ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Gelar Seminar, Fraksi PPP Minta Pemerintah Jamin Stok BBM Bersubsidi

Seminar Fraksi PPP DPR RI dengan tema "Mencari Solusi Tingginya Harga Minyak Dunia: Haruskah Harga BBM Naik?" di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2022). dok pribadi/Muhammad Idris/LINGKAR.CO
Seminar Fraksi PPP DPR RI dengan tema "Mencari Solusi Tingginya Harga Minyak Dunia: Haruskah Harga BBM Naik?" di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2022). dok pribadi/Muhammad Idris/LINGKAR.CO
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

JAKARTA, Lingkar.co  - Anggota Komisi VII DPR RI Anwar Idris mengatakan, kenaikan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax membuat masyarakat banyak berpindah menggunakan pertalite. Harga jual Pertamax naik menjadi Rp12.500 per liter dari semula Rp9.000.

"Dampak dari kenaikan pertamax itu, kemudian sebagian masyarakat beralih ke pertalite. Maka pemakaian pertalite melonjak tinggi. Dan terjadilah kelangkaan pertalite di beberapa daerah," ujar Anwar Idris saat Seminar Fraksi PPP DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga :
Empat Putra Purworejo Ikuti FASI di Palembang

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dia meminta Pemerintah untuk menjaga pasokan pertalite yang cukup kepada masyarakat. Pasalnya, kekurangan pasokan BBM akan menghambat kegiatan ekonomi masyarakat.

"Menjaga kecukupan pertalite ini menjadi kewajiban pemerintah sebagaimana di amanatkan oleh UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 Pasal 8. Yang menyatakan bahwa: Pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan kelancaran pendistribusian Bahan Bakar Minyak. Yang merupakan komoditas vital dan menguasai hajat hidup orang di seluruh wilayah Negara Indonesia," tegas politisi PPP ini.

Diketahui, berdasarkan data dari Pertamina pada 4 April 2022 lalu, sejak harga pertamax naik pada 1 April 2022 telah terjadi pergeseran konsumen. Sedikitnya sekitar 10-15 persen ada pergeseran konsumsi dari pertamax ke pertalite.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sementara itu, Direktur Center of Energy Policy M. Kholid Syeirazi menegaskan betapa pentingnya subsidi BBM tepat sasaran. Menurutnya, subsidi BBM itu mestinya berdasarkan orang, bukan barang.

"Mestinya subsidi ini agar subsidi orang. Kalau barang rentan penyalahgunaan. Maka, data identitas kewarganegaraan kita juga harus mendukung," terang Kholid.

Dia mencontohkan pembelian LPG 3 Kg yang di lakukan oleh orang-orang kaya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Misalnya LPG. Banyak rumahnya mewah, malah belinya LPG lemon," terangnya.

Selain itu, narasumber seminar Fraksi PPP DPR RI lainnya adalah Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji. Kemudian, Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi menjadi keynote speaker.

Penulis : Muhammad Idris

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Editor : Muhammad Nurseha

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu