Arsip Tag: Choirul Awaludin

Dukung Konservasi Satwa, BK Community Sumbangkan Daging Celeng ke Semarang Zoo

Lingkar.co – Komunitas pemburu hewan liar menyumbangkan daging celeng (babi hutan) seberat 250 kg ke Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo pada Senin (30/9/2024) pagi. Daging merah segar celeng yang disumbangkan itu sebagai dukungan pelestarian satwa di kebun binatang kebanggaan warga kota Semarang.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami komunitas pemburu bisa ikut membantu perawatan satwa di sini berupa mendukung pakan. Daging merah ini kan kebutuhan utama harimau ya,” kata ketua BK Community, Yefta seusai menyerahkan daging merah segara kepada Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin.

Menurutnya, bantuan tersebut sebagai sebuah penghargaan atas keberhasilan Awaludin dalam membangun Semarang Zoo sehingga terdapat perbaikan fasilitas dan kandang baru yang lebih layak dan menarik wisatawan.

“Ini sebagai bentuk dukungan kami karena kami sebagai warga kota Semarang asli, saya melihat kepemimpinan Pak Awal di Semarang Zoo ini sangat baik. Jadi kebun binatang ini bisa berkembang sangat baik. Jadi kita tergerak untuk membantu,” ujarnya.

Ketua BK Community saat menyerahkan daging celeng kepada Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin, Senin (30/9/2024) pagi. Foto: Rifqi/Lingkar.co
Ketua BK Community saat menyerahkan daging celeng kepada Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin, Senin (30/9/2024) pagi. Foto: Rifqi/Lingkar.co

Ia lantas menjelaskan aktivitas perburuan babi hutan yang dilakukan pada titik tertentu. Pada umumnya, pada lokasi tersebut babi hutan yang over populasi menjadi hama bagi petani. “Babi hutan ini kan di daerah tertentu itu kan jadi hama, seperti daerah Purwokerto, Cilacap masih fokus ke wilayah hutan selatan,” paparnya.

Meski menembak hewan liar sebagai hobi, juga memiliki nilai ekonomi karena daging merah segar hasil berburu babi hutan juga memiliki pangsa pasar konsumen tertentu. “Jadi ini bukan hanya hobi, tapi dari sisi ekonominya juga bergerak, karena daging merah ini juga dikonsumsi oleh manusia,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap satwa di kebun binatang yang terletak di dekat pintu tol Kalikangkung, Kendal tersebut. Menurutnya, bantuan dari BK Community sangat membantu meringankan beban operasional perawatan hewan karnivora

“Memang salah satu pakan itu kita pake daging merah. Pakan pokoknya itu kan ayam sama daging merah. Jadi ini sangat membantu operasional kami,” ungkapnya.

Pelarangan Study Tour Jadi Polemik, Direktur Semarang Zoo: Kecelakaan Itu Musibah, Tugas Pemerintah Monitor Kelayakan Penyedia Jasa

Lingkar.co – Tragedi yang menimpa pelajar SMK Lingga Kencana Depok menjadi polemik di dunia pendidikan menyusul adanya pelarangan dan pembatasan Study Tour dari beberapa stakeholder terkait. Dua di antaranya adalah Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Pelarangan tersebut pun menuai reaksi berbagai kalangan, salah satunya Direktur PT Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo, Choirul Awaludin. Ia turut memberi respons kebijakan tersebut.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi terhadap pelajar SMK Lingga Kencana adalah musibah sehingga tidak tepat jika program Study Tour dilarang. “Kami yang pertama ikut berbela sungkawa atas musibah tersebut, kecelakaan Itu musibah, yang namanya musibah bisa terjadi dengan sebab apa saja, kepada siapa saja dan dimana saja. Tentunya kita semua berharap musibah tersebut tidak terulang lagi,” ujarnya dalam siaran persnya, Rabu (22/5/2024).

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah melalui dinas pariwisata dan dinas terkait yang harus menyikapi kejadian tersebut agar tidak berulang.

“Kami, dari Semarang Zoo mengapresiasi Pemkot Semarang yang telah bergerak cepat melakukan antisipasi. Yang saya dengar memang sudah melakukan audiensi dengan para penyedia layanan jasa pariwisata untuk berhati-hati. Langkah seperti ini yang kami harapkan,” ungkapnya.

Sebab, menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terkumpul dalam pajak pariwisata cukup besar. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama ini menggenjot kunjungan wisatawan agar sektor pariwisata berkembang dengan baik. “Karena hasil dari pajak ini kan juga ikut membantu dunia pendidikan,” terangnya.

Terkait kebijakan tersebut, pihaknya berharap agar pemerintah melakukan peninjauan ulang sehingga tidak menggangu sektor pariwisata. “Kami harap pemerintah daerah dapat melakukan peninjauan kembali kebijakan tersebut,” tuturnya.

Manfaat Wisata Bagi Pelajar

Lebih lanjut Awaludin mengungkapkan, wisata tidak sekedar bersenang-senang, tapi juga memiliki manfaat bagi pelajar. “Kita tentu saja sudah cukup paham jika para siswa juga membutuhkan refreshing atau penyegaran diri dan psikologi karena sering berkejaran dengan waktu untuk belajar,” ucapnya

Selain penyegaran, lanjutnya, siswa juga harus diberi kesempatan untuk belajar tentang dunia yang lebih luas. “Anak juga punya hak untuk belajar hal lain yang disenangi seperti berwisata. Ada banyak sekali jenis wisata dan bisa dipelajari, wisata kuliner misalkan atau wisata alam,” katanya.

Dia katakan, seorang anak bisa menjadi tahu perbedaan khas masakan dari berwisata di luar daerah. “Ini juga bahan belajar anak, tentang wawasan kebangsaan, Indonesia memiliki banyak suku budaya dan aneka makanan,” paparnya.

Sementara wisata alam, sambungnya, bisa menjadi bagian anak untuk belajar tentang kuasa Tuhan yang menciptakan dunia dan seluruh alam semesta. “Anak bisa lebih tahu kuasa Allah, bersyukur atas nikmatnya berwisata, nikmatnya melepas penat. Anak juga belajar tentang keanekaragaman hayati ciptaan Allah SWT, Tuhan yang menciptakan berbagai macam makhluk hidup. Dari sini anak bisa belajar menjaga lingkungan, belajar konservasi,” urainya.

Dia lanjut menerangkan, Semarang Zoo juga kerap mendapat kunjungan dari anak TK maupun SD dari luar daerah. Pada umumnya, dia akui pengunjung lebih banyak pada mengenal aneka satwa. “Jadi memang hanya sebatas mengenal, belum bagaimana merawat karena anak-anak TK dan SD, kegiatan di sini juga tidak jauh dari jalan-jalan kemudian mewarnai gambar,” bebernya.

Oleh karena itu, pihaknya menilai kebijakan pelarangan Study Tour bagi pelajar merupakan kebijakan yang kurang tepat. “Tentu kami harap kebijakan pemerintah yang bisa mengakomodir kebutuhan siswa, kebutuhan rekreasi atau wisata. Tidak perlu dilarang sejauh iuran untuk study tour tidak membebani orang tua siswa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Forwakot Gelar Lomba Mancing di Semarang Zoo, Mbak Ita Harap Kegiatan Digelar Rutin

Lingkar.co – Forum Wartawan Balaikota (Forwakot) Semarang menggelar lomba mancing di Kebun Binatang “Semarang Zoo” pada Sabtu (18/5/2024). Lomba ini sukses diikuti sekitar 220 peserta dari warga se-Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu hadir secara langsung membuka lomba ini. Ia secara simbolis melepas sejumlah ikan untuk dipancing para pemancing. Adapun, lomba ini juga dalam rangkaian ulang tahun ke-477 Kota Semarang.

“Forwakot dan Pemerintah Kota Semarang bekerjasama menggelar lomba mancing happy di Semarang Zoo. Ini tentunya terobosan Forwakot bersama pemerintah untuk kegiatan kemasyarakatan,” kata wanita yang akrab disapa Mbak Ita.

Wali Kota Ita berharap kegiatan ini bisa rutin digelar di berbagai obyek wisata di Ibu kota Jawa Tengah, misal Taman Lele, Pantai Tirang dan lain-lain. Sehingga diharapkan bisa membantu mendongkrak pariwisata kota Semarang.

“Dengan lomba di berbagai lokasi, bisa mengenal pariwisata kepada masyarakat. Mungkin ada yang sudah tahu, ada yang belum,” ujar wali kota perempuan pertama di Kota Semarang.

