Dinilai Menguntungkan, Luas Lahan Tembakau di Grobogan Meningkat Signifikan

IMG-20240917-WA0007
Panen raya tembakau di Grobogan, belum lama ini. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Grobogan Sunanto mengungkapkan bahwa luas lahan tanaman tembakau di wilayahnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Data tahun kemarin (2023) yang kita rekap itu mencapai 3.600 hektare. Sementara tahun 2024 mencapai 4.300 hektare. Untuk Kecamatan Karangrayung sendiri mencapai 1.000 hektare lahan tembakau," katanya, baru-baru ini.

Menurutnya, komoditas tembakau menjadi tumpuan para petani, terlebih di musim kemarau.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Komoditas pertanian tembakau sebagai emas hijau bagi para petani terlebih dimusim kemarau," ujarnya.

Dikatakannya, meskipun komoditas ini tidak mendapatkan pupuk subsidi, namun pendapatan yang dihasilkan cukup tinggi.

Apalagi, dengan adanya program Makmur dari PT Petrokimia dan Djarum, sehingga para petani tidak kesulitan menjual hasil panennya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Tembakau ini mengimbangi kondisi Grobogan yang sedang kering. Meskipun kemarau, bagi petani itu adalah musim untuk tembakau, sehingga ada opsi untuk mendapatkan pendapatan yang tinggi," bebernya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, program Makmur tidak hanya program antara penjual dengan petani, namun merupakan ekosistem dengan sejumlah stakeholder yang terlibat.

"Petani tentu yang utama, selanjutnya offtaker (pembeli produk), kalau di sini nanti diambil PT Djarum. Kemudian agroinput, pupuk, pestisida itu kami siapkan dari Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia," ujarnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sementara, untuk pendanaan, Dwi mengatakan terdapat banyak skema. Pihaknya pun siap memfasilitasi apabila memang dibutuhkan asuransi.

"Termasuk kalau perlu asuransi, nanti kami ada. Itu adalah program Makmur. Untuk apa, petani itu tidak sendiri saja. Yang pertama, untuk meningkatkan produktivitas dan yang kedua, untuk kesejahteraan petani," ujarnya.

Dalam catatan PT Petrokimia Gresik, total terdapat 251 petani yang ikut dalam program tersebut.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurutnya, dengan adanya program Makmur, pendapatan petani naik hingga 12 persen.

"Sebelum mengikuti, pendapatan per hektare sebanyak Rp 63,7 juta sedangkan setelah mengikuti program tersebut menjadi Rp 71,4 juta. Meski begitu biaya produksi juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp 37 juta per hektare menjadi Rp 41,9 juta atau naik sekitar 13,13 persen," jelasnya.

Ia menyebutkan total luas lahan yang mengikuti program Makmur sebesar 374 hektare. Dengan hasil produksi kering, dari sebelumnya 1,3 ton per hektare menjadi 1,4 ton per hektare atau mengalami kenaikan 7,67 persen.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Secara total, laba para petani tembakau di program Makmur itu naik dari sebelumnya Rp 26,6 juta menjadi Rp 29,4 juta per hektare," pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu