Operasi pencarian korban kecelakaan kapal virgo KM 8 di Laut Jawa hingga hari keempat, Rabu (16/9/2026), menghadapi tantangan berupa gelombang laut yang tinggi. Kapal yang mengangkut ratusan orang itu terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Kasi Ops Kantor Pencarian dan Penyelamatan atau Search and Rescue (SAR) Banjarmasin Aryanto Ardi menyampaikan kendala itu dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Rabu (16/9/2026).
Untuk cuaca di laut memang sulit di prdiksi sehingga membutuhkan waktu untuk dilakukan evakuasi semua korban.

“Untuk Basarnas sendiri dan unsur SAR gabungan yang kita laksanakan, tiga hari terakhir ini, bahwa ada kendala yang cukup menghambat daripada proses evakuasi, yaitu cuaca di lokasi,” kata dia.
“Sejak kejadian sampai dengan hari keempat ini, ketinggian gelombang menjadi faktor utama yang menghambat dalam proses evakuasi,” tegasnya.
Mengerahkan tim melalui udara
Oleh sebab itu, lanjut Aryanto, tim gabungan juga mengerahkan tim pencarian melalui udara yang dijadikan acuan untuk mendeteksi keberadaan objek.
“Sehingga obyek-obyek yang ada terdeteksi dari udara itu yang menjadi referensi kita untuk membuat suatu area pencarian dalam pelaksanaan operasi ini,” tambahnya.
Pada pencarian hari keempat ini, tim gabungan mengerahkan sejumlah kapal, termasuk bantuan kapal dari TNI dan Polri untuk mempercepat proses evakuasi korban.
“Hari ini kita sudah menyiapkan beberapa alut (alat utama, red) laut yang akan kami kerahkan, di antaranya adalah KRI Ngurah Rai, kemudian KRI Nala, KRI Canopus, dan dua unit kapal dari Basarnas untuk memaksimalkan pencarian permukaan di sektor-sektor area yang telah kami tentukan.”
Tim juga mengerahkan sejumlah helikopter sebagai monitoring pencarian melalui udara.
“Kemudian, helikopter juga kami siapkan, ada tiga unit untuk melakukan pencarian udara, yaitu heli Basarnas, kemudian perbantuan dari BNPB, dan Dauphin milik Mabes Polri,” tuturnya.