Istana membantah pergantian Menteri Keuangan yang sebelumnya dijabat Purbaya Yudhi Sadewa dan kini digantikan Suahasil Nazara berkaitan dengan masalah internal di Kementerian Keuangan.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto mengatakan pergantian menteri merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan. Menurutnya, seorang menteri maupun wakil menteri harus selalu siap jika sewaktu-waktu diganti oleh Presiden.
“Pergantian pejabat kan tidak ada sesuatu yang istimewa. Kan itu juga prerogatif Presiden kan,” kata Bambang di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.
Bambang menegaskan, pergantian Purbaya dengan Suahasil tidak perlu dikaitkan dengan isu mengenai persoalan internal di Kementerian Keuangan. Dia menyebut perombakan kabinet dapat dilakukan kapan saja sesuai kewenangan Presiden.
“Tidak ada kaitannya dengan itu,” ujarnya.
Suahasil Disebut Punya Karakter Sendiri
Bambang juga menepis anggapan bahwa penunjukan Suahasil berkaitan dengan karakter atau gaya kepemimpinan yang dinilai mirip dengan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Menurut Bambang, Suahasil memiliki karakter dan kapasitasnya sendiri sehingga penunjukannya tidak didasarkan pada penilaian untuk menyerupai menteri sebelumnya.
“Nggak ada itu penilaian. Kita nggak ada penilaian seperti siapa. Pak Suahasil, dia punya karakter sendiri,” katanya.
Pergantian tersebut ditandai dengan serah terima jabatan Menteri Keuangan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9). Purbaya secara resmi menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil.
Dalam acara tersebut, Purbaya menyampaikan terima kasih atas kerja sama jajaran Kementerian Keuangan selama sekitar satu tahun terakhir. Sementara itu, Suahasil memberikan apresiasi kepada Purbaya atas kepemimpinannya selama 12 bulan.
Suahasil menilai Purbaya telah melanjutkan warisan Kementerian Keuangan sebagai institusi pengelola keuangan negara, salah satunya melalui penguatan kolaborasi lintas unit.