Demo Kemenag Pati, Wali Santri Minta Ponpes Ndholo Kusumo Dibuka Lagi

Inti berita

Lingkar.co – Sejumlah wali santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag)…

Demo Kemenag Pati, Wali Santri Minta Ponpes Ndholo Kusumo Dibuka Lagi
Wali santri Ponpes Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, mendatangi Kantor Kemenag Kabupaten Pati, Senin (29/6/2026). Foto: Miftah/Lingkar.co

Lingkar.co – Sejumlah wali santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Senin (29/6/2026). Mereka meminta pemerintah membuka kembali ponpes yang izinnya telah dicabut oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Pesantren Kemenag RI.

Audiensi tersebut dihadiri perwakilan Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati.

Salah satu wali santri, Indah Fajarwati, berharap izin operasional Ponpes Ndholo Kusumo dipulihkan agar kedua anaknya dapat kembali tinggal di asrama. Menurutnya, anak-anaknya mengalami perkembangan positif selama menempuh pendidikan di ponpes tersebut.

"Harapannya pondok bisa ditempati lagi. Kalau izinnya kembali, anak saya justru menjadi lebih baik," katanya.

Indah mengaku kedua anaknya menjadi lebih rajin mengaji dan mampu menghafal Al-Qur'an selama mondok. Setelah ponpes ditutup, kebiasaan belajar agama anak-anaknya justru menurun.

Ia juga mengaku tidak mengetahui adanya dugaan kekerasan seksual di lingkungan ponpes selama kedua anaknya belajar di sana.

Kepala Kemenag Kabupaten Pati Ahmad Syaiku menegaskan pencabutan izin hanya berlaku untuk operasional pondok pesantren. Sementara itu, madrasah dan sekolah di bawah Yayasan Ndholo Kusumo tetap beroperasi seperti biasa.

Menurutnya, Kemenag telah menyiapkan alternatif pondok pesantren bagi santri yang berasal dari luar daerah agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Jika orang tua mengalami kendala biaya, Kemenag siap memberikan pendampingan dan mencarikan solusi.

"Kami tidak pernah memaksa santri pindah. Yang kami berikan adalah pilihan bagi mereka yang membutuhkan tempat tinggal karena pondok sudah tidak beroperasi," ujarnya.

Syaiku menambahkan Kemenag juga akan mengupayakan penempatan guru-guru yang terdampak penutupan Ponpes Ndholo Kusumo agar dapat kembali mengajar di sekolah atau madrasah lain.

"Kami berupaya mencarikan tempat mengajar bagi para guru agar kegiatan belajar mengajar mereka tetap berjalan," katanya. (*)

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu