Iklan

Santunan Anak Yatim Bukan Seremonial, Kolaborasi Polisi-Masyarakat Tumbuhkan Budaya Berbagi

Inti berita

Lingkar.co - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Genuk, Kompol Rismanto menyebut santunan anak yatim bukan sekadar agenda seremonial tahunan…

Santunan Anak Yatim Bukan Seremonial, Kolaborasi Polisi-Masyarakat Tumbuhkan Budaya Berbagi
Kapolsek Genuk Kompol Rismanto, SH, MH bersama Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Genuk, Muhammad Supriyadi wawancara media disela kegiatan Santunan Anak Yatim, Sabtu (20/6/2026). Foto: istimewa

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Genuk, Kompol Rismanto menyebut santunan anak yatim bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Melainkan wujud kepedulian dan ikhtiar polisi bersama masyarakat untuk menumbuhkan budaya berbagi.

"Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yatim sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama," katanya, Sabtu (20/6/2026). 

Ia menyampaikan hal itu saat bakti sosial berupa santunan anak yatim yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Kegiatan dilaksanakan dengan menggandeng Yayasan Al-Fatihah dan para donatur di wilayah Kecamatan Genuk

Menurutnya, perhatian terhadap anak yatim bisa menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya berbagi dan gotong royong dalam meringankan beban yang membutuhkan.

"Kami ingin menanamkan semangat kepedulian dan kasih sayang kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian bersama. Semoga apa yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka dalam menempuh pendidikan serta meraih masa depan yang lebih baik," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 130 anak yatim menerima paket santunan yang terdiri dari sembako senilai Rp150 ribu, uang tunai Rp100 ribu, Alquran serta perlengkapan sekolahuntuk membantu kebutuhan mereka menjelang tahun ajaran baru.

Kompol Rismanto juga menyebut program santunan anak yatim telah menjadi kegiatan rutin yang terus ditingkatkan setiap tahun. Pada 2024, Polsek Genuk menyalurkan 110 paket santunan, meningkat menjadi 120 paket pada 2025 dan bertambah lagi menjadi 130 paket pada tahun ini.

Peningkatan jumlah penerima manfaat tersebut, lanjutnya, merupakan hasil sinergi antara Polsek Genuk, yayasan sosial, para donatur serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sesama.

"Kami berharap ke depan jumlah santunan yang diberikan semakin meningkat sehingga semakin banyak anak yatim yang dapat merasakan manfaatnya. Kegiatan sosial seperti ini juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam bidang kemanusiaan dan sosial," tegasnya.

Di lain sisi, dirinya berharap momen kali ini menjadi sebuah perantara agar hubungan polisi dengan masyarakat semakin dekat, bukan sebatas penjaga keamanan dan ketertiban umum.

"Kami berharap, kegiatan ini semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat dan memperkuat kebersamaan dalam membangun lingkungan yang aman dan harmonis," tuturnya. (*)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu