7.000 Tamu Bakal Serbu Semarang, Jateng Kebagian Tugas Besar di MTQ Nasional 2026

Inti berita

Kota Semarang bersiap menyambut ribuan tamu dari berbagai penjuru Indonesia. Bukan untuk sekadar menghadiri sebuah acara, mereka datang membawa misi daerah…

7.000 Tamu Bakal Serbu Semarang, Jateng Kebagian Tugas Besar di MTQ Nasional 2026
7.000 Tamu Bakal Serbu Semarang, Jateng Kebagian Tugas Besar di MTQ Nasional 2026

Kota Semarang bersiap menyambut ribuan tamu dari berbagai penjuru Indonesia. Bukan untuk sekadar menghadiri sebuah acara, mereka datang membawa misi daerah masing-masing dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 yang digelar di Jawa Tengah pada 11–20 September 2026.

Sebanyak 2.833 kafilah dan official dari 38 provinsi diperkirakan hadir dalam ajang tersebut. Jika ditambah pendamping serta rombongan lainnya, jumlah orang yang terlibat dalam rangkaian MTQ Nasional diproyeksikan mencapai sekitar 7.000 orang.

Kondisi tersebut membuat Jawa Tengah harus memastikan berbagai kebutuhan peserta terpenuhi. Mulai dari tempat perlombaan, transportasi, kesehatan, penginapan, hingga pendampingan selama mereka berada di Kota Semarang.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, mengatakan seluruh unsur terkait terus melakukan persiapan untuk menyambut para peserta.

“Persiapan terus dikawal bersama untuk memastikan seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar,” kata Iwanuddin dalam acara Pemaparan Kesiapan Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026).

190 ASN Disiapkan Menjadi Pendamping

Salah satu tantangan terbesar dalam menyambut ribuan peserta adalah memastikan mereka tidak kesulitan selama berada di Jawa Tengah.

Untuk itu, Pemprov Jateng mengerahkan 190 ASN yang berasal dari 38 perangkat daerah sebagai tim penghubung atau Liaison Officer (LO).

Para ASN tersebut nantinya menjadi penghubung antara kafilah dengan penyelenggara. Mereka akan mendampingi peserta sejak tiba di Jawa Tengah, mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, hingga saat meninggalkan daerah tersebut.

Kehadiran LO diharapkan membuat peserta dari luar daerah lebih mudah mendapatkan informasi maupun bantuan ketika membutuhkan layanan selama pelaksanaan MTQ.

Armada Disiapkan untuk Antar-Jemput Ribuan Peserta

Mobilitas menjadi bagian penting lainnya dalam penyelenggaraan MTQ Nasional. Dengan lokasi perlombaan yang tersebar di sejumlah tempat, panitia harus memastikan peserta dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya secara tepat waktu.

Sebanyak 15 bus berkapasitas 50 penumpang, lima truk box, 63 Toyota Hiace, serta 76 Innova Reborn disiapkan untuk menunjang kebutuhan tersebut.

Kendaraan akan digunakan untuk menjemput dan mengantar kafilah, sekaligus mendukung mobilitas dewan hakim, panitera, dan panitia.

Tidak hanya transportasi, pelayanan kesehatan juga disiapkan sepanjang waktu. Layanan medis akan beroperasi selama 24 jam selama pelaksanaan MTQ, mulai 11 hingga 20 September 2026.

Petugas kesehatan ditempatkan di lokasi registrasi, venue utama, venue musabaqah, kawasan pameran, sekretariat, serta hotel tempat para kafilah menginap.

Untuk kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, sejumlah rumah sakit telah disiapkan sebagai fasilitas rujukan. Di antaranya RSUP Dr. Kariadi, RS Nasional Diponegoro, RS KRMT Wongsonegoro, SMC RS Telogorejo, dan RSUD Dr. Adhyatma, MPH Tugurejo.

Lima Venue Masih Dikebut

Di balik persiapan menyambut ribuan tamu tersebut, pekerjaan fisik sejumlah lokasi perlombaan masih terus dilakukan.

Dari 12 venue musabaqah yang disiapkan, lima di antaranya masih dalam proses penyelesaian. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan digunakan sebagai venue utama.

Iwanuddin mengatakan pemantauan terhadap venue tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal.

“Kami secara berkelanjutan melakukan pemantauan di Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi venue utama,” ujarnya.

Selain Simpang Lima, pelaksanaan musabaqah juga akan berlangsung di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah, serta sejumlah gedung di lingkungan Universitas Diponegoro.

Jateng Ingin Peserta Pulang Membawa Cerita

Bagi Pemprov Jawa Tengah, keberhasilan MTQ Nasional bukan hanya ketika seluruh perlombaan selesai tanpa kendala. Lebih dari itu, daerah ini ingin para peserta membawa pengalaman positif setelah meninggalkan Jawa Tengah.

Karena itu, rangkaian MTQ juga dikemas dengan berbagai kegiatan pendukung. Pameran MTQ di kawasan eks EPlaza/Gama Plaza akan menghadirkan 150 booth yang diisi kementerian/lembaga, 38 provinsi, 35 kabupaten/kota, serta UMKM Jawa Tengah.

Pawai ta’aruf juga dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026. Sejumlah agenda lainnya meliputi seminar internasional bertema moderasi beragama di Universitas Negeri Semarang, Dugderan di Masjid Agung Semarang Kauman, Festival Rebana, Festival Kaligrafi, expo dan pameran produk, serta job fair.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin sebelumnya juga meminta agar kesempatan menjadi tuan rumah dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah.

Salah satunya melalui city tour yang memungkinkan para kafilah mengunjungi destinasi wisata di Jawa Tengah.

“Harapannya masyarakat ini bisa mengunjunginya, para kafilah bisa di sana, bisa ada city tour untuk mempromosikan pariwisata-pariwisata kita,” ujar Taj Yasin.

Iwanuddin pun menyampaikan komitmen Jawa Tengah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta.

“Kepada seluruh peserta, kepada seluruh provinsi se-Indonesia, kami melayani dengan sepenuh hati, dan kami juga memohon kepada pemerintah pusat untuk memberikan kontribusi yang terbaik pada MTQ Nasional XXXI, sehingga Jateng yang menjadi tuan rumah akan selalu di hati para peserta,” katanya.

Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal menghitung hari, pekerjaan rumah Jawa Tengah semakin besar. Bukan hanya memastikan panggung perlombaan siap, tetapi juga memastikan ribuan orang yang datang dari berbagai daerah merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman terbaik selama berada di Jawa Tengah.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu