Arsip Tag: PWNU Jateng

Diresmikan Wakil Wali Kota Semarang, Kantor Baru MWCNU Genuk Strategis di Depan Kecamatan

Lingkar.co – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin meresmikan gedung baru Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Genuk yang cukup strategis, yakni; di depan kantor Kecamatan Genuk.

Pada momen itu Iswar didampingi Rais Syuriah PWNU Jateng, KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang, Dr. KH. Anasom serta anggota DPRD dari Fraksi PKB, Sodri, Sabtu (18/4/2026) malam.

Rais Syuriah PWNU Jateng, KH Ubaidillah Shodaqoh menandatangani prasasti peresmian. Turut mendampingi dalan seremonial itu, Dr. KH. Anasom serta anggota DPRD dari Fraksi PKB, Sodri dengan disaksikan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Ketua MWCNU Genuk, KH. Moh Shohib Ridlwan, mengungkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, yang telah berkontribusi dalam pembangunan kantor tersebut.

Ia menegaskan, keberadaan kantor baru ini bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat gerakan organisasi.“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah, para donatur, maupun warga Nahdliyin yang telah bergotong royong hingga berdirinya kantor ini,” tuturnya.

“Ke depan, kantor ini akan kami maksimalkan sebagai pusat kaderisasi organisasi, penguatan jamaah, serta pelayanan keagamaan yang lebih luas kepada masyarakat,” sambungnya.

Menurutnya, dengan fasilitas yang lebih representatif, MWCNU Genuk dapat mengembangkan program-program pembinaan generasi muda, meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan serta memperluas ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Peresmian kantor baru malam ini, juga dirangkaikan dengan kegiatan shalawat bersama, yang diikuti masyarakat dan para tamu undangan, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif.

Rangkaian acara tersebut, turut dihadiri unsur Forkopimcam Genuk, mulai dari Camat, Danramil, Kapolsek, hingga para lurah. Selain itu, hadir pula pengurus NU dari berbagai tingkatan, para Ketua MWCNU di Kota Semarang, badan otonom serta perwakilan organisasi kemasyarakatan lainnya,

“Hadir pula pengurus Muhammadiyah, LDII dan Aisyiah yang memang kita undang secara khusus,” terangnya.

Diharapkan, hadirnya kantor baru ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan sosial, sekaligus menjadi pusat pemberdayaan umat yang berkelanjutan di tingkat lokal. (*)

PWNU Ingatkan Tugas JQHNU Berjejaring dan Saling Menguatkan

Lingkar.co – Wakil ketua PWNU Jawa Tengah KH Mandzhur Labib mengingatkan bahwa tugas Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) sebagai organisasi untuk berjejaring dan saling menguatkan.

“Tugas JQHNU itu merawat para huffazh agar berjejaring dalam hal apapun,” katanya.

Gus Labib, sapaan akrabnya, mengingatkan hal itu saat mewakili KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) yang berhalangan hadir dalam pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) JQHNU Jateng di aula Dinas Sosial Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).

“Dalam bidang ekonomi agar para hamalatul Qur’an ekonominya bagus agar tenang menjaga Al-Qur’an karena ekonomi mapan,” jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, berjejaring dalam pendidikan agar lahir pesantren-pesantren penghafal Al-Qur’an

Ia juga menyoroti maraknya orang yang berminat untuk menghafal Al-Qur’an, ” Para penghafal Al-Qur’an semakin hari semakin meningkat,” ujarnya.

Sejalan dengan hal itu, dirinya juga mengapresiasi pemerintah dalam mendukung hal itu.”Tahfizh itu sudah mulai masuk dunia industri, masuk dalam program televisi Keberpihakan pemerintah juga bagus. Terbukti dengan adanya beasiswa pendidikan,” tuturnya.

Meski demikian, pengasuh Pesantren Sabilunnajah Penjalin Brangsong Kendal itu juga mengingatkan bahwa ahli Al-Qur’an adalah orang istimewa, orang yang dipilih oleh Allah SWT sebagai penjaga Al-Qur’an.

Hal itu, lanjutnya, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an bahwasanya Allah menjaga Al-Qur’an melalui para penghafal dan ahli Al-Qur’an.

“Namun hal yang harus diwaspadai adalah niat menghafal Al-Qur’an. Tidak hanya karena mengejar beasiswa, tidak semata-mata untuk juara, tapi karena ikhlas menjaga Al-Qur’an,” tandasnya.

Menutup sambutan, ia mengungkapkan selamat untuk pelaksanaan Konferwil JQHNU Jateng.

“Selamat bermusyawarah, semoga melahirkan pemimpin organisasi Al-Qur’an yang memimpin para hamalatul Qur’an dengan baik,” pungkasnya. (*)

Lesbumi PWNU Jateng Siap Intensifkan Upaya Revitalisasi Kesenian Tradisional Jawa

Lingkar.co – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Tengah menyatakan siap mengintensifkan upaya revitalisasi kesenian tradisional yang mulai tergerus, seperti Terbang Jawa.

Ketua Lesbumi PWNU Jateng, Abdul Gani, mengatakan, tidak hanya itu, pendidikan aksara dan budaya Jawa juga menjadi perhatian serius sebagai bagian dari penguatan identitas kultur masyarakat.

Selain itu juga siap berkolaborasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dalam menyukseskan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ)

Ia mengatakan, konsep Nusantara Islamic Spiritual Art and Culture siap mendukung MTQ Nasional ke-31 di Kota Semarang.

Konsep tersebut diharapkan menjadi ruang ekspresi seni spiritual Islam berbasis kearifan lokal yang mampu menarik partisipasi masyarakat luas.

“Lesbumi berupaya menghadirkan wajah seni budaya Islam yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu berdialog dengan perkembangan zaman,” ujarnya, Jum’at (10/4/2026).

dalam memperkuat sinergi dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Islami.

Sebagai informasi, Lesbumi menerima kunjungan dan melakukan koordinasi dengan Kemenag RI di kantor PWNU Jateng Kamis (9/4/2026) kemarin.

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan, khususnya dalam menjaga eksistensi seni budaya Islami di tengah tantangan globalisasi.

Menurut dia, Lesbumi telah menyiapkan sejumlah agenda kebudayaan bernuansa Islami. Tidak hanya berorientasi pada pelestarian. Namun lebih dari itu juga adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam konteks pengembangan generasi muda, Lesbumi turut merancang berbagai program kreatif yang relevan dengan minat generasi milenial dan Gen Z.

Program tersebut meliputi pelatihan sinematografi, penguatan kapasitas konten kreator, pengembangan animasi, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga penyelenggaraan festival band Islami.

“Pendekatan ini penting agar seni budaya Islami tetap hidup dan diminati generasi muda,” urainya.

Perwakilan Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Dewi Tri Wulandari mengatakan, pihaknya hadir di PWNU untuk memastikan program pembinaan seni budaya dan syiar Islam berjalan optimal.

Menurut Dewi, Kemenag RI secara rutin melakukan monitoring di bidang seni budaya dan siaran keagamaan Islam sebagai bagian dari upaya pembinaan sekaligus penguatan para pelaku seni budaya Islami di berbagai daerah.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Nahdlatul Ulama, khususnya Lesbumi, dalam menjaga keberlangsungan seni budaya Islami di Jawa Tengah.

“Kami melihat di Jawa Tengah ini seni budaya Islami masih terjaga dengan baik karena banyaknya pegiat yang istiqamah. Di antaranya NU yang memiliki Lesbumi sebagai lembaga khusus. Alhamdulillah, matur nuwun,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Paula Revi Istikasari serta jajaran Kanwil Kemenag Jateng seperti Nining Indrawati, Yusuf, dan Mansur.

Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Kholison Syafi’i, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemenag RI terhadap pengembangan seni budaya Islami. Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam memberikan dukungan menjadi sangat penting untuk menjaga jati diri bangsa.

Ia menyoroti derasnya arus globalisasi yang membawa pengaruh budaya luar yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, seni budaya Islami dinilai sebagai benteng moral yang harus diperkuat melalui kebijakan yang berpihak.

“Kami berharap Kemenag RI dapat meningkatkan perhatian, termasuk dalam hal penganggaran yang memadai untuk mendukung keberlangsungan seni budaya Islami,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah daerah memiliki komitmen yang sama dalam memperhatikan dan mengembangkan seni budaya lokal berbasis nilai-nilai keislaman.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara Lesbumi PWNU Jawa Tengah dan Kemenag RI, guna memastikan seni budaya Islami tetap lestari, berkembang, dan mampu menjadi penopang karakter bangsa di era modern. (*)

Sambut Harlah ke-64, LESBUMI PWNU Jateng Sinergikan Tradisi, Kreativitas, dan Dakwah Moderat

Lingkar.co — Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) genap berusia 64 tahun pada 28 Maret 2026. Momentum ini tidak sekadar penanda usia, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang organisasi dalam merawat, mengembangkan, sekaligus meneguhkan identitas budaya Islam Nusantara yang spiritual, humanis, dan religius.

Ketua Lesbumi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Abdul Gani, menegaskan bahwa sejak awal berdirinya, Lesbumi memiliki peran strategis dalam dinamika kebudayaan nasional. Pada masa awal kelahirannya, LESBUMI hadir sebagai respons terhadap situasi sosial-politik, khususnya dalam menangkal pengaruh budaya dan paham komunisme, dengan mengedepankan nilai-nilai budaya Nusantara yang berakar pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Perjalanan 64 tahun ini adalah proses panjang yang penuh dinamika dan dialektika sejarah. Ini menjadi momentum bagi LESBUMI untuk terus memperkuat peran dalam menjaga identitas budaya kita,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, LESBUMI Jawa Tengah menunjukkan capaian signifikan, terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang seni dan budaya Islam. Berbagai tradisi yang sempat meredup kini kembali dihidupkan, seperti seni terbang Jawa, kaligrafi, pedalangan, hingga pelatihan aksara Jawa di lingkungan pesantren.

Upaya tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga menjadikan seni sebagai media dakwah Islam Aswaja yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, LESBUMI juga mengembangkan berbagai program yang menyasar kalangan pelajar, santri, dan mahasiswa, seperti pelatihan sinematografi, lomba film pendek, hingga festival kaligrafi dan seni Islam.

“Program-program ini kami rancang untuk memperkuat potensi seni budaya generasi muda sekaligus menjadikan mereka bagian dari gerakan kebudayaan,” jelas pemilik Galery Kaligrafi Alif Tingkir Salatiga ini.

Dalam konteks yang lebih luas, LESBUMI berperan aktif menjaga dan mengembangkan tradisi Islam Nusantara melalui berbagai forum intelektual dan kultural. Diskusi, sarasehan, dan halaqah kebudayaan rutin digelar sebagai ruang merumuskan strategi gerakan kebudayaan. Di sisi lain, pagelaran dan festival seni budaya juga terus dilakukan sebagai sarana dakwah yang menyampaikan pesan Islam yang moderat dan toleran.

Lesbumi juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun komunitas seni, guna memperkuat upaya pelestarian warisan budaya Nusantara.

Meski demikian, Abdul Gani mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana merangkul generasi muda yang cenderung lebih dekat dengan budaya digital dan tren kekinian. Oleh karena itu, LESBUMI terus beradaptasi dengan menghadirkan berbagai program yang relevan dengan minat generasi muda.

Beberapa di antaranya adalah pelatihan konten kreator, pengembangan sinematografi, festival musik band pelajar, hingga kegiatan kreatif seperti cosplay busana Nusantara. Melalui pendekatan ini, LESBUMI berharap mampu menjembatani tradisi dengan inovasi.

“Perkembangan seni digital dan budaya populer kami sikapi secara positif. Ini adalah peluang besar untuk mempromosikan budaya Islam Nusantara sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lesbumi juga mendorong kolaborasi antara seniman tradisional dan kreator muda melalui berbagai program lintas sektor. Kolaborasi ini melibatkan internal NU, pemerintah, swasta, hingga komunitas kreatif, termasuk pelatihan sinematografi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) bagi kalangan santri.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam melahirkan karya-karya seni yang inovatif, relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan keislaman.

Pada momentum Harlah ke-64 ini, Abdul Gani juga menyampaikan pesan khusus kepada para seniman muda Nahdlatul Ulama agar terus berkarya dan tidak melupakan jati diri budaya serta nilai-nilai Islam.

“Teruslah berkarya dan jadilah generasi yang membawa perubahan positif. Seni dan budaya harus menjadi media dakwah Islam yang ramah, moderat, dan rahmatan lil alamin,” pesannya.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari LESBUMI, para seniman dan aktivis budaya NU harus senantiasa mengingat visi besar organisasi, yakni menjadikan seni dan budaya sebagai sarana membentuk manusia yang utuh—berdimensi spiritual, berperadaban, dan berakhlakul karimah.

Dengan semangat tersebut, LESBUMI diharapkan mampu terus menghidupkan tradisi bangsa sekaligus menggerakkan peradaban umat menuju Indonesia yang bermartabat, makmur, dan mulia. (*)

Serukan Idulfitri Penuh Makna, Ketua PWNU Jateng Utamakan Persaudaraan

Lingkar.co — Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya warga Nahdliyin di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Gus Rozin saat di Kantor PWNU Jateng, Jalan dr Cipto Nomor 180 Semarang, Jumat (20/3/2026). Dalam keterangannya, ia mengajak umat Islam menjadikan Idulfitri sebagai momentum kembali kepada kesucian serta mempererat persaudaraan.

“Ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin, taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim. Kami juga memohon maaf lahir dan batin, semoga Allah menerima amal ibadah kita serta mengampuni segala khilaf,” ujar Gus Rozin.

Ia menuturkan, bulan Ramadan yang telah dilalui memberikan banyak pelajaran penting, mulai dari kesabaran, keikhlasan, hingga pengendalian diri dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Idulfitri, kata dia, hendaknya dimanfaatkan untuk mensucikan hati, mempererat silaturahmi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Lebih lanjut, Gus Rozin menekankan pentingnya kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan yang dihadapi umat. Ia mengingatkan bahwa kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi, kebersamaan, dan solidaritas yang kuat. Mari kita saling tolong-menolong dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar Idulfitri dirayakan dengan penuh kesederhanaan, tanpa berlebihan. Menurutnya, esensi perayaan bukan terletak pada kemewahan, melainkan pada kembalinya manusia kepada fitrah.

“Rayakan Idulfitri secara substantif, dengan kesederhanaan, memperkuat silaturahmi, dan mensyukuri apa yang kita miliki,” tambahnya.

Mengakhiri pesannya, Gus Rozin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berikhtiar menghadirkan kebaikan bersama serta senantiasa memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.

“Semoga Allah senantiasa memperkuat persaudaraan dan persatuan kita semua sebagai anak bangsa,” pungkasnya.

Gandeng Pemerintah, Lembaga Perekonomian NU Jawa Tengah Gelar Bimtek Pemberdayaan Koperasi Pesantren

Lingkar.co — Lembaga Perekonomian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LP PWNU) Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren sebagai Pendidikan Sosial dan Ekonomi Santri.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa–Rabu (10–11/2026), bertempat di PPTI Al Falah, Jl Bima, Grogol, Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama antara LP PWNU Jateng dengan Pemprov Jateng tentang peningkatan pembangunan keumatan bidang perekonomian.

Bimtek diikuti oleh 18 koperasi pondok pesantren (kopontren) dari wilayah Salatiga dan sekitarnya, dengan tujuan memperkuat kapasitas SDM pesantren dalam pengelolaan usaha produktif berbasis potensi lokal.

Program ini dirancang dengan sistem zonasi dan akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah lain di Jawa Tengah hingga pada akhirnya menjangkau seluruh kabupaten/kota se-Jateng.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pengantar serta pembukaan resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan materi dari anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah oleh Yusuf Hidayat, dengan tema Kebijakan Pemerintah Provinsi dalam Mendukung Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Judi Budiman, mewakili Ketua LP PWNU Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terjalinnya kolaborasi yang baik antara LPNU dan Dinkop UKM Provinsi Jawa Tengah.

Ia menegaskan bahwa kemandirian ekonomi pondok pesantren perlu terus diperkuat melalui program-program yang sistematis, terukur, serta memiliki kejelasan input dan output.

“Hal ini sejalan dengan salah satu program strategis LPNU PWNU Jawa Tengah dalam pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Pada hari pertama, Selasa (10/2), peserta mendapatkan materi tentang Peningkatan Kapasitas Kompetensi SDM Kopontren dalam Budidaya Ikan Lele yang Produktif, Efisien, dan Berkelanjutan yang disampaikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).

Selanjutnya, PT Matahari Sakti memaparkan materi lanjutan meliputi manajemen pakan, pengelolaan kesehatan ikan, inovasi dan teknologi budidaya, serta strategi pemasaran hasil budidaya.

Sementara itu, pada hari kedua, Rabu (11/2), materi disampaikan oleh LDP Gema Nusantara yang meliputi pengenalan budidaya ikan lele, persiapan sarana dan prasarana, pemilihan dan penanganan benih, manajemen usaha budidaya, teknik pembesaran lele, hingga panen dan pascapanen.

Melalui kegiatan ini, LP PWNU Jawa Tengah berharap koperasi pondok pesantren mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha secara profesional dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi pilar kemandirian ekonomi pesantren sekaligus sarana pendidikan sosial dan ekonomi bagi para santri di seluruh Jawa Tengah. (*)

Realisasi Donasi Kemanusiaan Untuk Aceh Rp3,2 Miliar Selesai, Lazisnu Jateng Buka Tahap Kedua

Lingkar.co – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah melalui salah satu perangkatnya, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) kembali menggalang dana masyarakat guna membiayai berbagai program bantuan untuk meringankan beban para korban terdampak akibat bencana di Aceh , Sumatera Barat dan sejumlah daerah lainnya.

“Ini penggalangan dana atau Open Donasi tahap II , dimulai awal Pebruari dan dijadwalkan akan ditutup menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H, Open Donasi tahap I yang ditutup 31 Januari lalu berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp 3,2 Miliar,” kata ketua PW Lazisnu Jateng, Muhammad Mahsun dalam siaran persnya, Selasa (3/2/2026)

Ia menjelaskan, hasil donasi tahap I sebesar itu dialokasikan untuk membiayai pembangunan berbagai sarana dan prasarana masyarakat , pengalokasiannya dibagi dalam dua tahap, tahap pertama digunakan untuk membiayai berbagai infrastruktur seperti jembatan darurat, MCK dan rehab meunasah.

Pembangunan berbagai sarana prasarana tahap I itu, lanjutnya, telah selesai dan pemanfaatannya diresmikan ketua tanfidziyah PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin, Senin (2/2/2026) lalu.Saat ini, relawan NU Peduli PWNU Jateng yang personilnya terdiri dari para relawan yang aktif dalam kegiatan di lingkungan lembaga dan badan otonom NU Jateng masih berada di Aceh Tengah, (Kabupaten Bener Meriah).

Dia menambahkan, dengan kekuatan 23 personil bersama warga terdampak bencana saat ini telah berhasil membangun sarana dan prasarana masyarakat seperti jembatan darurat dan MCK dan meunasah dalam waktu yang cepat.

Berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang telah berhasil dibangun di Desa Uning Mas Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh itu dilakukan secara gotong royong, bersama dengan warga setempat.

Menjelang memasuki bulan puasa ramadlan, ujarnya , akan dialokasikan dana hasil open donasi tahap I untuk membiayai berbagai program bantuan yang sifatnya fisik ringan seperti sanitasi, jambanisasi sederhana, pengobatan ringan, trauma healing, pendidikan dan dakwah.

Open Donasi tahap I menunjukkan hasil yang signifikan, diharapkan hasil ini akan terus berlanjut pada Open Donasi tahap II. Bagi warga masyarakat yang ingin berpartisipasi mendukung program kemanusiaan ini dapat menyalurkan donasinya melalui rekening BSI 2000770003, BCA 7830777355 a.n. LAZISNU Jawa Tengah

Ketua NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah, Muhammad Pudji Wibowo, mengatakan aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan NU Jateng sebelumnya dirancang melalui pendekatan Community Organizer (CO).

Pendekatan ini, tuturnya menempatkan masyarakat terdampak sebagai subjek utama dalam proses pemulihan. Relawan tidak sekadar hadir untuk bekerja, tetapi berperan sebagai fasilitator komunitas, pendamping renovasi, sekaligus penghubung antara NU Peduli, para pemangku kepentingan, dan masyarakat setempat.

“Relawan yang dikirim ke lokasi bencana diharapkan mampu mengelola dan menggerakkan potensi dan kekuatan lokal agar proses pemulihan dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya. (*)

Gus Rozin: Refleksi 1 Abad NU, Jejak Khidmah yang Terus Hidup dari Masa ke Masa

Lingkar.co — Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, menegaskan refleksi peringatan 100 tahun NU bukanlah sekadar penanda usia organisasi, melainkan refleksi atas jejak panjang pengabdian yang terus hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

Menurut dia, satu abad NU adalah perjalanan spiritual, sosial, dan kebangsaan yang tidak pernah berhenti berkhidmah dari masa ke masa. Karena itu, ia mengajak seluruh warga NU (Nahdliyin) untuk menundukkan hati, memperbanyak doa, serta menghadirkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya kepada Allah SWT.

“Seratus tahun bukanlah perjalanan waktu. Ia adalah jejak panjang pengabdian dan khidmah yang terus hidup di tengah umat. Pada usia satu abad NU ini, marilah kita tundukkan hati, senantiasa berdoa, dan menghadirkan rasa syukur atas nikmat istiqamah, persatuan, dan keberlangsungan yang Allah berikan kepada NU,” ujar Gus Rozin dalam keterangan tertulisnya. Sabtu (31/1/2026).

Ia menegaskan, NU Jawa Tengah hadir bukan hanya sebagai organisasi formal, melainkan sebagai gerakan sosial-keagamaan yang tumbuh bersama masyarakat. NU hidup di tengah umat, menjaga agama, merawat tradisi, sekaligus memperkuat sendi-sendi kebangsaan.

Dalam bidang keilmuan, pesantren-pesantren NU disebutnya sebagai penjaga mata rantai keilmuan Islam Nusantara. Di sana, tradisi keilmuan dirawat dengan penuh kesungguhan, disertai kegembiraan dan kecintaan terhadap ajaran Islam yang moderat dan ramah.

Sementara di sekolah dan madrasah, NU menanamkan nilai-nilai ilmu pengetahuan, akhlak, serta cinta tanah air kepada generasi muda sebagai bekal membangun masa depan bangsa.

Gus Rozin juga menyoroti peran NU dalam situasi krisis. Menurutnya, dalam setiap bencana dan krisis kemanusiaan yang sering melanda, khususnya di Jawa Tengah, NU selalu hadir tanpa jarak.

“NU ada di barisan pertama, bergerak cepat untuk menolong masyarakat yang terdampak. Ini adalah wujud nyata dari khidmah NU kepada umat,” katanya.

Dalam bidang sosial dan ekonomi, termasuk ketahanan keluarga dan pangan, NU bekerja dengan hati, aksi, dan tanggung jawab. Seluruh unsur jam’iyah bergerak dalam satu napas pengabdian.

Ia menjelaskan, lembaga-lembaga NU menjalankan mandat sesuai bidang keahliannya, sementara badan otonom menjadi motor kaderisasi sekaligus kekuatan sosial umat yang terus bergerak di tengah masyarakat.

“Seratus tahun telah kita lalui dengan penuh syukur. Insyaallah, dengan rasa syukur itulah NU Jawa Tengah akan terus melangkah ke depan, mengabdi untuk umat, berkhidmah untuk bangsa, serta ikut menyiapkan masa depan Indonesia yang damai, adil, dan bermartabat,” tegasnya.

Di akhir pesannya, Gus Rozin mengajak seluruh warga NU untuk merawat jam’iyah ini di abad kedua dengan penuh kecintaan dan kasih sayang.

“Mari kita rawat NU dengan rukun dalam kebersamaan, bersatu dalam ikatan jiwa dan raga. Mari senantiasa hadir, berkhidmah, dan bertumbuh bersama NU,” pungkasnya. (*)

Atraksi Grup Marching Band, Pendekar Silat dan Relawan Bencana Bakal Meriahkan Apel Kemanusiaan 100 Tahun NU

Lingkar.co – Grup Marching Band SMK Nusantara dan Ansor Batang dan Fatayat NU Kabupaten Kendal akan memeriahkan kegiatan Apel Kemanusiaan peringatan 100 tahun atau 1 abad NU di alun-alun Kabupaten Batang, Ahad (1/2/2026) besok.

Koordinator agenda kegiatan Pra Apel Kemanusiaan PWNU Jateng Muhammad Puji Wibowo mengatakan, rangkaian kegiatan pra apel berupa beberapa atraksi, diantaranya penampilan tiga grup marching band dari Batang dan Kendal.

“Tiga grup marching band itu adalah Ansor Glagar Wisanggeni (PC GP Ansor Batang), Gita Jala Nusantara (SMK Nusantara Batang) dan Garfa Nada Kendal (PC Fatayat NU Kendal),” kata Puji Wibowo usai rapat persiapan peringatan Harlah Se-abad NU yang diselenggarakan PWNU Jateng di Semarang, Jum’at (30/1/2026)

Menurutnya, agenda pra apel dijadwalkan akan dimulai pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.30. Selain marching band juga akan digelar atraksi kemampuan bela diri pencak silat oleh para pendekar pencak silat NU cabang Batang.

Dia menambahkan, selain itu para relawan NU Peduli Kabupaten Batang bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Batang akan mendemonstrasikan praktek atau simulasi evakuasi pertolongan korban bencana.

Setelah itu, ujarnya, dilanjutkan agenda utama harlah seabad NU yakni apel kemanusiaan dan istighotsah kubro yang dilaksanakan di ruas jalan veteran yang menghubungkan alun-alun dan pendopo kabupaten Batang.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Jam’iyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) NU Jateng Prof KH Ali Imron, Al Hafidz yang mengkoordinir kegiatan istighotsah mengatakan rangkaian istighotsah akan diawali dengan khotmil Qur’an.

“Setelah itu, wakil ketua PW JQHNU Jateng, KH Ahmad Baduhun Badawi akan memimpin istighotsah, naskah bacaan doa istighotsah dibagikan kepada jama’ah ketika memasuki arena istighotsah,” kata Prof Ali Imron.

Sekretaris Panitia Peringatan Harlah Se-abad NU PWNU Jateng, Wahidin Said mengatakan persiapan pelaksanaan kegiatan apel kemanusiaan dan istighotsah kubro dengan rangkaian kegiatan pendukungnya berjalan lancar.

“Dalam kegiatan istighotsah kubro Ahad malam besok , bupati Batang M. Faiz Kurniawan akan meluncurkan Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Jaminan Hari Tua untuk guru-guru madrasah diniyah dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Kabupaten Batang,” kata Wahidin. (*/

Peringatan 100 Tahun NU di Batang Buka Layanan Kesehatan, Konsultasi Hukum dan Wakaf

Lingkar.co – Panitia Peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) akan membuka Posko Layanan Kesehatan, Konsultasi Hukum dan Wakaf selama berlangsungnya agenda Apel Kemanusiaan di alun-alun Kabupaten Batang, Ahad (1/2/2026) mendatang.

Sekretaris Panitia Harlah Se-abad NU (menurut perhitungan kalender tahun Masehi) PWNU Jateng Wahidin Said mengatakan posko layanan akan dibuka di rumah dinas Bupati Batang. Warga masyarakat yang berminat memanfaatkan layanan itu busa langsung datang dinlokasi posko dan tidak ditarik biaya alias gratis.

“Ada lima macam layanan yang kami siapkan, meliputi layanan kesehatan umum , layanan kesehatan oleh dokter spesialis, donor darah, konsultasi masalah hukum dan konsultasi tentang wakaf dan pertanahan, ” kata Wahidin di Semarang, Rabu (28/1/2026)

Menurutnya, dalam merealisasikan kegiatan layanan masyarakat ini panitia menalin kerjasama dengan beberapa mitra yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, RSJD Amino Gondo Utomo Semarang dan Palang Merah Indonesia Kabupaten Batang.

Selain itu, lanjutnya, juga memaksimalkan perangkat organisasi atau lembaga di internal NU, yakni Lembaga Pelayanan dan Bantuan Hukum (LPBH) PWNU Jateng dan Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) PCNU Kabupaten Batang.

Dia menambahkan, waktu pelayanan akan dimulai pukul 12.00 hingga selesainya apel kemanusiaan. Agar proses layanan nanti bisa berjalan lancar saat ini sedang dimatangkan koordinasi teknis antara panitia PWNU Jateng dengan pantia daerah dan mitra kerjasama.

Setelah apel kemanusiaan, ujarnya panitia harlah seabad NU langsung menyiapkan pelaksanaan istighotsah yang dijadwalkan akan berlangsung setelah sholat Isyak.Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Jam’iyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) NU Jateng, KH Ahmad Baduhun Badawi akan memimpin jalannya istighotsah.

Sebelum istighotsah akan diawali dengan ngaji bandongan yang dipimpn rais syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, kitab yang akan dibaca adalah Aisyul Bahr, kontennya membahas tentang kehidupan hewan – hewan yang ada di laut.

“Jama’ah yang akan mengikuti istighotsah akan mendapatkan buku yang berisi bacaan istighotsah dan kopi naskah bagian kitab Aisyul Bahr yang akan dibaca kiai Ubaid,” tuturnya. (*)