Lingkar.co – DPRD Kota Semarang mendesak adanya langkah penanganan permanen terhadap Sungai Plumbon menyusul banjir yang kembali melanda wilayah Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, dan Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Jumat (15/5) malam.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, menilai peristiwa banjir yang berulang akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon menunjukkan perlunya percepatan normalisasi sungai guna melindungi masyarakat dari ancaman bencana yang terus terjadi.
Saat meninjau lokasi banjir, Kadar Lusman mengaku prihatin karena musibah kali ini tidak hanya merendam ratusan rumah warga, tetapi juga menyebabkan satu warga di Kelurahan Mangkang Kulon dilaporkan hilang setelah diduga tersapu arus banjir.
“Ini jebolnya bergeser ke arah selatan. Dua pekan lalu juga jebol. Sekarang ada warga yang hanyut dan masih dalam proses pencarian,” ujarnya.
Politikus yang akrab disapa Pilus itu mengatakan masyarakat saat ini diliputi rasa khawatir karena kejadian serupa terus berulang setiap kali debit air meningkat. Menurutnya, perbaikan tanggul yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara dan belum mampu menyelesaikan akar persoalan.
Ia menegaskan normalisasi Sungai Plumbon harus segera direalisasikan agar banjir tidak terus mengancam keselamatan warga maupun menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Harapan warga adanya normalisasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Bahkan saat ini sampai memakan korban,” katanya.
Pilus mengungkapkan rencana normalisasi Sungai Plumbon sebenarnya telah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga kini program tersebut belum terealisasi sehingga masyarakat masih harus menghadapi risiko banjir yang berulang.
Karena itu, DPRD Kota Semarang meminta adanya sinergi antara Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Pusat untuk mempercepat penanganan menyeluruh di kawasan Sungai Plumbon.
Menurutnya, penanganan darurat berupa penutupan tanggul yang jebol memang penting dilakukan untuk mengurangi dampak banjir dalam jangka pendek. Namun langkah tersebut tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan solusi jangka panjang.
“Kalau jebol memang langsung ditambal. Tapi ini kan terus berulang, jadi jalan keluarnya memang harus dilakukan normalisasi,” tegasnya.
DPRD berharap kejadian banjir yang kembali menimpa wilayah Mangkang Kulon dan Wonosari dapat menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Selain melindungi keselamatan warga, normalisasi Sungai Plumbon dinilai penting untuk mencegah kerusakan permukiman dan menjaga aktivitas sosial ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. ***