Kisah Pilu Warga Perumahan Patebon Indah Pasca Diterjang Banjir Bandang

Warga Perumahan Patebon Indah lakukan pembersihan pasca diterjang banjir bandang.
Warga Perumahan Patebon Indah lakukan pembersihan pasca diterjang banjir bandang. (dok Wahyudi)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Banjir bandang yang menerjang Perumahan Patebon Indah, Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kendal, pada Senin (20/1/2025) membawa duka mendalam bagi warga.

Air bah yang datang begitu cepat membuat hampir semua warga tak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Ketinggian air yang mencapai dua meter memaksa warga untuk menyelamatkan diri dengan cara apa pun yang bisa mereka lakukan.

Bejo Sartono, salah satu warga Perumahan Patebon Indah, menceritakan detik-detik mencekam saat air mulai menggenangi rumah-rumah.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Air datang sangat cepat, sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang. yang bisa di lakukan hanyalah menyelamatkan diri dan keluarga," kata Bejo Sartono," kata dia, Senin (17/2/2025).

Bejo menjelaskan, karena derasnya arus air, warga harus mencari tempat yang lebih tinggi untuk berlindung.

"Banyak yang naik ke atap rumah, pagar, atau ke lantai dua bagi mereka yang memiliki rumah bertingkat. bahkan, masjid yang berada di dalam perumahan, yang memiliki lantai dua, penuh oleh warga yang mencari tempat aman," pungkasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurut pantauan, hingga hari ini, warga masih berjibaku membersihkan lumpur yang menggenang di rumah mereka. Beberapa rumah masih terendam air, dan genangan juga masih terlihat di jalan-jalan perumahan.

Dengan semangat gotong royong, warga berusaha membersihkan saluran air agar genangan segera surut.

Bejo menambahkan, sekitar 95 persen peralatan elektronik warga rusak akibat terendam air termasuk miliknya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Dua unit mobil saya terendam, dua mobil harus di bawa ke bengkel untuk diperbaiki dengan biaya hingga 60 juta per unit. Banyak warga lain yang mengalami hal serupa, bahkan ada yang kehilangan segalanya karena harta benda hanyut terbawa arus," bebernya.

Ia mengungkapkan, paska kejadian, perumahan di wilayah tersebut menjadi perumahan seperti kampung mati, listrik mati tidak ada suara apapun kecuali kilauan air bercampur lumpur. Bahkan sampai hari ini ketika mendengar wilayah atas hujan deras warga sudah seperti trauma ketakutan.

"Bencana ini menjadi pukulan berat bagi warga Perumahan Patebon Indah khususnya dan warga Desa Kebonharjo pada umumnya. Kam berharap adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah serta pihak terkait agar bisa segera bangkit dari musibah yang telah merenggut harta benda kami," harapnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis : Wahyudi

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu