Pembantu Korban Ungkap Sejumah Fakta terkait Pembunuhan Satu Keluarga di Rembang

Pembantu dalang Anom Subekti, Sunti saat menjelaskan kronologi dirinya menemukan jasad korban satu keluarga.(MUHAMMAD AKID/KORAN LINGKAR JATENG)
Pembantu dalang Anom Subekti, Sunti saat menjelaskan kronologi dirinya menemukan jasad korban satu keluarga.(MUHAMMAD AKID/KORAN LINGKAR JATENG)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

REMBANG, Lingkar.co- Pembantu dalang Anom Subekti, Sunti mengungkapkan sejumlah fakta terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Turusgede, Rembang. Hal itu diungkapkan saat di rumahnya Desa Weton, Kecamatan Rembang, Jawa Tengah Selasa (9/2/2021).

Sunti mengaku, mendapat telepon istri Anom Subekti pada malam harinya pada Rabu (3/2/2021). Istri Anom Subekti meminta Sunti agar pagi hari pada Kamis (4/2/2021) datang ke rumah korban untuk memasak sayur mangut. Karena pada hari itu bertepatan dengan ulang tahun Bu Subekti. 

“Saya memang sering masak di rumah almarhum. Bu Bekti kan memang selalu beli sayur, kadang bosan juga. Jadi sering minta saya untuk masakin," terang Sunti.

Pada pagi harinya Kamis (4/2/2021) Sunti menuju rumah Anom Subekti. Sesampainya di rumah Anom Subekti, Sunti heran melihat pagar yang telah terbuka. Sunti memanggil-manggil tapi tidak ada jawaban. Kemudian Sunti mencoba masuk lewat pintu belakang yang tembus dapur melalui samping rumah.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Pintu pagar itu sudah terbuka begitu saya sampai. Saya juga heran. Sudah uluk salam tapi tidak ada jawaban. Saya coba ke pintu belakang juga tidak ada jawaban,” ungkapnya.

Tidak mendapat jawaban dari pintu belakang, Sunti kembali kedepan dan memberanikan diri masuk. Begitu sampai ruang tamu, Sunti kaget mendapati Anom Subekti, cucu, dan anaknya sudah tergeletak di atas kasur.

Sunti kemudian berlari kedepan sampai jalan besar mencari orang. Kebetulan ada orang mencari rumput. Kemudian Sunti minta tolong untuk diantarkan ke rumah Danang, anak Anom Subekti.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Saya manek-maneke (meberanikan diri, Red) masuk karena ndak ada jawaban. Kaget banget kayak jantung mau copot waktu melihat Pak Bekti kondisinya begitu. Saya lari sampai jalan depan, ada orang mencari rumput, saya mintai tolong untuk diantar ke rumah mas Danang," jelas Sunti terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Rembang.

Menurut Sunti, Ki Anom Subekti adalah sosok yang bersahaja. Sunti berharap semoga pelaku bisa segera ditemukan dan dihukum seberat-beratnya. “Beliau sosok yang ngayomi dan baik mas," tuturnya.(kid/lut)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu