Arsip Tag: Ngesti Nugraha

Pemkab Semarang Gencarkan Edukasi dan Siapkan Alsintan Menuju Swasembada Pangan 2026

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Semarang siapkan lakah menuju swasembada pangan di tahun 2026.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyebut meski terganggu organisme pengganggu tanaman (OPT) produktivitas pertanian padi di Kabupaten Semarang di tahun 2025 surplus beras hingga 30.575 ton.

Menurut Bupati Ngesti, total luasan tanam padi di wilayah Kabupaten Semarang tahun 2025 mencapai 19.500 hektar, dan produktivitas gabah kering panen mencapai 243.701 ton.

Kemudian gabah kering giling sebanyak 204.708 ton dan berasnya mencapai 131.013 ton.

Lanjutnya kebutuhan di Kabupaten Semarang tahun 2025 mencapai 100.438 ton.

“Artinya produktivitas gabah kering surplus 30.575 ton. Walaupun di tahun 2025 serangan hama tikus, wereng dan lainnya cukup luas, mencapai sekitar 643 hektare,” jelas usai mengikuti acara Panen dan Pengumuman Swasembada Pangan, bersama Presiden Prabowo secara daring, di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (7/01/2026).

Lanjut Ngesti, melihat dampak tersebut, Pemkab Semarang memberikan bantuan berupa benih padi serta pupuk untuk meringankan beban petani. Termasuk keringanan pajak bagi petani terdampak.

Pihaknya meminta agar dapat mempertahankan produktivitas dan hasil panen padi di Kabupaten Semarang di tahun 2026.

Pemkab Semarang juga telah menyiapkan skema maupun langkah untuk meningkatkan hasil pertanian berupa edukasi .

“Baik melalui edukasi pertanian organik dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia ke penggunaan pupuk organik maupun edukasi untuk meningkatkan produktivitas lainnya,” jelasnya.

Bupati terus melakukan pengembangan beras organik bersama dengan gapoktan Al Barokah di Desa Ketapang. Termasuk penyiapan alat mesin pertanian (alsintan) moderen.

“Saat ini sudah ada 11 set alsintan moderen yang dipinjamkan secara gratis untuk para petani, di 11 kecamatan, yang ada di Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Ia mengatakan keberadaan alsintan moderen ini, sangat membantu para petani untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan hasil panennya.

Terlebih, saat ini tenaga kerja di bidang pertanian cukup sulit di Kabupaten Semarang.

“Alsintan ini cukup membantu baik dari sisi tenaga efisiensi biaya produksi,” ujarnya.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno menambahkan, upaya peningkatan indeks produktivitas melalui luas tambah tanam (LTT), Pemkab Semarang mengikuti target Kementerian Pertanian.

Namun,tantangan di Kabupaten Semarang adalah OPT yang cukup luar biasa merusak ekosistem dan mengganggu keseimbangan alam

“Oleh karena itu ke depan, dispertanikap juga akan mendorong para petani menjadi garda terdepan penjaga ekosistem melalui laku baik dalam mengelola alam pendukung keseimbangan alam,” tuturnya. ***

Penulis : Rahdyan Trijoko Pamungkas

Ketua DPC PPP: Nahdlatul Ulama Telah Terbukti Membawa Misi Besar

Blora, Lingkar.co – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Blora M Ahmad Faishol menyebut Nahdlatul Ulama (NU) telah terbukti membawa misi besar menuju kemerdekaan dan membawa misi perdamaian.

“NU adalah organisasi yang berdiri dalam momentum tugas komite hijas audiensi dengan raja arab. NU berdiri membawa misi besar, menuju kemerdekaan dan membawa misi perdamaian. Nyata, 2 tahun kemudian indonesia terjadi sumpah pemuda, selanjutnya 17 tahun kemudian indonesia meraih kemerdekaannya,” ucapnya, Minggu (05/02/2023).

Selain itu, nantinya tepat tanggal 7 Febuari 2023 yang jatuh pada 16 Rajab 1944 Hijriah ini, Nahdlatul Ulama (NU) genap memasuki usia satu abad. Tentunya tak lepas dari Perjuangan panjang ulama.

Sejarah berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak terlepas dari adanya pembentukan komite Hijaz.

“Komite ini adalah sebuah kepanitiaan kecil yang dibentuk oleh beberapa ulama Indonesia pada 1962 untuk mengirim delegasi Indonesia ke Arab Saudi,” ungkapnya.

“7 februari ini hajat besar peringatan satu abad digelar. NU menjadi organisasi terbesar akan menemui ujiannya di berbagai perhelatan dan dinamika sosial ekonomi dan sosial politik. Hari ini PBNU telah berfatwa tentang itu. Bisa dicari di berbagai berita,” ungkapnya kembali.

Gus Fais, juga mengungkapkan bahwa NU yang didominasi warna hijau, tahun ini penuh dengan angka yang membawa keberkahan.

“Satu abad NU, beruntung kita menemuinya di masa hidup. Dan angka- angka menjadi petunjuk keberkahan, angka 7, 17, dan 27 mempunyai keberuntungan dan makna mendalam, serta warna hijau di tahun 2023 menuju 2024 diselimuti kesuksesan,” bebernya.

Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan bahwasanya simbol angka 27 ini adalah angka jumlah ganjaran sholat berjamaah dilipatkan 27 kali lipat.

“Dan dalam rangka mengingat itu, agar sebagai jamiyyah kita tetap selalu berjamaah, dan satu komando. Maka dari itu besok resepsi puncak harlah satu abad yang dilaksanakan di Jawa timur akan dihadiri kurang lebih 27 ribu warga nahdliyyin yang bisa masuk ke stadion gelora delta sidoarjo,” terangnya.

Ia, juga mengaku Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dibawah komando Gus yahya dengan tagline muktamar “in gus we trust”, telah menandai era baru NU sebagai Jamiyyah.

Yaitu membuat kesepakatan-kesepakatan terhadap kementerian untuk meningkatkan aktifitas PCNU se- indonesia dalam berbagai peran sesuai program yang dicanangkan kementerian.

Misalnya, bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam pengentasan kemiskinan. Nu struktural mendorong kesuksesan pemerintah dalam memimpin negara,” jelasnya.

Terakhir, Gus Fais kembali menambahkan bahwa Pondok pesantren seluruh indonesia hampir semua berafiliasi dengan NU, dengan slogan “Ayo Mondok, Mondok Itu Keren”

Dalam hal ini, NU mendorong agar pedidikan karakter di pesatren yang meliputi adab, ilmu, dan skill dapat menjadi lokomotif kebangkitan pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah, dan menjadi filter bagi budaya luar yang merusak agar tidak menjamur di generasi penerus.

“60% warga indonesia yang beraga islam mengaku orang nu, berarti ada sekitar 100jt lebih warga NU di indonesia. Tentu peran NU sangat besar dalam berbagai unsur. Sehingga kita berharap, NU mampu menjadi pengayom ummat.

Selalu terdepan dalam mengamalkan islam ahlussunnah wal jamaah yang rohmatan lil alamin, dan menjadikan negara ini sesuai cita-cita ulama, yaitu negar yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur tajri fiha ahkamuh. Aamiin”,” tutupnya.

Penulis : Lilik Yuliantoro

Editor : Muhammad Nurseha

Bupati Gelar Tarhim di Nyamat, Warga: Setelah Seperempat Abad Akhirnya Pak Ngesti Datang

KAB. SEMARANG, Lingkar.co – Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha menggelar acara Tarhim (Tarawih dan Silaturahim) di Desa Nyamat, Tengaran, Kabupaten Semarang Kamis (7/4/2022). Menariknya warga Nyamat mengaku setelah seperempat abad akhirnya ada Bupati yang mau mengunjungi Desa mereka kembali.

“Setelah seperempat abad lamanya tidak pernah ada kunjungan Bupati, akhirnya pak Ngesti mau datang,” ungkap salah seorang warga di acara tersebut.

Baca Juga:

PKK Kabupaten Semarang Juarai Lomba Kreasi Pangan Lokal Se-Jateng

Acara yang dimulai dengan buka bersama Bupati dan warga Nyamat tersebut berlangsung dengan khidmat. Selain berbuka dan bertarawih bersama Bupati Ngesti Nugraha juga menyerahkan bantuan untuk warga masyarakat Tengaran.

“Alhamdulillah saya dapat bertatap muka dan bertarawih bersama dengan warga Nyamat kali ini. Bantuan-bantuan yang kami berikan ini hanyalah sebagian kecil, masih ada banyak bantuan lagi dari pemerintah untuk membantu masyarakat kedepan. Dari Pemkab maupun dari Pemprov nanti ada tahun ini,” ungkap Bupati Ngesti Nugraha dalam sambutannya.

Acara Tarhim di bulan Ramadhan ini tak hanya sebagai ajang turun lapangan Bupati saja. Namun juga sebagai sarana penyerapan aspirasi warga masyarakat secara langsung oleh Bupati.

Beberapa warga Nyamat menyampaikan keluhan terkait dengan infrastruktur jalan masuk ke desa mereka yang rusak. Bupati Ngesti pun langsung menjawab dengan sigap dan berjanji akan segera memperbaiki dalam waktu dekat.

“Terkait dengan keluhan warga Nyamat soal infrastruktur jalan akses menuju Desa Nyamat, tahun ini kita perbaiki. Gitu ya pak dewan?,” kata Bupati sembari memberi isyarat kepada anggota DPRD yang turut hadir.

Nanti, lanjut Bupati, pemerintah bersama DPRD akan segera menyelesaikan keluhan-keluhan masyarakat terkait infrastruktur.

Zaenudin: Acara Tarhim Beri Kesan Baik untuk Masyarakat

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang H. Zaenudin yang turut hadir dalam acara Tarhim mengatakan bahwa acara ini membawa kesan yang baik untuk masyarakat. Menurutnya, dengan acara Tarhim ini masyarakat dapat merasakan pemerintah hadir untuk mereka.

“Dengan acara seperti ini kan masyarakat jadi punya kesan baik kepada pemerintah. Masyarakat pastinya merasa mereka diperhatikan, disitu pemerintah jadi hadir untuk masyarakat,” ujar Zaenudin kepada Lingkar.co selepas acara.

Baca Juga:

PON XX Papua: Atlet Asal Semarang Sumbang 8 Medali hingga Hari Ke-4

Sekertaris DPC PPP Kabupaten Semarang tersebut mendorong agar acara-acara seperti ini dilanjutkan.
“Acara seperti ini patut dilanjutkan, bila perlu tak hanya khusus di bulan ramadhan saja. Banyak keluhan-keluhan warga yang perlu kita serap aspirasinya,” ungkapnya.

Selain itu, Zaenudin juga berpesan agar Pemkab Semarang bersiap untuk memberi langkah pencegahan terkait dengan harga-harga sembako dalam waktu dekat.

“Ini sebentar lagi bahan-bahan pokok pasti akan mulai merambat naik. Untuk itu, Pemkab harus punya langkah yang tepat agar warga tetap dapat menjangkau bahan pokok dengan harga murah,” terangnya.

Penulis: Muhammad Nurseha
Editor: Muhammad Nurseha

HUT Ke-501 Kabupaten Semarang: Bersama Lawan Covid-19 untuk Kabupaten Semarang Berdikari

Kab. SEMARANG, Lingkar.co – Dalam rangka HUT ke-501 Kabupaten Semarang, Pemerintah Kabupaten Semarang mengusung tema “Bersama Lawan Covid-19 untuk Kabupaten Semarang Berdikari. Hal ini pemkab lakukan untuk menaikkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Semarang agar berdikari di masa pandemi.

Perlu diketahui, Kabupaten Semarang tahun lalu sempat mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Namun, dengan semangat dan perjuangan dari Pemkab dan seluruh entitas di Kabupaten Semarang, angka Covid-19 dapat terkendali.

Baca Juga:

Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Ngesti minta Penerapan Prokes Kembali Ditegakkan

“Tahun lalu pada awal kepemimpinan kami (Bupati Ngesti Nugraha dan Wakil bupati Basari, red) angka Covid-19 cukup tinggi. Alhamdulillah berkat kerjasama dan perjuangan eksekutif, Forkopimda dan masyarakat kita dapat tekan angka tersebut,” sebut Bupati Semarang, Ngesti Nugraha kepada Lingkar.co Selasa (15/3/2022).

Ngesti Nugraha menambahkan dalam menyongsong HUT ke-501 Kabupaten Semarang ini pemerintahannya telah Menyusun beberapa agenda untuk mewujudkan tema tersebut. Seperti program-program yang fokus dengan Ekonomi dan Kesehatan.

“HUT kali ini bertepatan dengan 1 tahun masa jabatan kami, ada beberapa program yang kami fokuskan di sektor ekonomi dan Kesehatan. Kami berharap hal tersebut dapat membantu masyarakat dapat bangkit dan berdikari di masa pandemi,” ungkap Bupati Semarang tersebut.

Program Bidang Kesehatan

Sebelumnya, Bupati Semarang telah mencanangkan program ambulans gratis untuk masyarakat di 26 Kecamatan Kabupaten Semarang. Pemkab Semarang telah melaunching ambulan gratis tersebut pada awal Maret lalu dan dapat langsung masyarakat gunakan.

“Total ada 52 unit ambulan kita sebar di seluruh kecamatan. Belum termasuk milik RSUD dan mobil-mobil Jenazah lainnya. Semuanya gratis untuk memudahkan fasilitas layanan Kesehatan untuk masyarakat,” terang Ngesti.

Baca Juga:

Gercep Semarang Gencarkan Vaksinasi Covid-19 ke Anak Muda dan Difabel

Tak hanya ambulan gratis saja, Pemkab Semarang juga telah menyiapkan 78 tenaga Kesehatan untuk mendampingi lansia dan disabilitas. Serta, Pemkab Semarang juga telah menambahkan anggaran iuran BPJS kepada masyarakat Kabupaten Semarang sebesar Rp 47,4 miliar di tahun 2022 ini.

“Semua program tersebut untuk masyarakat Kabupaten Semarang agar mendapatkan kemudahan mendapatkan fasilitas Kesehatan,” ungkap Ngesti Nugraha.

Program Bidang Ekonomi

Menurut Bupati Ngesti Nugraha, pihaknya telah mulai menggerakkan program ekonomi melalui UMKM dan ekonomi kreatif. Program tersebut untuk menyerap tenaga kerja dan pengembangan UMKM agar dapat mandiri dan berdikari.

“Kita tak hanya bergerak melalui Bumdes atau usaha milik pemerintah saja. Kita juga menggandeng swasta untuk dapat bersinergi membangun ekonomi Kabupaten Semarang agar berdikari,” jelas Ngesti.

Di Tahun 2022 ini Pemkab Semarang telah meningkatkan desa-desa wisata dengan capaian 100% yang sebelumnya 35 menjadi 70 desa wisata.

Untuk pengelolaan desa wisata tersebut, kata Bupati, kita integrasikan antara Bumdes dengan swasta.
“Seperti desa wisata Bergas Kidul, Muncar, dan lainnya akan kita integrasikan dengan layanan satu paket dengan wisata besar seperti Dusun Semilir, Gedongsongo dan Umbul Sidomukti.
Agen travel kita gerakkan untuk dapat membuat paket ‘one day tour’ di lokasi-lokasi wisata tersebut,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Bupati beserta jajarannya tengah mendorong untuk percepatan pembukaan Mall Pelayanan Publik dan UMKM Center. Hal tersebut untuk kemudahan perizinan dan sarana promosi UMKM di Kabupaten Semarang.

Penulis: Kharen Puja Risma

Editor: Muhammad Nurseha

Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Ngesti minta Penerapan Prokes Kembali Ditegakkan

KAB. SEMARANG, Lingkar.co – Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha meminta kepada seluruh jajarannya untuk kembali mengkampanyekan penerapan prokes. Hal ini mengingat adanya kenaikan yang cukup signifikan kasus Covid-19 di wilayahnya.

“Hari ini ada kenaikan 11 orang terjangkit, saya minta kepada masyarakat khususnya jajaran saya untuk segera kembali mengkampanyekan prokes,” kata Ngesti saat bertemu dengan Lingkar.co Rabu (2/2/2022).

Baca Juga:

PKK Kabupaten Semarang Juarai Lomba Kreasi Pangan Lokal Se-Jateng

Dari data yang kami peroleh sampai hari Rabu (2/2/2022) sore setidaknya 38 pasien terjangkit Covid-19 di Kabupaten Semarang. Padahal sebelumnya pada Januari sempat nol kasus.

“Kabupaten Semarang sempat nol kasus, namun hanya bertahan 20 hari saja. Ini menjadi peringatan buat kita untuk kembali menerapkan protokol kesehatan,” ucap Bupati Semarang.

Ngesti Nugraha akan segera membuat instruksi bupati terkait dengan peristiwa ini, agar dapat menekan angka positif Covid-19.

“Segera saya buat (instruksi bupati, red), nanti kita tetap beri pembatasan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Lalu destinasi wisata, rumah makan, dan tempat-tempat berkerumun harus memiliki alat dukung prokes,” jelas Ngesti.

Baca Juga:

Mantan Pegawai Bappeda Purworejo, Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara Kasus Korupsi

Menurutnya, hal ini penting untuk mencegah meskipun wilayah Kabupaten Semarang dalam instruksi menteri dalam negeri masih level 1 yang tergolong aman.

“Tindakan terbaik adalah pencegahan, 38 orang pasien baru-baru ini menjadi pelajaran buat kami. Agar tidak merebak kepada yang lainnya, mari kembali laksanakan protokol kesehatan,” kata Bupati.

Instruksi Bupati terkait dengan pembatasan kegiatan masyarakat rencananya akan terbit dalam beberapa hari kedepan.

Penulis: Muhammad Nurseha

Editor: Muhammad Nurseha

DPRD Kabupaten Semarang Luncurkan Aplikasi Selendang untuk Tunjang Kinerja dan Serap Aspirasi

UNGARAN, Lingkar.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Semarang merilis aplikasi kedinasan dengan nama Selendang. Aplikasi ini bertujuan untuk menunjang kinerja DPRD Kabupaten Semarang agar lebih taktis dan cepat.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan sempat menemui kendala saat akan merilis aplikasi ini.

“Saya sempat bertanya kepada pak sekda, ada nggak anggaran untuk hal ini. Beliau menjawab ndak ada, adanya hanya makan minum,” kata Bondan dalam sambutannya di Kantor DPRD Kab. Semarang, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga :
Warga Desa Kedungpoh Loano Purworejo Masih Menagih Tuntutan Kerugian Desa Sebesar Rp 490 Juta

Akhirnya, lanjut bondan, saya katakan saja selain makan minum saya yang pikir. Walaupun akhirnya saya yang pusing.

Bondan menjelaskan jika aplikasi dan acara hari ini adalah hasil karya pemuda-pemuda Kabupaten Semarang. Dia menyarankan agar kedepan pemerintah dan dewan dapat menggunakan produk dan sdm lokal ketimbang dari daerah lain.

“Aplikasi ini adalah hasil karya dari pemuda-pemuda Kabupaten Semarang. Kemudian, acara ini juga temen-temen dari EO Kabupaten Semarang. Semua gratis, kecuali MCnya,” terang Sekertaris DPC PDIP Kabupaten Semarang itu.

Menurut Bondan, aplikasi ini untuk menunjang kegiatan DPRD Kabupaten Semarang. Serta dapat mempercepat administrasi dan penyerapan aspirasi.

“Tujuan aplikasi Selendang ini ya untuk menunjang kinerja dewan. Kabupaten Semarang kan terkenal kudet, nah dengan adanya aplikasi ini kita bisa mulai terbuka dengan era digital,” tuturnya.

Bondan berharap, aplikasi Selendang ini nantinya dapat langsung terintegrasi dengan aplikasi milik OPD sehingga terjadi sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif.

“Harapannya nanti aplikasi Selendang dapat bersinergi dengan aplikasi di eksekutif. Apliaksi milik OPD atau badan milik eksekutif semoga nantinya bisa terhubung langsung,” pungkas Bondan.

Bupati: Kita harus Mulai Digitalisasi

Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha menyatakan sudah saatnya Kabupaten Semarang go digital. Ngesti mengapresiasi DPRD Kab Semarang menginisiasi aplikasi Selendang tersebut.

“Pertama saya mengapresiasi mas Bondan sudah menginisiasi apliaksi untuk menunjang kegiatan DPRD Kab Semarang. Sudah saatnya kita dapat mengikuti perkembangan zaman digital,” kata Bupati dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati ingin agar aplikasi Selendang dapat segera terintegrasi dengan aplikasi di OPD.

“Mau tidak mau ini saya harus bisa juga mengikuti digitalisasi dari legislatif. Kedepan, saya ingin adanya integrasi yang baik antara aplikasi di legislatif dan aplikasi di OPD,” tutur Ngesti.

Penulis: Muhammad Nurseha
Editor: Muhammad Nurseha