Iklan

Ganda Campuran Bentukan Pelatih Nova Untuk Persiapan Olimpiade LA 2028

Inti berita

Pelatih Bulu Tangkis Nova Widianto melakukan perubahan ganda campuran yang diharapkan mampu untuk melakukan terobosan pada Olimpiade LA 2028.

Foto: Bagas/Apriyani Ganda campuran

Pasangan yang baru dipasangkan Bulu tangkis Indonesia, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, terbuka mengenai tantangan besar dalam memadukan pola permainan mereka setelah resmi diduetkan oleh pelatih Nova Widianto. Meski berstatus pasangan baru, Bagas/Apriyani siap menggebrak sektor ganda campuran.

1. Perjalanan Baru

Pasangan Bagas/Apriyani baru dipasangkan oleh pelatih ganda campuran, Nova Widianto. Pelatih berusia 48 tahun itu diketahui meracik tiga pasangan ganda campuran baru untuk tim bulu tangkis Indonesia.

Ganda campuran baru bentukan Nova Widianto

Selain Bagas/Apriyani, ada dua pasangan baru lainnya yakni Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Nawaf Khoiriyansyah/Indah Sari Cahya Jamil. Ketiganya diproyeksikan untuk tembus Olimpiade Los Angeles 2028.

Bagi Bagas, bermain di sektor ganda campuran merupakan pengalaman baru. Karena, pebulu tangkis berusia 28 tahun itu sebelumnya hanya bermain di sektor ganda putra.

Bagas diketahui pernah berpasangan ganda putra dengan Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, dan Muhammad Putra Erwiansyah. Bagas pun siap memulai tantangan baru di sektor ganda campuran bersama Apriyani.

"Ya kalau saya dari pribadi, kita kan berdua udah mau udah lama banget ya di ganda putri dan ganda putra. Ya saya juga masih perlu adaptasi lebih karena nggak gampang ya dimain mix. Ini kan partner-nya beda dari yang lain, apa maksudnya bukan cowok, ini partner cewek," kata Bagas kepada awak media di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta pada Rabu (16/9/2026).

"Jadi kita harus lebih ngatur lagi di dalam lapangan dan kita juga masih perlu sharing juga sih sama yang udah main mix. Kayak contohnya kayak saya sama Amri, ya perlu juga main mix itu gimana gitu. Cowoknya harus gimana, ceweknya juga harus gimana," tambahnya.

2. Target Turnamen Perdana

Sementara bagi Apriyani, ini merupakan pengalaman di sektor ganda campuran dengan pasangan yang berbeda dan sudah ada pengalaman di mix. Sebelumnya, Apriyani sempat berduet dengan Dejan Ferdinansyah.

Bersama Dejan, Apriyani berhasil meraih gelar Indonesia International Challenge 2026 Seri Pontianak pada Agustus lalu. Menurut Apriyani, berpasangan dengan tandem baru butuh waktu adaptasi lebih untuk mengatur pola permainan yang pas.

"Sama sih. Sama juga. Maksudnya juga kita juga, saya dan Bagas juga upaya kan baru latihan beberapa hari, sudah memang aku coba, kita coba berkomunikasi untuk, 'Ini gimana ya maksudnya mainnya? Maksudnya gimana? Trus di mana?' Karena kan Bagas beda, Dejan beda," tutur Apriyani.

"Jadi memang ya ada porsinya. Harus tahu karena pola Dejan sama Bagas kan juga berbeda. Jadi, kurang lebih nggak terlalu banyak sih untuk perubahannya. Sedikit-sedikit aja sih. Yang lebih di dalam untuk bila dalam lapangan," tambahnya.

Pasangan Bagas/Apriyani rencananya akan diuji coba dalam turnamen terdekat. Ajang yang dimaksud adalah Indonesia International Challenge 2026 Seri Surabaya pada 22-27 September mendatang.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu