Iklan

Jembatan Permanen Kudus-Demak Dibangun, Akses Warga Tak Lagi Andalkan Jembatan Apung

Inti berita

Akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak, segera semakin mudah dengan dibangunnya jembatan permanen di atas Sungai…

Jembatan Permanen Kudus-Demak Dibangun, Akses Warga Tak Lagi Andalkan Jembatan Apung
Pembangunan tiang jembatan penghubung Kudus-Demak di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Foto: Istimewa.

Akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak, segera semakin mudah dengan dibangunnya jembatan permanen di atas Sungai Wulan.

Jembatan tersebut dibangun Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di Desa Setrokalangan, Kabupaten Kudus, yang terhubung dengan Desa Kedungwaru, Kabupaten Demak.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan konektivitas masyarakat di kedua wilayah.

"Kami berterima kasih kepada Presiden karena membantu pembangunan Jembatan Setrokalangan yang kebetulan berada di Desa Setrokalangan, Kudus yang menghubungkan dengan Desa Kedungwaru, Kabupaten Demak," kata Sam'ani saat meninjau pengerjaan jembatan di Desa Setrokalangan, Jumat (28/8/2026).

Selama ini, kata dia, masyarakat yang hendak melintas dari Kudus menuju Demak maupun sebaliknya masih mengandalkan jembatan apung.

Kehadiran jembatan permanen diharapkan memberikan akses yang lebih aman sekaligus memperlancar mobilitas warga. Selain itu, infrastruktur tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah perbatasan.

Sam'ani menyebut progres pembangunan jembatan saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pemerintah daerah berharap pengerjaan dapat segera rampung sehingga dapat digunakan masyarakat.

Menurutnya, jembatan tersebut juga akan menjadi salah satu ikon baru sekaligus memperkuat konektivitas antara Kudus dan Demak.

Ia menambahkan, jalur tersebut memiliki tingkat mobilitas yang cukup tinggi, khususnya pada pagi hari ketika warga berangkat bekerja.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah kendaraan yang melintas pada jam sibuk pagi hari mencapai sekitar 6.000 hingga 7.000 kendaraan.

"Semoga akses ini meningkatkan ekonomi masyarakat, mempercepat perjalanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Direktur Teknis Lapangan BBWS Pemali Juana, Nisar Suci Raharjo, menjelaskan jembatan yang tengah dibangun tersebut memiliki panjang keseluruhan 180 meter dan lebar 1,8 meter.

Dari total panjang tersebut, bagian efektif jembatan mencapai sekitar 110 meter. Jembatan dirancang khusus untuk dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

"Konstruksi jembatan gantung tersebut menggunakan rangka baja dan struktur memakai abutmen beton," kata Nisar.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian dalam pembangunan jembatan. BBWS Pemali Juana telah memperhitungkan kondisi Sungai Wulan, termasuk potensi kenaikan muka air ketika terjadi banjir.

Ketinggian jembatan dirancang sekitar 3-4 meter dari muka air ketika debit sungai berada pada kondisi puncak. Selain itu, potensi sedimentasi di sekitar lokasi jembatan juga telah diperhitungkan, yakni berkisar 10-20 centimeter.

Pembangunan jembatan menggunakan anggaran APBN dan menjadi bagian dari paket 1, 2, dan 3 dalam program normalisasi Sungai Wulan dengan nilai anggaran sekitar Rp350 miliar.

Program normalisasi Sungai Wulan secara keseluruhan ditargetkan berlangsung hingga akhir 2027. Sementara khusus pembangunan jembatan penghubung Kudus-Demak ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Rekomendasi untuk kamu