Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Semarang, Hj. Umiyati Humam menegaskan bahwa kader Muslimat NU mengedepankan etika dalam berpolitik. Kader Muslimat NU tidak tergiur dengan tawaran uang, jabatan atau strategis di pemerintahan atau di NU.
"Etika dalam politik Muslimat NU mengedepankan pada niat khidmah untuk meneruskan perjuangan yang diajarkan oleh KH Hasyim Asy'ari dan para pendiri NU, kader kita tidak butuh iming-iming uang atau jabatan tertentu," kata Umiyati.
Hal itu ia katakan saat menghadiri kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Tembalang di Masjid Al-Muttaqin Pengkol Rowosari, Kecamatan Tembalang, Minggu (5/7/2026).
Oleh karena itu, Umiyati mengapresiasi segenap pengurus PAC Kecamatan Tembalang beserta Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU yang telah menjadi barisan depan dalam menjaga Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU berjalan dengan baik dengan menghasilkan kemenangan bagi semua kader.
Dirinya juga menegaskan perjuangan Muslimat NU dalam menjaga dan melestarikan tradisi Islam Ahlussunah Wal-Jamaah (Aswaja) ala Nahdlatul Ulama tidak terbatas pada kegiatan pengajian rutin. Lebih dari itu juga dalam berinteraksi dengan lingkungan
Ia juga mengapresiasi PAC Muslimat NU Kecamatan Tembalang yang memiliki agenda kegiatan cukup padat. Ia menyebut dari pengajian rutin hingga kegiatan sosial sebagai bukti konkret kepedulian NU terhadap masyarakat tidak sebatas pada amaliah peribadah.
Sejalan dengan hal itu dirinya berharap agar semua kader bergerak bersama tanpa memandang struktur tingkat kepengurusan. Bagi dirinya, kekuatan NU yang sebenarnya ada pada tingkat ranting karena lebih banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Jangan segan untuk membantu kegiatan PC, ranting justru menjadi poros penting gerakan Muslimat NU Kota Semarang. Semakin banyak dan aktif, akan memperkokoh kekuatan pohon," ujarnya menegaskan.
Di lain sisi, Umiyati juga berpesan agar semua kader terlibat dalam memajukan pendidikan dengan mengelola Taman Kanak, Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Panti Asuhan (PA).
Dia menyontohkan adanya PA. Darul Hadhonah yang tersebar di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah sebagai bukti peran sosial dalam memberikan pelayanan pendidikan anak-anak yang kurang beruntung dan kurang mampu. (*)