Wali Kota Semarang Buka Peluang Pihak Swasta Bangun Aset Milik Pemkot

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberi keterangan kepada awak media, Rabu, (27/1). (RISCA KRISDAYANTI/LINGKAR.CO)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberi keterangan kepada awak media, Rabu, (27/1). (RISCA KRISDAYANTI/LINGKAR.CO)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

SEMARANG, Lingkar.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membuka peluang kepada pihak yang berminat membangun aset milik Pemkot Semarang. terutama pada area publik.

 Tindakan tersebut diambil lantaran sejumlah pembangunan pada tahun 2020 tertunda akibat anggaran pembangunan dialihkan ke anggaran penanganan Covid-19.

Menginjak tahun 2021, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menekankan komitmennya untuk kembali mengejar pembangunan di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Nah, saya membuka pintu, sepanjang itu sesuai aturan, sesuai asas, mudah-mudahan di tahun ini bisa ada beberapa titik lagi yang bisa dikembangkan. Yang kemarin sudah berdiskusi lisan misalnya untuk taman Madukoro,” ungkapnya.

Menurut Hendi, dengan adanya partisipasi dari pihak swasta, maka beban anggaran pembangunan Pemerintah Kota Semarang bisa diringankan. Sehingga, bisa dialihkan pada pembangunan lain yang lebih prioritas.

Selain itu, ia mengupayakan, pembangunan tetap berjalan dengan membuat skala prioritas yang lebih mengerucut hingga memaksimalkan pola pembangunan dengan sistem swakelola.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Kita mencoba menawarkan aset-aset milik Pemkot, untuk kemudian bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Untuk kegiatan investasi, boleh, ada model BOT (Build Operate Transfer) atau model sewa. Kemudian, untuk program CSR, misalnya seperti pada taman di Jalan Menteri Supeno, juga di Jalan Pierre Tendean, juga boleh,” tutup Hendi. (ris/aji)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu