Iklan

PLN Icon Plus Dukung Program PLTS 100 GWp dengan Solusi Digital

Inti berita

Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) mulai memasuki tahap pengembangan dengan dukungan infrastruktur digital. Dalam agenda…

PLN Icon Plus Dukung Program PLTS 100 GWp dengan Solusi Digital
Dukungan jaringan fiber optik dan koneksi cadangan PLN Icon Plus menopang kebutuhan komunikasi digital dalam agenda Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur. (dok PLN)

Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) mulai memasuki tahap pengembangan dengan dukungan infrastruktur digital. Dalam agenda Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di kawasan PLTA Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, PLN Icon Plus menyiapkan konektivitas untuk menunjang kebutuhan komunikasi dan operasional selama kegiatan berlangsung.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari peran PLN Icon Plus dalam menghadirkan infrastruktur konektivitas yang andal di tengah pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Kesiapan teknologi digital dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda transformasi energi.

Program PLTS 100 GWp merupakan agenda pemerintah untuk memperluas pemanfaatan energi surya sekaligus memperkuat bauran energi bersih nasional. Program tersebut telah diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan direncanakan dikembangkan secara bertahap selama tiga tahun.

Dalam tahap awal, pengembangan program mencakup 14 proyek PLTS yang tersebar di sejumlah provinsi.

“Dengan ini secara resmi saya luncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 gigawatt peak, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Terima kasih,” ujar Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan Program PLTS 100 GWp.

Salah satu proyek tersebut adalah PLTS Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri. Pembangkit ini direncanakan memiliki kapasitas 100 MWac atau setara 134,2 MWp, dengan potensi produksi listrik sekitar 218 GWh per tahun.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun, mengatakan pengembangan PLTS di Jawa Tengah akan dilakukan secara bertahap melalui sejumlah proyek.

“Untuk Program PLTS 100 GWp di Jawa Tengah, salah satu yang pertama memasuki proses pengadaan dan groundbreaking adalah PLTS di Waduk Gajah Mungkur. Selanjutnya, pengembangan juga akan dilakukan di Waduk Kedung Ombo dan Karimunjawa. Listrik yang dihasilkan nantinya akan masuk ke dalam sistem jaringan interkoneksi, sehingga pemanfaatannya tidak hanya untuk wilayah di sekitar pembangkit, tetapi dapat disalurkan ke seluruh wilayah yang terhubung dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali,” ujar Bramantyo Anggun.

Dalam mendukung agenda di Gajah Mungkur, PLN Icon Plus menyiapkan jaringan utama berbasis fiber optik dengan kapasitas bandwidth sekitar 900 Mbps.

Koneksi utama tersebut diperkuat dengan jaringan cadangan menggunakan layanan Orbit dan Starlink. Sistem fail over juga diterapkan untuk memungkinkan perpindahan koneksi apabila terjadi gangguan pada jalur utama.

PLN Icon Plus turut menyiapkan dua link internet untuk kebutuhan Front of House (FOH), dua titik Access Point dengan segmentasi IP berbeda, serta backup power berupa UPS.

Kesiapan jaringan tersebut didukung pemantauan dan penempatan personel di lapangan selama kegiatan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan konektivitas dapat ditangani apabila terjadi kendala.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan transformasi energi perlu didukung oleh ekosistem teknologi digital yang andal.

“Transformasi energi dan transformasi digital berjalan beriringan. Ketika pengembangan energi bersih terus diperluas, kebutuhan terhadap konektivitas dan infrastruktur digital yang andal juga semakin penting. PLN Icon Plus berkomitmen menghadirkan solusi digital yang dapat mendukung kebutuhan operasional di lapangan, termasuk dalam agenda strategis pengembangan energi terbarukan,” ujar Chipta Perdana.

Sementara itu, Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menjelaskan bahwa sistem konektivitas di lokasi dirancang dengan memperhatikan keberlanjutan layanan.

“Kebutuhan konektivitas di lapangan tidak cukup hanya mengandalkan satu jalur utama. Karena itu, kami menyiapkan koneksi cadangan, sistem fail over, monitoring, dan dukungan personel untuk memastikan layanan tetap tersedia selama kegiatan berlangsung. Skema ini menjadi bagian dari upaya kami menjaga keandalan layanan di tengah kebutuhan digital yang semakin tinggi,” jelas Leandra.

Dukungan PLN Icon Plus pada Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat ekosistem digital yang mendukung agenda transisi energi.

Melalui infrastruktur konektivitas dan sistem pendukung yang disiapkan, kebutuhan komunikasi serta operasional digital selama kegiatan dapat berjalan beriringan dengan dimulainya pengembangan pembangkit energi surya.

Penguatan teknologi digital tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan energi baru terbarukan membutuhkan dukungan infrastruktur yang saling terhubung. PLN Icon Plus terus mengambil peran melalui konektivitas dan solusi digital untuk mendukung berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan transformasi energi di Indonesia. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu