Arsip Tag: Yoyok Sukawi

Gelar Aksi di Ulang Tahun PSIS ke 93, Ini Harapan Suporter ke Pemkot Semarang

Lingkar.co – Dalam merayakan Ulang Tahun PSIS ke 93, ribuan suporter gelar aksi di depan Balai Kota Semarang pada Minggu (18/5/2025) malam.

Pentolan Panser Biru, suporter klub sepak bola PSIS Semarang, Kepareng manyampaikan, rangkaian aksi tersebut meliputi doa bersama, penyampaian orasi dan menyalakan petasan.

“Rangkaian acara tidak hanya di Balaikota Semarang, di Gubernuran juga ada penampilan band lokal. Setidaknya ada seribu suporter yang ikut hadir di acara ini,” katanya saat ditemui Lingkar.co.

Melihat turunnya prestasi PSIS, pihaknya meminta Ceo PSIS, Yoyok Sukawi diminta hengkang dari kepengurusan manajemen PSIS.

“Kami sudah ikhlas PSIS yang tadinya di Liga 1 turun prestasi menjadi Liga 2, tapi kami meminta Yoyok Sukawi untuk out, Yoyok out dari manajemen,” ucapnya.

Sementara itu, Wareng menyampaikan, melalui Wali Kota Semarang, pihaknya ingin audiensi dengan Yoyok Sukawi. Tapi ia menyebut, Uoyok Sukawi hingga kini belum ada tanggapan.

“Kami sudah ketemu bu Wali. Kita itu cuma ingin dimediasi lah dengan manajemen dengan Yoyok Sukawi tapi sampai sekarang belum, belum ditemukan,” katanya.

“Bu Wali kemarin sudah setuju untuk mediasi cuma belum ada tindak lanjutnya. Mungkin dari Yoyoknya yang enggak mau atau gimana kurang tahu,” tambahnya.

Suporter PSIS pasang banner di depan kantor Balaikota Semarang. (dok Alan Henry)

Lanjutnya, terkait mediasi, pihaknya hanya ingin mengutarakan PSIS tidak menjadi kepemilikin keluarga Yoyok Sukawi, bagiamana huruf S yaitu Semarang, dirinya ingin PSIS menjadi milik masyarakat Kota Semarang.

“Ya karena PSIS itu S-nya Semarang ya kita penginnya tetap PSIS itu bukan hanya milik keluarga Sukawi tapi milik semua masyarakat termasuk suporter. Jadi penginnya ya kepemilikan sahamnya Yoyok Sukawi dan keluarga itu tidak mayoritas. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas merosotnya prestasi ini,” pungkasnya.

Wareng berharap, pengelolaan PSIS bisa mencontoh pengelolaan Persija, dimana Persija menjadi milik Pemerintah Kota, sehingga PSIS tidak bisa menjadi alat politik.

“Kita penginnya sih sebenarnya, ada harapan bisa dikelola kayak Persija, PT milik Pemkot, andil biar PSIS itu tidak dibuat alat politik. Kayak Persija kan yang dibuat politik cuma suporternya. Kalau di sini kan suporternya dibikin Politik. PSIS-nya juga dibikin politik. Penginnya sih kayak gitu. Ya, profesional ada kepemilikan dari Pemkot biar nama Semarangnya itu tidak bisa hilang dan pergi lah,” imbuhnya. ***

Legawa Akui Kalah Pilwalkot Semarang, Yoyok Sukawi Tetap Bangga Bisa Berjuang Bersama

Lingkar.co – Calon Wali Kota Semarang nomor urut 02, Yoyok Sukawi dengan legawa dan besar hati mengakui keunggulan perolehan suara yang diraih paslon nomor urut 01, Agustina Wilujeng Pramestuti-Iswar Aminuddin dalam kontestasi Pilwalkot Semarang 2024.

Berdasarkan hasil hitung cepat dari Desk Pilkada Pemkot Semarang, perolehan suara Agustina-Iswar sebesar 57,36 persen, sedangkan Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) meraih suara 42,64 persen.

“Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan, untuk seluruh teman-teman seperjuangan yang saya sayangi, mulai dari koalisi partai politik, keluarga besar, sahabat, relawan, simpatisan dan seluruh masyarakat yang telah membantu kami pasangan Yoyok Joko Santoso di Pemilihan Kepala Daerah Kota Semarang, kami mengucapkan terima kasih telah berjuang dari awal hingga akhir,” kata Yoyok Sukawi dalam keterangannya, Jumat (29/11/2024).

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berjuang keras memenangkan Yoyok-Joss. Mulai dari partai pengusung Koalisi Semarang Maju Bermartabat, tim pemenangan, relawan, serta simpatisan.

Terlebih, bagi masyarakat Kota Semarang yang telah memberikan suaranya untuk Yoyok-Joss di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada 27 November 2024 kemarin.

Yoyok Sukawi saat memasukkan kertas suara di TPS 01 RT 06 RW 01 Kelurahan Wonotingal, Candisari, Kota Semarang, Rabu (27/11/2024). Foto: dokumentasi
Yoyok Sukawi saat memasukkan kertas suara di TPS 01 RT 06 RW 01 Kelurahan Wonotingal, Candisari, Kota Semarang, Rabu (27/11/2024). Foto: dokumentasi

Pihaknya tetap merasa bangga dengan kinerja tim pemenangan, relawan, dan dukungan masyarakat yang memiliki visi untuk menjadikan Kota Semarang lebih maju dan bermartabat.

“Kami bangga telah berjuang dan bekerja bersama saudara saudara dan seluruh warga selama ini,” ungkap Yoyok.

Data Desk Pilkada Pemkot Semarang, Agustina-Iswar Ungguli Yoyok-Joss

Lingkar.co – Pemerintah Kota Semarang turut serta membantu masyarakat mengawasi perolehan suara hasil Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang.

Data tersebut dapat diakses dengan mudah setelah masyarakat melaksanakan pencoblosan dan panitia mulai melakukan penghitungan suara di TPS pada Rabu (27/11/2024).

Dalam data sementara yang diperoleh, pasangan calon Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin (Agustina-Iswar) unggul sementara dengan perolehan 367.469 suara atau 57,24 persen.

Sementara pasangan Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) memperoleh 274.509 suara atau 42,76 persen

Kemudian dalam data tersebut juga diterangkan bahwa data yang masuk saat ini 1.796 TPS dari 2.354 TPS atau 76.17 persen.

Sebagai disclaimer, data yang disebar oleh Pemkot bukanlah data resmi yang bisa dijadikan patokan perolehan suara Pemilihan Walikota Semarang. Oleh karena itu data ini tidak bisa dijadikan pedoman.

Data resmi perolehan yang sah hanya dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) seperti ketentuan Undang-undang. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Optimis Menang Pilwalkot Semarang, Yoyok Sukawi Minta Saksi Kawal Suara di Seluruh TPS

Lingkar.co – Calon Wali Kota Semarang nomor urut 2, Yoyok Sukawi mengaku optimis bahwa dia bersama Joko Santoso akan memenangkan kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2024.

“Insyaallah kita optimis akan memenangi Pilwakot ini, mohon doa restunya untuk bisa dimudahkan, perhitungan nanti lancar,” kata dia usai menggunakan hak pilihnya di TPS 01 RT 06 RW 1 Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Rabu (27/11/2024).

Usai pemungutan suara dilakukan, tim pemenangan Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) mengadakan perhitungan asli atau real count berdasarkan laporan oleh saksi yang bertugas di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Setiap saksi di TPS akan melaporkan hasil perolehan suara Pilwakot Semarang 2024 ke tingkat kelurahan. Nantinya seluruh data yang masuk diolah oleh tim pemenangan untuk diketahui hasilnya.

Yoyok Sukawi saat memasukkan kertas suara di TPS 01 RT 06 RW 01 Kelurahan Wonotingal, Candisari, Kota Semarang, Rabu (27/11/2024). Foto: dokumentasi
Yoyok Sukawi saat memasukkan kertas suara di TPS 01 RT 06 RW 01 Kelurahan Wonotingal, Candisari, Kota Semarang, Rabu (27/11/2024). Foto: dokumentasi

“Kita adanya real count, jadi kita memiliki saksi di setiap TPS dan juga kita memiliki tabulator di tingkat kelurahan. Begitu TPS selesai langsung diinput di tabulator dan insyallah sebelum sore kita sudah mengetahui hasilnya,” kata dia.

Yoyok mengatakan, proses pemantauan real count dipusatkan di Omahe Bocahe Dewe Posko Pemenangan Yoyok-Joss, Jalan Setiabudi, Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Lebih lanjut dia berpesan kepada para saksi yang bertugas di seluruh TPS untuk mengamankan suara Yoyok-Joss. Di setiap TPS, Yoyok-Joss menerjunkan dua saksi.

Yoyok Sukawi Bersama Keluarga Gunakan Hak Pilih di TPS 01 Kelurahan Wonotingal

Lingkar.co – Calon Wali Kota Semarang nomor urut 2, AS Sukawijaya alias Yoyok Sukawi bersama keluarga menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara pada Pilkada serentak 2024 di TPS 01 RT 06 RW 01 Kelurahan Wonotingal, Candisari, Kota Semarang, Rabu (27/11/2024).

Dia mencoblos bersama istrinya, Swasti Aswagati dan kedua anaknya, Cantya Saswita Sukawijaya dan Sasmya Saswita Sukawijaya. Mereka kompak mengenakan baju serba putih saat datang ke TPS tersebut.

Yoyok Sukawi dan keluarganya berangkat dari rumahnya di Kompleks Jalan Sinabung Raya sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka jalan kaki bersama sekitar 40 meter untuk sampai ke TPS.

Sebelum berangkat ke TPS, Calon Wali Kota Koalisi Semarang Maju Bermartabat itu memiliki ritual khusus di rumah. Yoyok sarapan pagi bersama keluarga serta tidak lupa salat duha dan memanjatkan doa.

Yoyok Sukawi dan istrinya, Swasti Aswagati beserta kedua putrinya saat menyerahkan undangan dari KPU di TPS 01 RT 06 RW 01 Kelurahan Wonotingal, Candisari, Kota Semarang, Rabu (27/11/2024). Foto: dokumentasi
Yoyok Sukawi dan istrinya, Swasti Aswagati beserta kedua putrinya saat menyerahkan undangan dari KPU di TPS 01 RT 06 RW 01 Kelurahan Wonotingal, Candisari, Kota Semarang, Rabu (27/11/2024). Foto: dokumentasi

Dalam perjalanannya menuju TPS, Cawalkot yang berpasangan dengan Joko Santoso itu menyapa warga setempat. Warga antusias berjabat tangan dengan CEO PSIS Semarang tersebut.

Sesampainya di TPS, Yoyok beserta istri dan kedua anaknya memberikan surat undangan dan KTP ke petugas KPPS. Mereka lalu duduk mengantre sekitar dua menit untuk dipanggil dan mendapatkan giliran mencoblos.

Usai menggunakan hak pilih, dia mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan partai politik pengusung dan tim pemenangan Yoyok-Joss, serta para kader dan relawan yang telah berjuang sejak awal pencalonan di Pilwakot Semarang.

“Alhamdulillah sudah plong, semuanya sudah kita lalui terima kasih untuk semua tim pemenangan partai pengusung para pimpinan partai, para pimpinan koalisi, relawan, sahabat, saudara semuanya yang sudah bekerja keras,” katanya kepada awak media usai menggunakan hak pilihnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Semarang yang sudah mendukungnya di Pilwakot 2024. Termasuk dalam hal penyusunan visi misi dan program kerja Yoyok-Joss yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Dokter Hayyi Harapkan Yoyok-Joss Libatkan Elemen Masyarakat Dalam Kebencanaan, Terutama NU

Lingkar.co – Ketua Rumah Gerakan Dokter Hayyi Center (DHC) dr. Muhammad Hayyi Wildani berharap agar dalam penanganan kebencanaan yang dilakukan pemerintahan Yoyok-Joss melibatkan masyarakat, terutama Nahdlatul Ulama (NU).

“Harapan saya semoga Mas Yoyok dan Mas Joko jadi pemimpin di kota Semarang, kemudian dalam hal kebencanaan bisa melibatkan elemen masyarakat yang ada,” ujarnya seusai menemani Yoyok Sukawi dan Joko Santoso ziarah di makam Pangeran Terboyo, Kompleks Masjid Terboyo, Kaligawe, Gayamsari Kota Semarang, Sabtu (23/11/2024) pagi.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kota Semarang ini melihat banyak potensi yang harus digerakkan bersama dalam mengatasi banjir.

“Kebetulan dua bulan lalu ada perubahan kepengurusan di lembaga kebencanaan NU, saya diminta sebagai ketua,” ungkapnya.

“Karena itu, saya harapkan jangan sampai elemen masyarakat, terutama LPBINU ini digandeng untuk mengurus kebencanaan,” sambungnya.

dr. Muhammad Hayyi Wildani bersama Yoyok Sukawi dan Joko Santoso saat di makam Pangeran Terboyo, Kompleks Masjid Terboyo, Kaligawe, Gayamsari Kota Semarang, Sabtu (23/11/2024) pagi.
dr. Muhammad Hayyi Wildani bersama Yoyok Sukawi dan Joko Santoso saat di makam Pangeran Terboyo, Kompleks Masjid Terboyo, Kaligawe, Gayamsari Kota Semarang, Sabtu (23/11/2024) pagi. Foto: istimewa

Ia memaparkan, LPBINU sebagai lembaga NU mengakomodir semua badan otonom (Banom) yang ada di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Oleh sebab itu, dari berbagai potensi yang ada bisa ikut membantu pemerintah dari mitigasi sampai rekonstruksi.

Kata Hayyi, peran Joko Santoso di Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Semarang Utara sudah bagus. Terbukti dari posisi a’wam menjadi mustasyar. “Sekarang kan Mas Joko di Semarang Utara naik jadi mustasyar atau penasihat, pembina, jadi lebih bisa mengembangkan NU agar lebih memasyarakat melalui kegiatan sosial,” jelasnya.

Dirinya juga mengapresiasi Yoyok-Joss yang telah berziarah ke makam salah satu tokoh dalam sejarah kota Semarang, yakni Pangeran Terboyo atau Kiai Adipati Surohardi Menggolo V.

Tekat Gerakan Pemuda Nahdliyin Menangkan Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang dan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng

Lingkar.co , Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang bertekat memenangkan pasangan Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) dalam Pilwalkot Semarang dan pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin) pada Pilgub Jateng yang akan digelar serentak pada 27 November nanti.

“Bismillah, tekat ini kita niati ibadah dan nderek dawuh para kiai (ikut penuturan para kiai,-red), suksesi ini ikhtiar bersama agar kota Semarang bisa lebih baik, pemerintah juga punya perhatian yang lebih baik terhadap syiar Islam,” kata ketua GPN Kota Semarang, Agus Setyawan dalam sambutan doa bersama untuk kemenangan Luthfi-Yasin dan Yoyok-Joss dalam Pilkada Serentak 2024.

Doa bersama pada Sabtu (23/11/2024) malam berlangsung di Beringin Wetan Kampung Baru RT 10 rw 08 Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Doa bersama sekaligus konsolidasi ini merupakan putaran terakhir menjelang masa tenang.

Untuk itu ia meminta agar semua relawan merapatkan barisan, memastikan diri, keluarga, dan kerabat untuk mencoblos Paslon nomor 02 di Pilkada serentak. “Kita pastikan dulu semua anggota keluarga kita, dan tetangga kita untuk memilih pasangan calon nomor dua, Yoyok-Joss dan Luthfi-Yasin,” pesannya.

Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang ini kembali mengingatkan bahwa semua elemen yang tergabung dalam GPN Kota Semarang harus sadar betul bahwa kontestasi politik pemilihan kepala daerah ini untuk semua warga, utamanya kalangan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU).

Sekretaris GPN Kota Semarang Dimas Bagus Pamungkas saat sambutan Sabtu (23/11/2024) malam berlangsung di daerah kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Foto: istimewa
Sekretaris GPN Kota Semarang Dimas Bagus Pamungkas saat sambutan Sabtu (23/11/2024) malam berlangsung di daerah kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Foto: istimewa

“Kepentingan politik yang utama untuk NU dan pesantren karena pasangan calon nomor dua punya komitmen terhadap para kiai. Jadi jangan pernah ragu, yakinkan semua untuk milih nomer dua,” tegasnya.

Kata Agus, pemerintah yang mendapat keberkahan dimulai dari masyarakat memilih pemimpin yang dekat dengan ulama dan ulama yang mau dijadikan pemimpin.

Bolone Mase Luncurkan 750 Angkringan, Yoyok Sukawi: Tempat Sharing Anak Muda Semarang

Lingkar.co – Sukarelawan Bolone Mase meluncurkan Angkringan bertajuk “Indonesia Kenyang” di Kota Semarang. Program Angkringan Bolone Mase itu sebagai wujud kepedulian sosial, dan peningkatan perekonomian masyarakat

Angkringan Bolone Mase ini secara langsung diluncurkan oleh Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, Sabtu (23/11/2024) malam.

Ketua Bolone Mase Kota Semarang, Fauzi Ardiansyah mengatakan, angkringan yang berjumlah 10 ribu ini diluncurkan serentak se-Indonesia. Di Kota Semarang sendiri terdapat 750 angkringan.

“Bolone Mase meluncurkan 10 ribu angkringan di Indonesia, termasuk juga ini kami launching 750 di Kota Semarang,” kata pria yang akrab disapa Ozi tersebut.

Ozi menjelaskan, perwujudan angkringan merupakan nilai positif bagi masyarakat. Menurutnya, anak-anak muda dapat berbagi cerita, dan bertukar ide untuk pembangunan Kota Semarang ke depan.

“Ini menjadi nilai positif, konsep makan di angkringan sangat dikenal masyarakat, itu kita bisa ngobrol dengan santai. Di sisi lain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Angkringan Bolone Mase ini disambut baik oleh Yoyok Sukawi, yang dinilainya sebagai sosok pemimpin peduli dengan generasi muda, dan perekonomian masyarakat Kota Semarang.

Calon wali kota Semarang, Yoyok Sukawi saat menghadiri peluncuran angkringan Bolone Mase di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang. Foto: istimewa
Calon wali kota Semarang, Yoyok Sukawi saat menghadiri peluncuran angkringan Bolone Mase di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang. Foto: istimewa

“Artinya Bolone Mase disupport baik, Mas Yoyok kandidat sangat peduli dengan pemberdayaan ekonomi, anak muda di Kota Semarang,” katanya.

Sementara itu, Yoyok Sukawi mengatakan, Bolone Mase melalui produk ini menunjukkan tidak hanya berkegiatan sosial, tetapi bergerak di bidang perekonomian.

“Alhamdulillah angkringan ini akan menjadikan manfaat bagi warga Kota Semarang, terutama bagi anak-anak muda. Bisa sharing antar-anak muda untuk pembangunan Kota Semarang Maju Bermartabat,” katanya seusai meluncurkan Program Angkringan Bolone Mase.

Dalam peluncuran Angkringan Bolone Mase juga hadir pesinetron Muhamad Lutfi Agizal. Ical, sapaan akrabnya, merupakan artis kelahiran Kota Semarang.

Pilwalkot Semarang, Jokowi Restui Yoyok-Joss

Lingkar.co – Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) restui pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut dua, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (yoyok-joss).

Pasangan calon Yoyok-Joss bertemu Jokowi saat Doa Untuk Jawa Tengah (Jateng), Doa Bersama Untuk Jawa Tengah yang digelar koalisi pengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng nomor urut dua Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Kota Semarang, Sabtu (23/11/2024).

Yoyok menjelaskan, Jokowi merestui, dan mendoakan dirinya dengan Joko Joss menyambut kemenangan dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwakot) Semarang 2024.

“Tadi waktu beliau mau kundur (pulang-red), kami berdua memang sempat matur (bilang-red), meminta doanya, dan restunya, “ya lancar, semoga lancar, menang”, beliau bilang begitu,” kata Yoyok Sukawi seusai acara.

Dalam pertemuan singkat tersebut, Yoyok-Joss menyebut Jokowi menitipkan pesan harus menjalankan linieritas dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng maupun pemerintah pusat.

“Beliau bilang kolaborasi dengan pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat harus terjalin baik, sama hati-hati, beliau ngendika begitu,” kata CEO PSIS tersebut.

Dia menyatakan restu dan doa dari Jokowi tersebut menambah semangat untuk Yoyok-Joss memimpin Kota Semarang lima tahun mendatang.

Paslon 02 Yoyok Sukawi dan Joko Santoso saat bertemu dengan Joko Widodo di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Kota Semarang, Sabtu (23/11/2024). Foto: istimewa
Paslon 02 Yoyok Sukawi dan Joko Santoso saat bertemu dengan Joko Widodo di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Kota Semarang, Sabtu (23/11/2024). Foto: istimewa

Termasuk dukungan dari Presiden Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang juga telah mendukung dirinya untuk menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang.

“Insya-Allah dengan restu-restu beliau, Pak Prabowo, dan Pak Jokowi, kami Yoyok Sukawi-Joko Santoso siap melanjutkan program-program beliau yang baik-baik kami lanjutkan semuanya,” katanya.

Seperti halnya, akan berfokus menjalankan program Makan Bergizi Gratis untuk mencukupi kebutuhan gizi pada anak guna mencegah stunting, dan menyiapkan generasi emas Indonesia.

“Kalau Pak Prabowo ada program makan bergizi gratis, sementara Pak Jokowi soal infrastruktur, akan kami lanjutkan sebaik-baiknya,” kata mantan Anggota Komisi X DPR RI tersebut. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Awasi Indikasi Kecurangan di Pilwakot Semarang, PSI Kota Semarang Bentuk Satgas Anti Money Politic

Lingkar.co – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Money Politic untuk mewujudkan pesta demokrasi Pilwakot Semarang 2024 yang bersih, jujur, dan adil.

Gerakan kader-kader PSI Kota Semarang ini diberi nama Satuan Tugas (Satgas) Anti Politik Uang Berantas Seluruh Indikasi Haram atau SAPU BERSIH. Deklarasi digelar di Rumah Oleh-oleh Klinong Klinong di Pamularsih Kota Semarang, Sabtu (23/11/20224).

Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo mengatakan, salah satu tugas Satgas Anti Money Politic ialah mencegah dan mengawasi indikasi adanya kecurangan di masa tenang Pilkada 2024 yang berlangsung pada 24 hingga 26 November 2024 serta saat pemungutan suara tanggal 27 November 2024.

Satgas Anti Money Politic dibentuk karena partainya sejak dulu komitmen terhadap isu pemberantasan korupsi dan intoleransi. Menurut Bangkit, pelanggaran di masa Pilkada 2024, termasuk pelanggaran politik uang menjadi praktik yang rawan terjadi.

“Ini adalah sebuah gerakan moral sekaligus komitmen bersama untuk menolak praktik politik uang yang mencederai prinsip keadilan dan integritas dalam demokrasi,” katanya dalam deklarasi Satgas Anti Money Politic DPD PSI Kota Semarang.

Politik uang bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius dalam demokrasi. Praktik ini merusak kepercayaan masyarakat terhadap Pemilu, melahirkan pemimpin yang tidak bertanggung jawab, dan menghambat kesejahteraan rakyat.

“Oleh karena itu, tugas kita adalah memastikan bahwa Pemilu bukanlah ajang transaksi, melainkan pesta demokrasi yang berlandaskan kejujuran dan partisipasi tulus dari rakyat,” tegas Bangkit.

Dia mengatakan, satgas antipoltik uang yang telah dibentuk akan bekerja intens di masa tenang Pilkada. Pasalnya masa inilah yang paling rawan terjadi praktik bagi-bagi uang ke masyarakat sebagai iming-iming untuk memilih salah satu paslon tertentu.