Demo di Kantor Gubernur Jateng, Mahasiswi Undip Soroti Penyempitan Ruang Sipil dan Peluang Kerja

Inti berita

Lingkar.co - Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026). Dalam aksi tersebut…

Demo di Kantor Gubernur Jateng, Mahasiswi Undip Soroti Penyempitan Ruang Sipil dan Peluang Kerja
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026). Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah isu, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM nonsubsidi, hingga kekhawatiran terhadap menyempitnya ruang sipil dalam birokrasi.

Salah satu orator aksi, Michelle (19), menyampaikan keresahannya mengenai kondisi ekonomi yang dinilai semakin berat bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang tengah mempersiapkan masa depan dan memasuki dunia kerja.

Mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) itu menyoroti regulasi terbaru terkait Polri yang menurutnya membuka peluang lebih luas bagi anggota kepolisian untuk menduduki sejumlah jabatan sipil.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Sebagai mahasiswa, ranah-ranah kita itu diambil Polri. Bahkan dengan ekonomi yang saat ini makan saja masih mikir-mikir, apalagi untuk menunjang cita-cita yang pasti butuh modal. Gimana caranya saya bisa mikir sukses kalau makan besok saja masih susah,” kata Michelle di sela aksi unjuk rasa, Jumat (12/6/2026).

Menurut Michelle, perluasan ruang bagi anggota Polri di jabatan sipil berpotensi mempersempit kesempatan kerja bagi masyarakat umum, khususnya lulusan perguruan tinggi yang selama ini mengincar posisi di sektor pemerintahan dan birokrasi.

Ia menilai ruang profesional yang seharusnya dapat diisi oleh kalangan sipil berisiko semakin terbatas apabila tren tersebut terus berlanjut.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Sekarang saja Polri masuk ke ranah kita. Kalau semakin lama ranah kita semakin diperkecil, kesempatan untuk masyarakat juga semakin sempit,” ujarnya.

*Soroti Dampak Kenaikan Pertamax*

Selain isu lapangan kerja, Michelle juga mengkritisi kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menimbulkan efek berantai terhadap sektor ekonomi lainnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia memperkirakan sebagian masyarakat akan beralih menggunakan BBM yang lebih murah, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap Pertalite dan memicu berbagai dampak lanjutan di lapangan.

“Dampaknya pasti ke mana-mana. Transportasi umum bisa naik, bahan kebutuhan juga naik,” katanya.

*Kritik Program MBG*

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dalam orasinya, Michelle turut menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program tersebut masih menyisakan sejumlah persoalan yang perlu dibenahi agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat.

Menurutnya, berbagai aspek pelaksanaan di lapangan, mulai dari kualitas makanan hingga pemerataan penerima manfaat, masih menjadi perhatian publik.

Melihat kondisi tersebut, Michelle mengaku khawatir terhadap masa depan generasi muda yang harus menghadapi tantangan ekonomi sekaligus ketidakpastian peluang kerja.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Menurut aku sangat patut dipertanyakan dan sangat patut dikhawatirkan. Karena ke depan kita butuh ruang yang merata untuk bekerja dan berkembang,” ucapnya.

Aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah berlangsung hingga menjelang petang dengan pengawalan aparat keamanan. Arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut juga mendapat pengawasan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung.

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu