Arsip Tag: DPUTR Pati

Warga Resah, Jalan Guyangan-Jetak Pati Rusak Parah

Lingkar.co – Ruas jalan Guyangan–Jetak di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, dikeluhkan warga akibat kondisinya yang rusak parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Jalan yang menjadi penghubung antarwilayah itu disebut sudah lama tidak tersentuh perbaikan.

Berdasarkan pantauan lokasi pada Rabu (15/4/2026), terlihat sejumlah titik jalan mengalami kerusakan cukup serius. Aspal tampak mengelupas dan banyak lubang menganga di sepanjang ruas tersebut.

Kondisi itu memaksa pengendara yang melintas untuk memperlambat laju kendaraan. Selain mengganggu kenyamanan, kerusakan jalan juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari karena minimnya penerangan.

Salah satu warga, Majid Lutfhi Setiawan, mengaku khawatir dengan kondisi jalan tersebut. Ia menyebut kerusakan sudah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa ada perbaikan.

“Sering rusak, berlubang parah. Khawatir lewat pas malam bisa terperosok karena minim penerangan,” jelas.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut, mengingat ruas itu kerap dilalui masyarakat setiap hari.

“Kalau bisa segera diperbaiki lah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pati, Hasto Utomo, memastikan bahwa ruas jalan Guyangan–Jetak telah masuk dalam rencana perbaikan tahun 2026 dengan anggaran sebesar Rp1 miliar.

“Untuk jalan Guyangan – Jetak Kecamatan Wedarijaksa sudah termasuk direncana perbaikan jalan 2026 ini dengan alokasi anggaran Rp 1 miliar,” jelasnya.

Namun demikian, pelaksanaan perbaikan masih menunggu arahan dari Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

“Masih menunggu arahan dari bapak plt Bupati mas, mudah mudahan April 2026 sudah bisa mulai pelaksanaan,” tambahnya.

Hasto juga menyebut masih ada sejumlah ruas jalan lain di Kabupaten Pati yang mengalami kerusakan dan belum tertangani. Untuk tahun 2026, pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar guna rehabilitasi jalan dan jembatan di berbagai titik.

“Untuk jalan di Pati yang rusak diantaranya di Guyangan-Runting, Juwana-Guyangan, Tlogowungu-Bapoh, Boloagung-Trimulyo, Prawoto batas Kudus, Tayu-Dukuhseti, Jenggolo-Pegandan, anggaran untuk rehabilitasi jalan dan jembatan tahun 2026 ini kurang lebih Rp200 miliar,” jelasnya. (*)

Antisipasi Banjir, DPUTR Pati Genjot Normalisasi Sungai

Lingkar.co – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati melakukan normalisasi sejumlah sungai  yang telah mengalami pendangkalan dan kondisi tanggul yang lemah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di musim hujan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto, menyebutkan beberapa sungai yang sedang dalam proses normalisasi di antaranya, Sungai Wedusan, Sungai Tegalombo, Sungai Cingu 2, Sungai Simo, dan Sungai Glonggong. Sementara itu, sejumlah sungai lain telah selesai ditangani, seperti Sungai Godo, Sungai Bugel, Sungai Dunggong, Sungai Kedunglumbung, Sungai Pantirejo, dan Sungai Mangin.

“Ada beberapa lokasi yang kita normalisasi, mulai dari utara, Sungai Wedusan di Desa Wedusan, Sungai Tegalombo di Desa Tegalombo. Kemudian Sungai Simo di Pati-Juwana. Di Pati selatan Sungai Cingu 2 di Kecamatan Kayen dan Sukolilo yang bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dari Pasuruhan, Srikaton, Baturejo, Baleadi. Kemudian, DPUTR ke Sungai Glonggong, mulai dari Desa Mantingantengah, Tondokerto, Glonggong, Sembaturagung, dan Bungasrejo, kita normalisasi,” terang Widyo, kemarin.

Dalam penanganan ini, DPUTR tidak bekerja sendiri. Pihaknya menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memastikan upaya normalisasi mampu meminimalkan risiko banjir di kawasan permukiman maupun area pertanian.

“Untuk yang Sungai Godo di Desa Sinomwidodo-Angkatan Kidul-Angkatan Lor ini sementara beberapa titik sudah kita normalisasi. Di daerah Sungai Bugel di Desa Mintobasuki (Kecamatan Gabus)-Desa Dukuhmulyo (Kecamatan Jakenan), terus di Sungai Dunggong Desa Kedalingan, sama Sungai Kedunglumbung Desa Tlogoayu, Sungai Pantirejo. Kalau Kayen ada di Sungai Mangin dari Desa Kayen menuju Desa Pesagi juga kita tangani,” jelasnya.

Widyo menambahkan, upaya normalisasi dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, meskipun hingga kini belum ditemukan adanya genangan air yang mengkhawatirkan. Sejumlah alat berat milik DPUTR pun masih disiagakan di beberapa titik.

“Mungkin ini gak ada genangan dengan curah hujan yang tinggi, mudah-mudahan ke depan tidak ada banjir. Alat PU (DPUTR) masih di sana (sekitar Sungai Glonggon), karena air sempat tinggi, kita lakukan normalisasi sungai,” ujarnya. (*)

Halaman Pasar Puri Baru Pati Dibangun Ulang, Anggaran Hampir Rp 1 Miliar

Lingkar.co – Perbaikan halaman Pasar Puri Baru Pati mulai dikerjakan. Proyek yang dibiayai APBD dengan anggaran sebesar Rp 994 juta itu menargetkan selesai pada Desember 2025.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Arif Darmawan, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, pengerjaan dimulai sejak Kamis, 30 Oktober 2025. “Untuk surat perjanjian kerja (SPK-nya) 30 Oktober sampai dengan 8 Desember,” ujar Arif.

Saat ini, progres masih pada tahap awal, yaitu pembongkaran taman, penebangan pohon, serta perapian area yang rusak. Setelah tahap tersebut selesai, barulah pengaspalan dilakukan.

“Ini baru perapihan fasilitas pendukung seperti bongkar taman kecil yang ada di tengah, penebangan pohon yang dirasa mengganggu untuk lahan parkir, sama penambalan leveling untuk halaman yang berlubang-lubang dan lain-lain, setelah itu baru pekerjaan lapisan aspal hot mix-nya,” jelasnya.

Perbaikan halaman pasar ini disambut positif para pedagang. Rif’an, penjual es di Pasar Puri Baru Pati, mengaku kondisi sebelumnya memang kurang nyaman bagi pengunjung.

“Banyak jalan yang berlubang, terus kalau hujan biasanya becek,” ucapnya.

Ia berharap renovasi ini dapat membuat akses pasar lebih baik dan meningkatkan jumlah pengunjung.

“Harapannya semoga jalannya lebih bagus. Sehingga pengunjung banyak yang dateng,” tutupnya. (*)

Pansus DPRD Pati Panggil Eks Sekda dan Kepala DPUTR, Bongkar Isu PBB-P2 hingga Anggaran Rp 440 Miliar

Lingkar.co – Rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati kembali digelar pada Rabu (17/9/2025). Dalam rapat ini, Pansus menghadirkan mantan Sekda Pati Jumani, Kepala DPUTR Pati Riyoso, serta Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pati.

Jumani dimintai keterangan terkait isu Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), mutasi jabatan, hingga polemik surat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam pembahasan PBB-P2.

“Dari awal saya tidak pernah dilibatkan, baik terkait pembahasan, perencanaan, maupun pelaksanaan PBB-P2. Otomatis apapun yang terkait PBB-P2 saya tidak tahu,” kata Jumani.

Soal mutasi jabatan, Jumani menyebut perannya hanya sebatas menandatangani berita acara penilaian kinerja.

“Terkait mutasi dan promosi jabatan, saya tidak pernah dilibatkan. Saya hanya menandatangani berita acara penilaian kinerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, mekanisme mutasi seharusnya ditangani oleh Dinas BKPSDM bersama tim penilai kinerja.

“Tidak lazim kalau Sekda hanya sebatas tanda tangan tanpa dilibatkan dalam rapat perencanaan,” imbuhnya.

Terkait surat BKN mengenai jabatan Direktur Suwondo, Jumani mengaku hanya menerima satu kali tembusan.

“Kalau tidak salah saya hanya menerima satu kali tembusan surat dari BKN, yang kemudian saya teruskan ke Bupati. Kalau ada dua kali lainnya, saya tidak tahu,” jelasnya.

Sementara itu, Riyoso ditanya soal besarnya anggaran DPUTR Pati tahun 2025. Ketua Pansus Teguh Bandang Waluyo menilai dana yang dikelola cukup besar namun minim pengawasan, termasuk pembatalan rencana revitalisasi masjid.

“Kami ingin tahu berapa besaran anggaran yang ada di DPUTR Pati. Termasuk adanya pembatalan rencana revitalisasi masjid. Anggaran masjid ini awalnya ada, tetapi kemudian digeser untuk perbaikan jalan,” ujar Bandang.

Kepala DPUTR Riyoso menjelaskan pihaknya mengelola sekitar Rp 440 miliar pada tahun 2025, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp 200 miliar. Mayoritas anggaran digunakan untuk perbaikan jalan sesuai visi-misi Bupati Pati Sudewo.

“Anggaran kami karena ada rasionalisasi, untuk mewujudkan visi misi bupati jadi ada Rp 440 miliar. Dibandingkan tahun lalu kita ada dua ratusan miliar. Anggaran ini diprioritaskan untuk perawatan jalan. Alhamdulillah progres atau laporan tidak ada laporan,” jelas Riyoso.

Selain jalan, dana tersebut juga dialokasikan untuk revitalisasi GOR Pesantenan, perbaikan drainase, hingga normalisasi sungai.

Adapun batalnya revitalisasi Masjid Baitunnur dan Alun-alun Simpang Lima, menurut Riyoso, kata Riyoso, disebabkan gagalnya rencana kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen.

“Sehingga membuat anggaran untuk revitalisasi menjadi hilang karena ketiadaan anggaran,” tambahnya. (*)

Belasan Jalan Rusak di Pati Akan Diperbaiki Tahun Ini, Berikut Daftarnya

Lingkar.co – Belasan ruas jalan di Kabupaten Pati akan diperbaiki tahun ini. Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPTR) Pati Hasto Utomo menyebutkan dana yang disiapkan untuk memperbaiki jalan tersebut mencapai Rp 90 miliar.

“Untuk memperbaiki 16 ruas jalan pada tahun 2025 dengan anggaran sekitar Rp 80 hingga Rp 90 miliar,” jelas Hasto, kemarin.

Hasto menjelaskan anggaran tersebut berasal dari dua sumber, yaitu Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati.

Adapun perbaikannya yang menggunakan APBD ada sebanyak 14 ruas jalan, yaitu sebagai berikut:

– Jalan Bringinwareng-Pasar Hewan (Bumiharjo) dengan anggaran Rp 1 miliar

– Jalan Angkatan Lor-Godo dengan anggaran Rp 1.450.000.000

– Jalan Juwana-Jetak dengan anggaran 1.470.000.000

– Jalan Dukuhseti-batas Kabupaten Jepara dengan anggaran 970 juta.

– Jalan Pati-Gembong dengan anggaran Rp 585 juta

– Jalan Tambakromo-batas Kabupaten Grobogan dengan anggaran Rp 470 juta,

– Jalan Lahar-Pasucen dengan anggaran Rp 970 juta

– Jalan Tlogowungu-Lahar dengan anggaran Rp 1.470.000.000

– Jalan Bondol-Gunungwungkal dengan anggaran Rp 970 juta.

– Jalan Tayu-Dukuhseti dengan anggaran Rp 2,2 miliar

– Jalan Jaken-batas Blora dengan anggaran Rp 1.470.000.000

– Jalan Pati-Gabus dengan anggaran Rp 970 juta

– Jalan Cengkalsewu-batas Kudus dengan anggaran Rp 670 juta

– Kolam Tambat Kapal Juwana dengan anggaran Rp 400 juta

Sementara itu, untuk ruas jalan yang diperbaiki dengan DAK antara lain:

Jalan Sukolilo-Prawoto dengan anggaran Rp Rp 17 miliar

Jalan Pati-Tlogowungu dengan anggaran 4.750.000.00.

“Yang tahun 2024 itu total kami kan Rp 80 miliar, itu ini kemungkinan hampir sama, Rp 80-90 miliar. Di DAK 2025 Alhamdulillah kami mendapatkan alokasi Rp 22 miliar. Rp 22 miliar itu kami alokasikan untuk Rp 17 miliar di Sukolilo-Prawoto sisanya yang Rp 4.750.000 itu di Pati-Tlogowungu,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perbaikan jalan dipripritaskan yang tingkat kerusakannya sangat parah.

“Yang paling awal DAK, itu akan segera dilaksanakan. Paling Februari sudah mulai dikerjakan. Kalau untuk Sukolilo-Prawoto dan Pati-Tlogowungu kami rencanakan bersamaan pelaksanaannya. Kami harapkan maksimal 5 bulan sudah selesai,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftah

Jalan Sukolilo-Prawoto Pati Batal Diperbaiki Tahun Ini, Berikut Penjelasan DPUTR Pati

Lingkar.co – Ruas Jalan Sukolilo-Prawoto, Kabupaten Pati batal diperbaiki tahun ini. Hal ini karena anggarannya digeser untuk memperbaiki ruas Jalan Dukuhseti-Jepara.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati Hasto Utomo.

Ia menjelaskan sedianya usulan dana Inpres tahun 2024 dialokasikan untuk perbaikan jalan Sukolilo-Prawoto. Namun, karena adanya unjuk rasa yang dilakukan warga Kembang, Dukuhseti soal kerusakan jalan, akhirnya anggaran digeser untuk memperbaiki Jalan Dukuhseti-Jepara.

“Itu kemarin memang sudah kita utamakan dari dana Inpres. Usulannya Rp 30 miliar. Tetapi karena anggaran yang turun Rp 18 miliar jadi yang nomor 2 jalan Dukuhseti batas Jepara itu urgent, jadinya kita utamakan dulu yang di sana,” kata Hasto, Selasa (12/11/2024).

Meski demikian, pihaknya sementara melakukan rehabilitasi berupa pengaspalan di Jalan Sukolilo-Prawoto dengan anggaran Rp 1 miliar.

Sementara untuk perbaikan secara keseluruhan, pihaknya menjanjikan pada tahun 2025 dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 senilai Rp 17 miliar.

Melalui DAK, katanya, nantinya bakal diperbaiki jalan sepanjang 4 kilometer dengan kontruksi utama menghubungi cor beton supaya tahan lama.

“Sukolilo-Prawoto kita usahakan tahun depan, tetapi tidak lewat Inpres melainkan DAK. Sudah di ACC tinggal 2025 dilaksanakan. Perubahan ini hanya perbaikan 800 meter. Tapi Rp 17 miliar itu nanti 4 kilometer, jadi lumayan karena itu nanti cor,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Permudah Rekapitulasi Barang dan Jasa, DPUTR Pati Luncurkan Aplikasi SI-DARJA

Lingkar.co – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati meluncurkan aplikasi SI-DARJA (Sistem Informasi Data Barang Jasa) di Ruang Anggrek Kantor DPUTR Pati pada Selasa (11/6/2024).

Aplikasi yang dirancang oleh Sekretaris DPUTR Pati Kristina Inti Retnoningrum ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kabupaten Pati.

Menurut Kristina, selama ini rekapitulasi data pengadaan barang atau jasa yang dilakukan oleh DPUTR Pati belum optimal. Hal ini lantaran masih dilakukan secara manual.

“Melalui penerapan aplikasi SI-DARJA, maka pelaksanaan rekapitulasi pengadaan barang jasa tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan menggunakan digitalisasi. Selain itu, lebih efektif dan efisien serta memudahkan permintaan data pada saat pemeriksaan di akhir tahun anggaran,” jelasnya.

Sebelum melahirkan SI-DARJA, ia mengaku telah berkonsultasi dengan Pj Bupati Pati, Ketua DPRD Pati, Plt Kepala DPUTR Pati, Kepala Diskominfo Pati, Inspektur Daerah dan Kepala BPKAD Kabupaten Pati.

Setelah mendapatkan dukungan, kemudian pihaknya membentuk tim efektif dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Baru kemudian membuat aplikasi SI-DARJA dengan melibatkan programer, menyusun SOP aplikasi dan menyosialisasikan penggunaannya.

“Juga ada bimbingan teknis dan uji coba aplikasi, serta implementasi aplikasi SI-DARJA,” imbuhnya.

Adapun data yang diinput ke dalam aplikasi, antara lain nama paket kegiatan, pagu dan sumber dana, pelaksana (nama penyedia jasa), SPMK (nomor, tanggal), kontrak (nomor, tanggal dan nilai), addendum (nomor, tanggal dan nilai), jangka waktu kontrak (lama, tanggal mulai dan tanggal selesai).

Data lainnya yang diinput, yakni bast (nomor, tanggal), realisasi fisik (dalam %), realisasi pembayaran (jumlah, % terhadap pagu dan % terhadap kontrak /add), jenis belanja (modal/pemeliharaan), PPKom dan Pengawas Lapangan, serta gambar kegiatan (0% dan 100%).

Lebih lanjut ia mengatakan, karena aplikasi ini masih baru, sehingga ke depannya masih butuh penyempurnaan. Dikatakan aplikasi Si Darja untuk saat ini baru diterapkan terbatas di DPUTR Pati. (*)

Penulis: Miftahus Salam

19 Sungai di Pati Bakal Dinormalisasi Tahun Ini

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) pada tahun 2024 akan normalisasi sejumlah sungai yang mulai mengalami sedimentasi.

Berdasarkan data dari DPUTR Pati, total ada 19 sungai yang akan dinormalisasi. Diantaranya, Sungai Kedunglumbung Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Sungai Gayang Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Sungai Beji Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Sungai Golan Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, Sungai Tompe Desa Talun, Kecamatan Kayen, dan Sungai Jaranmati Desa/Kecamatan Margoyoso.

Kemudian, Sungai Kedunglumbung Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, Sungai Golan Desa Tlutup, Kecamatan Trangkil, Sungai Luboyo Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Sungai Bapoh Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa, Sungai Jaranmati Desa Semerak, Kecamatan Margoyoso, Sungai Kluweh Desa Ketip, Kecamatan Juwana, Sungai Pengkok Desa Trimulyo, Kecamatam Juwana, Sungai Lumpang Desa Plangitan, Kecamatan Pati, dan Sungai Patoman Desa Dororejo, Kecamatan Tayu.

Selanjutnya, Sungai Gungwedi Desa Margomulyo, Kecamatan Juwana, Sungai Pakis Desa Jepatkidul-Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Affur Druju Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, dan Sungai Simo Desa Sidokerto, Kecamatan Pati.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Kabupaten Pati Sudarno mengatakan pihaknya terus melakukan penanganan usai banjir melanda sejumlah wilayah yang berjuluk Bumi Mina Tani ini. Salah satunya, pihaknya pada tahun ini bakal melakukan normalisasi sungai yang sudah mengalami sedimentasi.

“Selain itu juga penanganan longsor dan tanggul jebol,” katanya, Senin (29/4/2024).

Menurutnya, normalisasi sungai harus dilakukan secara menyeluruh, tidak bisa sepotong-sepotong.

“Kami tidak mungkin menormalisasi yang atas, yang bawah tidak. Harus ada teknis penanganan normalisasi itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan banjir yang sering terjadi di Kabupaten Pati salah satunta disebabkan sampah yang menumpuk di sungai. Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk pemerintah desa dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk menangani masalah sampah.

“Kami setiap ada pelaporan tumpukan sampah di sungai, kami langsung merapat untuk penanganan bersama,” tuturnya.

“Seperti di Margoyoso kita tangani bersama. Yang jelas kita tidak bisa menanganinya sendiri,” imbuhnya.

Menurutnya, paling banyak sampah di sungai berupa bambu dan kebutuhan keluarga.

“Yang lebih ngeri di Pakis, itu sampai beberapa hari membersihkannya. Yang jelas kita tidak bisa menghentikan kejadian itu, karena faktor alam,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

245 Km Jalan di Pati Masih Rusak

Lingkar.co – Ruas jalan di Kabupaten Pati masih banyak yang rusak. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati, total jalan rusak di wilayah Bumi Mina Tani pada tahun ini masih sekira 245 kilometer (km).

Plt. Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati Hasto Utomo mengatakan total panjang jalan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pati sekira 1.256 Km. Sekira 102 Km di antaranya kondisinya rusak ringan, dan sekira 142 Km rusak berat.

“Rusaknya tersebar. Di daerah utara ya banyak, di daerah selatan juga banyak,” katanya, Senin (1/4/2024).

Dari total jalan rusak tersebut, pihaknya menargetkan pada tahun ini dapat memperbaiki sekira 75 Km. Dengan anggaran yang tersedia dari APBD Kabupaten Pati sebesar Rp 70 miliar.

“Itu kalau mau bagus 1 kilonya Rp 3 miliar mas, berarti hanya dapat 25 km. Cuman karena di jalan poros desa kami menggunakan aspal biasa, akhirnya kami bisa menargetkan perbaikan 75 km dari 245 km jalan yang masih rusak,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa hujan deras dan banjir yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Pati mengalami rusak parah. Pihaknya pun sudah menyiapkan anggaran untuk memperbaikinya.

Perbaikan, katanya, menunggu cuaca kembali baik. Karena, menurutnya kalau dilakukan saat masih hujan, maka jalan akan mudah kembali mengalami kerusakan.

Dirinya mencontohkan jalan di Desa Angkatan Lor dan Godo yang dianggarkan Rp 200 juta untuk dilakukan pemeliharaan. Kemudian, Jalan Gabus-Tambakromo dapat anggaran Rp 500 juta. Jalan Gabus-Winong mendapatkan Rp 500 juta. Jalan Sukoharjo-Gembong dapat Rp 500 juta. Sementara, Jalan Gabus-Tlogoayu mendapatkan Rp 1 miliar.

“Itu titik-titik yang terkena banjir, yang pemeliharaan jalan kita ada yang aspal. Sementara, jalan di dekat RSUD Kayen itu dibeton,” tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya juga telah mengusulkan anggaran perbaikan jalan yang sering tergenang banjir melalui dana inpres. Di antaranta, Jalan Sukolilo-Prawoto diusulkan dengan anggaran Rp 30 miliar. Jalan Kayen-Beketel Rp 20 miliar, dan Jaln Dukuhseti batas Jepara diusulkan Rp 18 miliar.

“Dari tiga yang kami usulkan di inpres yang mendapatkan gelombang pertama itu Dukuhseti batas Jepara sebesar Rp 18 miliar,” bebernya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Rusak Parah, Warga Blokir Jalan WR Supratman Juwana

Lingkar.co – Jalan WR Supratman Desa Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati kondisinya rusak parah dan penuh lubang. Kondisi ini dikeluhkan para warga sekitar dan pengguna jalan.

Karena tak kunjung diperbaiki, warga akhirnya geram dengan melakukan pemblokiran di sepanjang Jalan WR Supratman.

Mereka menganggap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati tidak peka melihat kondisi jalan rusak.

Mukit, warga Desa Kudukeras, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati membenarkan adanya pemblokiran di jalan WR Supratman yang dilakukan. Menurutnya para warga merasa kesal lantaran jalan yang rusak dan penuh lubang itu tak kunjung diperbaiki.

“Selama Ramadan banyak orang berjualan takjil di sepanjang jalan itu, jadi kasihan mereka harus bergelut dengan debu,” ungkapnya, Kamis (28/3/2024).

Menurutnya, Jalan WR Supratman itu merupakan jalan utama bagi warga Juwana, namun terkesan diabaikan.

Ia berharap pemerintah bisa lebih peka dan segera memperbaikinya. Bukan membiarkan dan pura-pura tutup mata melihat kondisi jalan rusak.

“Aksi pemblokiran jalan itu merupakan spontanitas warga yang kesal melihat jalannya yang rusak, namun tidak segera diperbaiki,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati Hasto Utomo mengatakan perbaikan Jalan WR Supratman Juwana saat ini masih proses pemilihan penyedia. Sementara untuk Surat Perjanjian Kerja (SPK) akan dikeluarkan pada tanggal 1 april 2024.

“Anggarannya itu nanti Rp 200 juta, dan rencananya akan ditangani dengan rehabilitasi jalan dan penambalan oleh bagian pemeliharaan jalan DPU,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, katanya, pihaknya juga akan ke lokasi untuk melakukan pengukuran jalan.

“Besok, akan ada tim pemeliharaan jalan yang melakukan pengukuran jalan ke Juwana,” katanya. (*)

Penulis: Miftahus Salam