Kedutaan Prancis Apresiasi Vaksinasi di Jawa Tengah

MENJELASKAN: Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen jelaskan hasil kunjungan kedutaan Prancis di ruanganya Senin (14/3). (TITO ISNA UTAMA/LINGKAR.CO)
MENJELASKAN: Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen jelaskan hasil kunjungan kedutaan Prancis di ruanganya Senin (14/3). (TITO ISNA UTAMA/LINGKAR.CO)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

SEMARANG, Lingkar.co -  Kedutaan Prancis berikan apresiasi terhadap penerapan vaksinasi di Jawa Tengah (Jateng) dalam kunjunganya di ruang Wakil Gubernur Jawa Tengah, pada Senin (14/3).

Dalam kunjungan tersebut disambut baik oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen yang mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Mereka mengapresiasi penanganan vaksinasi yang ada di Jawa Tengah. Juga dalam mengatasi persebaran Covid-19, yang mereka anggap di Jateng ini sudah bagus,” ujar Gus Yasin.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin menyampaikan beberapa upaya pemerintah Jawa Tengah dalam penanganan Covid-19 kepada perwakilan dari kedutaan Prancis.

"Kita ceritakan sistem jogo tonggo, juga bagaimana masyarakat kami yang selalu menaati protokol Kesehatan, karena semua ini bukan kami yang di pemerintahan yang menjalankan. Tapi masyarakat yang selalu bahu membahu dan gotong royong untuk menyadarkan bahaya Covid-19," terang Gus Yasin.

Gus Yasin dengan perwakilan Kedutaan Prancis juga membicarakan bagaimana menghadapi masa libur panjang di masa pandemic Covid-19. Yang identik dengan mudik, seperti mudik lebaran mendatang.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Seperti di masa mudik lebaran kemarin kami ceritakan bagaimana kami membuat aturan mekanisme mudiknya. Pada tahun ini kami juga akan membuat kebijakan menganai mekanisme mudik nantinya,” imbuhnya.

Dalam pembicaraan tersebut, Kedutaan Prancis juga memberikan penawaran kepada pemerintah Jateng untuk melakukan Kerjasama di bidang Pendidikan dengan mengadakan pertukaran pelajar antara Pemerintah Jateng dengan Prancis.

“Ini masih pengkajian lebih dulu, yang jelas nanti akan ada rencana untuk pembelajaran multibahasa. Jadi ada Bahasa Indonesia dan Prancis di sistem pendidikan di Jawa Tengah nanti,” pungkasnya. (ito/luh)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu