Arsip Tag: Petahana

Diduga Manfaatkan Kekuasaan, LKD Laporkan Petahana Bupati Demak ke Bawaslu

Lingkar.co – Lembaga Kepemiluan dan Demokrasi (LKD) melaporkan calon petahana Bupati Demak, Eisti’anah ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Demak. Eisti’anah diduga memanfaatkan kekuasaan dengan program-program bupati yang dinilai menguntungkan sepihak dalam Pilkada 2024.

Laporan itu kini dalam penanganan Bawaslu Demak dan masuk proses pemanggilan pelapor untuk klarifikasi di Bawaslu Demak, Rabu (25/9/2024).

Ketua LKD Demak, Ahlun Najah Faqrullah mengatakan, pihaknya melaporkan dua temuan kasus Pilkada yang diduga dilakukan petahana bupati Demak

“Pertama, Pasal 71 Undang-Undang Pilkada 2016, perihal dugaan kegiatan pemerintah yang merugikan dan menguntungkan salah satu pasangan calon (paslon),” kata Najah usai menghadiri undangan klarifikasi di kantor Bawaslu Demak, Rabu (26/9/2024).

Kedua, lanjutnya, mutasi jabatan yang dilakukan pejabat daerah dalam kurun waktu enam bulan sebelum penetapan paslon hingga akhir masa jabatan, kecuali dengan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Ada beberapa temuan kami yang berupa kaya backdrup atau pamlfet itu menggunakan atribut yang sama, jadi bupati menggunakan atribut yang sama untuk pendaftaran di surat suara,” sambungnya.

Najah menduga, adanya penggunaan anggaran daerah yang disisipi kepentingan politis. Oleh karenanya, dia berharap Bawaslu menindak laporan tersebut sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku dan objektif.

“Kami meminta Bawaslu bekerja secara serius dan profesional. Kalau sampai laporan kami tidak ditindaklanjuti secara objektif kita akan lanjutkan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu),” ujar dia.

Najah juga meminta kepada semua pihak, baik pelajar/mahasiswa, masyarakat pendidikan/kampus, media serta masyarakat pada umumnya turut mengawal dan mengawasi proses jalannya Pilkada Demak.

Dipertemukan dengan Calon Pesaing di Pilwalkot Semarang, Ini Komentar Mbak Ita

Lingkar.co – Petahana Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu dipertemukan dengan calon pesaing dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang oleh Partai Kebangkitan Bangsa saat meresmikan kantor baru.

Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita mengaku sepakat bahwa sebagai politisi harus tahu kapan saatnya bertanding dan kapan saatnya bersanding.

Kata-kata tersebut dia kutip dari KH. Muhammad Yusuf Chudori atau Gus Yusuf yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo Magelang sekaligus Ketua DPW PKB Jawa Tengah yang saat ini juga gencar diwacanakan maju dalam Pemilihan Calon Gubernur Jawa Tengah.

“Jadi seperti pesan Gus Yusuf tadi, saya sepakat sekali bahwa kita harus tahu waktu. Kapan bertanding dan kapan harus bersanding,” ujar Mbak Ita saat menghadiri peresmian kantor baru DPC PKB Kota Semarang di Jl Majapahit pada Minggu (7/7/2024) lalu.

Mbak Ita datang ke kantor baru DPC PKB Kota Semarang sebagai salah satu calon kepala daerah (Cakada) yang akan maju untuk periode kedua Wali Kota Semarang. Ia turut mengucapkan selamat dan mendoakan semeoga PKB Kota Semarang bisa semakin banyak kegiatan seperti pesan Gus Yusuf.

“Alhamdulillah saya juga bahagia bisa bertemu dengan teman-teman Cakada lain seperti Mas Yoyok (AS Sukawijaya), Mbak Iin (Tazkiyatul Muthmainnah), Cik Melly (Melly Pangestu), dan teman-teman lintas partai lainnya,” ujarnya.

Datang sebagai salah satu tamu kehormatan, Mbak Ita mengaku tidak asing dengan tradisi PKB karena partai koalisinya pada Pilwalkot 2020 lalu ini identik dengan NU. Sedangkan NU juga menjadi salah satu mitra strategis Pemkot dalam membangun kota Semarang..

Sudah Daftarkan Diri Sebagai Bakal Calon Bupati, Wabup Kendal Windu Suko Basuki Malah Terancam Tak Dapat Partai Pengusung

Lingkar.co – Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki yang saat ini telah mendaftakan diri sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati Kendal malah terancam tak dapat partai politik pengusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kendal 2024.

Windu Suko Basuki sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kendal diketahui telah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Balon Bupati Kendal di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta beberapa partai politik lain.

Saat ini di Kabupaten Kendal sudah muncul sejumlah nama bakal calon bupati yang digadang akan bertarung pada Pilbup Kendal 2023, Windu Suko Basuki merupakan satu dari sekian Balon potensial maju dalam Pilbup Kendal.

Namun potensi Basuki sebagai petahana justru terancam tak dapat kendaraan politik lantaran pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 14 Februari lalu, Partai Demokrat hanya mendudukkan satu orang di kursi DPRD Kendal.

Diketahui pula saat ini waktu menuju pemberian rekomendasi pasangan calon (Paslon) semakin mepet. Semua partai politik di berbagai daerah tengah sibuk melakukan lobi dan mengatur komposisi strategi yang tepat guna memenangkan Pilkada. Terkait hal itu, Basuki nampak pasrah dan realistis menyikapi peluang dirinya untuk kembali berlaga dalam Pilkada 2024

“Kelanjutannya ya ada kesempatan maju, maju, kalau tidak ada kesempatan ya tentunya kita harus introspeksi diri, kan gitu,” kata Basuki saat ditemui di pendopo Kabupaten Kendal, Senin (8/7/2024).

Kendati demikian, saat ini ia masih berusaha bersikap optimis memperhatikan peluang baginya untuk maju pada Pilbup Kendal 2024. “Peluang, ya kalau sekarang masih fifty-fifty (50 persen) ya. Karena saya belum dapet Partai, Jadi ya lihat aja nanti,” ujarnya.

Sejalan dengan hal itu ia juga mengaku masih melakukan komunikasi politik dengan beberapa parpol yang berpotensi mengusung dirinya. Namun demikian ia mengaku tidak ada komunikasi yang intensif untuk memuluskan targetnya maju dalam Pilkada.

“Ya begitu-begitu aja sih. Kalau masalah komunikasi pastilah ada, tapi kalau komunikasi intens gak lah, semua sama, Ya semua belum ada yang final,” pungkasnya. (*)

Penulis Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat