Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Tembalang, Rr. Dwi Supratiwi mengatakan, kegiatan santunan anak yatim pada bulan Muharram 1448 Hijriah menjadi pelengkap gerakan kepedulian sosial para ibu-ibu NU.
Ia menjelaskan, sejumlah 38 anak dari 12 Pimpinan Ranting (PR) Kelurahan dan 6 PAR Pimpinan Anak Ranting Desa/Dukuh menerima santunan pada hari ini, Ahad (5/7/2026) pagi ini Masjid Al-Muttaqin, Pengkol Rowosari Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
"Total ada 38 anak yatim dari 12 ranting dan 6 anak ranting yang pada hari ini menerima santunan, masing-masing mengirimkan 2 anak," ujarnya.
Setiap anak, lanjutnya, mendapatkan uang tunai Rp250.000 serta peralatan sekolah senilai Rp100.000 berupa buku tulis, pensil, tempat pensil, bolpoint, penggaris, penghapus.
Menurut Tiwik, sapaan akrab Dwi Supratiwi bulan Muharram bertepatan dengan momen kenaikan kelas sehingga paket perlengkapan sekolah diharapkan bisa mengurangi beban para ibu, kakek atau nenek yang merawat anak yatim.
Di lain sisi, pihaknya juga mendorong pemberdayaan perekonomian perempuan melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pertanian perkotaan (Urban Farming).
Ia menegaskan, Muslimat NU sebagai salah satu badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis di masyarakat karena banyak urusan rumah tangga dikelola oleh perempuan.
Ia menyontohkan, kegiatan program kepedulian terhadap lingkungan dalam bentuk pilah sampah. Program tersebut menyasar masjid, mushalla, madrasah, TPQ hingga warung Pedagang Kaki Lima (PKL).
"Semua sudah mendapatkan edukasi untuk pilah sampah, tiap tempat sudah dipilah dengan dua tempat sampah. Jadi kita tinggal ambil saja, sudah dipilih di masing-masing lokasi," ungkapnya.

Senada, Ketua PC Muslimat NU Kota Semarang, Umiyati Humam mengatakan, santunan anak yatim merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar yang membutuhkan bantuan.
"Hari ini saya sengaja silaturahim dan perkenalan dalam rangka terpilihnya saya sebagai ketua Muslimat NU Kota Semarang, dan kebetulan juga pas kegiatan rutin tahuan yaitu santunan di bulan Muharram" ujarnya kepada wartawan.
Terkait anak yatim maupun yatim-piatu yang tidak masuk ke panti asuhan, pengasuh PA Darul Hadhonah Mangkang ini menyebut hal itu merupakan tugas kader Muslimat NU.
"Justru sekarang ini muncul aturan yang mengasuh anak yatim harus diperhatikan karena kan banyak yang tidak tidak mau ke panti asuhan karena berat meninggalkan keluarga jadi tidak mau ke panti, dan itu diperhatikan oleh Muslimat," ujarnya.
Sementara Camat Tembalang, Eko Agus Padang Haryanto mengapresiasi kepedulian Muslimat NU terhadap masyarakat, khususnya anak yatim.
"Kami mengapresiasi di tengah kondisi perekonomian seperti saat ini masih tetap bergerak dalam kegiatan sosial. Mudah-mudahan memberikan keberkahan bagi semua," ucapnya.
Eko Padang, sapaan akrabnya juga menegaskan bahwa pemerintah selalu berharap sinergi dengan elemen masyarakat seperti Muslimat NU untuk mengatasi pelbagai persoalan di masyarakat seperti stunting, sampah, pembinaan UMKM dan sebagainya.
"Mudah-mudahan kegiatan yang positif seperti ini bisa dikolaborasikan di lain kesempatan," harapnya.
Ia juga menawarkan sound sistem dan konsumsi dalam kegiatan yang dilaksanakan di wilayah kecamatan Tembalang.
"Sound silahkan digunakan untuk menyampaikan program pemerintah. Insya Allah pemerintah kecamatan siap membantu," katanya.
Ia juga berharap dalam kegiatan Muslimat NU dapat melakukan promosi produk UMKM dari kader Muslimat. Menurutnya, potensi perekonomian kader juga harus digiatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Semarang.
"UMKMnya juga, biar ekonomi bergerak, kader Muslimat yang bergerak di UMKM juga ikut sejahtera. Insya Allah nanti Bu camat juga siap membeli," katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam ruang keluarga maupun ruang publik. Di lingkungan keluarga, kata dia, ibu menjadi orang yang paling banyak bersentuhan dengan anak sehingga menjadi sosok penting dalam menjaga anak di era disrupsi digital dan membentuk karakter anak. Di masyarakat, utamanya perempuan berperan besar pada sektor UMKM (*)