Dana Cair, 400 Dapur MBG di Jateng Kembali Beroperasi

Inti berita

Lingkar.co - Sebanyak 400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah yang sebelumnya sempat menghentikan operasional akibat keterlambatan pencairan…

Dana Operasional Cair, Ratusan SPPG di Jawa Tengah Kembali Layani Program MBG
Ilustrasi - Dapur MBG. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Sebanyak 400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah yang sebelumnya sempat menghentikan operasional akibat keterlambatan pencairan dana kini kembali beroperasi. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh dana operasional yang sempat tertunda telah disalurkan kepada dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Satgas MBG Jawa Tengah yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan permasalahan pendanaan tersebut telah diselesaikan. Selain kendala pencairan anggaran, ratusan SPPG lainnya juga sempat mendapat penangguhan operasional karena belum memenuhi persyaratan fasilitas pengolahan limbah.

"Sehingga memang akhirnya ada 386 SPPG yang ditutup (sementara). Juga ada 400 SPPG yang ini sebelumnya dilaporkan belum menerima pembayaran. Tapi Alhamdulillah pada tanggal 11 Juni kemarin, permasalahan itu sudah diselesaikan," ujar Yasin saat rapat tata kelola MBG di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Koordinator Regional BGN Jawa Tengah, Reza Mahendra, membenarkan adanya keterlambatan pencairan dana yang sempat berdampak pada operasional sejumlah SPPG di daerah.

"Itu sudah diselesaikan ya. Jadi hambatan dana ini sebenarnya bukan hambatan, tapi proses pencairannya membutuhkan waktu dan itu sudah teratasi. Jadi sudah bisa beroperasional kembali," kata Reza, Jumat (12/6/2026).

*Terkendala Laporan Pertanggungjawaban*

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurut Reza, keterlambatan pencairan dana umumnya terjadi karena laporan penggunaan anggaran dari pengelola SPPG belum disampaikan secara lengkap kepada BGN.

"Kadang kala terlambat, tapi sudah diselesaikan ya. Mungkin kadang-kadang si kepala SPPG tidak melaporkan jumlah sisa dananya. Kan itu harus dilaporkan. Kalau tidak terlaporkan, ya berarti nanti tidak bisa terisi kembali," ujarnya.

Ia menjelaskan, laporan sisa dana menjadi salah satu syarat penting dalam proses pengajuan pencairan berikutnya sehingga keterlambatan administrasi dapat berpengaruh terhadap kelancaran operasional dapur MBG.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

*Perbaikan IPAL Masih Berlangsung*

Selain persoalan dana operasional, sebanyak 386 SPPG sebelumnya juga sempat ditangguhkan karena belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Saat ini sebagian besar pengelola telah melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Mungkin tinggal 100 sekian yang sekarang harus melaporkan IPAL-nya itu dalam kondisi yang baik," kata Reza.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dengan perbaikan yang dilakukan, BGN berharap seluruh dapur MBG dapat kembali beroperasi sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan yang ditetapkan.

*Warga Sambut Positif*

Kepastian beroperasinya kembali program MBG disambut baik oleh masyarakat penerima manfaat. April (28), warga Kabupaten Purworejo yang memiliki balita penerima program, mengaku telah menerima informasi bahwa distribusi makanan bergizi akan kembali berjalan dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kabarnya dana udah cair. Katanya Senin besok udah beroperasi lagi MBG-nya," tutur April.

Dengan terselesaikannya persoalan administrasi dan perbaikan fasilitas pendukung, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Tengah diharapkan dapat berjalan lebih lancar, konsisten, dan memenuhi standar sanitasi yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu