Iklan

Pemkab Rembang Terima 21 Usulan Embung Partisipatif, Pembangunan Dimulai Bulan Ini

Inti berita

Lingkar.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menerima 21 usulan pembangunan embung partisipatif dari kelompok tani di sejumlah kecamatan. Program…

Pemkab Rembang Terima 21 Usulan Embung Partisipatif, Pembangunan Dimulai Bulan Ini
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto. Foto: Istimewa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menerima 21 usulan pembangunan embung partisipatif dari kelompok tani di sejumlah kecamatan. Program tersebut disiapkan untuk menambah cadangan air irigasi guna menghadapi musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan seluruh usulan masih akan diverifikasi melalui penyamaan persepsi dengan kelompok tani terkait ketentuan teknis pembangunan.

"Ini sudah masuk 21 usulan dengan luasan yang beragam. Ada yang minta luas sekali, ada yang kecil sekali. Minggu depan rencananya akan kita kumpulkan kelompok untuk menyamakan persepsi," kata Agus, kemarin.

Ia menjelaskan, pemerintah hanya memfasilitasi pembangunan embung dengan ukuran standar sekitar 15 x 20 meter. Kelompok tani yang mengusulkan embung lebih kecil dapat membaginya menjadi dua titik, sedangkan usulan berukuran lebih besar dapat direalisasikan dengan tambahan biaya swadaya.

"Rencana kami hanya menyiapkan fasilitas embung untuk ukuran yang sudah ditentukan. Kalau lebih kecil boleh jadi dua titik, kalau lebih besar kelompok bisa berpartisipasi menambah biaya sewa bego sendiri," ujarnya.

Usulan pembangunan embung berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Sumber, Kaliori, dan Rembang.

Setelah seluruh kelompok menyepakati ketentuan teknis, Dintanpan akan mengontrak penyedia jasa ekskavator untuk memulai pekerjaan.

"Setelah kelompok sepakat dengan ketentuan teknis kami, segera kontrak penyedia sewa bego atau ekskavator, kemudian langsung mulai pekerjaan lapangan. Target kami pertengahan Juli atau paling lambat akhir Juli sudah di lapangan," katanya.

Tahun ini, program embung partisipatif didukung anggaran Rp250 juta. Dengan skema tersebut, pemerintah menargetkan kapasitas tampung air sekitar 10.000 meter kubik.

"Anggarannya Rp250 juta total. Kami hitung bisa untuk kurang lebih 10.000 meter kubik volume tampung. Sementara kalau membangun embung biasa dengan anggaran sekitar Rp200 juta, kapasitasnya hanya sekitar 1.500 meter kubik. Jadi kapasitas tampung yang dihasilkan bisa hampir tujuh kali lipat," terang Agus.

Dintanpan juga masih membuka kesempatan bagi kelompok tani yang ingin mengajukan usulan. Jika ada peserta yang mengundurkan diri karena tidak memenuhi ketentuan teknis, usulan akan digantikan oleh kelompok lain dalam daftar tunggu.

"Kalau nanti ada kelompok yang tidak siap dengan volume yang kami tentukan sehingga tidak jadi berjalan, bisa diganti kelompok lain. Jadi kalau ada yang ingin mengusulkan tetap boleh, nanti kita masukkan waiting list," pungkasnya. (*)

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu