Iklan

Demo Marak di Pati, GP Ansor Ingatkan Pentingnya Menjaga Kondusivitas

Inti berita

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga suasana daerah tetap kondusif di tengah meningkatnya aksi…

Demo Marak di Pati, GP Ansor Ingatkan Pentingnya Menjaga Kondusivitas
Ketua PC GP Ansor Pati, Nashirudin. Foto: Dok. Pribadi For Lingkar.co

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga suasana daerah tetap kondusif di tengah meningkatnya aksi demonstrasi dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua PC GP Ansor Pati, Nashirudin, mengatakan penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Menurutnya, kritik masyarakat terhadap pemerintah justru menjadi salah satu bentuk kontrol sosial yang perlu dihormati.

“Bagi kami, demonstrasi merupakan bagian dari hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Suara kritis masyarakat adalah bagian penting dari kehidupan demokrasi dan tidak boleh dipandang sebagai ancaman,” kata Nashirudin saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).

Namun, ia meminta agar kebebasan menyampaikan pendapat tetap diiringi tanggung jawab. Aksi massa diharapkan berlangsung damai dan tidak mengarah pada tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun fasilitas publik.

“Selain itu tentu juga harus mengedepankan sikap saling menghormati dengan pihak lain yang berbeda. Agar tidak memperuncing polarisasi dan konflik horizontal,” ujarnya.

Nashirudin menilai munculnya kegaduhan dalam demonstrasi berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, kepentingan bersama harus menjadi perhatian utama dalam setiap penyampaian aspirasi.

Ia menegaskan pembangunan, ketenteraman daerah, dan keutuhan masyarakat Pati tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan kelompok maupun pribadi.

GP Ansor Pati juga mengajak masyarakat menjadikan peristiwa aksi besar pada 13 Agustus 2025 sebagai momentum evaluasi. Sebab, pada Kamis (13/8/2026), peristiwa tersebut genap satu tahun berlalu.

“Besok, 13 Agustus 2026, genap satu tahun kita mengenang aksi besar 13 Agustus 2025 di Kabupaten Pati. Peristiwa tersebut harus menjadi bahan refleksi bersama,” katanya.

Menurut Nashirudin, besarnya jumlah masyarakat yang menyampaikan aspirasi saat itu menunjukkan adanya persoalan dan keresahan publik yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“Aspirasi masyarakat yang begitu besar menunjukkan adanya keresahan dan tuntutan publik yang perlu didengar serta dijawab dengan kebijakan yang transparan, adil, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah maupun masyarakat dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai pijakan untuk membangun komunikasi yang lebih baik, sehingga perbedaan pendapat dapat diselesaikan melalui jalur dialog tanpa memperbesar konflik di tengah masyarakat.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu