Arsip Tag: Pedagang hewan kurban

Semangat Jalankan Ibadah Kurban, Harga Tinggi Tak Jadi Soal

Lingkar.co – Menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriyah, aktivitas jual beli hewan kurban di sejumlah daerah mulai menggeliat. Tingginya harga hewan saat ini nampaknya tidak jadi soal bagi umat Islam untuk berkurban.

Terbukti, Abas Komarudin,, penjual hewan kurban di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengaku mulai diserbu pembeli meski harga hewan kurban mengalami kenaikan.

Warga Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, ini mengungkapkan, peningkatan jumlah pembeli mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, dibandingkan tahun lalu, penjualan hewan mengalami sedikit penurunan akibat dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak.

“Untuk tahun ini memang ada penurunan pasokan dibanding tahun lalu, tapi harga justru naik sekitar 15 persen,” ujarnya saat ditemui wartawan, Sabtu (25/4/2025).

Abas menyebut, saat ini ia memiliki stok sekitar 50 ekor sapi dengan harga bervariasi, mulai dari Rp23 juta hingga Rp30 juta per ekor. Kenaikan harga tersebut, menurut dia, dipicu oleh terbatasnya pasokan sapi sehat di pasaran.

Ia juga memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan dirawat secara alami, dengan pakan rumput tanpa campuran bahan tambahan seperti bekatul atau ampas tahu.

Selain berprofesi sebagai pedagang, Abas juga dikenal sebagai anggota DPRD Kendal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Sementara itu, salah satu pembeli, Samiyo Puspito, warga Desa Brangsong yang juga panitia kurban Mushala Baitul Muslimin, mengaku membeli tiga ekor sapi dengan harga sekitar Rp26,5 juta per ekor.

“Sudah tiga kali kami beli di sini, dan sapinya selalu sehat,” kata Samiyo.

Ia menambahkan, setiap tahun mushala desanya rutin menyembelih antara tiga hingga enam ekor sapi serta beberapa kambing. Untuk meringankan biaya, pembelian sapi biasanya dilakukan secara patungan oleh tujuh orang.

Samiyo berharap, pada perayaan Idul Adha tahun ini semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam berkurban. Selain sebagai bentuk ibadah, kurban juga menjadi sarana berbagi bagi masyarakat yang jarang mengonsumsi daging.

“Semoga tahun ini yang berqurban semakin banyak, sehingga lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” harapnya.

Dengan meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban ini, para pedagang berharap kondisi pasar akan terus membaik hingga puncak perayaan Idul Adha mendatang. (*)

Ketua DPRD Jepara Berbagi Tips Pemilihan Hewan Kurban

JEPARA, Lingkar.co – Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif (Gus Haiz) berbagi tips untuk pemilihan hewan kurban yang sesuai dengan syariat. Serta dia mengharapkan dalam penyembelihan hewan kurban harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Gus Haiz dalam menunaikan ibadah kurban, ada beberapa hal yang harus sesuai dengan syariat.

Seperti hewan kurban tersebut harus sehat, cukup umur, tidak memiliki cacat tubuh.

Untuk melihat bagaimana memilih hewan kurban yang sudah cukup umur atau powel, dapat melihat dari struktur gigi dari hewan kurban.

“Apabila giginya sudah tanggal, maka hewan tersebut sudah layak untuk dikurbankan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Gus haiz, untuk memilih hewan kurban yang baik bisa dilihat dari matanya. Apabila matanya sehat dan tidak mengalami belek mata, hewan tersebut dalam kondisi baik.

Baca Juga:

Siapkan 147 Titik Penyembelihan Hewan Kurban, Hindari Kerumunan

Ketua DPRD Jepara itu juga mengimbau kepada semua agar pemotongan hewan kurban bukan saja mengikuti syariat Islam. Namun, perlu juga mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Diharapkan dalam pemotongan hewan kurban hanya dihadiri oleh panitia dengan jumlah terbatas. Sebisa mungkin dengan menjaga jarak dan jangan sampai ada kerumunan apalagi padat,

“Pemotongannya jangan orang banyak-banyak, cukup panitia kurban saja. Jangan lupa tetep prokes,” terang Gus Haiz.

Begitu pula dengan pendistribusian daging kurban, Gus Haiz mengharapkan alur pendistribusiannya langsung kerumah warga untuk mencegah penularan covid 19.

“Kami berharap dengan kita menaati seluruh prinsip-prinsip syariat dalam pembelian hewan kurban. Proses pemotongan hewan kurban pun tetap harus menaati prinsip protokol kesehatan di dalam kegiatan penyelenggaraanya,” ujar Ketua DPRD Jepara tersebut.

Gus Haiz juga berdoa untuk seluruh warga Kabupaten Jepara agar mendapatkan keberkahan menyongsong Iduladha 1442 H.

“Insya Allah Hari Raya Idul Adha tahun ini membawa keberkahan pada semua memberikan rasa aman dan ikut mengendalikan penularan Covid-19. Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha,” Pungkasnya.

Penulis: Mochamad Noofal

Editor: Muhammad Nurseha

Pedagang Hewan Kurban di Semarang Mengeluh Sepi Pembeli

SEMARANG, Lingkar.co – Pedagang hewan kurban mengeluhkan sepinya pembeli jelang Iduladha 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Agus Hartono, pedagang hewan kurban di Jalan Jolotundo, Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, mengaku, pada momen Iduladha tahun ini, lapak hewan kurban miliknya sangat sepi dari pembeli.

Biasanya kata Agus, pada H-6 Iduladha, lapaknya ramai pembeli, namun tahun ini sangat sepi pembeli. Bahkan banyak langganannya yang tidak datang untuk membeli hewan kurban.

Menurut pengakuan pedagang hewan kurban ini, tahun lalu ia bisa menjual 4-5 ekor tiap harinya. Namun, tahun ini hanya dua hewan kurban setiap harinya terbeli.

“Misalkan tahun kemarin dalam satu hari, kambing kurban bisa terjual empat sampai lima. Sekarang paling-paling hanya dua. Banyak juga pembeli tahun kemarin yang tidak beli lagi di tahun ini,” ujar Agus, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga:
DMI Kota Yogya: Takbir Keliling Ditiadakan dan Salat Id di Rumah Saja

Agus mengatakan, ada juga yang datang ke lapaknya hanya untuk membandingkan harga bukan untuk membeli. Bahkan, sejak dua minggu yang lalu hingga hari ini, hanya satu ekor sapi yang laku.

Padahal, kata Agus, sumber penghasilan pedagang hewan kurban musiman seperti dirinya sangat bergantung pada momen Hari Raya Iduladha.

“Tahun 2019 sebanyak 200 ekor dan tahun 2020 hanya 100 ekor menurun. Kalau sekarang laku 70 ekor, sudah Alhamdulillah, ” ujarnya.

Ia menuturkan banyaknya masjid yang tidak menggelar penyembelihan hewan kurban menjadi salah satu faktor sepinya pembeli hewan kurban tahun ini.

PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN DI RPH

Sebelumnya, Kepala Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Semarang, Ika Nurawati, mengimbau kepada warga untuk melakukan penyembelihan hewan kurban di RPH sesuai anjuran pemerintah.

Ika, mengatakan, pihaknya akan memegang kunci dalam penyembelihan hewan kurban. Mulai dari menerima hewan hingga menyerahkan kembali kepada panitia kurban.

Berlaku untuk hewan kurban yang berasal dari masjid maupun kelompok masyarakat.

“Pemotongan kita lakukan sampai proses pemotongan lepas dari tulang dan packing kita serahkan kembali ke masing-masing masjid,” tutur Ika.

Selain itu, Ika, juga meminta kepada panitia kurban atau masyarakat yang akan melakukan penyembelihan hewan kurban untuk mentaati dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Selama masa pandemi ini, lanjutnya, memang dianjurkan untuk melakukan penyembelihan hewan kurban di RPH.

Persiapan dari RPH yaitu pemotongan tetap ada dengan protokol kesehatan ketat, seperti orang-orang yang masuk RPH wajib di Rapid Antigen dan negatif Covid-19.” pungkasnya. *

Penulis : Dinda Rahmasari Tunggal Sukma
Editor : M. Rain Daling