Arsip Tag: Mahasiswa Kreatif

Luncurkan Koperasi Mahasiswa Merah Putih, Unissula Dorong Ekonomi Inklusif

Lingkar.co – Dewan Pembina Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula, Aurum Rizqianto Fauzi, mengatakan koperasi mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah dalam meraih target delapan persen pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, koperasi mahasiswa juga mampu mewujudkan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen bukan sekadar angka, tetapi target besar yang membutuhkan kontribusi seluruh elemen bangsa,” ujar Aurum dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/12/2025).

‘”Mahasiswa melalui koperasi dapat mengambil peran nyata dalam mewujudkan ekonomi yang partisipatif dan berkeadilan,” sambungnya.

Menurutnya, mahasiswa sangat membutuhkan ruang berekspresi, mengaktualisasikan ide atau gagasan dan mempersiapkan diri dengan berbagai pengalaman, termasuk dalam berwirausaha.

Oleh karena itu, ia menilai koperasi mahasiswa bukan hanya unit usaha semata, namun lebih dari itu bisa menjadi laboratorium ekonomi kerakyatan yang memungkinkan mahasiswa belajar langsung mengelola bisnis.

“Koperasi juga bermanfaat untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta menanamkan nilai kebersamaan atau gotong royong dan kemandirian ekonomi sejak dini,” jelasnya.

Lebih jauh ia berkata, prinsip kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi dasar koperasi sejalan dengan upaya pemerataan kesejahteraan. Sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan bersama, bukan hanya oleh segelintir pihak.

Ia lanjut menerangkan, koperasi mahasiswa akan membuat individu berperan aktif di berbagai aktivitas usaha seperti ritel, jasa, hingga pengembangan UMKM mahasiswa, “Koperasi turut menggerakkan perputaran ekonomi di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar,” paparnya.

Maka dari itu, ia yakni jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, koperasi mahasiswa mampu menjadi cikal bakal lahirnya wirausaha muda yang menciptakan lapangan kerja baru.

“Koperasi mahasiswa juga berperan penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” katanya..

Sebagai informasi, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang meluncurkan Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula bersama dengan kuliah umum bersama Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono didampingi Staf Khusus (Stafsus) Menkop, Wahyono.

Dalam acara tersebut, hadir pula Rektor Unissula Prof. Dr. H. Gunarto, S.H., M.H yang menyatakan mendukung penuh koperasi mahasiswa merah putih sebagai bagian dari pengembangan non-akademik.

Pada kesempatan itu, Aurum juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang telah berkenan hadir dan memberikan motivasi langsung kepada mahasiswa Unissula.

Pertemuan dengan Menkop kali ini, katanya, merupakan realisasi dan komitmen yang pernah ia sampaikan dalam forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Jawa Tengah. (*)

Apresiasi Pameran Arsitektur UPGRIS, Joko Santoso Sebut Konsep Inovatif Mahasiswa Sesuai Visi-Misi Yoyok-Joss

Lingkar.co – Calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso mengapresiasi konsep gedung vertikal garden karya mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang dipajang dalam Pameran Arsitektur Tapak Kala Vol 2 di Gedung Monod Diephuis, Kota Lama Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (11/10/2024).

Pameran ini menampilkan berbagai inovasi karya arsitektur mahasiswa dengan fokus pada konsep arsitektur yang responsif terhadap lingkungan.

Joko Joss, sapaan akrabnya menyebut karya inovasi mahasiswa yang ia lihat sesuai dengan visi dan misi Yoyok-Joss untuk mendorong pembangunan gedung bertingkat yang ramah lingkungan.

Vertical garden ini adalah solusi menghadapi pemanasan global. Gedung-gedung bertingkat harus punya taman di atap,” ujar Joko Joss.

Mantan Ketua DPD KNPI Kota Semarang ini juga menekankan pentingnya diskusi terkait pembangunan di kawasan sempit, sebuah tantangan yang dihadapi banyak kota besar seperti Semarang.

“Saya bilang kepada mereka, penting untuk membahas bagaimana membangun gedung di kawasan yang terbatas. Ini bisa menjadi solusi untuk kota kita,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungannya kepada mahasiswa, Joko Santoso menuliskan pesan kepada para calon arsitek, “Adik-adik arsitek, semangat ya! Desain kampung kecil harus diprioritaskan. Kunci sukses itu bergembira dan bersyukur.”

Pameran ini diadakan di Gedung Monod Diephuis, sebuah gedung bersejarah di kawasan Kota Lama Semarang.

Pemilik gedung, Agus Suryo Winarto mengungkapkan kebanggaannya karena dapat mendukung kegiatan sosial dan pendidikan, khususnya di bidang arsitektur.

“Saya sudah sembilan tahun mewakafkan gedung ini untuk kegiatan sosial dan pendidikan. Kami mendukung anak muda, atau siapapun yang ingin berkegiatan di sini,” ungkapnya.

Pesona : Tetap Perhatikan Kualitas Produk

Lingkar.coKETERBATASAN ruang gerak di era pandemi nampaknya membuat banyak orang menjadi lebih kreatif, tak terkecuali Angela Viona Hariyanto. Ia merupakan, seorang model yang mulai menggeluti dunia bisnis kuliner sejak munculnya pandemi.

Viona, nama sapaan mahasiswi Program Studi Manajemen Perhotelan D-4 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Mahasiswi kreatif ini, mulai memberanikan diri memulai bisnis kuliner berkat ketertarikannya memasak.

Ia sudah biasa menjajal resep-resep masakan sebelum akhirnya mulai menjual bisnisnya di bidang kuliner. “Usahanya baru mulai dari awal bulan Juni 2020. Karena suka masak akhirnya saya coba jualan food and beverages berupa cake, cemilan harian atau bisa request untuk acara, misalnya brownies, banana cake, dessert, dan lainnya,” ungkapnya.

Meski baru saja menjajaki dunia bisnis, Viona tetap semangat dalam memasarkan produknya melalui media sosial. Kiat-kiat yang sangat membantunya dalam memulai bisnis adalah dengan cara promosi yang menarik dengan pengaturan feeds yang rapi dan desain makanan yang apik, serta aktif membagikan stories di tiap produk yang siap edar.

Selain itu, ia juga sangat memperhatikan kebersihan pada saat memasak. Ia mengaku, jika semua produk dan bahan-bahan selalu melalui proses pembersihan terlebih dahulu dan melakukan penyimpanan dengan baik.

“Saya pribadi juga berkonsisten menjaga kebersihan diri agar menghasilkan produk yang bersih, aman konsumsi, dan pasti tetap berkualitas,” jelas mahasiswi Udinus ini.

Menurutnya, program studi (prodi) Manajemen Perhotelan Udinus yang ia pilih sangat membantunya dalam menjalankan bisnis. Ia mempelajari ilmu dasar dalam pembuatan cake, ilmu untuk mem-branding suatu produk, bagaimana cara memasarkan suatu produk, hingga bagaimana menjaga kebersihan diri dan kebersihan produk. Dukungan dari dosen yang suportif kepada mahasiswanya yang baru memulai usaha pun membuatnya semangat untuk menekuni bisnis. (dim/one)