Arsip Tag: Lazisnu Jateng

Realisasi Donasi Kemanusiaan Untuk Aceh Rp3,2 Miliar Selesai, Lazisnu Jateng Buka Tahap Kedua

Lingkar.co – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah melalui salah satu perangkatnya, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) kembali menggalang dana masyarakat guna membiayai berbagai program bantuan untuk meringankan beban para korban terdampak akibat bencana di Aceh , Sumatera Barat dan sejumlah daerah lainnya.

“Ini penggalangan dana atau Open Donasi tahap II , dimulai awal Pebruari dan dijadwalkan akan ditutup menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H, Open Donasi tahap I yang ditutup 31 Januari lalu berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp 3,2 Miliar,” kata ketua PW Lazisnu Jateng, Muhammad Mahsun dalam siaran persnya, Selasa (3/2/2026)

Ia menjelaskan, hasil donasi tahap I sebesar itu dialokasikan untuk membiayai pembangunan berbagai sarana dan prasarana masyarakat , pengalokasiannya dibagi dalam dua tahap, tahap pertama digunakan untuk membiayai berbagai infrastruktur seperti jembatan darurat, MCK dan rehab meunasah.

Pembangunan berbagai sarana prasarana tahap I itu, lanjutnya, telah selesai dan pemanfaatannya diresmikan ketua tanfidziyah PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin, Senin (2/2/2026) lalu.Saat ini, relawan NU Peduli PWNU Jateng yang personilnya terdiri dari para relawan yang aktif dalam kegiatan di lingkungan lembaga dan badan otonom NU Jateng masih berada di Aceh Tengah, (Kabupaten Bener Meriah).

Dia menambahkan, dengan kekuatan 23 personil bersama warga terdampak bencana saat ini telah berhasil membangun sarana dan prasarana masyarakat seperti jembatan darurat dan MCK dan meunasah dalam waktu yang cepat.

Berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang telah berhasil dibangun di Desa Uning Mas Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh itu dilakukan secara gotong royong, bersama dengan warga setempat.

Menjelang memasuki bulan puasa ramadlan, ujarnya , akan dialokasikan dana hasil open donasi tahap I untuk membiayai berbagai program bantuan yang sifatnya fisik ringan seperti sanitasi, jambanisasi sederhana, pengobatan ringan, trauma healing, pendidikan dan dakwah.

Open Donasi tahap I menunjukkan hasil yang signifikan, diharapkan hasil ini akan terus berlanjut pada Open Donasi tahap II. Bagi warga masyarakat yang ingin berpartisipasi mendukung program kemanusiaan ini dapat menyalurkan donasinya melalui rekening BSI 2000770003, BCA 7830777355 a.n. LAZISNU Jawa Tengah

Ketua NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah, Muhammad Pudji Wibowo, mengatakan aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan NU Jateng sebelumnya dirancang melalui pendekatan Community Organizer (CO).

Pendekatan ini, tuturnya menempatkan masyarakat terdampak sebagai subjek utama dalam proses pemulihan. Relawan tidak sekadar hadir untuk bekerja, tetapi berperan sebagai fasilitator komunitas, pendamping renovasi, sekaligus penghubung antara NU Peduli, para pemangku kepentingan, dan masyarakat setempat.

“Relawan yang dikirim ke lokasi bencana diharapkan mampu mengelola dan menggerakkan potensi dan kekuatan lokal agar proses pemulihan dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya. (*)

Donasi NU Peduli Jateng untuk Aceh Tahap Awal Tembus Rp 4,3 Miliar, Berikut Rinciannya

Lingkar.co – Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Tengah, Muhammad Mahsun, menyampaikan bahwa penggalangan donasi untuk korban bencana di Aceh dan Sumatra yang dihimpun melalui LAZISNU Kabut/Kota se-Jawa Tengah berhasil menembus Rp4 Miliar lebih.

“Pada tahap awal, donasi yang terkumpul mencapai Rp3,2 miliar lebih, dan hingga saat ini jumlahnya telah meningkat hingga sekitar Rp4,3 miliar,” ujarnya kepada wartawan seusai ‘Apel Pelepasan Tim NU Peduli Jateng ke Aceh’ di halaman PWNU Jawa Tengah, Jalan dr Cipto No. 180 Semarang, Sabtu (10/1/2026) petang.

Ketua pelaksana NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah, Pudji Wibowo, mengatakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah telah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan NU Peduli Kemanusiaan.

Ia bilang, aksi kemanusiaan yang akan dijalankan dirancang dengan pendekatan Community Organizer (CO). Pendekatan ini menempatkan masyarakat terdampak sebagai subjek utama dalam proses pemulihan.

Sebagai informasi, rincian donasi tahap pertama dari UPZIS dan LAZISNU PCNU se-Jawa Tengah mencapai total Rp3.282.658.851, yang akan difokuskan untuk mendukung program pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh.

“Relawan tidak sekadar hadir untuk bekerja, tetapi berperan sebagai fasilitator komunitas, pendamping renovasi, sekaligus penghubung antara NU Peduli, para pemangku kepentingan, dan masyarakat setempat,” urainya.

Ia menegaskan, relawan yang dikirim ke lokasi bencana diharapkan mampu mengelola serta menggerakkan potensi dan kekuatan lokal agar proses pemulihan berjalan berkelanjutan.

Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Ketua LAZISNU Jateng, Muhammad Mahsun di halaman kantor PWNU Jateng, Jl. dr. Cipto 180, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026). Foto: Rifqi/Lingkar co
Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Ketua LAZISNU Jateng, Muhammad Mahsun di halaman kantor PWNU Jateng, Jl. dr. Cipto 180, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026). Foto: Rifqi/Lingkar co

Berikut jumlah donasi yang berhasil dihimpun pada tahap awal:

  1. Jawa Tengah; Rp56.660.000
  2. Kota Semarang; Rp33.740.001
  3. Kab. Semarang; Rp13.450.000
  4. Kab. Demak; Rp41.215.000
  5. Kab. Kendal; Rp78.649.500
  6. Kota Salatiga; Rp30.404.000
  7. Kab. Grobogan; Rp70.987.000
  8. Kab. Kudus; Rp320.818.750
  9. Kab. Jepara; Rp207.538.500
  10. Kab. Pati; Rp121.322.000
  11. Kab. Rembang; Rp15.999.707
  12. Lasem; Rp5.000.000
  13. Kab. Blora; Rp26.075.000
  14. Kab. Batang; Rp133.388.500
  15. Kab. Pekalongan; Rp153.659.500
  16. Kota Pekalongan; Rp50.000.000
  17. Kab. Tegal; Rp34.508.500
  18. Kota Tegal; Rp72.700.000
  19. Kab. Pemalang; Rp30.258.000
  20. Kab. Brebes; Rp2.500.000
  21. Kab. Wonosobo; Rp20.612.000
  22. Kab. Temanggung; Rp230.833.600
  23. Kab. Banjarnegara; Rp8.400.000
  24. Kab. Purbalingga – Rp 26.000.000
  25. Kab. Banyumas – Rp 136.459.800
  26. Kab. Cilacap – Rp 32.542.000
  27. Kab. Magelang – Rp 192.484.800
  28. Kota Magelang – Rp 34.484.500
  29. Kab. Kebumen – Rp 125.102.700
  30. Kab. Purworejo – Rp 54.356.000
  31. Kab. Sukoharjo – Rp 45.310.000
  32. Kota Surakarta – Rp 9.400.000
  33. Kab. Boyolali – Rp 120.560.000
  34. Kab. Klaten – Rp 271.617.000
  35. Kab. Karanganyar – Rp 10.600.000
  36. Kab. Sragen – Rp 13.000.000

Total Donasi: Rp 3.282.658.851

LAZISNU Jawa Tengah terus membuka ruang partisipasi publik bagi masyarakat yang ingin turut membantu saudara-saudara di Aceh-Sumatra melalui donasi kemanusiaan.

Donasi dapat disalurkan melalui:
BSI 2000770003
BCA 7830777355
a.n. LAZISNU Jawa Tengah (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Lepas Tim NU Peduli Jateng ke Aceh, Rais PWNU Ingatkan Pentingnya Jaga Mentalitas Relawan

Lingkar.co – Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shadaqah mengingatkan para relawan NU Peduli Jateng yang akan melaksanakan misi kemanusiaan di Aceh. Ia berpesan mentalitas sebagai relawan harus dijaga saat di lokasi bencana.

“Anda harus sabar di sana (Aceh) sebab secara psikologis, orang yang sedang tertimpa musibah pada umumnya mudah tersinggung dan enggan bekerja,” pesan Kiai Ubaid, sapaan akrabnya.

Ia menyampaikan pesan itu sebelum doa ‘Apel Pelepasan Relawan NU Peduli Jateng ke Aceh’ yang dilaksanakan di halaman kantor PWNU Jateng, Jl. dr. Cipto 180, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/226) sore.

“Mungkin anda semua akan mendapati orang lain atau korban bencana yang hanya duduk-duduk saja, sementara anda menjalankan pekerjaan. Maka itu ujian untuk keikhlasan Anda,” paparnya.

“Jangan menyeloteh, atau menggerutu jika menemukan hal demikian,” sambungnya.

Ia lanjut menjelaskan, orang yang sedang bersedih hati karena rumahnya roboh, maka tidak mungkin bergerak untuk mendirikan rumah itu lagi. Hal itu karena orang tersebut sedang diliputi rasa duka.

“Maka tetangganyalah yang harus membantu, mendirikan rumah itu lagi,” terangnya.

Selain itu, pengasuh Pesantren Al Itqoon Bugen Tlogosari Wetan Pedurungan Kota Semarang ini juga mengingatkan, kemanusiaan sebagai landasan beragama, “Misi kemanusiaan adalah misi agama, ya agama itu agama kemanusiaan,” jelasnya.

Ia menuturkan, agama mengajarkan agar manusia sebagai makhluk Tuhan meletakkan posisi diri sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan kelemahan.

“Ketika terjadi bencana, maka kita harus mendudukkan posisi sebagai manusia, yaitu menolong mengentaskan manusia lain dari bencana tersebut,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, ketika mendengar orang yang butuh pertolongan seperti ada minta tolong akan tercebur sumur, atau terjebak dalam kebakaran, namun sedang menjalankan salat fardhu. Maka, yang harus dilakukan adalah meninggalkan salat terlebih dahulu untuk menyelamatkan orang.

“Ini pentingnya hablum minannas yang tidak bisa dipisahkan dengan hablum minallah. Artinya misi kemanusiaan ini sangat lekat sekali dengan dimensi ketuhanan,” jelasnya.

Allah, lanjutnya, menolong manusia melalui tangan manusia yang tergerak hatinya. Apalagi menolong sesama muslim, tentu membutuhkan perhatian yang tersendiri. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

LAZISNU Jawa Tengah Buka Donasi Kemanusiaan untuk Penyintas Longsor di Tiga Kabupaten

Lingkar.co – Sepekan terakhir, sejumlah wilayah di Jawa Tengah diguncang bencana longsor yang menyebabkan kerusakan besar dan duka mendalam. Ribuan warga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka hancur tersapu material tanah. Puluhan orang meninggal dunia, sementara belasan lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim relawan gabungan.

Para penyintas hanya dapat menyelamatkan diri dengan pakaian yang menempel di badan. Harta benda, lahan pertanian, hingga hewan ternak—yang selama ini menjadi sumber penghidupan hilang tertimbun longsor.

Berdasarkan data sementara, bencana terjadi di tiga kabupaten: Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Di Kabupaten Cilacap, longsor menerjang Dusun Tarukahan dan Cibuyut, Desa Cibeunying, pada Kamis (13/11/2025). Sebanyak 16 warga dikonfirmasi meninggal dunia, 7 orang masih dalam pencarian, dan 106 warga mengungsi ke lokasi aman.

Di Banjarnegara pada Kamis (16/11/2025), longsor besar menimpa empat RT di Dusun Situkung, Desa Pandanarum. Sebanyak 823 warga berhasil menyelamatkan diri. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dicari oleh Tim SAR Gabungan.

Sementara itu, di Purbalingga, pergerakan tanah terjadi di Desa Maribaya, Karanganyar, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.

Menanggapi situasi ini, Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Tengah, H. Muhammad Mahsun, menyampaikan komitmen lembaganya untuk memberikan dukungan penuh kepada para penyintas dan keluarga korban.

“Selain kami akan menghimpun dana dari warga Nahdliyyin dan masyarakat umum. Kami juga menginstruksikan seluruh pengurus LAZISNU PCNU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah untuk menggelar penggalangan dana tanggap bencana,” kata Mahsun kepada awak media, Selasa (18/11/2025).

Mahsun menambahkan, adapun tujuan penggalangan dana meliputi: memberikan bantuan darurat, mendukung proses evakuasi, menyediakan kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, serta membantu pemulihan pascabencana, termasuk perbaikan fasilitas umum maupun rumah warga.

Penggalangan dana dilakukan mulai 18 November hingga 17 Desember 2025. Seluruh hasilnya dikumpulkan serentak pada 19 Desember 2025 dan disetorkan melalui rekening BSI 2000770003 atau rekening BCA 7830777355 atas nama LAZISNU Jawa Tengah. Nomor kontak narahubung 082222200256.

Dana yang terkumpul akan dipusatkan melalui NU Peduli Jawa Tengah untuk kemudian disalurkan secara tepat guna kepada para penyintas yang membutuhkan.

PWNU Jateng Mulai Bangun Gedung Badiklat dan Kantor LAZISNU Senilai 3,5 M, Target Rampung Akhir Tahun Ini

Lingkar.co – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah hari ini, Sabtu (10/5/2025) memulai pembangunan gedung Balai Pendidikan dan Latihan (Badiklat) serta Kantor Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jateng di Jl Ki Mangunsarkoro No. 17, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Seremonial ground breaking atau peletakan batu pertama ini menjadi tonggak penting dalam upaya penguatan kelembagaan NU di wilayah Jawa Tengah.

Nantinya, gedung ini akan menjadi pusat koordinasi, pelatihan, pelayanan, dan pengembangan strategi pengelolaan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) di lingkungan NU Jawa Tengah.

Sebagai informasi, Badiklat dan kantor Lazisnu ini dibangun di atas lahan seluas 225 meter persegi (30 x 7,5 meter). Menurut rencana, gedung dibangun tiga lantai dan menelan anggaran sebesar Rp3,5 miliar.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari visi besar pemberdayaan lembaga-lembaga NU yang memiliki tanggung jawab langsung kepada umat.

“LAZISNU ini lembaga yang punya amanat besar, mengelola kepercayaan umat dalam bentuk zakat, infak, dan sedekah. Maka kita dorong agar tampil lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Bangunan ini adalah simbol dari proses transformasi itu,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kredibilitas lembaga sebagai syarat mutlak dalam pengelolaan dana publik. “Kalau kita ingin dipercaya, maka harus terlihat kredibel. Bukan hanya dari kinerjanya, tapi juga dari tempatnya, sistemnya, hingga bagaimana kita melayani,” lanjut Gus Rozin, sapaan akrabnya.

Menurutnya, pembangunan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PWNU Jateng dalam menata kelembagaan secara serius.

“Kita punya 36 LAZISNU cabang di seluruh Jawa Tengah. Kalau semuanya dikelola dengan baik dan terkoordinasi, dampaknya bisa luar biasa. Apalagi Lazisnu ini sudah punya banyak mitra strategis yang siap mendukung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa gedung yang nyaman dan representatif bukan hanya mendukung kerja-kerja administratif, tetapi juga akan meningkatkan semangat, produktivitas, dan inovasi.

Lewat LAZISNU, Majelis Telkomsel Taqwa Beri Beasiswa Kepada Puluhan Santri Temanggung

Lingkar.co – Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Regional Jateng-DIY menyalurkan Beasiswa Santri Nusantara kepada 31 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahdzibul Fuad, Kaloran, Temanggyng melalui Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Tengah dalam program NU Care

Penyaluran beasiswa dilaksanakan di Aula Ponpes Tahdzibul Fuad dan dihadiri oleh Pengasuh Ponpes, Direktur NU Care-LAZISNU Jateng serta Ketua dan Pengurus LAZISNU Kabupaten Temanggung, Selasa (13/08/2024) siang.

Direktur NU Care-LAZISNU Jawa Tengah, R. Wibowo menjelaskan, Beasiswa Santri Nusantara di Jawa Tengah bekerjasama dengan berbagai stakeholder, guna menjalin sinergitas dalam pemerataan akses pendidikan.

“Kesempatan ini, secara simbolis beasiswa diserahkan kepada 31 santri putra dan putri Pondok Pesantren Tahdzibul Fuad, Kabupaten Temanggung,” katanya dalam sambutan.

Wibowo melanjutkan, pada kesempatan tersebut para penerima beasiswa santri nusantara mendapatkan bantuan berupa dana pendidikan. Menurutnya penyaluran bantuan tersebut adalah rangkaian implementasi kerja sama antara pihaknya dengan MTT Regional Jateng-DIY yang berfokus pada 4 pilar program LAZISNU yakni, Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan serta Kebencanaan.

Perwakilan MTT Regional Jateng-DIY, Wahyu menambahkan bahwa penyaluran beasiswa pendidikan tersebut merupakan hasil zakat karyawan Telkomsel yang dihimpun oleh MTT kemudian disalurkan bersama dengan LAZISNU Jateng.

“Beasiswa pendidikan ini adalah bentuk pentasyarufan dana zakat dari karyawan Telkomsel, kemudian disalurkan oleh MTT dan Lazisnu”, paparnya.

Salah satu penerima beasiswa nusantara, Laila Oktavia yang masih menempuh pendidikan di pondok pesantren Tahdzibul Fuad, Kaloran, Temanggung mengungkapkan bahagia dengan beasiswa tersebut. Ia pun mengucapkan rasa syukur atas bantuan biaya pendidikan yang telah diberikan.

“Terima kasih Lazisnu dan MTT Telkomsel atas beasiswa santrinya”, ujar gadis 13 tahun ini.

Santriwati asal Kecamatan Kedu tersebut mengungkapkan bahwa dirinya saat ini sudah satu tahun berada di pesantren, Ia menuturkan dirinya baru belajar kitab-kitab dan nantinya akan belajar untuk menghafal Al-Qur’an.

Sejumlah Balon Kontestan Pilwalkot Semarang Ikut Kurban di Lazisnu Jateng

Lingkar.co – Sejumlah bakal calon (Balon) kontestan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang menyerahkan hewan kurban kepada Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Tengah agar dikelola dengan baik.

Dalam catatan panitia, terdapat nama Iswar Aminuddin, Alamsyah Satyanegara (AS) Sukawijaya alias Yoyok Sukawi. Kedua balon Wali Kota Semarang ini masing-masing memberikan seekor sapi untuk kurban. Selain itu, ada juga Ady Setiawan, balon Wakil Wali Kota Semarang yang juga memberikan seekor sapi untuk kurban.

Namun hanya Yoyok Sukawi yang hari ini, Selasa (18/6/24) bisa hadir mengikuti seremonial pelaksanaan kurban di halaman kantor PWNU Jateng. Sementara Iswar dan Wawan masih menjalankan ibadah haji sehingga keduanya mengutus seorang perwakilan.

Selain itu, ada juga kader sekaligus balon Wakil Wali Kota Semarang dari PKB. Yaitu; Juan Rama dan Tazkiyatul Muthmainnah yang ikut kurban sapi secara kolektif.

Saat ditemui seusai seremonial pelaksanaan kurban, Yoyok Sukawi bersyukur adanya kurban yang dilaksanakan oleh Lazisnu Jateng. “Alhamdulillah pada hari ini saya berkesempatan mampu untuk ikut nitip kurban di PWNU Jateng. Luar biasa bener tadi disampaikan Pak Ketua panitia PWNU Jateng menggelar kurban ini se-Jawa Tengah yang puncaknya di sini,” katanya kepada wartawan.

Ia mengakui, kurban yang dikelola dengan baik bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. Meski hanya sekali dalam setahun, namun dari sisi penambahan gizi sangat baik. “Tadi sudah dilaporkan seratus miliar sekian ya, luar biasa,” ucapnya.

Anggota DPR RI dari Partai Demokrat sekaligus Bakal calon Wali Kota Semarang, AS Sukawijaya alias Yoyok Sukawi saat diwawancarai wartawan. Foto: Rifqi Hidayat/Lingkar.co

Yoyok Sukawi pun mengaku bangga bisa ikut berkontribusi dalam penyelenggaraan kurban yang dilaksanakan oleh Lazisnu Jateng. “Saya merasa bangga banget bisa ikut terlibat di dalamnya. Mudah-mudahan nanti tersalurkan dengan baik. Nanti bisa membawa manfaat bagi fakir miskin,” tuturnya.

Sementara Ketua Lazisnu Jateng, H. Muhammad Mahsun mengatakan, pihaknya hanya melakukan seremonial dengan kapasitas yang terbatas. Sebab, pelaksanaan yang langsung di masyarakat dilaksanakan oleh UPZIS di tingkat kabupaten kota dan kecamatan.

“Jawa Tengah ini hanya simbolik, sebetulnya yang secara langsung di bawah, yaitu di Kota dan MWCNU (kecamatan). Kalau di kita itu namanya UPZIS, Unit Pengelola Zakat Infak dan Sedekah,” ungkapnya.

“Sebenarnya kapasitasnya hanya 10 untuk menyembelih di sini, tapi tahun ini sebelas, terdiri dari sepuluh sapi, satu kerbau dan tujuh kambing,” sambungnya.

Saat ini, lanjutnya, ada lima UPZIS yang sudah melaporkan sekitar 2500 yang terdiri dari ribuan sapi dan ribuan kambing. “Nanti kalau akhir bulan sudah banyak laporan ya cukup besar,” ujarnya.

Lazisnu Jateng Gandeng Pihak Lain Untuk Sediakan Hewan Kurban Berkualitas, Tidak Sehat Garansi Siap Ganti Baru

Lingkar.co – Ketua Lazisnu Jawa Tengah, H. Muhammad Mahsun mengatakan, pihaknya menggandeng penyedia hewan kurban yang memiliki standar khusus untuk menjamin kualitas hewan kurban. Selain itu, pihaknya juga lebih aman karena ada garansi ganti baru untuk hewan yang sakit.

“Memang dari pengalaman bertahun-tahun, kita sudah ada kerja sama dengan beberapa pihak yang memang ada SOPnya,” kata Mahsun seusai seremonial penyembelihan hewan kurban di PWNU Jawa Tengah, Selasa (18/6/2024).

Sebab, menurutnya, banyak peternak yang tidak memiliki spesifikasi yang jelas tentang keunggulan hewan kurban yang dijual. Berbeda dengan penyedia hewan kurban yang tidak hanya memberikan varian harga saja. Lebih dari itu juga memiliki standar khusus sehingga memiliki kejelasan bobot dan perkiraan daging kurban dan terjamin kesehatannya

“Jadi 2 tahun ini ada kerja sama karena dituntut oleh partner. Jadi BPKH itu laporannya sangat rigit, foto, video, timbangannya juga real-time. Ini sangat bagus untuk diikuti,” jelasnya.

Kerja sama tersebut, lanjutnya, sengaja ditempuh karena ada beberapa mitra Lazisnu Jateng yang menentukan kebijakan berupa laporan spesifikasi hewan sampai pembagian di masyarakat.

“Ketika kita mendapatkan tugas dari beberapa pihak, contoh dari BPKH. Kan ada SOP-nya harga berapa beratnya berapa? Semua ditimbang, kesehatannya juga terjamin. Harus seperti itu,” paparnya.

Terkait garansi hewan kurban yang terbukti tidak sehat semisal kedapatan ada belatung atau penyakit di hati hewan, ia menyatakan bahwa jika hal itu sampai terjadi akan diganti berupa hewan kurban dengan spesifikasi ukuran dan harga yang sama

“Ya diganti. Kita minta diganti. Jadi ya risiko mereka kan. Kalau mengecewakan kan nanti gak mau lagi jadi partner,” ujarnya.

Mahsun melanjutkan, kelebihan dari pihak pemberi kurban berupa uang karena ada kerja sama yang mana penyedia hewan kurban memiliki standar khusus. Selain itu, hewan yang diserahkan kepada panitia juga berukuran sama sesuai standar nasional dari Lazisnu pusat.