Jaringan Kiai Semarang Tidak Asal Dukung Paslon Pilwalkot, GPN Sebut Joko Joss Kembangkan NU di Semarang Utara

Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024) malam.
Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024) malam. Foto: istimewa
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co , Jaringan Kiai Semarang dari para kiai sepuh, kiai muda, gus, da'i atau mubaligh kota Semarang telah menyatakan dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 02 Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) untuk menangkan Pilwalkot Semarang.

Sekretaris Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang, Dimas Bagus Pamungkas menyebut dukungan tersebut bukan asal dukungan, namun berdasarkan pertimbangan yang matang.

"Dukungan dari kiai sepuh itu tidak asal mendukung, tapi melihat manfaat dan jasa Mas Joko Joss yang terbukti komitmen mengembangkan Nahdlatul Ulama di Semarang Utara," katanya saat kegiatan Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dimas mengungkapkan, dirinya mendapatkan informasi tersebut dari salah satu wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang masa khidmat (periode) 2016-2021.

"Jadi ada banyak sekali rapat atau sekedar diskusi di rumah Mas Joko Santoso, rapat dan diskusi seputar mengembangkan organisasi NU yang dilakukan para pengurus MWCNU (Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Kecamatan Semarang Utara," ungkapnya.

GPN Kota Semarang berfoto bersama seusai Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024) malam.
GPN Kota Semarang berfoto bersama seusai Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024) malam. Foto: istimewa

Dari forum tersebut, kata Dimas, banyak gagasan yang menghasilkan kepengurusan kelurahan terbentuk kembali. "Jadi, kalau hari ini kita kembali punya banyak ranting NU di Semarang Utara itu awalnya dari situ, diskusi dan rapat di rumah Mas Joko," urainya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Untuk itu, dirinya meminta agar semua warga NU Semarang memantapkan hati memilih pemimpin yang didukung oleh para kiai. "Bismillah, nderek dawuh kiai, milih Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang, dan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng," tegasnya.

"Kepemimpinan yang baik itu kalau pemimpin bisa dekat dengan ulama, para kiai. Kalau manut kiai, insya Allah hidup kita berkah," imbuhnya.

Sementara, Ust. Yusuf Ayubi sebagai tokoh agama setempat menuturkan di daerah tersebut tidak seperti Gunungpati area dekat Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang memiliki kultur dan jaringan santri. Dengan demikian, ia menyadari bahwa untuk menang di daerah tersebut butuh kerja ekstra.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Secara kultur santri, di sini tidak sekuat daerah dekat Unnes. Jadi boleh dikata ini bukan basis Yoyok-Joss maupun Gus Yasin," ungkapnya.

Kendati demikian, ia menyatakan optimis untuk mendapatkan simpati masyarakat untuk memenangkan pasangan calon 02 Luthfi-Yasin dan Yoyok-Joss.

"Insya Allah dengan kerja sama yang baik, amanah ini bisa kita lakukan. Semoga nantinya para pemimpin yang kita pilih bisa membantu agar budaya santri berkembang di sini," harapnya. (*)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu