Arsip Tag: berita Purworejo hari ini

Siap Beroperasi, SPPG Gowong Bakal Layani 3.000 Penerima Manfaat Area Pegunungan

Lingkar.co – Upaya memperkuat layanan pemenuhan gizi di wilayah pegunungan terus dilakukan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gowong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah resmi beroperasi dan siap melayani ribuan penerima manfaat, Minggu (4/1/2026).

Berlokasi di Dusun Gondangsari, Desa Gowong, dapur SPPG diresmikan melalui pemotongan pita oleh Danramil Bruno, Kapten Inf Setyo Herdianto. Peresmian ini sekaligus menandai dimulainya operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan dengan akses geografis menantang.

Ketua Yayasan Bina Generasi Anak Desa, Muchsinun, mengatakan SPPG Gowong hadir untuk menjawab kebutuhan pemenuhan gizi anak-anak sekolah di wilayah pegunungan. Sedikitnya 3.000 penerima manfaat dari 26 sekolah akan dilayani oleh dapur ini.

“SPPG Gowong kami desain agar menyatu dengan masyarakat. Tenaga kerja mayoritas warga lokal, kualitas makanan dijaga sesuai standar gizi, dan distribusi disesuaikan dengan kondisi wilayah,” ujarnya.

Sebanyak 50 warga sekitar direkrut sebagai tenaga dapur, ditambah dua petugas dari yayasan. Untuk menjangkau sekolah-sekolah dengan akses sulit, khususnya di wilayah Plipliran atas, distribusi makanan disiapkan menggunakan sepeda motor dengan gerobak khusus.

Tak hanya dari sisi layanan, SPPG Gowong juga menjadi perhatian karena aspek legalitas dan standarnya. Dapur ini tercatat sebagai satu-satunya SPPG di Purworejo yang tengah mengurus dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) secara lengkap dan dijadikan pilot project dapur MBG.

“Sertifikat halal sudah ada, koki bersertifikat standar, lahan milik pribadi seluas 1.500 meter persegi, dengan bangunan dapur 20×20 meter sesuai layout ketentuan,” jelas Muchsinun.

Yayasan Bina Generasi Anak Desa juga mengantisipasi risiko kebencanaan mengingat Bruno merupakan wilayah rawan longsor. Koordinasi dengan BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup telah dilakukan, termasuk rekomendasi pembangunan bronjong pengaman.

SPPG Gowong dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 8 Januari 2026. Ke depan, yayasan menargetkan pengembangan SPPG di Loano dan Butuh, dengan total penerima manfaat di wilayah Bruno diperkirakan mencapai 9.500 orang.

“Ini bagian dari ikhtiar mencetak generasi anak desa yang sehat dan berkualitas, sekaligus mendukung program nasional,” pungkasnya.(*)

Penulis: Lukman Khakim

GPK Purworejo Rayakan Malam Pergantian Tahun dengan Ngaji Kitab Kuning

Lingkar.co – Malam pergantian tahun yang biasanya identik dengan pesta, hiburan, dan kembang api, justru dimaknai berbeda oleh Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Puluhan pemuda yang tergabung dalam organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini memilih mengisi malam tahun baru dengan kegiatan keagamaan berupa ngaji fiqih kitab Bulughul Maram dan kitab Hikam.

Kegiatan rutin yang digelar setiap malam Kamis pekan pertama tersebut kali ini dilaksanakan di Kantor DPC PPP Kabupaten Purworejo, Rabu (31/12/2025) malam.

Ngaji dipimpin langsung oleh KH Ali Asfar dan dikemas interaktif dengan sesi tanya jawab serta diskusi keagamaan.

Ketua DPC PPP Kabupaten Purworejo, Kartika Zuhala, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para kader muda yang memilih menghabiskan malam tahun baru dengan menambah pengetahuan agama. Menurutnya, di tengah maraknya perayaan malam tahun baru yang identik dengan kemeriahan, glamor, dan hura-hura, masih ada anak muda yang peduli pada penguatan spiritual.

“Ini langkah positif. Di saat banyak anak muda memilih berpesta, justru para kader GPK mengisi malam tahun baru dengan belajar agama. Ini menunjukkan bahwa masih banyak generasi muda yang peduli pada keseimbangan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Kartika menambahkan, majelis ngaji fiqih ini memang menjadi agenda rutin GPK sebagai media pembelajaran kader serta sarana membentuk karakter religius. Menurutnya, fenomena anak muda dengan kondisi spiritual yang kian kering perlu diimbangi dengan kegiatan keagamaan yang berkelanjutan.

“Ngaji seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman agama, membangun akhlak, dan membentengi generasi muda dari pengaruh negatif,” tegasnya.

Kegiatan berjalan khidmat namun tetap hangat. Para peserta tampak antusias mengikuti pengajian hingga selesai. Organisasi berharap, tradisi ini terus berlanjut dan menjadi bagian dari komitmen GPK dalam membina generasi muda yang religius dan berakhlak. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Solid Selama Satu Dasawarsa, Pewarta Purworejo Gelar Tasyakuran

Llingkar.co – Persatuan Wartawan (Pewarta) Purworejo menggelar acara tasyakuran untuk merayakan hari jadi sekaligus ras syukur karena solid selama satu dasawarsa. Acara ini dilaksanakan secara sederhana di Balai Pewarta Jl.Urip Sumoharjo, Purworejo, Senin (15/12/2025).Peringatan Hari Waisak Berlangsung Sederhana

“Pada momentum ini komitmen Pewarta untuk terus bersinergi baik dengan swasta maupun pemerintah dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” ucap Ketua Pewarta Purworejo, F Daniel Raja Here pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, 10 tahun bagi Pewarta merupakan usia yang masih begitu muda. Masih banyak yang harus dilakukan untuk mendorong serta mengawal pembangunan di daerah ini.

Ia mengutarakan, rangkaian kegiatan Satu Dasawarsa Pewarta Purworejo telah dilaksanakan sejak 10 Desember lalu di SMP Negeri 10 Purworejo. Perayaan hari jadi ini diawali dengan peluncuran Gerakan Sekolah Cerdas Bermedia. Hal itu untuk mendorong peserta didik agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan media sosial.

Peluncuruan itu dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kominfostasandi, SMP N 10 serta beberapa sekolah di wilayah Grabag.

Daniel mengutarakan, perayaan satu Dasawarsa Pewarta sukses dilaksanakan berkat dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah daerah maupun swasta serta para mitra.

“Di SMP Negeri 10 saat itu kami juga menyalurkan santunan dari Baznas sebanyak 10 paket perlengkapan sekolah dan uang saku untuk siswa yang berprestasi,” katanya.

Selanjutnya pada Jumat (12/12/2025) Pewarta juga menyalurkan 22 paket santunan dari Baznas untuk yatim piatu di Purworejo. Berikutnya pada puncak acara tasyakuran Pewarta kembali menyalurkan belasan paket sembako bagi warga di lingkungan Balai Pewarta serta wilayah Kecamatan Loano.

“Ada 15 paket sembako dari Alfamart di Purworejo. Tidak banyak, mohon diterima dengan ikhlas dan mudah-mudahan bermanfaat bagi bapak ibu semua,” kata Daniel disela penyerahan bantuan tersebut.

Acara tasyakuran Pewarta dihadiri berbagai lembaga diantaranya Pemerintah Daerah, BUMD seperti Perumda Air Minum Tirta Perwitasari, RSUD Tjokrowarjojo dan RSUD Tjokronegoro. Kegiatan ini juga dihadiri Kasih Humas Polres Purworejo serta Perwakilan Manajemen Morazen Jogyakarta.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Tri Wulansari mewakili Bupati Purworejo pada kesempatan itu mengatakan satu Dasawarsa Pewarta telah berlalu. Pencapain dan kontribusi pewarta selama 10 tahun ini begitu besar dan luar biasa.

“Selama 10 tahun Pewarta telah menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi banyak orang. Kami sampaikan terima kasih karena telah menyampaikan berita yang berkualitas,” ujarnya.

Bupati berharap dalam perjalanan kedepan, Pewarta dapat mengukir lebih banyak prestasi dimasa yang akan datang. Selain itu Pewarta terus berkembang dan menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi Purworejo yang lebih baik.

Perkuat Kolaborasi, PC GP Ansor Purworejo Audiensi dengan Bupati

Lingkar.co — Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo memperkuat komitmen kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui audiensi bersama Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti, SE, di rumah dinas bupati, Jumat (28/11/2025).

