Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia dalam waktu dekat, rekam jejak kepemimpinannya kembali menjadi perhatian. Lawatan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India di berbagai sektor strategis.
Dalam press briefing yang disampaikan menjelang kunjungan tersebut, Modi disebut sebagai salah satu pemimpin dengan masa jabatan terlama di India pada era modern. Ia kembali dilantik sebagai Perdana Menteri untuk periode ketiga berturut-turut pada 9 Juni 2024 setelah kembali memperoleh mandat dalam pemilihan umum.
Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, mengatakan kunjungan Narendra Modi diharapkan menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama kedua negara.
"Kunjungan resmi PM Narendra Modi ke Indonesia diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Indonesia dan India selama ini menjalin kerja sama yang erat di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, ekonomi digital, hingga penguatan stabilitas kawasan Indo-Pasifik," ujarnya.
Narendra Modi, yang lahir di Gujarat pada 17 September 1950, berasal dari keluarga sederhana. Menurut paparan Kedutaan Besar India, latar belakang tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat dan memberi perhatian terhadap kelompok berpenghasilan rendah.
Sejak pertama kali menjabat sebagai Perdana Menteri pada 2014, Modi mengusung filosofi pembangunan Sabka Saath, Sabka Vikas, Sabka Vishwas atau "Bersama Semua, Pembangunan untuk Semua, Kepercayaan Semua". Filosofi itu menjadi dasar berbagai kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, keamanan nasional, dan perluasan program kesejahteraan sosial.
Dalam pemaparan tersebut, Pemerintah India mengklaim berbagai program yang dijalankan telah mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data NITI Aayog yang dikutip dalam press briefing, hampir 250 juta warga India keluar dari kategori kemiskinan multidimensi sepanjang periode 2005 hingga 2026.
Di bidang perlindungan sosial, Pemerintah India menyebut program Pradhan Mantri Ujjwala Yojana telah memberikan sambungan gas memasak kepada lebih dari 100 juta keluarga kurang mampu sejak diluncurkan pada 2016. Program tersebut diklaim mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kayu bakar.
Selain itu, pemerintah juga menyampaikan telah memperluas akses listrik ke sekitar 18.000 desa yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik.
Pada sektor perumahan, melalui program PM Awas Yojana, lebih dari 42 juta rumah telah disetujui pembangunannya sepanjang 2014 hingga 2024. Setelah kembali dilantik pada 2024, kabinet Modi juga menyetujui pembangunan tambahan sekitar 30 juta rumah untuk masyarakat di wilayah pedesaan maupun perkotaan.
Di sektor pertanian, Pemerintah India menyebut program PM-KISAN telah menyalurkan bantuan langsung kepada lebih dari 92 juta petani.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus pemerintahan Modi. Pemerintah India terus memperluas jaringan jalan tol, jalur kereta api, konektivitas digital, hingga transportasi air sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Dalam keterangan resminya, Pemerintah India menyatakan pembangunan transportasi menjadi salah satu instrumen utama transformasi ekonomi nasional.
"PM Modi percaya bahwa transportasi merupakan sarana penting menuju transformasi. Oleh karena itu, Pemerintah India terus bekerja untuk menciptakan infrastruktur generasi masa depan," demikian keterangan resmi Kedutaan Besar India di Indonesia.
Pemerintah India juga memperkenalkan berbagai kebijakan untuk memperkuat sektor industri, salah satunya melalui program Make in India yang bertujuan menjadikan India sebagai pusat manufaktur global. Kebijakan tersebut diikuti reformasi investasi dan penyederhanaan regulasi usaha, termasuk penerapan sistem perpajakan Goods and Services Tax (GST) sejak 2017.
Menutup paparannya, Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty berharap kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi dapat membuka peluang kerja sama baru yang semakin memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan India.
"Pertemuan kedua negara juga diharapkan membuka peluang baru bagi peningkatan kemitraan strategis yang saling menguntungkan," katanya. ***