Lingkar.co - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengkritik terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Indonesia. Politikus yang akrab disapa Gus Rivqy itu menilai gangguan layanan listrik tidak boleh terus berulang, terlebih tanpa penjelasan yang jelas kepada masyarakat.
Menurutnya, hingga kini publik belum memperoleh informasi yang utuh mengenai penyebab pemadaman yang terjadi di berbagai daerah.
"Terutama PLN yang paling bertanggung jawab dalam hal ini justru memberikan penjelasan yang terkadang membingungkan publik. Katanya bukan karena masalah pasokan batu bara, tapi nyatanya pemadaman terjadi hampir di banyak daerah," kata Gus Rivqy, Sabtu (20/6/2026).
Ia menilai penjelasan yang disampaikan sejauh ini belum menjawab pertanyaan masyarakat terkait akar persoalan yang sebenarnya.
"Dan sampai sekarang juga belum dijelaskan secara terang apakah persoalannya bersifat teknis atau memang terkait pasokan batu bara," sambungnya.
*Banyak Keluhan dari Masyarakat*
Legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat di berbagai daerah terkait pemadaman listrik mendadak yang terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Menurutnya, selain terjadi secara tiba-tiba, durasi pemadaman juga cukup lama sehingga mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha.
"Saya mendapat laporan dari banyak sekali konstituen yang mengeluhkan pemadaman tanpa ada informasi sebelumnya. Ujug-ujug padam dan durasinya juga cukup lama. Ini saya kira menjadi catatan penting yang tidak boleh lagi terjadi. Apa susahnya sih memberikan informasi kepada publik dan menjelaskan alasannya kenapa bisa terjadi pemadaman?" tegasnya.
*Dinilai Timbulkan Kerugian Sistemik*
Gus Rivqy menilai dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga memengaruhi berbagai sektor strategis lainnya.
Menurutnya, gangguan pasokan listrik berpotensi menghambat kegiatan usaha, pelayanan publik, proses pendidikan, hingga produktivitas masyarakat secara umum.
Karena itu, ia meminta PLN memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Selain pembenahan teknis, Gus Rivqy juga menyoroti pentingnya komunikasi publik yang lebih baik dari perusahaan pelat merah tersebut.
"Setiap kali listrik padam, ada banyak pihak yang dirugikan. Karena itu PLN harus memperkuat mitigasi, memperbaiki sistem antisipasi gangguan, dan yang tidak kalah penting adalah membangun komunikasi yang transparan kepada masyarakat. Publik berhak mengetahui penyebab gangguan dan kapan kondisi akan kembali normal," ujarnya.
*Minta Transparansi Informasi*
Menurut Gus Rivqy, keterbukaan informasi menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik. Ia berharap PLN dapat menyampaikan informasi secara cepat, jelas, dan mudah dipahami ketika terjadi gangguan kelistrikan.
Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan antisipasi dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik.