Arsip Tag: PPP

Kubu Mardiono dan Agus Akhirnya Bersatu, Menteri Hukum Terbitkan SK Baru PPP

Lingkar.co – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menerbitkan Surat Keputusan (SK) baru terkait kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). SK tersebut menyatukan dua kubu yang sempat berseteru, yakni kubu Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto.

“Hari ini (Senin, 6/10) saya mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Hukum yang baru di mana Muhammad Mardiono tetap menjadi Ketua Umum PPP, kemudian Agus menjadi Wakil Ketua Umum, Taj Yasin menjadi Sekretaris Jenderal, dan Fauzan menjadi Bendahara Umum,” ujar Supratman di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (6/10/2025), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, total terdapat enam orang yang tercantum dalam SK kepengurusan PPP tersebut.

“Mudah-mudahan dengan keluarnya SK yang baru ini ada kesejukan kembali kepada keluarga besar PPP,” kata Supratman.

Supratman berharap pengurus baru PPP segera melengkapi susunan kepengurusan secara lengkap.

“Waktunya nanti kami serahkan sepenuhnya, tetapi saya bermohon untuk bisa dalam segera mungkin itu bisa dilakukan. Saya rasa itu dari saya,” ujarnya.

Dua kubu yang kini telah bersatu itu juga berencana menggelar musyawarah kerja nasional (mukernas) dalam waktu dekat.

Sebelumnya, PPP sempat menggelar dua muktamar. Muktamar pertama di kawasan Ancol, Jakarta, menetapkan Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum periode 2025–2030 secara aklamasi. Namun, muktamar berikutnya juga memutuskan Agus Suparmanto sebagai ketua umum untuk periode yang sama. SK baru Menkumham ini diharapkan menjadi jalan tengah untuk menyatukan kembali PPP.

Gus Yasin Tegaskan Dukungan untuk Agus Suparmanto di Muktamar X PPP

Lingkar.co – Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin, menegaskan arah dukungan politiknya dalam Muktamar X PPP yang akan digelar di Jakarta pada 27–29 September 2025 mendatang. Dukungan itu diberikan kepada Agus Suparmanto sebagai calon ketua umum.

Gus Yasin mengungkapkan bahwa safari politik dan konsolidasi sudah berjalan di sejumlah daerah. Hasilnya, dukungan terhadap Agus Suparmanto semakin menguat.

“Alhamdulillah, pertemuan ini bagian dari rangkaian konsolidasi DPW-DPW PPP. Dan akhirnya mengerucut untuk mengusung Mas Agus Suparmanto menjadi calon ketua umum di Muktamar X,” jelas Gus Yasin saat menghadiri deklarasi pemenangan Agus – Yasin di Hotel Grand Candi Semarang, Senin (22/9/2025).

Awalnya, hanya beberapa daerah yang mendorong nama Agus Suparmanto. Namun, seiring perjalanan waktu, dukungan melebar ke berbagai provinsi seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Maluku, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jawa Timur. Bahkan, ada aspirasi agar Gus Yasin ikut mendampingi Agus Suparmanto dalam struktur kepengurusan jika terpilih nanti.

Terkait peta kekuatan, Gus Yasin yang juga menjadi kandidat Sekjen PPP mengklaim bahwa mayoritas DPW telah memberikan komitmen dukungan. Dari total 38 DPW, tercatat hanya 6 yang belum bergabung.

“Secara nasional tinggal enam DPW yang belum bergabung. Artinya, 32 DPW sudah menyatakan bersama kami,” ujarnya.

Untuk wilayah Jawa Tengah, Gus Yasin menyebutkan bahwa dari 35 DPC, sekitar 30 sudah hadir dan menyampaikan dukungan. Targetnya, minimal 90 persen suara di Jawa Tengah bisa dikonsolidasikan.

Lebih lanjut, menyinggung kegagalan PPP meraih kursi DPR RI pada Pemilu 2024 lalu, Gus Yasin menekankan pentingnya evaluasi mendalam. Menurutnya, partai harus kembali mendengarkan aspirasi para kiai, DPC, dan kader di daerah.

“PPP ini lahir dari amanat para kiai. Maka kita harus mendengarkan suara kiai dan DPC karena mereka yang paling paham kondisi daerah masing-masing. Pendekatan di Jawa Tengah bisa berbeda dengan Jawa Barat, dan itu harus kita satukan,” terang Wakil Gubernur Jawa Tengah dua periode itu.

Ia juga menegaskan perlunya pembenahan struktur pencalonan legislatif, agar usulan dari daerah tidak diabaikan. Dengan begitu, suara PPP bisa lebih solid di pemilu berikutnya.

Gus Yasin optimistis dengan langkah konsolidasi yang dilakukan saat ini. Selain memperbaiki komunikasi dengan basis, PPP juga berkomitmen merangkul generasi muda.

“Strategi kita jelas, mendengarkan aspirasi, memperbaiki rekrutmen caleg, dan merangkul milenial. Insyaallah PPP akan kembali bangkit,” tegasnya.

Muktamar X PPP di Jakarta pada akhir September mendatang akan menjadi momentum penting bagi partai berlambang Ka’bah itu, untuk menentukan arah kepemimpinan dan strategi menuju Pemilu 2029. ***

Gus Idror Sukses Bentuk TSPP di Jateng, DPW PPP Jatim: Kami Ikut Bergerak Pembentukan di Jatim Bulan Depan

Lingkar.co – Perwakilan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur (Jatim) KH Mujahid Ansori menyatakan tergerak untuk membentuk Majelis Taman Surga Persatuan Pembangunan (TSPP) yang diinisiasi oleh Gus Idror Maimoen. Hal tersebut ia sampaikan saat sowan di kediaman Gus Idror di Sarang, Kabupaten Rembang Jawa Tengah pada Senin (28/7/2025).

“Kami sowan ke Sarang hari ini atas arahan dari Ketua (DPW PPP Jatim HJ Mundjidah Wahab, red). Pasca kerawuhan Gus idror beberapa saat yang lalu di Jatim kami tergerak untuk membentuk TSPP di Jatim bulan depan,” ungkap Mujahid dihadapan Gus Idror dan Pengurus TSPP.

Menurutnya, pergerakan Gus Idror dan TSPP yang telah dilakukan kemarin di Jateng telah menggugah kader-kader PPP di Jatim.

“Saya bersama rombongan ini mengapresiasi besar pergerakan Gus Idror melalui TSPP. Kami telah berkoordinasi dengan Bu Mundjidah dan tergugah untuk segera membentuk kepengurusan TSPP Jatim, InsyaAllah Bulan depan kita deklarasi,” ungkap Wakil Ketua DPW Jatim tersebut.

Sementara, Ketua Umum TSPP, Gus Idror Maimoen menyambut dengan gembira kabar dari PPP Jatim.

“Ini kabar gembira dari PPP Jatim yang patut kita syukuri bersama. Konsolidasi kita (Pengurus TSPP) dengan DPW PPP Jateng dan Jatim dapat terjalin dengan baik. Ini berkah untuk kita semua,” ujar Gus Idror selepas pertemuan.

Gus Idror berharap, nantinya keperngurusan TSPP diberbagai wilayah dapat mengakomodir berbagai kalangan, dari Kiai, praktisi, akademisi, hingga santri.

“Semoga nanti PPP Jatim pengurus TSPPnya bisa diambil dari berbagai kalangan. Kolaborasi kiai, akademisi, praktisi sampai dengan santri di pengurusnya akan membuat TSPP bisa lebih bertumbuh, maju dan berkah,” kata Gus Idror.

Kedepannya, lanjut Gus Idror, setelah pengukuhan pengurus TSPP Jatim akan dilanjutkan di berbagai provinsi di Indonesia.

“TSPP ini tujuannya untuk Indonesia, untuk keberkahan dan kebermanfaatan masyarakat di penjuru Indonesia,” pungkas Gus Idror. ***

Ketua GMPI Jateng Apresiasi Gus Idror atas Inisiasi TSPP, Dorong Agenda Rutin Per Dapil

Lingkar.co – Ketua Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Jawa Tengah, Nurul Furqon, menyampaikan apresiasi tinggi kepada KH Idror Maimoen Zubair atau akrab disapa Gus Idror atas keberhasilannya menggagas kegiatan Taman Surga Persatuan Pembangunan (TSPP).

Menurutnya, kegiatan ini menjadi angin segar bagi kader dan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) setelah cukup lama vakum dari aktivitas yang melibatkan kader muda dan struktur partai secara luas.

“Sebagai warga PPP, kami sangat mengharapkan kegiatan seperti ini. Kalau bisa, rutin diadakan. Karena sudah lama di PPP ini tidak ada kegiatan, sudah lama vakum. Nah, ini atas prakarsa Gus Idror, akhirnya terwujudlah kegiatan pada hari ini,” ungkap Nurul Furqon, saat memberikan keterangan usai pelaksanaan TSPP di Semarang, Minggu (13/7/2025).

Nurul menilai, kegiatan seperti TSPP tidak hanya penting sebagai ajang konsolidasi kader, tetapi juga dapat memperkuat semangat juang dan loyalitas terhadap partai, khususnya di kalangan generasi muda.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya awal untuk memperkasa struktur organisasi dan membangun kembali semangat militansi kader di semua tingkatan. Ia juga menjelaskan bahwa TSPP ini akan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan.

“Kegiatan hari ini merupakan untuk memperkasai. Wacana kita, nanti akan diadakan setiap bulannya dan dibagi per dapil. Terutama untuk anggota-anggota fraksi agar bisa mempersiapkan diri. Kalau bisa nanti juga dilakukan per DPC,” tegasnya.

Dengan pelaksanaan rutin dan sistematis, Nurul yakin TSPP bisa menjadi salah satu program unggulan PPP dalam membangun basis kader yang kuat dan loyal.

Ia mengajak seluruh elemen partai, baik struktural maupun kultural, untuk menyambut baik inisiatif Gus Idror dan menjadikannya momentum kebangkitan partai jelang agenda-agenda politik ke depan.

“Kita butuh pemantik semangat. Dan Gus Idror sudah memulainya. Tinggal bagaimana kita menjaga ritme dan memperluas dampaknya hingga ke akar rumput,” tutupnya. ***

PPP Luncurkan TSPP di Jateng, Gus Idror : Dzikir Bisa Lahirkan Gagasan Bangsa

Lingkar.co – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi meluncurkan Taman Surga Persatuan Pembangunan (TSPP) Jawa Tengah, bertempat di Kantor DPW PPP Jateng, pada Minggu (13/7/2025) petang.

Peluncuran program tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting PPP, seperti Politisi PPP, Suharso Monoarfa, Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy, dan KH Idror Maimoen Zubair, putra bungsu almarhum KH Maimoen Zubair.

KH Idror Maimoen atau akrab disapa Gus Idror menjelaskan, bahwa kehadiran TSPP bertujuan menyatukan masyarakat dan kader PPP dalam wadah dzikir. Dari majelis dzikir tersebut diharapkan lahir ide, gerakan, dan pemikiran untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Gus Idror mengungkapkan, ide pendirian TSPP terinspirasi dari sejarah pendiri bangsa yang memulai pergerakan lewat kebersamaan, seperti yang terjadi dalam momen Sumpah Pemuda dan lahirnya Nahdlatul Ulama.

“Pergerakan bangsa ini bermula dari kebersamaan, salah satunya dengan majelis dzikir sehingga bisa muncul pemikiran atau ide untuk memajukan bangsa,” katanya.

Ia menegaskan bahwa TSPP bukan sekadar perpanjangan dari partai politik, melainkan sarana menjaga arah bangsa tetap dalam koridor yang benar. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia juga tak lepas dari peran masyarakat yang dekat dengan nilai-nilai keagamaan.

“Kedepannya tentu bisa berkembang, seperti bunga yang bisa muncul ranting, bunga yang indah. Menebar kebaikan melalui dzikir, dan memajukan bangsa ini,” bebernya.

Sementara itu, Muhammad Romahurmuziy atau Gus Romy menambahkan, peluncuran TSPP merupakan upaya mengembalikan ruh PPP sebagai partai dakwah. Inisiatif ini dimulai dari Jawa Tengah dan akan diperluas ke daerah lain di seluruh Indonesia.

“Kita ingin mengembalikan partai ke Amal Ma’aruf Nahi Mungkar, dengan menggerakkan dzikir di setiap wilayah,” katanya.

Gus Romy juga menyebut bahwa TSPP menjadi ruang lahirnya figur-figur baru di tubuh partai. Ia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, PPP akan menggelar Muktamar sebagai agenda penting menuju regenerasi kepemimpinan.

“Bisa muncul tokoh baru, harapannya bisa menjadi pemimpin partai,” bebernya.

Muktamar PPP dijadwalkan berlangsung di Bali pada akhir September, namun ada wacana pemindahan lokasi ke Semarang karena dinilai memiliki basis massa besar.

Gus Romy turut mengungkapkan, ada sejumlah nama dari luar partai yang sempat diajukan sebagai kandidat, namun akhirnya mengundurkan diri karena kesibukan, termasuk kemungkinan menjadi calon presiden.

“Yang ditunggu kader adalah suksesi pemimpin baru, kemaren ada tokoh dari luar partai. Tapi mereka mundur, nah ini kita akan menjaring dari internal,” pungkasnya.

Sementara itu, Suharso Monoarfa menyatakan harapan agar TSPP menjadi titik awal kebangkitan PPP. Ia menilai potensi PPP di tingkat kabupaten dan kota masih besar untuk kembali berjaya dan mengirimkan wakil ke Senayan.

“PPP di kabupaten/kota ini masih luar biasa, harapannya bisa membangkitkan partai kembali berjaya, salah satunya dengan adanya Gus Idror ini,” tuturnya. ***

DPC PPP Pelalawan; Amran Sulaiman Sangat Cocok Jadi Ketum, Yakin Lebih Populer daripada Gus Yasin dan Gus Ipul

Lingkar.co – Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pelalawan Dwi Surya Pamungkas, mengatakan semua calon ketua umum (Caketum) yang muncul dalam bursa politik menjelang muktamar sangat baik. Namun ia menyebut Andi Amran Sulaiman sangat cocok dengan partai Ka’bah.
:
“Sangat baik tokoh dari yang ingin mengurus PPP, selain itu kita juga melihat keseriusan tokoh luar dalam bekerja. Rekomendasi siap kita keluarkan dengan tokoh yang tepat dan yang ingin mengurus PPP, ” kata Dwi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (8/6/2025).

Rekomendasi akan diberikan kepada tokoh yang dianggap tepat karena menurut dia, ketua umum sangat berpengaruh dalam menjaga suara partai, terlebih ketika berhadapan dengan tokoh agama islam, baik itu santri maupun kiai atau ulama. Ketua dengan figur yang kuat memiliki dampak yang cukup signifikan saat berpidato atau berorasi, terlebih bagi kader

Terkait sosok itu, ia menilai Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) paling cocok menjadi Ketum PPP jika dibandingkan dengan tokoh eksternal seperti Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang saat ini menjadi Sekjen PBNU dan Menteri Sosial, eks Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jend (Purn) TNI Dudung Abdurachman, eks Ketua DPR Marzuki Alie, eks Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan ketua KADIN, Mohammad Arsjad Rasjid.

“Tokoh dari eksternal, seperti Amran Sulaiman, kita bisa lihat dengan kasat mata kinerja beliau ketika menjadi menteri, kriteria kinerja beliau Hablum minnallah hablum minnan nas sangat cocok dengan PPP,” akunya.

Bahkan ia yakin Amran tetap lebih baik jika dibandingkan dengan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Sandiaga Salahuddin Uno, “Tentu lebih jauh popularitas pak Amran, jangan kan di antara 3 tokoh itu di antara jajaran menteri pak Prabowo saja beliau tertinggi kinerjanya serta popularitasnya,” jawabnya.

Ia juga menyadari bahwa tokoh eksternal terkendala dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Terkait hal itu ia menilai perlunya bersikap luwes dengan realitas politik saat ini. “AD ART bukan kitab suci yang tidak boleh kita ubah, AD/ART bisa diubah ketika muktamirin dengan kesepakatan forum,” ujarnya

Dwi mengaku berbeda pendapat dengan sebagian elit Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPC yang bersikukuh bahwa AD/ART. Menurut dia, orang politik tidak boleh kaku dan harus siap mengikuti perkembangan yang terjadi. “Ya kita orang politik kan emang tidak boleh kaku, kita siap dan mengikuti dengan keadaan yang ada,” tegasnya.

“Ketika di muktamar nanti telah mengerucut untuk mengubah AD/ART itu menandakan tidak puas dengan kepemimpinan sekarang dan krisis kepercayaan terhadap kader internal serta kepentingan kebersamaan untuk mengembalikan kejayaan PPP,” tandasnya. (*)

Proses PAW DPRD Pati dari PPP di KPU Rampung, Tinggal Nunggu Jadwal Pelantikan

Lingkar.co – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Pati dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kini telah resmi dinyatakan selesai di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua KPU Pati, Supriyanto.

Ia mengatakan bahwa seluruh administrasi yang dibutuhkan untuk proses PAW telah lengkap dan resmi diterima oleh KPU.

“Berkas PAW dari PPP, itu sudah masuk ke KPU dan saat ini sudah diserahkan ke pihak Sekretaris Dewan,” ujar Supriyanto.

Supriyanto menjelaskan bahwa PAW ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari wafatnya H. Darbi, anggota DPRD Kabupaten Pati yang mewakili daerah pemilihan (dapil) 4, yang meliputi Kecamatan Winong, Pucakwangi, Jakenan, dan Jaken.

Dalam Pemilu terakhir, almarhum H. Darbi memperoleh suara sebanyak 6.925 suara, yang merupakan suara terbanyak di internal PPP pada dapil tersebut. Sebagai penggantinya, Ulinuha, yang merupakan peraih suara terbanyak kedua dengan 2.270 suara, akan mengisi kursi DPRD yang ditinggalkan almarhum ayahnya.

Supriyanto menegaskan bahwa dari sisi KPU, proses administrasi PAW ini sudah tidak ada kendala.

“Jadi saat ini proses PAW sudah clear. Kita tinggal menunggu undangan pelantikan dari Sekretaris Dewan. Untuk pelantikan itu bukan dari saya ya, itu kewenangannya Dewan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Supriyanto menambahkan bahwa KPU hanya bertugas menyelesaikan proses administrasi dan menyerahkan berkas ke Sekretariat Dewan.

“Agenda PAW saat ini yang saya serahkan ke Dewan cuma satu orang, yakni dari partai PPP,” imbuhnya.

Dengan selesainya proses administrasi di KPU, katanya, kini tinggal menunggu jadwal pelantikan resmi dari DPRD Kabupaten Pati agar Ulinuha dapat segera dilantik dan menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif pengganti almarhum H. Darbi. (*)

Penulis: Miftah

Sekjen Arwani Sebut Semua DPW PPP Ingin Ganti Ketum, Gus Rommy Bilang Begini

Lingkar.co – Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Gus Rommy mengomentari pertanyaan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP, Arwani Thomafi atau Gus Aang yang menyebut semua Dewan Pimpinan Daerah (DPW) PPP se-Indonesia menginginkan muncul ketua baru dalam muktamar partai Kakbah

“Saya masih konsisten dengan penyampaian Desember 2024 lalu. Saya mengevaluasi 3 hal, kata Gus Rommy dalam siaran pers yang dikirim pada hari Rabu (14/5/2025).

Ia menjelaskan yang pertama, bahwa kepemimpinan saat ini sudah gagal mempertahankan PPP di Senayan. Jadi, untuk dimajukan lagi sebagai Caketum jelas sudah sangat tidak layak. Hampir seluruh DPW dan DPC sangat setuju dengan hal ini. Sekarang tinggal siapa Caketumnya?,” ujarnya.

Ia bilang yang kedua, PPP harus fleksibel dalam menyikapi dinamika politik dan mengedepankan kemaslahatan umat dan perkembangan partai. Untuk itu, ia mengingatkan agar DPW dan DPC PPP se-Indonesia harus membuka diri untuk sourcing Caketum yang potensial dari luar partai.

“Tidak perlu kaku memegangi AD/ART yang mensyaratkan Caketum harus pernah duduk 1 periode kepengurusan sebagai Pengurus Harian DPP atau Ketua Majelis. Karena AD/ART itu bukan kitab suci. Dia bisa diubah tanpa syarat apapun oleh muktamirin sepanjang disetujui mayoritas, dan berlaku seketika di muktamar,” jelasnya.

Sejalan dengan hal itu, hal ketiga yang ia lakukan adalah mendorong semua putra terbaik bangsa untuk percaya diri maju sebagai kandidat calon ketua umum partai yang eksis sejak orde baru ini.

“Saya mendorong sebanyak-banyaknya calon. Saya terus mengikuti suara-suara dari pusat dan daerah,” ujarnya.

Putra pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ini mengaku hingga saat ini ada 8 nama yang bakal maju. “Ada 3 dari internal, dan 5 dari eksternal,” ungkapnya.

Dari internal kader PPP, ia menyebut nama Sandiaga Salahuddin Uno, Sekjen PPP, Arwani Thomafi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin. Sedangkan nama dari eksternal partai diantaranya Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, Dudung Abdul Rahman, Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto.

Tentu nama-nama yang muncul tingkat agresivitasnya berbeda. Ada yang sudah sosialisasi dengan DPW atau DPC, ada yang baru sowan para sesepuh ulama, dan bahkan ada yang sudah konsolidasi,” urainya.

Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy dan Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi saat peringatan Harlah PPP. Foto: Instagram @romahurmuziy
Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy dan Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi saat peringatan Harlah PPP. Foto: Instagram @romahurmuziy

“Ada yang sudah niat, kemudian ngerem. Bahkan ada yang diunggulkan tapi masih ditunggu kesediannya. Tapi setidaknya komunikasi itu ada. Baik dengan saya sendiri atau dengan pengurus DPP lainnya. Intinya, dinamika menuju muktamar ini menuju 1 arah, yakni mencari Ketua Umum baru,” sambungnya.

Menurutnya, fleksibilitas partai dalam mengubah aturan AD/ART saat muktamar diharapkan mampu menjadikan partai politik warisan ulama Indonesia ini kembali jaya dengan perwakilan di Senayan pada 2029 nanti.

“Saya sendiri lebih memilih utk mendorong wajah baru untuk memimpin partai. Karena PPP butuh energi baru. Energi besar. Bukan untuk berjalan, tapi untuk melompat, mengatasi semua rintangan untuk kembali ke Senayan 2029,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Usung Perubahan, Arwani Thomafi Sebut 20 DPW PPP Ingin Ganti Ketum DPP

Lingkar.co – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi menyebut sebanyak 20 DPW PPP se Indonesia termasuk dari Jatim sepakat ingin memilih Ketua Umum (Ketum) PPP yang baru.

“Lebih dari 20 DPW menginginkan perubahan, ingin ketua umum baru, termasuk para pimpinan majelis, para kiai mendorong Muktamar 2025 adalah momentum untuk memilih ketum baru,” ujarnya dilansir dari Detik pada Selasa (12/5/2025).

Arwani mengklaim hal itu juga selaras dengan keinginan majelis partai dan para ulama di PPP. Ia berkata, kader PPP ingin tema transformasi menjadi landasan untuk perubahan di partai Kakbah.

“Hal ini sejalan dengan spirit rekomendasi Mukernas yang mendorong agar Muktamar 2025 bertemakan transformasi PPP untuk Indonesia. Transformasi sebagai keinginan adanya perubahan baik dari kepemimpinan, tata kerja, keorganisasian, juga cara pandang termasuk strategi pemenangan pemilu itu harus menjadi mainset agenda perubahan,” bebernya.

Lebih lanjut putra (alm) Ahmad Thoyfur ini mengatakan hal itu saat menghadiri acara Halal Bihalal yang dilaksanakan oleh DPW PPP Jawa Timur. Halal Bihalal yang dihadiri oleh kader Jatim serta pengurus DPP PPP ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi menjelang Muktamar PPP.

Ia bahkan menyebut DPW PPP Jatim telah satu suara untuk mengusung perubahan pada Muktamar 2025 ini.

“Jadi sudah diamanatkan Muktamar di antara Agustus atau September. Penting untuk DPW mengkonsolidasikan kekuatan struktur, bahwa PPP Jatim juga kompak dan solid untuk mengusung agenda perubahan di Muktamar 2025,” kata Arwani di Kantor DPW PPP Jatim, Minggu (11/5/2025

Sementara Ketua DPW PPP Jatim Mundjidah Wahab menegaskan seluruh 38 DPC PPP kabupaten/kota se Jawa Timur kompak ingin perubahan.

“Jadi untuk Jawa Timur kompak 38 kabupaten/kota bahwa semua menghendaki untuk perubahan, transformasi total. Jadi otomatis ganti ketua umum,” jelas Mundjidah didampingi Bendahara PPP Jatim Agus Mashuri.

“PPP Jatim akan ikut DPP untuk mencari kandidat yang tepat. Misi kita adalah menyelamatkan partai agar kembali lagi ke parlemen. Kita ikut DPP, karena kesiapan dan komunikasi tentu DPP banyak yang melakukan. PPP Jatim kompak dan satu suara. Yang penting ketua umum baru nanti bisa membawa partai kembali ke Senayan,” tandasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Didukung Ulama dan Santri, Budiyono-Novi Daftar ke KPU Maju Pilkada Pati

Lingkar.co – Pasangan Budiyono dan Novi Eko Yulianto resmi mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati pada Kamis (29/8/2024) malam. Keduanya diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Pasangan Budiono-Novi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati dengan diusung PPP merupakan sebuah kejutan. Pasalnya, sebelumnya PPP sempat memberikan dukungan kepada pasangan Sudewo dan Risma Ardhi Chandra.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Budiono-Novi Muslikan mengatakan bahwa politik itu dinamis. Jadi tidak mengherankan perubahan dukungan itu terjadi.

Politisi PPP ini juga mengatakan bahwa munculnya nama Budiyono dan Novi Eko Yulianto bukan ujug-ujug, akan tetapi berdasarkan kajian intens, termasuk juga arahan dari para ulama dan santri.

Hal ini, katanya, juga berdasarkan komitmen dari awal bahwa PPP harus mengusung calon bupati atau wakil bupati dari kalangan santri.

“Kita buktikan malam hari ini, Budiono adalah satu-satunya kontestan yang ada asli santri tulen yang didukung ulama dan kiai. Kemudian kita kolaborasikan dengan Mas Novi dari kalangan nasionalis,” katanya dalam konferensi pers.

Dalam kesempatan yang sama, Budiyono menyampaikan rasa terima kasih kepada partai pengusung, relawan, santri, ulama, dan kiai yang telah mendukungnya untuk maju dalam Pilkada Pati 2024.

“Perhelatan ini merupakan momentum dan panggung kita untuk menunjukkan bahwa kita ini bisa menjadi bermanfaat,” katanya.

Novi Eko Yulianto menambahkan bahwa jika dirinya bersama Budiyono berkomitmen mengawal program pemerintah pusat, sehingga bisa benar-benar dirasakan masyarakat bawah.

“Insya Allah kami bertekad untuk mengawal program dari pemerintah pusat supaya bisa terealisasi sampai ke tingkat bawah dan dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pati,” ujarnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam