Arsip Tag: branding

Mobil Branding Basuki-Nashri dan Mobil Plat Merah Terparkir di Halaman Rumah Dinas Wakil Bupati Kendal

Lingkar.co – Calon Bupati petahana, Windu Suko Basuki terpantau masih beraktivitas dan tinggal di rumah dinas Pemkab Kendal. Padahal, Basuki yang merupakan wakil bupati Kendal telah berpasangan dengan Nashri menjadi calon bupati periode 2024 – 2029.

Adapun surat izin cuti untuk Basuki dari Gubernur Jateng sudah turun sejak 12 September 2024. Jika merujuk surat yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah pada 12 September 2024, calon kepala daerah wajib mengajukan cuti pada 25 September – 23 November 2024.

Surat yang ditandatangani Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menyebutkan, Windu Suko Basuki selama cuti kampanye dilarang menggunakan fasilitas negara yang terkait jabatannya.

“Berkenaan dengan ketentuan di atas, dengan ini kami memberikan cuti di luar tanggungan negara kepada saudara Windu Suko Basuki selama masa kampanye dari tanggal 25 september hingga 23 november 2024,” kata Nana Sudjana dalam suratnya, Kamis (26/9/2024).

Melansir dari Tribun Jateng, Windu Basuki tak mengelak dirinya masih menempati rumah dinas tersebut. Hanya saja, ia mengeklaim penggunaan rumah dinas tidak menyalahi aturan selama tidak digunakan untuk kampanye.

“Iya masih di rumah dinas. Selama enggak digunakan kegiatan Pilkada kan enggak masalah,” katanya, Kamis (26/9/2024).

Basuki menambahkan, dirinya saat ini masih ada kegiatan di Bugangin. “Mau ada kegiatan di Bugangin,” tuturnya.

Saat dilakukan pengecekan ke rumah dinas yang berada di kompleks Pemkab Kendal sekitar pukul 12:00 WIB, terlihat tim keamanan dari Satpol PP dan juga beberapa petugas keamanan rumah.

Terlihat juga ada mobil branding pasangan Basuki-Nashri (Basnas) yang terparkir di halaman samping belakang rumah dinas. Akan tetapi, setelah dilakukan pengecekan ulang sekitar pukul 13:00 WIB, mobil tersebut sudah tidak terlihat.

Sejumlah awak media sempat menanyakan keberadaan Windu Basuki kepada petugas jaga keamanan. “(Pak Basuki: red) iya masih tinggal di sini. Tapi siang ini masih kegiatan di luar,” kata penjaga.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kendal Hevy Indah Oktaria mengatakan pihaknya akan melakukan konfirmasi dan penelusuran terkait mobil dukungan, yang masih menempati rumah dinas.

“Kalau masih di rumah dinas dan melakukan kampanye ya tidak boleh. Soal mobil juga ada potensi pelanggaran, kita akan konfirmasi dan penelusuran serta diupayakan untuk mobil dipindahkan,” terangnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/9/2024).

Ia menambahkan, pihaknya sudah menanyakan hal tersebut kepada Pemkab Kendal untuk memastikan status keberadaan Basuki di rumah dinas.

“Tadi sudah konfirmasi ke Pak Sekda dan katanya sudah memberikan waktu kepada Windu Basuki untuk berkemas,” tandasnya. (*)

Awak media Lingkar.co sudah berusaha menghubungi Windu Suko Basuki melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Namun belum ada jawaban hingga berita ini diterbitkan. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Pentingnya Personal Branding untuk Komedian Lokal

Lingkar.co – Dalam dunia komedi yang penuh dengan persaingan, di mana setiap komedian berjuang untuk mendapatkan sorotan, personal branding menjadi lebih dari sekadar konsep; ia menjadi senjata rahasia yang membedakan antara komedian yang hanya sekadar lewat dengan mereka yang namanya terpahat dalam ingatan. Personal branding bagi komedian lokal bukan hanya penting, melainkan vital dalam menentukan panjang dan kualitas karir mereka di industri hiburan.

Personal Branding: Lebih dari Sekadar Nama

Personal branding adalah tentang membangun dan mengelola bagaimana komedian dipersepsikan oleh dunia. Ini melibatkan pengembangan karakter unik, gaya komedi, dan bahkan cara komedian tersebut berinteraksi dengan audiens dan penggemar. Personal branding yang kuat menciptakan sebuah narasi yang kohesif tentang siapa komedian itu, apa yang mereka wakili, dan apa yang dapat diharapkan audiens dari mereka.

Dalam pasar yang padat dengan talenta komedi, personal branding membantu komedian lokal untuk menonjol. Ini bukan hanya tentang memiliki ciri khas dalam materi, tetapi juga tentang bagaimana mereka menyampaikan materi tersebut dan bagaimana mereka memposisikan diri dalam industri. Komedian dengan personal branding yang kuat sering kali diingat tidak hanya karena lelucon mereka, tetapi juga karena persona yang mereka ciptakan. Ini adalah tentang menjadi unik, tidak hanya dalam materi tetapi juga dalam presentasi.

Media sosial telah merevolusi cara komedian membangun dan memelihara personal branding mereka. Platform seperti Instagram, Twitter, dan YouTube menjadi alat penting untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan memperkuat merek pribadi. Komedian dapat menggunakan media sosial untuk menampilkan gaya humor mereka, berbagi pemikiran tentang topik-topik terkini, dan bahkan memberikan pandangan di balik layar tentang kehidupan mereka. Ini menciptakan keterlibatan yang lebih dalam dengan penggemar dan membangun komunitas yang setia.
Personal Branding dan Kesuksesan Jangka Panjang

Kesuksesan jangka panjang dalam komedi sering kali bergantung pada kemampuan komedian untuk tetap relevan. Personal branding yang konsisten dan strategis dapat membantu komedian mempertahankan relevansi mereka, bahkan ketika tren komedi berubah.

Komedian yang berhasil membangun personal branding yang kuat sering kali menemukan bahwa mereka tidak hanya memiliki penggemar, tetapi pengikut yang setia, yang akan mendukung mereka melalui berbagai fase karir mereka.

Setiap komedian memiliki gaya dan suara yang unik, dan personal branding mempengaruhi jenis materi yang mereka pilih untuk disajikan. Materi yang dipilih oleh komedian harus mencerminkan merek mereka dan berbicara kepada audiens yang mereka coba jangkau. Ini menciptakan konsistensi yang memperkuat personal branding dan membangun kepercayaan dengan audiens.

Bagaimana seorang komedian lokal membangun personal branding yang efektif?

Prosesnya dimulai dengan introspeksi yang mendalam: mengidentifikasi apa yang membuat mereka unik dan bagaimana mereka ingin dipersepsikan oleh dunia. Ini melibatkan pemilihan gaya komedi, pengembangan suara yang khas, dan bahkan pemilihan estetika visual yang akan digunakan dalam materi promosi dan penampilan.

Konsistensi adalah kunci dalam membangun personal branding. Ini berarti bahwa komedian harus konsisten dalam gaya humor mereka, penampilan mereka, dan bahkan dalam cara mereka berkomunikasi dengan penggemar. Konsistensi ini menciptakan merek yang kuat yang audiens dapat mengenali dan mengingat.

Meskipun konsistensi penting, komedian juga harus bersedia untuk beradaptasi. Industri komedi terus berubah, dan personal branding yang sukses memerlukan fleksibilitas untuk tumbuh dan berkembang bersama dengan perubahan selera dan tren. Komedian harus bersedia untuk bereksperimen dan mengambil risiko dengan materi mereka, sambil tetap setia pada inti dari merek pribadi mereka.

Personal Branding sebagai Alat Pemasaran

Personal branding juga berfungsi sebagai alat pemasaran yang kuat. Komedian dengan personal branding yang jelas dan menarik lebih mudah untuk dipasarkan oleh agen, klub komedi, dan festival. Merek pribadi yang kuat dapat membantu komedian mendapatkan tempat di acara yang lebih besar, menarik sponsor, dan bahkan membuka peluang di luar komedi, seperti penulisan buku atau penampilan di film dan televisi.

Personal branding adalah inti dari kesuksesan komedian lokal di era modern. Ini adalah proses yang berkelanjutan yang membutuhkan pemikiran, strategi, dan adaptasi. Komedian yang memahami dan menerapkan prinsip personal branding dengan efektif akan menemukan bahwa mereka tidak hanya dapat membangun karir yang sukses tetapi juga meninggalkan warisan yang bertahan lama. Di dunia yang sering kali melihat komedian datang dan pergi, personal branding adalah yang memastikan bahwa beberapa akan tetap, tidak hanya dalam bisnis tetapi juga dalam hati dan pikiran penggemar mereka.

Memahami pentingnya personal branding bagi para komedian lokal, kami tim pengabdi dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang telah melaksanakan pelatihan personal branding dan digital marketing bagi para komedian lokal yang tergabung dalam Komunitas Stand Up Comedy Kota Semarang.

Respons dari peserta sangat positif terkait dengan adanya pelatihan ini. Peserta dan pengabdi berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi kegiatan rutin yang bisa diadakan di masa selanjutnya. (*)

Penulis: Hendi Pratama, Fatma Hetami & Maria Johana