Arsip Tag: Mancing

Selama Bulan Ramadan, Semarang Zoo Beri Harga Tiket Khusus Pemancing Rp10 Ribu

Lingkar.co – Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026, PT Taman Satwa Semarang menghadirkan event mancing di danau Semarang Zoo dengan tiket khusus Rp10 ribu per orang. Dengan harga tersebut, pengunjung bebas membawa pulang ikan hasil tangkapan tanpa ditimbang.

Direktur PT Taman Satwa Semarang (Semarang Zoo), Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan event ini menjadi salah satu agenda spesial Ramadan. Waktu memancing dibuka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

“Dengan harga tiket Rp10 ribu per orang, pengunjung bisa membawa ikan berbagai jenis yang ada di danau seperti ikan lele, bawal, mujair, nila, patin, dan gabus yang ukurannya cukup besar,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).

Ia menyebut, pihaknya juga menambah stok ikan selama event berlangsung. Bahkan, beberapa ikan yang ada di danau di antaranya berukuran besar atau kerap disebut ikan monster.

“Jadi Rp10 ribu itu untuk event memancing aja, dengan pengunjung menunjukkan alat pancingnya. Untuk pengunjung umum yang bisa menikmati semua fasilitas tetap di harga normal Rp 25 ribu,” imbuhnya.

Adapun ketentuan memancing, pengunjung tidak diperbolehkan menggunakan jala maupun alat setrum. Pemancing bebas membawa joran lebih dari satu serta menggunakan jenis umpan apa pun.

Menurut Bimo, akhir pekan menjadi waktu favorit dengan jumlah pemancing paling banyak. Sementara pada hari biasa, pengunjung berkisar puluhan orang.

“Selama Ramadan, manajemen Semarang Zoo menargetkan seribu pemancing,” katanya.

Salah satu pemancing, Zaenal, warga Rowosari Ngaliyan, mengaku rutin memancing di Semarang Zoo setiap Ramadan. Ia penasaran ingin kembali merasakan tarikan patin besar.

“Tahun lalu saya dapat patin sampai 9 kilogram lebih. Siapa tahu bisa dapat lagi,” katanya.

Meski hanya membawa pulang dua nila besar dan satu gabus, ia tetap menikmati suasana ngabuburit yang sejuk dan nyaman. (*)

Karimunjawa StrikeFest 2025 Sukses Gaet Peserta Internasional

Lingkar.co – Ajang internasional Karimunjawa StrikeFest 2025 resmi ditutup pada Minggu (16/11/2025) setelah berlangsung selama tiga hari, 14–16 November 2025. Event ini sukses menyedot perhatian publik nasional hingga mancanegara melalui gelaran Fun Fishing Internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara, seperti Belgia, Sudan, Italia, Inggris, Kyrgyzstan, China, Madagascar, dan sejumlah negara lainnya.
Dengan total hadiah Rp 150 juta,

Karimunjawa StrikeFest 2025 tercatat sebagai salah satu kompetisi memancing terbesar di Jawa Tengah. Antusiasme tinggi datang dari pemancing profesional hingga komunitas sport fishing dari berbagai belahan dunia.

Selain kompetisi utama, festival ini juga diramaikan oleh berbagai kegiatan pendukung, meliputi Bazar UMKM Bahari yang menampilkan produk unggulan masyarakat pesisir, Sustainability Activity berupa edukasi serta aksi pelestarian lingkungan laut, dan panggung hiburan untuk wisatawan maupun warga setempat.

Karimunjawa StrikeFest 2025 menjadi bagian dari program unggulan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk mendorong peningkatan kualitas pariwisata daerah. Melalui event bertaraf internasional, pemerintah provinsi menargetkan terbukanya peluang pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta penguatan posisi Jawa Tengah sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

Dalam sambutannya yang diwakili oleh anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Hariyanto, pemerintah menegaskan pentingnya sektor pariwisata sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Ia berharap penyelenggaraan StrikeFest dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas jejaring global, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal, terutama di Karimunjawa.

Komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan juga menjadi sorotan melalui berbagai program sustainability yang melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.
Penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Bank Jateng, Badan Pelaksana Otorita Borobudur Yogyakarta, Jasa Raharja Insurance, Balai Taman Nasional Karimunjawa, Pemkab Jepara, serta Forkopimcam Karimunjawa.

Dengan capaian positif tersebut, pemerintah daerah dan penyelenggara optimistis Karimunjawa StrikeFest akan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan semakin diminati peserta internasional di tahun-tahun mendatang. (*)

Promosikan Wisata Desa, Pokdarwis Popongan Gelar Lomba Mancing

Lingkar.co – Dalam rangka mempromosikan potensi wisata desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Popongan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Popongan dan didukung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Purworejo menggelar lomba mancing dan Gebyar UMKM Kecamatan Banyuurip di Kompleks Kolam Wisata Lantaburo, Desa Popongan, Kecamatan Banyuurip, Minggu (21/9/2025).
Ketua Pokdarwis Desa Popongan, Deka Tekat Aji Prabowo mengatakan, kegiatan ini diikuti sekitar 230 peserta dari berbagai desa di Kecamatan Banyuurip. Hadiah utama berupa uang tunai senilai Rp 600 ribu, Rp 400 ribu, dan Rp 200 ribu dibagikan panitia untuk para pemenang. 

“Selain itu, ada juga door prize spesial berupa satu ekor kambing untuk peserta yang berhasil mendapatkan ikan berpita paling besar. Adapun ikan lele yang ditebar mencapai total 1,4 kuintal,” kata Deka di sela kegiatan.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Purworejo, Muhammad Musyafa menambahkan, pihaknya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan kali ini menjadi terobosan positif, karena mampu menarik banyak pengunjung.

Kolam Wisata Lantaburo memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sekaligus pusat kegiatan masyarakat. KNPI tentu siap bersinergi untuk mendorong agar kegiatan mancing menjadi agenda rutin tahunan, bahkan kalau bisa beberapa bulan sekali.

“Lokasi kolam wisata ini sangat representatif untuk berbagai event. Jadi tidak hanya mancing, namun bisa juga kegiatan seni, olahraga, maupun aktivitas kreatif lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan dukungan banyak pihak, optimistis Kolam Wisata Lantaburo akan semakin dikenal sebagai destinasi unggulan desa Popongan bahkan di Purworejo. “Keberadaannya juga diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan desa,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga, Ahmad Ahadi mengaku senang dengan adanya kegiatan yang baru pertama kali digelar di desanya. Sebelumnya, saat peresmian kolam wisata, juga pernah ditampilkan kesenian tradisional kuda kepang Turonggo.

“Saya mengapresiasi upaya pemerintah desa dan Pokdarwis yang terus mencoba menggali potensi desa ini. Semoga kolam wisata ini bisa terus berkembang dan bermanfaat,” tandasnya. (*)

Penulis: Lukman Hakim:

Gandeng Semarang Zoo, Jurnalis Pemerhati Konservasi Gelar Senam dan Lomba Mancing

Lingkar.co – Sejumlah Jurnalis/Wartawan Kota Semarang yang tergabung dalam Kelompok Jurnalis Pemerhati Konservasi (JPK) Semarang, bekerja sama dengan Semarang Zoo atau PT Taman Satwa Semarang menggelar lomba mancing. Kegiatan ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki yang memiliki hobi memancing ikan.

Selain memancing, kegiatan juga bakal lebih semarak dengan senam pagi bersama yang dikhususkan bagi perempuan, baik dari kalangan Generasi Z maupun ibu-ibu muda dari berbagai komunitas senam.

Ketua Panitia Mancing dan Senam Jurnalis Pemerhati Konservasi Semarang, Husni Mushonifin mengatakan, pemenang lomba mancing akan mendapatkan piala dan uang pembinaan.

“Kita rencanakan hari Minggu tanggal 13 Juli 2025. Hadiahnya, yang pasti jutaan rupiah bagi juara 1 hingga juara 3 dan ada pula door prize nya bagi yang ikut senam,” jelas Bojes, sapaan akrabnya dalam siaran persnya, Minggu (8/6/2025).

Dikatakan, peserta lomba mancing dikenai biaya administrasi pendaftaran sebesar Rp150.000 sedangkan tiket peserta senam Rp35.000. Pembayaran hanya melalui nomor rekening BRI 303401054819534 an. Lomba Mancing dan Senam Semarang Zoo

“Kita permudah untuk pendaftaran peserta lomba mancing bisa melalui link ini https://forms.gle/mWCKE3hYLaCy8AKv7 atau dengan memindai kode yang ada dalam selebaran, sedangkan untuk senam pagi bisa menghubungi nomor panitia untuk konfirmasi,” urainya.

Jika ada hal yang perlu ditanyakan bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dengan menghubungi Mushonifin di 081390422656, Absa di 083838705765 atau humas Semarang Zoo di 085932236555 atas nama Ibnu.

Sosialisasi dan Edukasi

Koordinator JPK Semarang, Ahmad Rifqi Hidayat, menuturkan, kegiatan kolaborasi antara kelompok Jurnalis Pemerhati Konservasi Semarang dengan Semarang Zoo merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap konservasi satwa maupun lingkungan.

“Kita menggelar kegiatan ini agar masyarakat lebih mengenal dan paham terkait konservasi, sebab Semarang Zoo sendiri merupakan lembaga konservasi, edukasi dan rekreasi yang ada di kota Semarang,” ungkapnya.

Dengan adanya even tersebut, dirinya berharap masyarakat menjadi semakin paham dan peduli serta mendukung kegiatan konservasi flora dan fauna yang ada di Semarang Zoo.

“Ya kita mengharap, masyarakat Kota Semarang khususnya, dapat lebih peduli dan mendukung kegiatan konservasi di Semarang Zoo ini. Sehingga kedepan, mungkin 15 atau 20 tahun lagi, atau entah berapa tahun lagi anak-anak generasi kita tidak hanya tahu gambarnya saja, sedangkan satwanya sudah punah,” harap Rifqi, sapaan akrabnya.

Dukungan Penuh Semarang Zoo

Sementara Direktur Semarang Zoo Bapak Bimo Wahyu Widodo, menyatakan mendukung penuh program kolaborasi, yang akan digelar Jurnalis Pemerhati Konservasi Semarang dengan tagline Mancing Asik dan Senam Pagi di Tempat Wisata Konservasi.

“Kami akan dukung penuh kegiatan yang akan digelar teman-teman Wartawan Kota Semarang, yang tergabung di Jurnalis Pemerhati Konservasi Semarang, sebagai upaya untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait konservasi kepada masyarakat,” terangnya.

Sejalan dengan hal itu, dirinya menyatakan Semarang Zoo terbuka untuk semua kalangan, dan mendorong agar para wartawan dan umumnya warga Semarang berani berkreasi dan berinovasi dengan berkegiatan di Semarang Zoo.

“Kami terbuka untuk semua kalangan, wartawan mau mengawal kegiatan konservasi dengan liputan atau kegiatan yang menarik kami persilahkan, sekolahan mau lomba menggambar atau mahasiswa mau penelitian di sini juga boleh,” ujarnya. (*)

Volume Air Waduk Gembong dan Gunung Rowo Menyusut, Jadi Spot Ngecamp dan Mancing

Lingkar.co – Volume air Waduk Gembong dan Gunung Rowo yang terletak di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati mengalami penyusutan hingga 40 persen.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Sudarno mengatakan dua waduk terbesar di Kabupaten itu kini mengalami penyusutan yang signifikan, meskipun musim kemarau baru memasuki beberapa bulan.

“Penyusutannya sudah mencapai 40 persen, walau pun musim kemarau baru beberapa bulan saja,” katanya, kemarin.

Kondisini ini, katanya, memang sering terjadi. Apalagi, setiap musim kemarau air dari dua waduk tersebut menjadi andalan para petani untuk mengairi sawahnya.

“Setiap musim kemarau tiba dua waduk tersebut kondisi airnya pasti berkurang, kareba dimanfaatkan masyarakat sebagai irigasi pertanian,” ujarnya.

Ia menyebutkan saat inu volume air dari Waduk Gembong masih tersisa 5.200.000 M3, sedangkan Waduk Gunung Rowo masih 2.000.000 M3.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa waduk yang dibanguan pada zaman Kolononial Belanda itu mampu menampung hingga jutaan meter kubik air. Kondisinya pun hingga saat ini masih berdiri kokoh, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk lahan pertanian.

“Kapasitas volume air yang berada di dua waduk tersebut berbeda Waduk Gembong mencapai 9.500.000 M3, sedangkan Waduk Gunung Rowo sendiri hanya 5.150.000 M3,” pungkasnya.

Salah satu warga Gembong, Syukron mengatakan setiap musim kemarau volume air di Waduk Gembong dan Waduk Gunung Rowo biasanya memang mengalami penyusutan yang signifikan.

Biasanya, katanya, dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk ngecamp atau memancing bersama keluarga atau teman.

“Kalau musim kemarau banyak yang ngecamp di Waduk Gembong. Kalau di Waduk Gunung Rowo biasanya digunakan untuk tempat memancing,” katanya.

Menurutnya, hal ini membuat kedua waduk tersebut banyak didatangi wisatawan setiap memasuki musim kemarau.

“Jadinya banyak warga yang jualan. Apalagi, kadang ada di pinggir waduk dibuat acara saat musim kemarau,” ujarnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Forwakot Gelar Lomba Mancing di Semarang Zoo, Mbak Ita Harap Kegiatan Digelar Rutin

Lingkar.co – Forum Wartawan Balaikota (Forwakot) Semarang menggelar lomba mancing di Kebun Binatang “Semarang Zoo” pada Sabtu (18/5/2024). Lomba ini sukses diikuti sekitar 220 peserta dari warga se-Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu hadir secara langsung membuka lomba ini. Ia secara simbolis melepas sejumlah ikan untuk dipancing para pemancing. Adapun, lomba ini juga dalam rangkaian ulang tahun ke-477 Kota Semarang.

“Forwakot dan Pemerintah Kota Semarang bekerjasama menggelar lomba mancing happy di Semarang Zoo. Ini tentunya terobosan Forwakot bersama pemerintah untuk kegiatan kemasyarakatan,” kata wanita yang akrab disapa Mbak Ita.

Wali Kota Ita berharap kegiatan ini bisa rutin digelar di berbagai obyek wisata di Ibu kota Jawa Tengah, misal Taman Lele, Pantai Tirang dan lain-lain. Sehingga diharapkan bisa membantu mendongkrak pariwisata kota Semarang.

“Dengan lomba di berbagai lokasi, bisa mengenal pariwisata kepada masyarakat. Mungkin ada yang sudah tahu, ada yang belum,” ujar wali kota perempuan pertama di Kota Semarang.

“Luar biasa tadi ramai pesertanya. Semoga kegiatan ini bisa rutin digelar oleh Forwakot,” jelasnya.

Ketua Panitia Lomba Mancing Adennyar Wicaksono mengatakan lomba mancing digelar di Semarang Zoo agar para pemancing bisa sembari rekreasi bersama keluarga. Terlebih, bagi keluarga muda, agar anaknya bisa mengenal jenis-jenis hewan.

“Disini kan banyak jenis hewan. Jadi, bapak atau ibunya mancing, anaknya keliling bisa mengenal hewan-hewan,” kata Aden.

Senada dengan Mbak Ita, ia berencana akan menggelar kegiatan serupa di kemudian hari di lokasi berbeda. Sehingga pariwisata kota Semarang maju dan perekonomian terus membaik.

Peserta Mancing, Dio Hermansyah merasa senang bisa ikut mancing. Kegiatan mancing ini mengisi waktu luangnya.

“Mumpung ndak ada kegiatan, ikut mancing aja. Sekalian lihat-lihat koleksinya Semarang Zoo,” kata Dio.

Direktur Utama Semarang Zoo, Choirul Awaludin mengatakan pihaknya menyambut baik kegiatan mancing ini. Selama ini, Semarang Zoo punya danau luas yang bisa dimanfaatkan untuk mancing.

“Danaunya kita luas, didukung banyak pohon rindang sehingga pemancing bisa merasa sejuk saat memancing,” katanya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut yakni Kepala Diskominfo Kota Semarang Soenarto, Kepala Disbudpar Kota Semarang Wing Wiyarso, Kepala Bapenda Kota Semarang Indriyasari, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang Antonius Hariyanto, Kabag Kopimpro Kota Semarang Kartika Hediaji.

Acara semakin meriah dengan adanya hiburan dangdut. Selain itu adapula undian door prize seperti setrika, blender, kipas angin, kompor gas hingga mesin cuci. (ADV)