Audiensi dipimpin langsung Ketua PC GP Ansor Purworejo, H Muhammad Tashilul Manasik, S.Pd., M.Si, bersama jajaran pengurus harian. Dalam kesempatan itu, Ansor menegaskan kesiapan organisasi kepemudaan tersebut untuk menjadi mitra aktif pemerintah daerah, tidak hanya dalam isu keagamaan maupun kepemudaan, tetapi juga di berbagai sektor pembangunan.

Salah satu isu yang mengemuka adalah pentingnya penguatan kebijakan kepemudaan melalui penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) Kepemudaan. Tashilul Manasik menyampaikan bahwa Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan telah disahkan sejak 2019, namun hingga kini masih memerlukan regulasi turunan agar implementasinya bisa berjalan optimal.

“Ansor siap mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam pelaksanaan program kepemudaan. Dengan adanya Perbup, arah kebijakan akan lebih jelas dan kolaborasi bisa segera ditindaklanjuti melalui program konkret,” ujarnya.

Lebih jauh, Ansor memaparkan potensi kolaborasi lintas sektor dengan Pemkab Purworejo. Organisasi ini memiliki sembilan bidang serta beberapa lembaga yang program kerjanya dinilai sangat memungkinkan untuk disinergikan dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Mulai dari bidang kepemudaan, pertanian, pariwisata, ketahanan pangan, kewirausahaan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Menurut Tashilul, semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan tema pelantikan PC GP Ansor Purworejo yang akan digelar pada 21 Desember 2025, yakni Ansor Progresif, Produktif, dan Kolaboratif. Tema itu mencerminkan arah gerak Ansor untuk tampil sebagai organisasi kepemudaan yang adaptif, aktif berkarya, dan terbuka dalam bermitra dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, SE, yang didampingi Plt Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), menyambut positif komitmen kolaborasi yang disampaikan GP Ansor. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh mitra strategis untuk bersama-sama membangun Purworejo. Ansor adalah salah satu mitra penting, apalagi memiliki banyak bidang yang selaras dengan program pemerintah,” ujar Yuli Hastuti.

Ia juga mengapresiasi kapasitas Ansor yang memiliki bidang-bidang strategis seperti pertanian, pariwisata, kepemudaan, dan ketahanan pangan. Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi kekuatan bersama jika diwujudkan dalam program kolaboratif yang terencana dan berkelanjutan.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi antara PC GP Ansor Purworejo dan Pemerintah Kabupaten Purworejo. Kedua pihak sepakat untuk membuka ruang komunikasi lanjutan guna merumuskan bentuk kolaborasi konkret yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah dan pemberdayaan generasi muda. (*)

Pent: Lukman Khakim

Resmi Dilaunching, Aplikasi KDMP Plus Mudahkan Anggota Pantau SHU Realtime

Lingkar.co – Aplikasi Koperasi Desa Merah Putih Plus di sosialisasikan kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih Desa Singosari, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, pada Kamis (27/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sistem digital berbasis website dan mobile yang dirancang khusus untuk mendukung pengelolaan koperasi secara modern, transparan, dan akuntabel.

Narasumber dalam kegiatan tersebut, Lela Sari, selaku developer aplikasi Koperasi Desa Merah Putih Plus, menjelaskan bahwa aplikasi ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan koperasi desa dalam pengelolaan data anggota, keuangan, hingga unit usaha secara terintegrasi.

“Pada prinsipnya, uang yang dikelola oleh koperasi adalah milik anggota. Karena itu, pertanggungjawabannya harus akuntabel dan transparan. Melalui aplikasi ini, anggota bisa mengetahui secara realtime berapa sisa hasil usaha (SHU) yang menjadi hak mereka,” kata Lela saat pemaparan materi.

Ia menerangkan, aplikasi Koperasi Desa Merah Putih Plus memiliki sejumlah fitur unggulan, di antaranya kemudahan penggunaan (user-friendly) serta akses data realtime selama 24 jam. Pengurus koperasi dapat memantau laporan gudang, laporan keuangan, hingga aktivitas gerai kapan saja dan di mana saja.

“Selain berbasis website, aplikasi ini juga tersedia dalam versi mobile yang dapat diunduh melalui Play Store. Dengan begitu, anggota dapat terhubung langsung dengan koperasinya melalui genggaman tangan,” ujarnya.

Tak hanya itu, sistem ini juga didukung oleh integrasi yang luas dengan berbagai vendor serta Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop). Integrasi tersebut dinilai penting untuk memastikan standarisasi serta validitas data yang dikelola koperasi.

Untuk menjamin optimalisasi pemanfaatan teknologi tersebut, CV Hasbi Mitra Sejahtera turut menyediakan dukungan teknis penuh serta pelatihan bagi pengurus koperasi, mulai dari tahap awal penggunaan hingga pendampingan operasional.

Kepala Desa Singosari, Widodo, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia mengaku kehadiran aplikasi Koperasi Merah Putih Plus sangat dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan koperasi desa yang lebih profesional.

“Kami menyambut positif aplikasi ini karena sangat membantu dalam mewujudkan tata kelola koperasi yang transparan dan modern. Ini sesuai dengan kebutuhan desa kami,” ujarnya.

elalui sosialisasi ini, diharapkan Koperasi Desa Merah Putih Singosari dapat segera mengadopsi sistem digital tersebut guna meningkatkan kepercayaan anggota serta memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Sah, RAPBD Purworejo 2026 Menyusut Rp14,14 Miliar Usai Pembahasan

Lingkar.co – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran (TA) 2026 mengalami penyusutan setelah melalui pembahasan antara eksekutif dan legislatif. Baik pendapatan maupun belanja daerah disepakati turun masing-masing sebesar Rp14,14 miliar dari rancangan awal.

Pendapatan Daerah yang semula dirancang sebesar Rp2,452 triliun, berdasarkan hasil pembahasan disepakati menjadi Rp2,438 triliun atau berkurang Rp14,146 miliar lebih. Penurunan dengan nilai yang sama juga terjadi pada Belanja Daerah, dari Rp2,515 triliun menjadi Rp2,501 triliun.

Kesepakatan atas Raperda tentang APBD Kabupaten Purworejo TA 2026 tersebut dicapai dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purworejo dengan agenda Persetujuan Bersama antara DPRD dan Kepala Daerah, yang digelar di Gedung DPRD Purworejo, Rabu (26/11).

Persetujuan ditandai dengan penandatanganan Nota Persetujuan Bersama oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti dan Ketua DPRD Tunaryo, disaksikan jajaran pimpinan DPRD, Forkopimda, serta kepala perangkat daerah.

Ketua DPRD Purworejo Tunaryo saat memimpin rapat paripurna menjelaskan, pembahasan RAPBD 2026 dilakukan secara intensif oleh Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada 11–18 November 2025. Hasilnya, terjadi penyesuaian signifikan pada struktur anggaran.

“Pengurangan anggaran ini merupakan hasil penyesuaian terhadap kemampuan fiskal daerah serta berkurangnya transfer dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Dalam laporan Badan Anggaran yang dibacakan Sumitro disebutkan, penurunan belanja daerah terutama disebabkan oleh berkurangnya alokasi dana transfer pusat, antara lain Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) Mandatory Spending, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Nonfisik, insentif fiskal, hingga Dana Desa.

Selain itu, dilakukan pula recomposisi anggaran antarperangkat daerah dan antar subkegiatan untuk memenuhi belanja wajib, belanja mengikat, kebutuhan mendesak, serta prioritas daerah, sekaligus menindaklanjuti rencana aksi KPK.

Dengan struktur anggaran tersebut, RAPBD 2026 masih mencatat defisit sebesar Rp62,866 miliar yang akan ditutup melalui pembiayaan neto dengan nominal yang sama. Meski demikian, seluruh fraksi DPRD pada prinsipnya menyatakan dapat menerima hasil pembahasan RAPBD tersebut.

“Sesuai pendapat akhir fraksi, Badan Anggaran DPRD dapat menerima Raperda tentang APBD Kabupaten Purworejo TA 2026 untuk disetujui bersama,” kata Sumitro.

Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi atas sinergi DPRD dalam pembahasan RAPBD. Menurutnya, pengurangan anggaran tidak mengurangi komitmen pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan pendapatan daerah bagi pembiayaan program prioritas pemerintahan dan pembangunan.

“Hasil pembahasan ini pada prinsipnya dapat kami terima untuk ditindaklanjuti dalam Nota Persetujuan Bersama,” ujarnya.

Sesuai ketentuan, Raperda APBD 2026 beserta Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD akan segera diajukan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk dievaluasi. Pemerintah daerah menargetkan penetapan Perda APBD TA 2026 dapat dilaksanakan pada pertengahan Desember 2025.
“Kami berharap seluruh proses evaluasi berjalan lancar agar APBD 2026 dapat ditetapkan sesuai jadwal,” tandasnya. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Peringati Hari Menanam Pohon, Adiwiyata MTs An-Nawawi Hijaukan Heroes Park Purworejo

Lingkar.co — Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, Tim Adiwiyata MTs An-Nawawi 01 Berjan menggelar aksi bakti lingkungan dengan menanam puluhan bibit pohon di Heroes Park, Jalan Suronatan, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, Kamis (27/11/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh 28 siswa kader Adiwiyata dan didampingi 18 guru, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak usia sekolah. Sebanyak 40 bibit tanaman yang terdiri dari pohon kelapa dan sukun ditanam di area taman yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo.

Ketua Tim Adiwiyata MTs An-Nawawi 01 Berjan, Heni Astuti, menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman tersebut didasarkan pada manfaat ekologis dan ekonomisnya.

“Pohon kelapa dan sukun merupakan tanaman tropis yang sangat bermanfaat, tidak hanya dari sisi hasil buahnya, tetapi juga memiliki sistem perakaran yang kuat untuk mencegah erosi dan longsor. Harapannya, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran, sikap, dan perilaku peduli lingkungan pada peserta didik,” ujarnya 

Lebih lanjut, salah satu staf DLHP Purworejo menyampaikan bahwa Heroes Park masih membutuhkan tambahan vegetasi. Saat ini, area tersebut telah ditanami berbagai jenis pohon seperti mahoni, jati, angsana, ketapang, kenjana, tabebuya, sengon, dan akasia, namun masih terdapat sekitar 4 hektare lahan yang belum tertanami 

Melalui kegiatan ini, MTs An-Nawawi 01 Berjan berharap dapat berkontribusi langsung dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai lembaga pendidikan berwawasan lingkungan.

Penulis: Lukman Khakim

Wakil Ketua Komisi IV: Sejumlah Persoalan Masih Menghantui Para Guru di Purworejo

Lingkar.co – Memperingati Hari Guru Nasional tahun 2025, sejumlah permasalahan masih menghantui para guru di Kabupaten Purworejo. Baik guru formal maupun guru non formal.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo, Ivan Fathan Ghani Wardhana, S.E., menyampaikan bahwa peran mulia guru sebagai fondasi peradaban bangsa harus didukung penuh, termasuk jaminan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.

Menurut politisi Partai NasDem ini, lingkungan kerja yang aman dan kondusif berarti guru dapat menjalankan fungsi mendidik dan mendisiplinkan siswa secara profesional dan proporsional tanpa kekhawatiran berlebihan.

“Komitmen kami di Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo adalah terus mengawal dan memastikan tidak ada kasus kriminalisasi terhadap guru yang timbul karena menjalankan fungsi mendidik dan mendisiplinkan siswa secara profesional dan proporsional,” tegasnya, Selasa (25/11/2025).

Menanggapi fenomena yang kerap terjadi di beberapa daerah, di mana guru dilaporkan wali murid atas dalih kekerasan terhadap anak meskipun niatnya adalah mendidik untuk disiplin, Ivan membuka pintu komunikasi yang lebar untuk turut serta mengawal persoalan tersebut.

“Tentu kami akan mendorong setiap sengketa atau perselisihan yang melibatkan guru dan siswa/wali murid diselesaikan melalui jalur mediasi dan mekanisme internal pendidikan terlebih dahulu, dengan mengedepankan asas kekeluargaan dan musyawarah,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak Dinas Pendidikan agar lebih proaktif. “Sekalian itu, kami mendorong Dinas Pendidikan agar rutin menyosialisasikan batas-batas kewenangan dan perlindungan hukum bagi guru sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku, agar semua pihak, baik guru maupun wali murid, memiliki pemahaman yang sama,” imbuh Ivan.

Tak hanya guru formal, perhatian serius juga diberikan kepada para pengajar di jalur non-formal. Ivan Fathan secara khusus menyoroti peran Guru Ngaji dan Pengajar Keagamaan sebagai benteng moral dan keimanan anak-anak.

Ia mengapresiasi kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Purworejo yang telah memberikan insentif dan program umroh gratis bagi para guru ngaji, menyebutnya sebagai bentuk pengakuan yang layak atas dedikasi mereka.

Namun demikian, Ivan mendapati bahwa data guru ngaji yang menerima insentif belum mencakup seluruh guru ngaji yang aktif. “Data terakhir menunjukkan terdapat 3.458 guru ngaji dan pengajar keagamaan yang terdata, namun kami yakin jumlah riilnya lebih besar,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar nominal insentif yang diterima saat ini dapat ditinjau ulang secara berkala.

“Ke depan, kami juga berharap agar nominal insentif dapat ditinjau ulang secara berkala untuk disesuaikan dengan kebutuhan hidup, sebagai upaya nyata peningkatan kesejahteraan mereka,” tutupnya. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Fasilitas Transportasi Publik Jadi Sorotan Komisi II DPRD Purworejo

Lingkar.co – Sejumlah layanan transportasi publik di Purworejo mendapatkan perhatian khusus dari Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo. Dalam kegiatan pengawasan dalam daerah, Kamis (20/11/2025) Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo mendorong adanya perbaikan serta optimalisasi sejumlah fasilitas transportasi publik di Kabupaten Purworejo.

Peningkatan sarana dan prasarana diharapkan mampu mendongkrak animo masyarakat untuk menggunakan moda trasportasi umum, khususnya angkutan kota (Angkot) dan angkutan perdesaan.

Dengan menaiki Angkot, Ketua Komisi II DPRD, Alipman Syafii, bersama seluruh anggota Komisi II dan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dinhub) Purworejo, Lely Nur Hidayati, beserta jajarannya mengawali kunjungan di Terminal Tipe C Kongsi Purworejo.

Rombongan kemudian melihat langsung keberadaan Terminal Bus Tipe A Purworejo dan Terminal Tipe B di Kutoarjo. Mereka juga mendatangi lokasi perlintasan sebidang kereta api di Desa Bayem Kecamatan Kutoarjo serta garasi bus PO Sumber Alam.

Saat di Terminal Kongsi, Komisi II mendapati adanya kerusakan jalan di sejumlah titik dan masalah sampah. Menurut Alipman, Dinhub perlu bekerja sama dan berkolaborasi dengan perangkat daerah terkait untuk menangani 2 persoalan tersebut.

“Kerusakan jalan dan bak sampah terbuka yang berbau ini mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan pengguna Angkot. Apalagi saat musim hujan, jadi mendesak ditangani, ” kata Alipman.

Komisi II juga menemukan adanya kios-kios liar yang didirikan oleh pedagang kaki lima (PKL). Keberadaan bangunan tanpa izin itu perlu segera ditertibkan.

“Ada kios-kios yang dibangun PKL, itu harus ditertibkan. Supaya area terminal tetap tertata dan tidak mengganggu alur angkutan,” ungkapnya.

Selanjutnya, ketika di Terminal Tipe A, Komisi II diterima oleh Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Purworejo, Slamet Jiwantoro. Dari hasil pemantauan, para anggota dewan melihat terminal yang dibangun dengan anggaran besar dari pusat itu belum dimanfaatkan secara optimal.

Sekretaris Komisi II, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menemukan solusi atas sepinya aktivitas di terminal tersebut.

“Ada masukan bahwa terminal ini kurang ramai. Nah, kita masuk dan akan membedah apa saja agar ke depan terminal ini bisa berfungsi dengan baik,” ujar Rudi.

Rudi menegaskan bahwa fasilitas terminal sebenarnya sudah sangat memadai, tetapi belum ditopang dengan aktivitas produktif dari masyarakat atau pelaku transportasi.

“Tempat ini sudah bagus dan menghabiskan biaya banyak sekali. Sejatinya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Komisi II menilai perlunya terobosan agar terminal kembali hidup dan menjadi simpul mobilitas masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan kegiatan yang mampu menarik pengunjung.

“Ini jadi PR kita semua, bagaimana cara meramaikan lagi? Mungkin kita adakan spot wisata yang menopang terminal, atau perbanyak event-event agar masyarakat dari luar daerah datang ke Purworejo,” tambah Rudi.

Komisi II berkomitmen menggodok langkah-langkah strategis bersama pemangku kepentingan agar Terminal Tipe A kembali bermanfaat dan mampu menjalankan fungsinya sebagai pusat transportasi yang representatif.

“Ke depan terminal ini harus bisa hidup lagi. Kita pikirkan bareng-bareng,” tandasnya.

Catatan serupa juga ditemukan di Terminal Tipe B Kutoarjo. Komisi II menilai bahwa Sarpras di terminal tersebut sudah memadai, tetapi belum teroptimalkan. Keberadaan aula dan ruang pertemuan terbuka di lantai 2 terminal potensial untuk dihidupkan.

“Ini sangat representatif dan pontensial untuk dikembangkan. Dengan hidupnya terminal ini kita berharap animo masyarakat menggunakan transportasi umum ikut meningkat,” kata Rujiyanto, Anggota Komisi II.

Sementara di perlintasan kereta api sebidang Desa Bayem, Komisi 2 menyoroti adanya keterbatasan sistem pemberitahuan kereta api. Saat ini, para petugas hanya dapat mengetahui kereta api yang akan melintas lewat jadwal manual. Mereka belum mendapatkan akses pemberitahuan otomatis lewat sistem seperti yang dimiliki PT KAI.

“Ke depan kalau bisa kita kerja sama dengan PT KAI agar petugas ini bisa mendapatkan akses pemberitahuan by sistem sehingga lebih akurat karena ini menyangkut keselamatan,” kata Fdhy Kiawan, Anggota Komisi II.

Pada akhir kunjungan, para anggota dewan secara simbolis menempelkan stiker barcode berisi informasi destinasi wisata Purworejo di sejumlah bus yang terparkir di garasi PO Sumber Alam.

Kabid Angkutan, Terminal, dan Perparkiran Dinhub Purworejo, Jayadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi II DPRD terhadap transportasi Publik. Sejumlah masukan telah diinventarisasi dan akan ditindaklanjuti.

“Semoga ke depan angkutan di Purworejo akan eksis lagi, seperti zaman dulu. Terkait prasarana, akan kita upayakan pengusulan dan pembenahan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya. (*)

Penulis: Lukman Khakim

Ribuan Orang Padati Lapangan, Golkar Jateng Bersholawat Sukses Digelar di Purworejo

Lingkar.co — Ribuan santri dan warga tumpah ruah memenuhi Lapangan Lugosobo, Kecamatan Gebang, Purworejo, Minggu (16/11) malam. Suasana semakin syahdu ketika lantunan salawat dari Majelis Gandrung Nabi menggema, mengiringi gelaran “Golkar Jateng Bersholawat”

Kegiatan Mauidhotul Hasanah oleh KH Achmad Chalwani, pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan. Kiai kharismatik yang juga sesepuh Partai Golkar Jateng itu menyampaikan berbagai petuah dan nasehat termasuk salah satunya adalah keutamaan sholawat.

Kegiatan bersholawat ini digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Jawa Tengah sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-61 Partai Golkar.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hingga acara berakhir, menunjukkan kuatnya daya tarik kegiatan religius yang dikemas dalam suasana kebersamaan.

Ketua DPD I Partai Golkar Jateng, Mohammad Saleh, SE, SH, M.En., menyebut bahwa Golkar Jateng Bersholawat merupakan upaya partai untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat, terutama di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

“Acara ini adalah rangkaian HUT Golkar ke-61 yang kami gelar di berbagai kabupaten. Setelah pagelaran wayang di Blora, kini giliran Purworejo menjadi tuan rumah sholawatan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi bukti komitmen partai untuk terus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dari berbagai lapisan.

“Ini cara kami mendekatkan diri kepada masyarakat, sekaligus berharap mendapatkan rida Allah dan syafaat Rasulullah,” ujarnya.

Saleh juga mengapresiasi besarnya antusiasme warga Purworejo yang menurutnya memberikan dampak positif tidak hanya secara spiritual, tetapi juga ekonomi.

“Tadi saya melihat UMKM juga banyak yang hadir di sini. Mereka berjualan, menggelar lapak di tepi lapangan. Ternyata ada geliat ekonomi yang ikut tumbuh dari kegiatan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Rafli Firmansyah yang juga Sekretaris Bidang Pemuda dan Olahraga serta Ex Officio Sekretaris AMPG Jateng menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak sehingga acara dapat berlangsung lancar dan meriah.

““Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga Jateng Bersholawat bisa berjalan sukses,” ujarnya.

Rafli menegaskan bahwa esensi kegiatan ini adalah mempererat hubungan dengan pondok pesantren dan para ulama, agar spiritualitas dan moralitas kader maupun masyarakat tetap terjaga.

Terkait ketidakhadiran Ketum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Rafli menjelaskan bahwa beliau tengah menjalankan agenda lain di wilayah Indonesia Timur sehingga belum dapat bergabung dalam acara ini. (*)

Penulis: Lukman Khakim