Ciptakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Melalui UU Cipta Kerja

ILUSTRASI: Menciptakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui UU Cipta Kerja. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
ILUSTRASI: Menciptakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui UU Cipta Kerja. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

JAKARTA, Lingkar.co – Menteri Perekonomian (Menko), Airlangga Hartarto ciptakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui UU Cipta Kerja.

Hal ini pihaknya lakukan untuk memicu peningkatan konsumsi dan reformasi struktural, yang akan mendororng investasi untuk menciptakan lapangan kerja.

Pihaknya juga menejlaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi saat ini mulai memberikan tanda-tanda positif,  atau adanya perbaikan pada perekonomian Indonesia.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Baca juga:
Data Pendaftar Bantuan UMKM di Jepara Semrawut

“Situasi Pemulihan Ekonomi Nasional kita relatif sudah memberikan tanda-tanda positif. Proyeksi (pertumbuhan ekonomi) kita arahnya ke arah recovery,” terangnya,

Lanjut Menko Airlangga, “Di mana tentunya kita berharap ada kenaikan dari segi konsumsi kemudian investasi, pengeluaran pemerintah maupun dari segi ekspor,” ujar Menko Airlangga.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dalam hal ini, Pihaknya menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia pada Triwulan 1 2021 diperkirakan tumbuh dalam kisaran minus 0,5 sampai minus 0,34 (yoy).

Baca juga:
Berikut Syarat Perjalanan Dalam Negeri, Jelang dan Pasca Mudik Lebaran 2021

Secara keseluruhan tahun 2021 akan tumbuh dalam kisaran 4,5-5,3 (yoy). Hal ini sejalan dengan berbagai leading indikator yang menunjukkan perbaikan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Pelaksanaan program vaksinasi dan kebijakan PPKM mikro telah meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ungkap Menko Airlangga.

Menurutnya hal tersebut tercermin dari peningkatan IKK ke level 93,40 di bulan Maret 2021.

Baca juga:
MUI Larang Mudik, Agar Kasus Covid-19 Tidak Melonjak

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Meski penjualan ritel yang masih terkontraksi di level minus 17,14 (yoy) pada bulan Maret 2021, yang mengindikasikan konsumsi akan tumbuh secara terbatas.

Selain itu, stimulus otomotif juga kini telah meningkatkan penjualan ritel mobil sebesar 28,24 (yoy) di Maret 2021.

Sedangkan pihaknya berharap adanya peningkatan konsumsi di sepanjang 2021, melalui stimulus property, pariwisata dan sektor pendukung lainnya. (ara/luh)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Baca juga:
Perbolehkan Warga Shalat Tarawih di Masjid

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu