Perempuan Jadi Penentu Arah Geopolitik, Pesan Adib di SKKN Korp PMII Putri

Inti berita

Lingkar.co, Jika geopolitik adalah peta kekuasaan dan geoekonomi adalah peta uang, maka geostrategi adalah cara memastikan perempuan hadir sebagai penentu arah…

Perempuan Jadi Penentu Arah Geopolitik, Pesan Adib di SKKN Korp PMII Putri
Foto : Pengamat politik Dr M Kholidul Adib (kanan) usai memberi materi SKKN Korp PMII Putri di Semarang

Lingkar.co, Jika geopolitik adalah peta kekuasaan dan geoekonomi adalah peta uang, maka geostrategi adalah cara memastikan perempuan hadir sebagai penentu arah masa depan.

Pesan itu disampaikan pengamat politik Dr M. Kholidul Adib dalam Sekolah Kader KOPRI Nasional (SKKN) yang digelar Korp PMII Putri di Semarang, Senin (29/6/2026), sebagai bagian dari upaya membangun kepemimpinan perempuan yang adaptif terhadap perubahan dunia.

Alih-alih sekadar menjadi forum penguatan internal organisasi, SKKN kali ini menyoroti bagaimana perempuan harus dipersiapkan menjadi aktor strategis dalam percaturan global yang kian kompleks.

Sebanyak 30 delegasi dari berbagai cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia se-Indonesia dilibatkan dalam pembahasan isu-isu besar seperti geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi.

Ketua Bidang Kaderisasi Nasional, Dewi Avivah, menyebut agenda ini sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk melahirkan kader perempuan yang mampu bersaing di tengah perubahan global menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, tantangan dunia saat ini tidak lagi bisa dipandang secara lokal. Konflik antarnegara, perang dagang, hingga persaingan teknologi telah membentuk realitas baru yang menuntut kesiapan sumber daya manusia, termasuk perempuan.

Dalam pemaparannya, Dr M. Kholidul Adib menjelaskan bahwa dunia sedang memasuki fase multipolar, di mana dominasi United States mulai diimbangi kebangkitan China dan Russia.

Persaingan itu, kata dia, tak hanya terjadi dalam aspek militer, tetapi juga melalui ekonomi, penguasaan teknologi strategis, dan kontrol rantai pasok global.

Ia menyoroti bagaimana konflik di Timur Tengah, perang Russo-Ukrainian War, serta ketegangan di kawasan Laut China Selatan telah menjadikan Indo-Pasifik sebagai pusat gravitasi baru dunia.

Bagi Adib, posisi Indonesia di kawasan tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan besar. Apalagi Indonesia memiliki kekuatan strategis berupa cadangan nikel yang sangat dibutuhkan dalam transisi energi global.

Namun ia mengingatkan, sumber daya alam saja tidak cukup tanpa didukung kualitas manusia yang mampu mengelolanya.

Dalam konteks itu, perempuan dinilai memegang peran penting, terutama dalam penguatan ekonomi digital, UMKM, dan sektor keuangan syariah yang kini tumbuh pesat.

Adib menilai perempuan harus bergerak dari posisi pendukung menjadi pengambil keputusan dalam ekosistem ekonomi nasional.

“Perempuan jangan hanya hadir sebagai pelengkap statistik pembangunan. Mereka harus menjadi pusat inovasi, pengendali pasar, dan penjaga ketahanan ekonomi keluarga hingga negara,” ujarnya.

Ia pun menawarkan tiga arah strategis bagi kaderisasi perempuan PMII: memperkuat kapasitas intelektual, memperluas akses kepemimpinan di sektor strategis, dan membangun jejaring internasional.

Melalui langkah itu, Adib meyakini perempuan PMII dapat memainkan peran lebih besar dalam menghadapi era perang pengaruh global, sekaligus memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perebutan kekuatan dunia.

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu