Arsip Tag: Polres Semarang

Tiga Gereja di Getasan Semarang Jadi Sasaran Pencurian

Lingkar.co – Serangkaian kasus pencurian yang menyasar rumah ibadah terjadi di wilayah Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pada bulan Februari dan April 2026, sedikitnya tiga gereja menjadi sasaran pencurian.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyatakan, peristiwa itu menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Polres Semarang.

Ratna menegaskan, peristiwa tersebut sudah dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Getasan dan Sat Polres Semarang.

“Pencurian gereja ini menjadi konsen kami, karena sudah beberapa kali terjadi. Saat ini kami melakukan pendalaman maupun penyelidikan,” ungkapnya, Kamis (23/4/2026).

Dari rangkaian kejadian tersebut, Ratna menyebut pelaku diduga memanfaatkan kondisi lingkungan yang sepi, dengan waktu kejadian yang umumnya diketahui pada pagi hingga siang hari saat aktivitas belum berlangsung.

“Kami juga sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, serta olah TKP sehingga menjadi modal mencari titik terang pelaku dari rangkaian kejadian yang terjadi,” jelasnya.

Di lain sisi, Kapolres mengingatkan pengurus gereja untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan sejumlah antisipasi.

Bahkan, ia juga meminta Polsek Getasan untuk bersama Linmas setempat melakukan monitoring tempat ibadah di masing masing wilayah, sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali. (*)

Anak Usia 11 Tahun Warga Gunungpati Tersesat di Nyatnyono, Diamankan ke Polsek Ungaran

Lingkar.co – Seorang anak perempuan M (11) diamankan warga Dusun Blanten Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ia dibawa ke Polsek Ungaran, pada Rabu (21/1/2026) malam.

Bocah itu mengaku hendak pergi ke rumah neneknya yang katanya berarti daerah Munding, Kecamatan Bergas.

Ia tersesat di Dusun Blanten dan ditemukan oleh Toro (37) yang melintas hendak pergi ke toko elektronik.

“Saya ketemu anak ini sekitar pukul 21.00 WIB saat mau beli lampu di toko elektronik, dia bertanya arah ke Munding Bandungan mana? mungkin dia taunya Munding itu Bandungan. Lalu saya tanya rumahnya mana? Dia menjawab Pakintelan Gunungpati. Lalu saya bawa ke Polsek Ungaran.” Ungkapnya di depan personel Polsek Ungaran.

Mendapati laporan tersebut, piket Polsek yang dipimpin Kanit Intelkam AKP Mulyanto, langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Gunungpati. Berbekal alamat rumah dan nama orang tua serta tempat sekolahnya, akhirnya orang tua dari M bisa dihubungi dan benar bahwa yang diamankan di Polsek Ungaran adalah anaknya.

“Benar kami mengamankan anak perempuan M (11 Th) warga Gunungpati Kota Semarang, kami lakukan koordinasi dengan Polsek Gunungpati Alhamdulillah keluarga bisa kami hubungi,” kata Mulyanto.

Ia menjelaskan, dari keterangan anak tersebut diketahui M pergi sejak pulang dari mengaji, sekitar pukul 18.30 WIB. M berniat main ke rumah neneknya di wilayah Munding Kecamatan Bergas. Selama perjalanan anak tersebut hanya membawa mukena dan sajadah, serta uang Rp4000 yang dibawanya dari rumah.

Ibu M, Rani (33) yang datang ke Polsek Ungaran didampingi lakak kandung beserta perangkat lingkungan menceritakan kronologi M pergi dari rumah. M awalnya pamit mengaji di Mushola dekat rumah sekitar pukul 17.00 WIB, namun hingga pukul 19.30 WIB anak itu belum pulang. Rani pun mencari keberadaan anaknya.

“Saya tunggu sampai 19.30 WIB, karena biasanya pulang jam 18.30 Wib setelah ngaji dilanjut Maghrib berjamaah. Saya cari ke rumah orang tua saya di sini, ke keluarga maupun rumah temannya juga tidak ada,” ungkapnya sambil menyeka air mata.

‘Hingga sekitar pukul 22.00 WIB, ada pak Bhabinkamtibmas desa sini ke rumah dan memberitahukan bahwa anak saya diamankan di Polsek Ungaran,” sambungnya.

Ibu M sangat bersyukur bisa bertemu dengan anaknya kembali, dan menyampaikan terima kasih kepada warga yang menemukan lalu membawa ke Polsek Ungaran.

“Saya terimakasih kepada warga yang menemukan anak saya, kepada bapak Polisi dan pihak yang membantu saya,” tuturnya.

Seusai mendapat imbauan dan penjelasan AKP Mulyanto menyerahkan M kepada pihak keluarga selanjutnya kembali ke Pakintelan, Gunungpati Kota Semarang.

Atas kejadian ini, Polres Semarang mengimbau kepada para orang tua untuk memantau kegiatan putra putrinya. Memberikan edukasi dan pemahaman untuk berhati hati saat bermain, dan selalu menyampaikan ijin apabila hendak pergi keluar rumah. (*)

Waspada, Penipuan WhatsApp Gunakan Foto Wali Kota Agustina untuk Kepentingan Pribadi

Lingkar.co – Pemerintah Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya modus penipuan melalui aplikasi WhatsApp (WA) yang mencatut nama serta foto profil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Aksi ini diduga dilakukan menggunakan nomor dengan registrasi palsu yang sengaja dibuat untuk menipu warga.

Peringatan ini disampaikan setelah Polres Semarang melalui Wakasatintel melaporkan adanya warga yang sudah menjadi korban. Pelaku menggunakan foto Wali Kota untuk menimbulkan rasa percaya sebelum meminta sesuatu yang berpotensi merugikan.

Asisten Pemerintahan Sekda Kota Semarang, Mukhamad Khadik, menegaskan bahwa nomor tersebut tidak sah dan hanya dibuat untuk operasional WhatsApp.

“Kami tegaskan bahwa nomor yang digunakan pelaku adalah registrasi palsu dan hanya digunakan untuk WA. Menurut Wakasatintel, nomor tersebut tidak akan muncul di kontak telepon biasa (contact person) jika diblokir, sehingga masyarakat harus berhati-hati,” tegasnya, Rabu (2/12/2025).

Ia juga memastikan bahwa Wali Kota tidak pernah menghubungi warga secara pribadi, apalagi meminta transfer dana dalam bentuk apa pun melalui nomor WhatsApp.

Karena nomor palsu tersebut sulit diblokir secara penuh oleh kepolisian, masyarakat diminta melakukan langkah proteksi pribadi, yaitu:

  1. Jangan Merespon: Abaikan pesan dan jangan menanggapi permintaan apa pun, terutama terkait uang atau data pribadi.
  2. Blokir Mandiri: Segera blokir nomor mencurigakan baik di WhatsApp maupun pada perangkat ponsel.
  3. Laporkan: Catat nomor pelaku dan laporkan ke Polres atau Polsek terdekat agar dapat ditindaklanjuti.
  4. Verifikasi Informasi: Pastikan setiap permintaan yang mengatasnamakan Wali Kota atau Pemkot melalui kanal resmi pemerintah.

Pemkot Semarang mengajak warga segera menyebarluaskan informasi ini kepada keluarga, kerabat, dan lingkungan kerja agar tidak ada lagi yang menjadi korban. ***

Dari Pelayanan SIM, Kesehatan Hingga Ngeband, Polres Semarang Beri Edukasi Humanis Keselamatan Berkendara

Lingkar.co – Satlantas Polres Semarang melakukan kegiatan edukasi yang humanis agar masyarakat berkendara dengan tertib dan aman dalam Car Free Day (CFD) di Alun-alun Bung Karno Ungaran, Minggu (23/11/2025) pagi.

Namun CFD kali ini berbeda dari yang dilakukan pada hari Minggu sebelumnya. Kali ini para pelayan masyarakat ini bermain musik atau Ngeband. Satlantas Polres Semarang juga membuka pelayanan kesehatan gratis, pelayanan Bus SIM Keliling, serta Samsat Keliling yang dimanfaatkan masyarakat sejak pagi.

“Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Operasi Zebra Candi 2025, yang dikemas melalui pendekatan humanis agar pesan keselamatan berlalu lintas dapat diterima dengan ringan.” Ungkap Kasat Lantas AKP Lingga Ramadhani STK. SIK. CPHR.

AKP Lingga juga memberikan helm secara gratis kepada anak-anak yang dapat menjawab pertanyaan dari Kasat Lantas.

Sementara, Kanit Kamsel Satlantas Ipda Aprilia Ika SPsi, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui edukasi yang dikemas lebih santai.

“Melalui kegiatan di CFD ini, kami ingin mengajak masyarakat memahami pentingnya tertib berlalu lintas tanpa harus selalu dengan cara formal. Hiburan, layanan, dan edukasi kami padukan agar pesan keselamatan bisa diterima dengan lebih menyenangkan,” ujar Ipda April.

April lantas menjelaskan kembali bahwa Operasi Zebra Candi 2025 tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga membangun kesadaran bersama mengenai keselamatan jalan raya.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap keselamatan berkendara. Polres Semarang akan terus menghadirkan pelayanan yang mudah dijangkau serta pendekatan yang lebih humanis,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta CFD, yang terlihat antusias menikmati hiburan dan layanan publik yang tersedia. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan kesehatan gratis, SIM Keliling maupun Samsat Keliling sembari menikmati alunan lagu dari personel Satlantas. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat