Larangan Mudik, Bupati Arief Rohman Pahami Kondisi Perantau

Pemerintah Provinsi Jateng telah melalukan penyekatan di 14 titik yang tersebar di perbatasan antar provinsi sejak (06/05) lalu. Tercatat hingga saat ini total pemudik yang masuk 641.929 orang.

Lebih lanjut Henggar menjelaskan, pemudik yang datang menggunakan berbagai moda transportasi. Mulai dari bus, kereta, kapal, hingga pesawat. Namun dari semua itu, Ia mengatakan paling banyak menggunakan moda transportasi darat dengan bus.

“Presentasi terbanyak yakni 52 persen bus dan travel, 38 persen kereta, 10 persen kapal dan 2 persen pesawat,” imbuhnya.

Henggar memperkirakan jumlah pemudik yang datang akan terus bertambah hingga H-1 lebaran. Berkaca dari tahun sebelumnya, total pemudik mencapai satu juta orang yang masuk ke Jateng.

Baca Juga:
Larangan Mudik, 750 Personil Gabungan Lakukan Penjagaan Ketat di Sragen

“Sepertinya akan terus bertambah, sampai H-1 Lebaran,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan RI mengeluarkan kebijakan larangan mudik mulai 6-17 Mei 2021. Namun, pada praktiknya meski pemerintah sudah melakukan penyekatan, sudah banyak pemudik yang menerobos hingga sampai ke kampung halaman.

Meskipun, ada juga ratusan kendaraan yang terpaksa harus putar balik.(nda/lut)

DPRD Jateng Ingatkan Pengunjung Objek Wisata Wajib Taat Prokes

SEMARANG, Lingkar.co – Meskipun pemerintah telah menetapkan larangan mudik pada Lebaran tahun ini sejak tanggal 6 – 17 Mei mendatang. Namun sejumlah obyek wisata tetap akan buka.

Menyikapi kebijakan tersebut, Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Mukhlis mengatakan hal tersebut merupakan salah satu langkah untuk memulihkan ekonomi nasional. Selama satu tahun pandemi ini, dunia pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak cukup parah.

Baca Juga:
Tempat Wisata di Karanganyar Tetap Buka Saat Lebaran

“Banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergabung dengan suatu obyek wisata harus gulung tikar akibat sepinya pengunjung. Lantas kalau tutup total ini menjadi permasalahan sendiri bagi warga di sekitar lokasi pariwisata. Dalam pariwisata terdapat UMKM, ada pelaku-pelaku usaha,” tuturnya.

Mukhlis menegaskan, meskipun tetap buka namun para pemilik obyek wisata harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Selain itu, mereka juga harus menaati ketentuan-ketentuaan yang telah ditetapkan pemerintah setempat.

Lebih lanjut, politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan harus belajar dari pengalaman. Lonjakan angka penularan Covid-19 banyak terjadi di sejumlah tempat wisata. Hal tersebut lantaran para wisatawan yang abai terhadap protokol kesehatan.

“Berdasarkan pengalaman yang lalu, ketika abai prokes akan terjadi lonjakan kasus. Begitupun yang sekarang ini, jika tidak ketat maka akan terjadi lonjakan kasus. Ini yang menjadi kekhawatiran pemerintah,” katanya.

Baca Juga:
Hadirkan Wisata Batik Pati, Kenalkan Batik Kepada Masyarakat Luas

Oleh karena itu, Ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di manapun berada. Dengan patuhnya masyarakat menjalankan protokol kesehatan, Mukhlis berharap momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 H dapat menurunkan tingkat kasus Covid-19.

“Untuk para wisatawan mohon juga untuk tidak berkerumun di tempat manapun, terutama wisata,” harapnya.(nda/lut)

Nekat Naik Truk Pengangkut Hewan, Puluhan Pemudik Terjaring Razia Polisi

GROBOGAN, Lingkar.co–  Sebuah truk yang mengangkut belasan pemudik terjaring petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Dinas Kesehatan Grobogan, Jawa Tengah Minggu (9/5). Mereka berjubel bersama hewan peliharaan, empat motor, dan barang-barang di dalam bak truk demi bisa pulang ke kampung halamam.

Petugas menemukan truk pengangkut pemudik di Pos Putat Purwodadi. Sekilas,  truk bernopol lokal Grobogan tersebut tidak terlihat sedang mengangkut manusia. Namun petugas tetap menghentikan truk tersebut.

Baca Juga:
Tiga Hari Larangan Mudik, 70 Ribu Kendaraan Putar Balik

Ternyata truk itu sedang mengangkut 16 orang dari Tangerang, termasuk dua balita. Mereka berjubel di dalam bak truk bersama hewan peliharaan, empat sepeda motor, dan barang bawaan demi bisa pulang ke kampung halaman.

Tujuan truk tersebut ke Kabupaten Blora dan Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan harus terhenti karena ketahuan petugas.  Para penumpang truk sebenarnya tahu mengenai larangan mudik oleh pemerintah. Namun mereka tetap nekat dengan sejumlah alasan. “Isri saya mau melahirkan,”  ucap Badruli, salah satu warga.

Baca Juga:
Kemenag Pati: Tak Ada Larangan Mudik bagi Santri

Mereka kemudian menjalani rapid tes antigen. Setelah dinyatakan negatif berdasarkan tes antigen, polisi memperbolehkan pulang. Namun mereka harus dijemput keluarganya, karena truk yang mereka tumpangi ditahan polisi sampai 14 hari ke depan.

Kanit Regident Satlantas Polres Grobogan Iptu Joko Susilo mengatakan,  di Grobogan ada tujuh titik penyekatan. Yakni di Kecamatan Gubug, Godong,  Geyer,  Grobogan, Ngaringan,  dan dua titik di Kecamatan Purwodadi. “Setiap kendaraan yang melintas akan dicek untuk memastikan tidak ada pemudik yang lolos,” ujarnya.(ori/lut)

Tiga Hari Larangan Mudik, 70 Ribu Kendaraan Putar Balik

JAKARTA, Lingkar.co – Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono menyampaikan perkembangan Operasi Ketupat 2021 Sabtu malam. Menurutnya, terdapat sekitar 70.000 kendaraan yang terindikasi mudik selama tiga hari penyekatan.

“Bahwa secara nasional situasi ‘kamseltibcarlantas’ ini berjalan dengan aman dan lancar,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di Jakarta, Sabtu malam.

Baca Juga:
Larangan Mudik, 750 Personil Gabungan Lakukan Penjagaan Ketat di Sragen

Kakorlantas memaparkan selama tiga hari ini, polisi telah memutarbalikkan sekitar 70 ribu lebih kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan perjalanan atau terindikasi mudik. Jumlah itu hasil dari penyekatan di 381 titik yang tersebar dari Sumatera hingga Bali.

“Kalau selama tiga hari ini sudah sekitar 70 ribu yang sudah kita putar balik. Secara umum semuanya berjalan aman lancar,” ujar Istiono.

Lebih lanjut, Irjen Istiono menyebut volume arus kendaraan yang keluar dari Jakarta terus mengalami penurunan, baik menuju Jawa maupun Sumatera. Kendaraan yang keluar Jakarta lebih banyak didominasi angkutan logistik atau barang.

“Saat ini volume arus kendaraan yang menuju Jawa mengalami penurunan sebanyak 73 persen. Kemudian yang menuju Bandung, Jawa Barat, turun sampai 78,3 persen,” tutur Istiono.

Kemudian kendaraan yang menuju Sumatera turun sampai 43,3 persen didominasi oleh kendaraan angkutan logistik atau barang. Lalu, putar arus yang tidak memenuhi persyaratan non mudik sebanyak hari ini 10.869 kendaraan.

Kakorlantas Pantau Penyekatan di KM 31 Tol Cikarang Barat

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang turut mengecek pos penyekatan di KM 31 tol Cikarang Barat mengatakan, di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sebanyak 6.500 kendaraan telah di putarbalik ke asalnya karena terindikasi mudik. Jumlah itu baik kendaraan yang melewati tol maupun jalur arteri.

“Untuk wilayah PMJ total sekitar 6.500 kendaraan yang sudah di putarbalik ke arah Jakarta. Yang melewati jalan tol ini sekitar 3.585 kendaraan. Sisanya adalah yang melewati jalur arteri, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat,” ucap dia menjelaskan.

Baca Juga:
Larangan Mudik, Agen Tiket Bus Terminal Ngawen Merugi

Fadil Imran mengajak masyarakat untuk menahan diri tidak mudik mengikuti kebijakan pemerintah. Tujuan peniadaan mudik sejak 6-17 Mei ini untuk kebaikan bersama yaitu menekan penyebaran COVID-19.

“Ini memang sesuatu yang tidak mudah, namun ini yang terbaik dalam rangka memutus mata rantai penularan COVID-19. Kita semua harus berpartisipasi bersama-sama untuk menahan diri agar pandemik COVID-19 ini bisa cepat selesai,” tukasnya.(ara/lut)

Satgas Covid-19 Tak Ijinkan Silaturahmi Fisik Selama Masa Lebaran

JAKARTA, Lingkar.co – Pemerintah melalui juru bicara Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk tidak melakukan silaturahmi fisik dan menaati larangan mudik Lebaran.

Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 saat Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 H berlangsung.

“Kita tahu kalau mudik sebagai budaya setiap lebaran pasti silahturahmi bertemu dengan orang tua, kerabat, pasti tidak bisa tidak menyentuh bagian dari tubuh entah salaman, berpelukan, mencium pipi kiri dan kanan,” ujar Wiku, Kamis (6/5).

Baca juga:
Sopir Bus Dihukum Tiga Tahun, Keluarga Korban Kecelakaan Kecewa

Menurutnya potensi kontak fisik itu adalah yang harus masyarakat hindari karena dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19.

Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang larangan mudik yang pemerintah keluarkan untuk periode 6-17 Mei 2021.

“Silakan melakukan silahturahmi secara virtual dan ini adalah pola baru karena dalam kondisi bahaya. Jangan melakukan mudik karena mau silaturahmi fisik,” tegasnya.

Baca juga:
Akibat Puntung Rokok, Seorang Lansia Terbakar di Rumahnya

Pihaknya meminta agar semua pihak mematuhi larangan mudik tersebut dan menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat luas.

Selain itu, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati meminta agar masyarakat untuk tidak nekat melakukan mudik Lebaran dan menggunakan travel gelap atau tidak resmi.

Adita mengatakan menggunakan jasa travel tidak resmi justru akan merugikan penumpang, karena tidak ada jaminan asuransi dan tidak ada pengawasan penerapan protokol kesehatan.

Baca juga:
Dampak Pandemi, Pedagang Batik Pekalongan Kurangi Karyawan hingga Tutup Toko

“Kita ingatkan kepada anggota masyarakat jangan tergiur, jangan terbujuk oleh travel gelap. Karena dampaknya kepada kita sendiri akan berat, akan repot apalagi ketika tertangkap dan ditahan,” pungkasnya. (ara/luh)