Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) di Jakarta Timur menghentikan sementara aktivitas penerbangan pada Minggu (6/9/2026) hingga pukul 10.00 WIB. Penghentian ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu aktivitas penerbangan. akibatnya, sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Halim Perdanakusuma terdampak dihentikan sementara.

Keputusan penutupan sementara ini mengacu pada terbitnya Notice to Air Missions (NOTAM) A3345/26 usai tim Meteorologi melakukan pengujian. Hasil tes menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di wilayah operasional udara bandara. Hal yang ditakutkan terjadi kendala ditengah penerbangan, sehingga para penumpang diminta menunggu informasi lebih lanjut dari pihak maskapai terkait jadwal keberangkatan dan kondisi penerbangan mereka.
"Penutupan tersebut dilakukan berdasarkan hasil paper test yang dilaksanakan oleh unit Meteorologi di area Bandara Halim Perdanakusuma, yang menunjukkan adanya indikasi keberadaan abu vulkanik di wilayah operasional bandara," tulis Humas KSO Bandara Halim Perdanakusuma dalam keterangan resminya, Minggu, 6 September 2026.
Langkah penutupan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah Kerja I, AirNav Indonesia, beserta para pemangku kepentingan terkait bandara.
"Operasional ditutup sementara hingga pukul 10.00 WIB dan akan dievaluasi kembali sesuai perkembangan kondisi kualitas udara serta sebaran abu vulkanik," demikian keterangan resmi pihak Bandara Halim Perdanakusuma via Instagram story @halimperdanakusumaairport, Minggu (6/9/2026).
Sebelumnya, ada dua bandara lain, yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Radin Inten II Lampung juga ditutup sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026).