Terjebak Kobaran Api, Petani Pati Tewas saat Bakar Daun Tebu

Inti berita

Lingkar.co - Seorang petani berinisial Y (60), warga Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah saat membakar…

Terjebak Kobaran Api, Petani Pati Tewas saat Bakar Daun Tebu
Polisi melakukan olah TKP. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Seorang petani berinisial Y (60), warga Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah saat membakar daun tebu kering di area persawahan Blok Tarub, Desa Wedarijaksa, Sabtu (6/6/2026).

Korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia di lahan tebu yang sedang dibersihkan dengan cara pembakaran daun tebu kering.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP Suntoro mengatakan, korban saat itu bekerja membersihkan lahan tebu milik warga berinisial M bersama seorang rekannya, S. Keduanya mendapat tugas membakar sisa daun tebu kering yang telah ditebang.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Korban bersama rekannya mendapat tugas membakar daun tebu yang telah kering untuk membersihkan lahan. Saat itu mereka bekerja di lokasi yang berbeda dalam satu area persawahan," ujar AKP Suntoro.

Beberapa saat kemudian, rekan korban tidak lagi melihat keberadaan Y dan berusaha mencarinya di sekitar lokasi. Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dengan kondisi mengalami luka bakar berat.

"Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pemilik lahan dan diteruskan kepada pihak kepolisian," jelasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menerima laporan tersebut, petugas Polsek Wedarijaksa bersama tim medis dari Puskesmas Wedarijaksa I mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan medis, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan korban mengalami luka bakar hingga sekitar 90 persen pada tubuhnya. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

"Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 90 persen pada tubuhnya. Dari pemeriksaan juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana," kata AKP Suntoro.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, polisi menduga korban terjebak kobaran api saat melakukan pembakaran daun tebu sehingga menyebabkan luka bakar fatal yang berujung kematian.

"Dugaan sementara korban terbakar saat melakukan pembakaran bekas daun tebu. Namun demikian, seluruh keterangan saksi dan hasil pemeriksaan tetap kami dokumentasikan sebagai bagian dari proses penyelidikan," ungkapnya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan autopsi telah dituangkan dalam surat pernyataan yang diketahui pemerintah desa setempat.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, sebuah sabit, topi, dan korek api yang diduga digunakan saat pembakaran daun tebu.

AKP Suntoro mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran di area pertanian, terutama pada musim kemarau yang berisiko memicu kebakaran lebih besar.

"Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran di lahan pertanian. Pastikan kondisi aman, perhatikan arah angin, siapkan sarana pemadaman sederhana, dan sebisa mungkin tidak bekerja sendirian agar apabila terjadi keadaan darurat dapat segera memperoleh pertolongan," ujarnya. (*)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu