Kemacetan panjang kendaraan pengangkut logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, belum sepenuhnya terurai. Antrean kendaraan panjang hingga 15 kilometer di jalur Situbondo-Banyuwangi dan memicu aksi protes ratusan sopir dengan memblokir pintu masuk pelabuhan selama dua jam.
Sejumlah sopir truk mengeluhkan pembengkakan biaya akibat kemacetan yang terjadi selama tiga hari terakhir. Mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli bahan bakar dan untuk keperluan makan harian. Para sopir berharap pihak pelabuhan segera melakukan penambahan jumlah armada kapal agar kemacetan yang begitu panjang teratasi.

Berbagai langkah pun disiapkan untuk mengatasi kemacetan tersebut. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang-Gilimanuk berencana mendatangkan kapal berkapasitas besar, KMP Jatra 1 dengan ukuran 3.500 GRT dari Merak, Banten. Di sisi lain, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) menyebut persoalan utama bukan kekurangan kapal, melainkan berkurangnya kapasitas dermaga.
Koordinator aksi, Darmawan, meminta pemerintah pusat turun tangan karena kemacetan ini dinilai penting dan telah berdampak terhadap distribusi logistik ke wilayah Indonesia Timur.
"Kami meminta perhatian serius dari Presiden, Menteri Perhubungan, hingga Menteri AHY. Kemacetan parah di Pelabuhan Ketapang ini bukan masalah sepele karena langsung memicu terhambatnya pasokan logistik nasional ke wilayah Indonesia Timur," tegas Koordinator Aksi, Darmawan, Kamis (3/9/2026).
Dari mediasi tersebut disepakati sejumlah langkah untuk mengurai antrean. Salah satunya penataan kendaraan berdasarkan tonase, rekayasa lalu lintas yang dilakukan sejumlah personel polisi, serta penambahan armada bantuan dari Merak.
Kemudian, Polisi juga menerapkan rekayasa lalu lintas sebagai upaya mengtasi kemacetan panjang 15 kilometer di jalan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026) dan sejumlah personel kepolisian berjaga untuk mencegah adanya kendaraan mengambil jalur di arah berlawanan. Sementara untuk sopir-sopir truk yang terjebak kemacetan, pihak pengelola pelabuhan telah memberikan konsumsi untuk mereka sejak Kamis (3/9/2026).