Iklan

Bantuan Gizi, Upaya Pemkab Brebes Tekan Angka Stunting

Inti berita

Angka prevalensi stunting di Kabupaten Brebes tercatat sebesar 23,1%. Selain itu, data Pemkab Brebes menunjukkan sebanyak 12.808 balita atau 13,10% dari total 97.755 balita yang ditimbang dikategorikan sebagai anak stunting.

Bantuan Gizi, Upaya Pemkab Brebes Tekan Angka Stunting
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma saat penyerahan Bantuan Penurunan Stunting dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada keluarga penerima manfaat di Balai Desa Wanatirta dan Balai Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026). Foto: dokumentasi

Angka prevalensi stunting di Kabupaten Brebes tercatat sebesar 23,1%. Selain itu, data Pemkab Brebes menunjukkan sebanyak 12.808 balita atau 13,10% dari total 97.755 balita yang ditimbang dikategorikan sebagai anak stunting.

Pemerintah Kabupaten Brebes menerapkan program GASPOL (Gerakan Atasi Stunting Peduli) dalam berbagai intervensi untuk menekan angka anak stunting, salah satunya melalui pemberian bantuan pangan bergizi kepada balita.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyerahkan secara langsung Bantuan Penurunan Stunting dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada keluarga penerima manfaat di Balai Desa Wanatirta dan Balai Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026).

Sebanyak 300 balita di Desa Wanatirta dan Desa Winduaji menerima bantuan berupa beras Fortivit, telur, susu, serta beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah. Bantuan akan disalurkan dalam dua tahap selama semester ini sebagai bagian dari intervensi pemenuhan gizi bagi balita yang berisiko mengalami stunting.

Paramitha mengatakan, pemenuhan gizi anak sejak usia dini merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Menurutnya, anak yang tumbuh sehat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang, belajar, dan meraih cita-cita.

"Anak-anak adalah masa depan Brebes. Karena itu, memastikan mereka tumbuh sehat dan tercukupi gizinya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dari keluarga yang sehat akan lahir generasi yang cerdas dan berkualitas," ujarnya.

Paramitha menjelaskan, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, hingga produktivitas anak ketika dewasa. Oleh sebab itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga keluarga.

Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan gizi balita dapat terpenuhi.

"Semoga bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga mereka dapat tumbuh sehat, aktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik," katanya.

Selain memberikan bantuan, Paramitha mengajak para orang tua untuk terus memperhatikan pola asuh dan kesehatan anak melalui pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi dan kaya protein hewani, rutin datang ke Posyandu, melengkapi imunisasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.

"Keberhasilan mencegah stunting sangat bergantung pada peran keluarga. Mari bersama-sama kita jaga tumbuh kembang anak agar mereka menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap membangun Brebes di masa depan," tuturnya.

Paramitha juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat yang terus bergerak bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes optimistis angka stunting dapat terus ditekan. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan anak, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya sumber daya manusia yang unggul untuk mendukung terwujudnya Brebes Beres dan menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu