Dewan Dorong Pemkot Semarang dalam Pemaksimalan Pompa di Wilayah Tlogosari Kulon

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, HM Rukiyanto AB saat meninjau banjir di Jalan Truntum Tlogosari Kulon.
Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, HM Rukiyanto AB saat meninjau banjir di Jalan Truntum Tlogosari Kulon. (dok Alan Henry)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, HM Rukiyanto AB mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) dalam pemaksimal kinerja pompa yang berada di wilayah Kelurahan Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan.

Rukiyanto menyampaikan keprihatinannya, di saat hujan lebat, warga Kelurahan Tlogosari Kulon terendam banjir akibat meluapnya sungai di wilayah tersebut.

“Kami ikut prihatin khususnya di RW 11 Kelurahan Tlogosari Kulon yang sudah 5 hari terendam banjir. Setiap hujan lebat pasti air menggenang,” ucap Rukiyanto saat meninjau lokasi banjir di Jalan Truntum Tlogosari Kulon, Senin (3/2/2025).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dirinya berharap, jika pompa - pompa yang ada di sekitar wilayah tersebut bisa dimaksimalkan untuk menyedot genangan air.

Apalagi dari informasi yang didapat, ketinggian air bervariasi mulai 10 sentimeter hingga mencapai 60 sentimeter.

“Kita dorong Pemkot untuk segera melakukan antisipasi atau pembenahan saluran di wilayah ini sehingga warga merasa nyaman ketika musim hujan datang. Pompa di sekitar sini juga harus dimaksimalkan,” tuturnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ketua RW 11 Kelurahan Tlogosari Kulon, Endah mengaku biasanya jika terjadi hujan dan mengakibatkan genangan, dalam tiga hari genangan sudah surut.

Namun kali ini, hingga lima hari genangan tak kunjung surut. Tentu saja, hal ini berimbas pada aktivitas warga yang terhambat.

“Biasanya 3 hari surut, ini sampai 5 hari belum surut. Aktivitas terganggu, apalagi ibu-ibu mau belanja kebutuhan makanan sudah, transportasi anak sekolah, yang kerja juga terhambat,” kata Endah.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Endah membeberkan penyebab banjir yang selalu menggenangi wilayah tersebut karena antara sungai dan jalan tidak seimbang.

Sungai di kawasan Tlogosari lebih tinggi dibanding jalan, sehingga ketika hujan tiba, jalan-jalan tersebut tergenang akibat luapan air sungai.

“Penyebabnya lingkungan di sini lebih rendah dari sungai dan banyak yang belum dilakukan peninggian jalan. Kami minta ada peninggian jalan,” pintanya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis : Alan Henry

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu