Lingkar.co - Saham-saham emiten perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kompak mencatat penguatan signifikan pada perdagangan hari ini. Reli tersebut turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpantau menguat lebih dari 4 persen.
Penguatan saham bank pelat merah ini terjadi setelah sebelumnya sejumlah direktur utama bank BUMN bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menjelang penutupan sesi pertama, saham Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadi yang paling mencolok dengan kenaikan 8,57 persen ke level Rp1.150 per saham. Disusul Bank Negara Indonesia (BBNI) yang naik 5,98 persen ke Rp3.190 per saham.
Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga tercatat menguat 4,63 persen ke posisi Rp2.710, sementara Bank Mandiri (BMRI) naik 5,12 persen ke Rp5.900 per saham. Bank Syariah Indonesia (BRIS) turut melanjutkan tren positif dengan penguatan 5,57 persen ke Rp1.705 per saham.
Kenaikan serentak saham Himbara ini dikaitkan dengan pertemuan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran Himpunan Bank Milik Negara, Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), serta sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas dinamika pasar saham yang tengah bergejolak, termasuk tekanan terhadap saham-saham perbankan BUMN dalam beberapa waktu terakhir.
"Pagi ini kita koordinasi, terutama kita akan berdiskusi banyak soal market, terutama saham-saham BUMN," ujar Dasco sebelum rapat tertutup dimulai.
Ia menilai saham bank BUMN memiliki fundamental yang kuat, namun tetap terdampak sentimen global yang membuat tekanan di pasar meningkat.
Menurutnya, pemerintah dan DPR telah memperoleh gambaran terkini terkait kondisi sektor perbankan dari Himbara dan Perbanas.
"Yang berdasarkan hasil diskusi perkembangannya sangat bagus," kata Dasco.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Ketua Himbara yang juga Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setiawan, Ketua Perbanas yang juga Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.
Di sisi lain, penguatan juga didukung sentimen eksternal yang relatif lebih stabil dibandingkan periode tekanan sebelumnya. Meski rupiah masih berada di kisaran Rp18.160 per dolar AS, laju pelemahannya mulai terbatas sehingga meredakan kekhawatiran investor terhadap risiko lanjutan di pasar keuangan domestik.