Lingkar.co - Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan Korea Selatan (Korsel) ke Indonesia mencapai 496.862 orang atau meningkat 13,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini menyebut tren positif tersebut menjadi modal penting untuk terus memperluas penetrasi pasar melalui promosi yang lebih terarah dan kolaboratif.
"Korsel merupakan salah satu pasar prioritas bagi pariwisata Indonesia," kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/6/2026).
Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyasar peningkatan kunjungan wisatawan dari Korea Selatan. Penguatan pemasaran pariwisata Indonesia dilakukan melalui penyelenggaraan Indonesia Sales Mission 2026 di Busan dan Gwangju pada 10–12 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Indonesia Sales Mission 2026 merupakan bagian dari rangkaian promosi pada Seoul International Travel Fair (SITF) 2026 yang difokuskan untuk mempererat kemitraan antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan Korea Selatan. Juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas dari salah satu pasar utama pariwisata Indonesia.
"Melalui sales mission ini, kami ingin memperkuat kerja sama antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan Korea Selatan sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan berkualitas yang memiliki minat terhadap produk wisata luxury, marine, wellness, dan gastronomi Indonesia," ucapnya.
Kegiatan tersebut, kata dia, juga didukung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan.
Pada momen itu, lanjutnya, Kementerian Pariwisata menggandeng delapan pelaku industri pariwisata Indonesia untuk mempromosikan berbagai destinasi unggulan, antara lain Bali, Batam, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Jawa Timur, dan Jakarta.
Lebih jauh ia menegaskan, para seller dari Indonesia dipertemukan dengan sekitar 27 hingga 30 buyer potensial melalui sesi business matching dan tabletop meeting.
Menurutnya, pertemuan bisnis tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan paket wisata dan pemasaran destinasi Indonesia di pasar Korea Selatan.
"Pelaksanaan sales mission di Busan dan Gwangju menghasilkan potensi kunjungan wisatawan sebanyak 3.470 orang dengan estimasi potensi devisa sekitar Rp9,4 miliar. Capaian ini menunjukkan tingginya minat pasar Korea Selatan terhadap destinasi dan produk pariwisata Indonesia," kata Ni Made.
Selain kegiatan sales mission, Kementerian Pariwisata yang diwakili Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gwangju Metropolitan City Tourism Association (GMCTA) di Gwangju.
Kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi promosi dan pemasaran pariwisata kedua belah pihak melalui penyelenggaraan kegiatan bisnis (business-to-business/B2B), seminar, travel mart, serta pertukaran informasi mengenai perkembangan pasar dan industri pariwisata.
Melalui penguatan kemitraan internasional dan kolaborasi dengan pelaku industri, Kementerian Pariwisata optimistis dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di pasar Korea Selatan sehingga mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan berkualitas yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. (*)