“Luar biasa tadi ramai pesertanya. Semoga kegiatan ini bisa rutin digelar oleh Forwakot,” jelasnya.

Ketua Panitia Lomba Mancing Adennyar Wicaksono mengatakan lomba mancing digelar di Semarang Zoo agar para pemancing bisa sembari rekreasi bersama keluarga. Terlebih, bagi keluarga muda, agar anaknya bisa mengenal jenis-jenis hewan.

“Disini kan banyak jenis hewan. Jadi, bapak atau ibunya mancing, anaknya keliling bisa mengenal hewan-hewan,” kata Aden.

Senada dengan Mbak Ita, ia berencana akan menggelar kegiatan serupa di kemudian hari di lokasi berbeda. Sehingga pariwisata kota Semarang maju dan perekonomian terus membaik.

Peserta Mancing, Dio Hermansyah merasa senang bisa ikut mancing. Kegiatan mancing ini mengisi waktu luangnya.

“Mumpung ndak ada kegiatan, ikut mancing aja. Sekalian lihat-lihat koleksinya Semarang Zoo,” kata Dio.

Direktur Utama Semarang Zoo, Choirul Awaludin mengatakan pihaknya menyambut baik kegiatan mancing ini. Selama ini, Semarang Zoo punya danau luas yang bisa dimanfaatkan untuk mancing.

“Danaunya kita luas, didukung banyak pohon rindang sehingga pemancing bisa merasa sejuk saat memancing,” katanya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut yakni Kepala Diskominfo Kota Semarang Soenarto, Kepala Disbudpar Kota Semarang Wing Wiyarso, Kepala Bapenda Kota Semarang Indriyasari, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang Antonius Hariyanto, Kabag Kopimpro Kota Semarang Kartika Hediaji.

Acara semakin meriah dengan adanya hiburan dangdut. Selain itu adapula undian door prize seperti setrika, blender, kipas angin, kompor gas hingga mesin cuci. (ADV)

Libur Lebaran 2024, Semarang Zoo Targetkan 50 Ribu Pengunjung

Lingkar.co – PT Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo pada momen libur lebaran 2024 ini menargetkan 50 ribu pengunjung atau dengan rata-rata delapan ribu pengunjung setiap hari.

‘Pada masa libur lebaran ini kita targetkan 50 ribu pengunjung, jadi setiap hari ada kisaran 8000 pengunjung Semarang Zoo,” kata Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin saat ditemui di kantornya, Senin (8/4/2024).

Menurutnya jumlah tersebut tidak berbeda jauh dari tahun sebelumnya, yakni target 7000 pengunjung per hari.

“Kalau pada liburan yang lalu target itu bisa tercapai, tentu harapan kami target kenaikan pengunjung pada tahun ini juga bisa terlampaui karena perbaikan fasilitas yang ada masih berjalan,” ujarnya optimis.

Sebagai informasi, untuk masuk ke lokasi wisata, setiap pengunjung harus menyiapkan Rp35.000 untuk harga tiket Rp30.000 dan donasi konservasi Rp5000 dengan gratis 1 tiket bermain di wahana play-play zoo.

Dari gerbang yang baru, pengunjung masuk menuju reptil cave. Semsasi suasana ini berbeda dari pintu gerbang yang sebelumnya. Perbaikan gerbang dan area reptil ini menyusul perbaikan kandang gajah, kandang burung berbentuk kubah (aviary) dan perombakan kandang-kandang burung menjadi aves garden.

Selain itu, Semarang Zoo juga telah memiliki area untuk pertunjukan binatang atau animal shoes. Sedangkan kandang harimau yang didesain lebih luas masih dalam proses pengerjaan.

“Kalau desain bagaimana bentuk dari perbaikan di sini ya bisa dilihat di Instagram Semarang Zoo,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Konser Budaya Lesbumi, Kepedulian NU Terhadap Kesenian di Era Milenial

Lingkar.co – Masyarakat pada umumnya lebih senang dengan hiburan atau kesenian yang menghibur atau yang sedang tren, sehingga kesenian yang ideologis lambat lain tersisih dari ruang publik.

Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang menggelar Konser Budaya sebagai wujud kepedulian terhadap kesenian yang terpinggirkan oleh zaman.

“Kegiatan semacam ini merupakan kepedulian NU terhadap buday yang mulai tergerus zaman,” ujar Ketua Panitia Konser Budaya Lesbumi, Choirul Awaludin seusai kegiatan di Silayur Park, Ngaliyan, Kota Semarang, Sabtu (26/8/2023) malam.

Ia katakan, pagelaran seni tersebut dilaksanakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 78 Republik Indonesia.

Dia menyebut, ada pertunjukan musik, musikalisasi puisi, drama monolog dan teater yang menuangkan ide kreatif dan wacana kritis.

‘Tentunya kami berharap ide-ide yang tertuang melalui kesenian ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi tersendiri untuk kota Semarang yang lebih baik,” urainya.

Sementara, Ketua Lesbumi NU Kota Semarang, H. Sukat Abdul Muiz, M.Pd mengatakan, Lesbumi sebagai lembaga NU kurang populer di masyarakat. Padahal, Lesbumi didirikan oleh Asrul Sani dan Usmar Ismail pada 28 Maret 1962.

“Kalau mendengar kata Lesbumi, masyarakat merasa agak asing ya, padahal organisasi ini lahir pada tahun 1962,” ungkapnya.

Ia lantas menjelaskan, Lesbumi merupakan strategi dakwah NU dalam menjaga rakyat Indonesia dari paham yang menyimpang melalui budaya.

“Jadi bukan hanya ngurusi rebana, qasidah saja. Tapi kesenian dan budaya secara luas. Ada seni rupa, seni musik, teater, dan sebagainya,” urainya.

Lesbumi, kata Muiz, merangkai dari kalangan ulama, seniman, dan umara (pemimpin) yang bersatu membina masyarakat melalui budaya yang baik.

“Salah satu targetnya, membina akhlak putra bangsa melalui kesenian, membina budaya yang tidak lepas dari akhlakul karimah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Target Harian 10.000 Pengunjung, Begini Persiapan Semarang Zoo Jelang Lebaran 2023

Lingkar.co – Taman Marga Satwa Semarang atau Semarang Zoo terus melakukan persiapan-persiapan menjelang libur lebaran 2023. Hal itu juga seiring dengan target 10.000 pengunjung per hari pada masa libur lebaran.

Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin, mengatakan pihaknya terus mensosialisasikan promo ke calon wisatawan.

“Kalo persiapan tentunya kami selalu mensosialisasikan promo-promo ke masyarakat,” ujar Awal saat diwawancara oleh sejumlah awak media pada Rabu (19/4/2023).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Semarang Zoo akan menyelesaikan beberapa wahana yang sedang direnovasi, dan inovasi pengembangan kebun binatang kebanggaan warga kota Semarang agar nampak semakin baik.

“Lalu kami menyampaikan kepada masyarakat terkait inovasi-inovasi baru di kebun binatang kami. Termasuk juga konsep-konsep baru dalam menghibur pengunjung saat lebaran nanti,” jelas Awal.

Salah satunya, ia sebut edukasi melalui interaksi langsung dengan satwa koleksi Semarang Zoo.

“Jadi nanti wisatawan bisa berinteraksi langsung dengan hewan-hewan peliharaan,” bebernya.

Walaupun Semarang Zoo sedang melakukan renovasi, tapi Awal memastikan tidak ada kendala dalam melayani wisatawan nantinya.

Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin, Plt. Wali Kota Semarang, Hj. Hevearita G Rahayu dan keluarga Raffi Ahmad berfoto bersama di Semarang Zoo saat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Foto: istimewa

Selain itu, ia sebut wahana yang disiapkan Semarang Zoo diantaranya Animal Shows, playplay zoo, ATV, wisata air, termasuk kapal, serta hewan-hewan tunggang seperti kuda, gajah, dan unta.

Sebagai informasi, terdapat perbaikan kandang yang lebih representatif yang menempatkan satwa seperti habitat aslinya sekaligus membuat pengunjung nyaman dengan suasana yang ada.

Antara lain aviary (kandang burung) berbentuk kubah (dome) dan aviary berbentuk rumah. Keduanya sudah didesain dengan menarik sebagai edukasi kondisi habitat asli aves (burung).

Selain itu, perbaikan kandang gajah yang nampak lebih indah. Juga adanya tribun terbuka untuk Animal Shows. Karena itu ia menilai target pengunjung yang ditetapkan sekitar 10.000 pengunjung per hari cukup realistis.

“Harga tiket kami tetapkan 30.000 untuk dewasa atau anak-anak,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Choirul Awaludin, Berbekal Semangat Kepemudaan Mengubah Semarang Zoo

SEMARANG, Lingkar.co – Pemuda adalah agen perubahan. Jargon tersebut agaknya menjiwai Choirul Awaludin yang saat ini duduk sebagai Direktur Semarang Zoo. Semangat kepemudaan mengubah Semarang Zoo.

“Generasi muda memang harus inovatif dan kreatif agar bisa membantu pemerintah menggapai target pembangunan,” kata Awaludin kepada Lingkar.co, Minggu (12/2/2023).

Ia mengawali karier dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah, Komisariat Walisongo Semarang, Jawa Tengah.

Ketertarikannya dalam budaya dan pariwisata diawali dari mendirikan sebuah grup teater semasa menjabat sebahai Ketua PMII Rayon Dakwah. Ide kritik yang membangun masyarakat tercurah dalam dunia kesenian tersebut.

“Dulu pernah bikin teater Soko Bumi waktu di (PMII) Dakwah, sering mentas bebas di tempat terbuka,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, semasa menahkodai Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kota Semarang, ia juga membantu kepemimpinan Hendi-Ita dalam promosi pembangunan.

Ada beberapa program kegiatan yang menyasar pariwisata, salah satunya promosi Omah Alas yang ada di Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati.

“Kota Semarang ini ada banyak sekali potensi yang bagus untuk pariwisata, dan saat ini memang terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, pemuda harus bisa membaca peluang yang diberikan pemerintah dalam program pembangunan, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia.

Terkait pembangunan Semarang Zoo, ia mengatakan, ada beberapa kajian strategis dalam meningkatkan kunjungan di Semarang Zoo. Salah satunya menjadikan kebun binatang bukan hanya sebatas rujukan wisata bagi anak-anak.

“Nah, ini yang masih kita garap saat ini. Agar Semarang Zoo ini bisa menjadi tempat wisata dan rekreasi generasi milenial,” bebernya.

Untuk itu, lanjutnya, Semarang Zoo tengah menegebut beberapa perbaikan infrastruktur, membuat kreasi event, adan sebagainya, termasuk Dino Park di Semarang Zoo. Hal itu, menurutnya, menyesuaikan dengan perkembangan budaya urban di kota Semarang.

“Kita proyeksikan nantinya Semarang Zoo juga bisa menjadi tongkrongan yang asik, juga bisa membuat event khusus pada malam hari,” urainya.

“Tentunya ada banyak hal yang mesti dikaji lebih dalam untuk mendapatkan praktik event-event tersebut. Tentunya tetap mengedepankan unsur edukasi,” paparnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Begini Kondisi Satwa Semarang Zoo Saat Cuaca Ekstrim

SEMARANG, Lingkar.co – Cuaca ekstrim yang melanda Indonesia, khususnya kota Semarang tentunya berdampak pada kesehatan. Tidak luput pula satwa yang ada di Kebun Binatang Kota Semarang atau Semarang Zoo.

Oleh sebab itu, salah satu dokter di Semarang Zoo, drh. Hedwigius Nico mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan satwa agar tetap sehat pada saat perubahan cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.

“Kondisi satwa saat banjir aman, karena memang letak kandang ada di bagian atas, sedangkan genangan yang ada saat hujan tinggi di akhir dan awal tahun hanya ada di pinggir danau buatan. Jadi (satwa) tidak terkena banjir,” kata dokter Niko disela aktifitasnya, Sabtu (28/1/2023).

Lebih lanjut Niko menuturkan, cuaca ekstrim saat ini memang tidak bisa dihindari. Namun demikian, sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Kita sudah prepare kesehatan satwa sebulan sebelum masuk cuaca ekstrim, dari porsi makan dan nutisi, vitamin juga obat sudah dipersiapkan,” terangnya.

Meski demikian, ia mengakui cuaca saat ini sangat rawan untuk satwa jenis burung atau dalam keluarga besar aves,
Seekor anak Harimau Benggala Semarang Zoo (Foto: instagram Semarang Zoo)

Meski demikian, ia mengakui cuaca saat ini sangat rawan untuk satwa jenis burung atau dalam keluarga besar aves, “Hewan yang paling rawan saat ini aves, secara umum,” ungkapnya.

Terkait perkembang biakan, Niko menyebut ada satu anggota baru di Semarang Zoo, “Baru lahiran kemarin 2 mingguan seekor kijang,” sebutnya.

Sementara untuk pementasan satwa untuk edukasi, Niko mengaku tidak ada satwa yang tampil, “Animal Shows tidak ada tambahan hanya variasi atraksinya yang ditambah,” jelasnya.

Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin menmbahkan, pihaknya saat ini terus membenahi infrastruktur yang ada untuk menambah minat wisatawan, baik lokal maupun manca negara.

Terkait kondisi yang ada saat ini, ia hanya menekankan penanganan sesuai dengan standar operasional yang berlaku, “Jika ada kondisi darurat atau hal lain yang membetuhkan penenganan khusus tetap berjalan sesuai sop yang sudah ada,” tandasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Dolan Semarang Zoo, Raffi Ahmad Tertarik Investasi

SEMARANG, Lingkar.co – Artis papan atas, Raffi Ahmad dikabarkan hendak berinvestasi di kebun binatang Semarang atau Semarang Zoo.

Ketertarikan Raffi dan istrinya, Nagita Slavina (Gigi) terungkap saat mengunjungi Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (25/12/2022).

Pasangan selebritas ini bersama rombongannya berkunjung ke sejumlah tempat wisata. Antara lain ke kawasan Kota Lama dan Kebun Binatang kebanggaan warga kota Semarang.

Plt. Wali Kota Semarang, Hj. Hevearita Gunaryati Rahayu, menyampaikan terima kasih kepada pasangan selebritas itu yang mau berkunjung ke Semarang Zoo.

“Saya berterima kasih sekali Mas Raffi dan Mbak Gigi mau datang ke sini di tanggal merah. Jadi nanti akan ada kejutan, sebagaimana yang berdua sampaikan.

Ita, sapaan akrabnya, berharap kehadiran pasangan artis ini mampu mendongkrak tingkat kunjungan di tempat wisata yang ada di perbatasan Semarang-Kendal itu.

“Hari ini keduanya datang melihat langsung apa yang ada di sini (Semarang Zoo). Termasuk yang ada di Kota Lama,” kata Ita, sapaan Hevearita.

Ita berharap Raffi dan Gigi melalui Rans Entertainment mau menanamkan investasi di dunia hiburan Kota Semarang.

“Ramai banget, Kota Lama juga bagus banget. Mungkin tahun 2023 akan ada kejutan. Wujudnya apa? Itu kejutan. Mau hotel, apa mau yang jenisnya entertainment, nanti saja. Doakan Rans bisa ikut menceriakan masyarakat Semarang,” ujar Raffi.

Kolaborasi Rans Entertainment – Semarang Zoo

Sementara, Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin mengatakan, Raffi Ahmad akan berkolaborasi dengan Semarang Zoo. Namun, untuk saat ini, ia belum mengungkapkan wujud kolaborasi yang ia maksud.

“Angkanya juga belum bisa kami sampaikan. Sejauh ini kami masih menyamakan konsep dulu,” jelas dia.

Lebih jauh Awaludin menuturkan, pihaknya masih memerlukan beberapa perbaikan infrastruktur untuk kelancaran kolaborasi tersebut. Salah satunya kandang satwa. Menurutnya, kandang satwa menjadi salah satu hal utama yang harus ditingkatkan sebelum Rans resmi berkolaborasi.

Sejumlah perbaikan yang telah selesai antara lain; sebagian kandang herbivora, kandang burung berbentuk kubah dan rumah. Sejumlah perbaikan saat ini tengah dikebut untuk memberikan kenyamanan para pengunjung.

“Dari beberapa zoo, yang siap berkolaborasi dengan Rans adalah Semarang Zoo. Konsepnya mungkin animal wildlife, jadi nanti satwa bisa berinteraksi langsung dengan pengunjung,” bebernya.

Saat ini, lanjut Awaludin, jumlah pengunjung harian di Semarang Zoo rata-rata sebanyak 1.500 orang. Jumlah itu masih jauh dari jumlah pengunjung sebelum pandemi Covid-19. “Dulu harian bisa 4000, pernah mencapai puncaknya yakni 6000,” ungkap Awaludin. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat